Seorang Pemuda Muslim Kashmir sedang Asik Berkebun Tiba-tiba Ditembak Mati Tentara India

KASHMIR (Jurnalislam.com) – Seorang pria berusia 19 tahun warga Muslim Kashmir tewas oleh pasukan pemerintah India setelah mereka melepaskan tembakan pada pengunjuk rasa yang menuntut kebebasan dari kekuasaan India di wilayah Kashmir yang dijajah India.

Seorang petugas polisi, yang berbicara tanpa menyebut nama kepada kantor berita Associated Press, Sabtu (24/09/2016) mengatakan pria itu tewas di daerah barat laut Sopore, Jumat, setelah tentara menembaki demonstran yang diduga menyerang sebuah konvoi militer dengan batu.

Namun, warga dan anggota keluarganya mengatakan bahwa pria itu, Waseem Ahmad, sedang bekerja di kebunnya bersama dengan orang lain ketika tentara melepaskan tembakan.

Sepupu Ahmad, Abdul Rasheed Lone, mengkonfirmasi tidak ada protes yang terjadi ketika tentara melepaskan tembakan.

“Waseem sedang bersama dengan beberapa anak laki-laki menuju sawah untuk membantu pamannya ketika empat kendaraan militer India melaju dan tentara menembaki dia,” kata Lone kepada Al Jazeera.

“Tidak ada protes atau pelemparan batu. Segala sesuatunya berlangsung tenang. Dia dibunuh tanpa alasan. Itu adalah pembunuhan berdarah dingin.”

Seorang dokter setempat mengatakan kepada surat kabar Greater Kashmir bahwa sebuah peluru masuk melalui punggung Ahmad dan mengenai hatinya.

“Peluru itu merusak hatinya dan menyebabkan kematian cepat,” kata Dr Masood dari RSUD Baramulla di utara Kashmir.

Setelah berita kematian Ahmad, demonstran menggelar demonstrasi pro-kemerdekaan besar-besaran, meneriakkan “kami ingin kebebasan” dan bentrok dengan pasukan pemerintah.

Bentrokan juga meletus sedikitnya di tiga tempat lain dan sedikitnya 30 orang dilaporkan terluka.

Sebuah jam malam yang ketat juga diberlakukan di Old Srinagar dan selatan Kashmir.

Pasukan pemerintah juga memblokir jamaah sehingga tidak bisa melaksanakan shalat Jumat di masjid-masjid besar selama 11 minggu berturut-turut.

AS di Suriah: Menggulingkan Assad Bukan Prioritas Kami!

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Seorang perwira militer AS atas mengatakan kepada Kongres pada hari Kamis (22/09/2016) bahwa AS tidak memiliki tujuan militer untuk menggulingkan Assad dari kekuasaan, menambahkan bahwa menggulingkan Assad bukanlah tujuan politik Pasukan Demokratik Suriah (Syrian Democratic Forces-SDF), yang dipimpin oleh organisasi Unit Perlindungan Rakyat (YPG), afiliasi teroris komunis PKK di Suriah yang didukung militer AS.

World Bulletin melaporkan, Sabtu (24/09/2016), pernyataan Marinir AS Jenderal Joseph Dunford, ketua Kepala Staf Gabungan, dibuat atas pertanyaan Senator Lindsey Graham (R-South Carolina) dari Komite Senat Angkatan Bersenjata yaitu, apakah AS bermaksud mempersenjatai SDF dan apakah penggulingan Assad merupakan prioritas bagi AS atau SDF. Menanggapi pertanyaan itu, sebelum Dunford berkomentar, Menteri Pertahanan Ash Carter mengatakan: “Saya mendukung untuk terus bekerja dengan mereka (SDF), ya, kami telah menyediakan mereka beberapa peralatan militer, kami memberikan mereka senjata.”

assadsNamun, Dunford menjawab bahwa, “Hari ini, bukan itu tujuan politik yang mereka nyatakan,” mengacu pada milisi yang didukungnya, SDF yang dipimpin YPG.

Graham mengkritik tanggapan Dunford dan Carter, dan mengatakan, “Jika kekuatan utama di Suriah tidak bertujuan untuk menggulingkan Assad, maka untuk apa kekuatan itu?”

Tidak ada jawaban yang diberikan atas pertanyaan Graham tersebut dari pihak manapun namun dalam percakapan mereka dengan Graham, Carter dan Dunford mengkonfirmasi ada rencana untuk mempersenjatai milisi Kurdi di Suriah, dimana Turki merasa keberatan dengan sikap AS, sebagai cara untuk menghadapi Islamic State (IS) di Raqqa. Namun setelah Raqqa direbut, kekuatan Arab akan diperlukan untuk mempertahankannya. “Kami punya rencana,” kata Dunford, tetapi menggambarkannya sebagai “tidak membutuhkan bantuan kekuatan Arab.”

Biadab, Jet Tempur Rezim Assad dan Rusia Kembali Bunuh Warga Sipil Aleppo, 92 Tewas

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Sembilan puluh dua warga sipil tewas dan 273 lainnya terluka hari Sabtu oleh rezim Suriah dan serangan udara Rusia pada daerah pemukiman di wilayah yang dikuasai oposisi di kota Aleppo di barat laut Suriah, kata seorang pejabat pertahanan sipil.

Berbicara kepada Anadolu Agency, Sabtu (24/09/2016) Najib Ansari mengatakan pesawat-pesawat tempur menargetkan distrik Bustan al-Qasr, Mashhad, al-Kallasa, Salihiya, dan al-Fardos, Sheikh Haider, Ansar, Bustan al-Basha, Ard al-Hamra, Sohr, Tariq al-Bab, Karam Hamud, Mesir, yang semuanya saat ini dikepung oleh rezim Syiah Bashar al-Assad.

Korban termasuk perempuan dan anak-anak. Korban tewas diperkirakan akan meningkat karena terbatasnya kapasitas penyelamat untuk membantu korban yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Pada hari Jumat, 86 orang tewas oleh pesawat tempur rezim dan Rusia.

Aleppo baru-baru ini mendapat serangan intens dari pasukan rezim Assad dan Rusia.

Sejak 19 September, ketika rezim Nushairiyah menyatakan berakhirnya gencatan senjata yang telah berlangsung selama seminggu, sedikitnya 359 warga sipil telah tewas dan 1.407 lainnya terluka oleh serangan udara rezim Assad dan Rusia di Aleppo, menurut pejabat pertahanan sipil dan sumber-sumber medis di kota.

Serangan telah menargetkan kabupaten di bagian timur Aleppo yang dikepung oleh pasukan rezim.

Sementara itu. selama pertemuan tingkat menteri dengan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini, Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault, Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier, dan Menteri Luar Negeri Italia Paolo Gentiloni, di Medford, Massachusetts, Menteri Luar Negeri John Kerry mengatakan kekerasan di Aleppo sangat “tidak dapat diterima.”

“Ini sudah di luar batas,” kata Kerry. “Jika mereka serius menginginkan hasil yang damai untuk perang ini, maka mereka harus menahan dan berhenti membom perempuan dan anak-anak, berhenti memotong aliran air dan mengepung seperti jaman abad pertengahan untuk seluruh masyarakat.”

Kerry menyerukan kepada masyarakat internasional untuk membawa perdamaian bagi “orang-orang yang kelaparan. Kelaparan dalam arti harfiah, tetapi juga kelaparan akan kepastian masa depan tanpa klorin yang dijatuhkan bagi mereka dari langit, bom barel, dan pengeboman tanpa pandang bulu.”

“Rusia harus memberi contoh, bukan preseden – sebuah preseden yang tidak dapat diterima, saya bisa menambahkan, untuk seluruh dunia,” tambah diplomat Amerika atas.

Suriah telah terkunci dalam perang global yang merusak sejak 2011, ketika rezim Syiah Nushairiyah Assad menumpas aksi unjuk rasa – yang meletus sebagai bagian dari gerakan Musim Semi Arab – dengan keganasan militer tak terduga.

Pusat Penelitian Kebijakan Suriah, sebuah organisasi non pemerintah yang berbasis di Beirut, melaporkan bahwa korban tewas akibat konflik enam tahun di Suriah berjumlah lebih dari 470.000.

Ormas Islam Solo Bubarkan Ajang Miss Waria Berkedok Penyuluhan HIV-AIDS

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Ditengarai menggelar Pemilihan Miss Waria di Candi Resto, Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, ormas Islam Solo segera merespon cepat. Puluhan anggota ormas Islam segera mendatangi acara yang ternyata tidak mengantongi izin dari Polsek Grogol, Jum’at (23/9/2016).

Puluhan Waria yang hadir tidak berani keluar, mereka sembunyi di dalam mobil dan ruangan di restoran. Beberapa panitia mengenakan kartu yang memperlihatkan jumlah pengidap HIV-AIDS di Sukoharjo sebanyak 316 pun tidak berani mendekat.

Danang Ketua panitia acara Miss Waria yang berkedok penyuluhan HIV-AIDS ini merasa menyesal karena tidak berkoordinasi dengan aparat maupun tokoh masyarakat. Namun dirinya mengelak jika acaranya dituduh sebagai ajang Pemilihan Miss Waria. Menurutnya agenda acara tersebut adalah diskusi Penyuluhan HIV-AIDS.

“Kalau tadi ada isu yang katanya akan ada Pemilihan Miss Waria, itu tidak benar, karena kami full diskusi. Karena kami akan mendatangkan nara sumber dari Dinas Kesehatan Sukoharjo dari pihak komisi penanggulangan AIDS,” kata Danang mengelak.

Ustadz Dodo salah satu perwakilan ormas Islam tetap meminta acara tersebut dibubarkan. Dengan banyaknya Waria yang hadir, dirinya kuatir hal ini hanya sebagai kedok untuk memuluskan ajang Pemilihan Miss Waria.

“Acara ini, Kepolisian setempat tidak ada ijinnya, dan yang datang tadi banyak Warianya, kalau ini bersifat umum kenapa tokoh masyarakat umum tidak diundang. Dan kami dari Laskar-laskar jika kegiatan ini tetap dilakukan, kami akan cegah apapun resikonya kami tetap akan bubarkan,” tegas Dodo.

Sementara itu, AKP Sarwoko Kapolsek Grogol mengucapkan terima kasihnya pada ormas yang merespon cepat acara yang tidak memiliki izin ini.

“Harusnya 3 x 24 jam sebelumnya disampaikan. Buat kami ini semua bisa kondusif, intinya jangan ada mis seperti ini, wong di Polsek Grogol juga 24 jam pelayanannya. Mungkin demikian pak ustadz, kami dari Polsek Grogol matur sembah nuwun,” ujar Sarwoko meski datang terlambat.

FUIS: Proses terhadap Penghina Nabi Masih Berjalan

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Kordinator Forum Umat Islam Semarang (FUIS) menyatakan bahwa proses hukum terhadap Ahmad Fauzi sang penulis buku ‘Tragedi Incest Adam dan Hawa & Nabi Kriminal’ sampai saat ini masih dalam proses hukum yang ditangani oleh Polda Jawa Tengah.

“Perkembangan saat ini Ahmad Fauzi masih dalam proses hukum oleh Polda jateng,” kata Arip Pamungkas melalui pesan singkat yang diterima Jurniscom, Sabtu (24/9/2016).

Lebih lanjut dalam pesan singkatnya Arif menyampaikan bahwasanya untuk melengkapi berkas pemeriksaan, Ahmad Fauzi sempat ditempatkan di Rumah Sakit Jiwa Dokter Aminogondohutomo. Selama Di RS Jiwa, Fauzi ditempatkan di ruang isolasi kompleks Gedung UPIP.

“Kemarin Fauzi sempat diperiksa tim dokter RSJ Semarang guna kelengkapan proses penyidikan,” tambahnya

Adanya dukungan yang diberikan terhadap Ahmad Fauzi dari sekelompok orang. Koordinator bidang media FUIS meminta elemen umat Islam untuk bersatu dalam memerangi mereka yang membenci syariat Islam.

“Terbukti teman-teman Fauzi adalah mereka yang membenci Syariat Islam, untuk itu umat Islam harus bersatu,” Tegasnya

Sebelumnya Ahmad Fauzi dilaporkan oleh Forum Umat Islam Semarang (FUIS) ke Polda Jateng oktober 2015 lalu. FUIS melaporkan Fauzi karena diduga melanggar Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektonik (UU ITE) No 11 Tahun 2018 Pasal 45 ayat 2 Jo Pasal 28 ayat 2 terkait akun twitter Ahmad Fauzi @samarra79. Berikut postingan Fauzi yang menyebabkan FUIS melaporkan ke Polda Jateng.

Pertama, tanggal 22 Juni 2013.
“Adam dan Hawa itu bukan pasangan suami istri apalagi Nabi, tapi ayah dan anak yang melakukan hubungan incest. Maka diusirlah mereka dari surga.”

Kedua, tanggal 24 Juni 2013
“Islam, lebih tepat kuberi nama, agama skizofrenia, karena Nabinya memperoleh wahyu dari proses kesurupan.”

Ketiga, tanggal 28 Juni 2013
“Aku tak bisa mengagumi Muhammad, karena ia bukan manusia. Manusia yang dianggap lepas dari segala dosa, itu bukan manusia lagi.”

Merasa tidak puas FUIS melaporkan Ahmad Fauzi ke Polda Jateng. Dalam laporan polisi No STTPL/174/X/2015/SPKT tertanggal 9 Oktober 2015 yang ditandatangani Ka Siaga Kompol Gunawan Setyana disebutkan pasal yang disangkakan adalah:

1.Pasal 28 ayat (2) UU ITE adalah sebagai berikut:
Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

2. Pasal 45 Ayat (2) UU ITE adalah sebagai berikut
Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) atau ayat (2)dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Hadapi China, India Beli 36 Jet Tempur Rafale dari Perancis

NEW DELHI (Jurnalislam.com) – India pada hari Jumat menandatangani kesepakatan untuk membeli 36 jet tempur Rafale senilai 7,9 miliar euro ($ 8.800.000.000), merupakan penjualan terbesar yang pernah dilakukan Perancis, dalam upaya meningkatkan kemampuan militernya untuk menghadapi China yang semakin berani, World Bulletin melaporkan Jumat (23/09/2016).

India, importir pertahanan dunia tingkat atas, sedang melakukan upgrade hardware militer senilai $ 100-miliar, menghadapi sengketa perbatasan dengan tetangga utara dan barat, China dan Pakistan.

“Rafale secara signifikan akan meningkatkan kemampuan serangan & pertahanan India,” tweeted Menteri Pertahanan India Manohar Parrikar tak lama setelah menandatangani kesepakatan dengan timpalannya dari Prancis, Jean-Yves Le Drian.

Perjanjian hari Jumat terjadi setelah perundingan berliku-liku yang berlangsung bertahun-tahun dan merupakan pengurangan substansial yang awalnya memperdebatkan 126 pesawat.

Tapi jumlah tersebut masih merupakan kesepakatan pertahanan penerbangan terbesar yang pernah Prancis setujui dalam hal keuangan dan dielu-elukan meningkatkan rasa percaya diri Presiden Prancis Francois Hollande, yang pemerintahnya telah menawarkan Rafale dengan gigih.

“Perjanjian tersebut … adalah tanda pengakuan kekuatan militer utama terhadap kinerja operasional, kualitas teknis dan daya saing industri penerbangan Prancis,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Ini adalah pesanan Rafale terbesar setelah Mesir setuju membeli 24 jet pada tahun 2015 dan Qatar membeli jumlah yang sama akhir tahun itu.

 

Sedikitnya Delapan Petugas Pemadam Kebakaran Rusia Tewas dalam Kebakaran di Moskow

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Delapan petugas pemadam kebakaran Rusia tewas saat mereka memadamkan api di sebuah gudang di Moskow timur, kata pihak berwenang Jumat, dalam kebakaran terbaru mematikan yang terjadi ibukota, World Bulletin melaporkan Jumat (23/09/2016).

Mayat mereka ditemukan setelah hilang kontak saat mereka memadamkan kobaran api besar yang dimulai Kamis malam di sebuah depot plastik, kata kementerian pelayanan darurat dalam sebuah pernyataan.

“Sampai saat terakhir masih ada harapan bahwa mereka akan hidup. Namun karena api yang intens, suhu tinggi dan asap tebal petugas pemadam kebakaran tersebut tidak mampu keluar.”

Para pekerja darurat adalah yang pertama tiba di tempat kejadian dan membantu mengevakuasi 100 pekerja dari gudang yang terletak di bagian tepi timur ibukota Rusia, kata para pejabat.

Mereka berupaya melawan api di atap ketika bangunan runtuh, kata kantor layanan darurat.

“Para pemadam kebakaran tewas saat melakukan tugas,” walikota Moskow Sergei Sobyanin menulis di Twitter.

Para pejabat mengatakan, kebakaran – yang membakar seluruh wilayah sekitar 4.000 meter persegi (430.000 kaki persegi) – dan padam pada pukul 0744 waktu setempat (0444 GMT) hari Jumat.

Seorang koresponden AFP mengatakan bahwa bau tajam terbakar bisa dirasakan di seluruh wilayah Moskow timur dekat dengan kobaran api.

Hamas Kembali Kobarkan Semangat Intifada Al-Quds bagi Pemuda Yerusalem

GAZA (Jurnalislam.com) – Gerakan perlawanan Hamas Palestina mengadakan parade di dekat Kota Gaza, hari Jumat, mendukung “Intifada Al-Quds” (Yerusalem Uprising) melawan penjajahan Israel selama puluhan tahun atas tanah Palestina, lansir Anadolu Agency Jumat (23/09/2016)

“Intifada Al-Quds dimulai hampir satu tahun yang lalu,” kata anggota Hamas terkemuka Mushir al-Masri pada sela-sela pawai.

“Tahun depan akan menjadi lebih kuat,” katanya.

Al-Masri menambahkan: “Perjuangan ini tidak akan berakhir sampai musuh Israel menemui kematian, sampai Al-Quds (Yerusalem) dibebaskan, dan sampai saudara-saudara kita dibebaskan dari penjara Israel. Kami tidak akan beristirahat sampai semua ini dicapai..”

Aksi berangkat dari Masjid Al-Khulafaa al-Rasyidin di kota Beit Jabalia, yang terletak sekitar 4 kilometer sebelah utara Kota Gaza.

Tahun terakhir telah terjadi banyak bentrokan antara pemuda Palestina dan pasukan Israel di Tepi Barat yang diduduki Israel dan Yerusalem Timur dan di sepanjang perbatasan dengan Jalur Gaza yang diblokade pasukan zionis.

Bentrokan awalnya dipicu oleh ekstremis pemukim zionis Yahudi – dalam jumlah terus yang meningkat – ke kompleks Masjid Al-Aqsha di Yerusalem, yang merupakan sebagai tempat suci bagi kaum Muslim ketiga di dunia.

Selama tahun lalu, lebih dari 200 warga Palestina tewas oleh pasukan zionis, baik selama serangan dugaan terhadap Israel atau dalam bentrokan dengan pasukan Israel.

Sedikitnya 35 orang Israel tewas dalam kekerasan selama periode yang sama.

Ada dua intifada Palestina sebelumnya, di mana ratusan orang dibunuh. Pertama berlangsung sejak 1987 hingga 1993 dan yang kedua dari 2000 hingga 2005.

Pengakuan Warga Sipil Suriah atas Kekejaman Milisi PKK-PYD

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Sekelompok warga Suriah, mengatakan mereka dipaksa untuk bergabung dengan PYD dukungan AS, kemudian melarikan diri dari kelompok ekstremis tersebut dan mencari perlindungan kepada pasukan oposisi anti-assad.

Sekelompok warga Suriah mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Kamis (22/09/2016) bahwa mereka harus meninggalkan desa mereka di dekat kota Ayn al-Arab, yang dikendalikan oleh PYD, sayap Suriah dari kelompok ekstremis komunis PKK, yang memaksa mereka untuk bergabung dengan alasan “wajib militer” setelah menerima ancaman.

Warga Suriah, yang tidak ingin disebutkan namanya untuk keselamatan keluarga mereka tersebut tinggal di daerah yang dikendalikan PKK-PYD, dan menceritakan “kekejaman organisasi teroris PKK-PYD.”

Salah satu warga Suriah mengatakan bahwa organisasi teroris itu memaksa sedikitnya satu anggota dari masing-masing keluarga untuk mendukung mereka dan bahwa mereka tidak memberikan hak hidup bagi orang-orang yang tidak taat dengan kelompok mereka dengan membunuhnya.

Warga Suriah tersebut mengatakan para pemimpin organisasi PYD membawa mereka ke lokasi yang tidak diketahui empat hari lalu dan mengatakan ‘kita akan melawan IS di Al-Bab’.

“Mereka menempatkan kami di tempat yang benar-benar gelap. Kami tinggal di sana selama 1-2 hari. Kemudian mereka membawa kami ke bukit dan mengatakan ‘Al-Bab berada tepat di seberang,'” kata warga Suriah itu lagi.

Warga Suriah lainnya berbicara tentang penganiayaan keji milisi komunis PKK-PYD untuk orang-orang di wilayah tersebut.

Warga Suriah itu mengatakan bahwa PKK-PYD berkata kepada orang-orang: “Anda bergabung dengan kami atau tidak bisa tinggal di sini.”

“Mereka memusuh, terutama orang-orang Arab. Sebagian besar desa kami adalah Arab. Mereka merampas semua harta kami. Mereka memaksa pemuda ke dalam tentara di bawah nama ‘wajib militer,'” tambah warga Suriah itu.

Warga Suriah lain mengatakan para ektremis komunis PKK-PYD tersebut mengganggu kebebasan beragama dan memperlakukan Muslim saleh dengan kejam.

Jumlah Korban Kapal Pengungsi yang Tenggelam di Lepas Pantai Mesir Menjadi 162 Orang

MESIR (Jurnalislam.com) – Jumlah korban tewas akibat kapal pengungsi tenggelam di lepas pantai Mesir meningkat menjadi 162, saat penyelamat berhasil mengevakuasi beberapa mayat lain dari Laut Mediterania, Aljazeera melaporkan Sabtu (24/09/2016).

Penumpang yang selamat mengatakan hingga 450 orang berada di kapal penangkap ikan penuh sesak yang menuju Italia dari Mesir ketika terbalik di lepas pantai kota pelabuhan Rosetta, Rabu.

Mayat dari 162 orang telah ditarik dari perairan di lepas pantai Mesir, Mohammed Sultan, gubernur provinsi Beheira, di mana Rosetta terletak, mengatakan kepada Associated Press, Jumat.

Laporan awal resmi pada hari Jumat mengatakan korban tewas berjumlah 148.

Pihak militer mengatakan mereka telah menyelamatkan 163 korban, dan upaya pemulihan masih berlanjut.

Ada kekhawatiran jumlah korban tewas bisa meningkat, ketika tim penyelamat yang berusaha fokus menahan perahu menyaksikan bahwa sekitar 100 orang masih di dalam ketika kapal terbalik.

Dalam sebuah laporan baru pada hari Jumat, Organisasi Internasional untuk Migrasi (the International Organization for Migration-IOM) mengatakan bahwa “sebanyak 240 [orang masih] belum ditemukan atau diduga hilang.”

“Biasanya dalam situasi seperti itu, migran yang hilang dianggap tenggelam, dan jasad mereka tidak akan pernah ditemukan,” katanya.

IOM mengatakan sebagian besar dari yang berhasil diselamatkan adalah orang Mesir, tetapi juga terdapat beberapa warga Sudan, Eritrea, Suriah dan Ethiopia.

Pihak berwenang menangkap empat pelaku yang diduga sebagai pedagang manusia pada hari Kamis atas insiden itu, yang merupakan insiden terbaru dalam kekhawatiran badan pengungsi PBB bahwa 2016 akan menjadi tahun paling mematikan bagi Mediterania.

Kecelakaan itu terjadi beberapa bulan setelah lembaga perbatasan Uni Eropa Frontex memperingatkan bahwa meningkatnya jumlah pengungsi ke Eropa menggunakan Mesir sebagai titik keberangkatan untuk perjalanan berbahaya.

Pedagang manusia sering menggunakan kapal yang hampir tidak layak melaut dan membawa beban maksimal untuk mengambil uang tarif maksimum dari pengungsi yang putus asa.

IOM melaporkan pada Jumat bahwa 300.450 migran dan pengungsi masuk ke Eropa melalui laut pada tahun 2016 tepatnya tanggal 21 September, dan paling banyak tiba di Yunani dan Italia. Sekitar 166.050 orang telah tiba di Yunani dan 130.567 di Italia selama 2016.

Total kedatangan untuk seluruh bulan September tahun lalu berjumlah 518.181 – hampir 50 persen lebih tinggi dari total tahun 2016, dengan beberapa hari lagi yang tersisa sebelum awal Oktober.

Namun jumlah kematian jauh lebih tinggi daripada total tahun lalu sejumlah 2887 tercatat hari ini.

Menurut Proyek Migran Hilang IOM, kematian tahun ini berjumlah 3.501, termasuk orang-orang yang meninggal dalam tragedi terbaru di Mesir.