Kantor Polisi di Istanbul Dihantam Bom Motor

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Sebuah sepeda motor bermuatan bom meledak dekat kantor polisi di Istanbul, melukai lima orang, termasuk satu orang menderita luka kritis pada hari Kamis (06/10/2016), tweeted gubernur kota, lansir World Bulletin.

Menurut Gubernur Istanbul Vasip Sahin, serangan itu terjadi di distrik Bahcelievler, yang terletak di sisi Eropa di Istanbul.

Laporan awal berdasarkan sumber polisi mengatakan ledakan itu terjadi di daerah dekat kantor polisi Yenibosna sekitar pukul 3:50 (GMT 1250).

Ledakan itu juga merusak mobil dan bangunan di dekatnya.

Beberapa kendaraan pemadam kebakaran dan ambulans terlihat bergegas menuju tempat kejadian.

Pasukan keamanan mengevakuasi daerah. Sebuah penyelidikan sedang dilakukan untuk menyelidiki penyebab ledakan itu.

 

LSM Turki Kirim 29 Ambulans ke Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Yayasan Bantuan Kemanusiaan Turki (The Turkish Humanitarian Relief Foundation-IHH) mengumumkan pada hari Kamis akan menyediakan sejumlah ambulans ke wilayah Suriah untuk membantu pusat medis yang memberi pertolongan bagi warga sipil, ElDorar AlShamia melaporkan Kamis (06/10/2016).

Petugas IHH di Suriah, “Hassan Arei” mengatakan bahwa 29 ambulans akan diserahkan ke Suriah pada pengiriman pertama dari total 38 ambulans sumbangan yang dikirim dari Eropa, mengingat Suriah sangat membutuhkan ambulans karena adanya peningkatan serangan terhadap warga sipil dalam beberapa hari terakhir.

Arei menambahkan bahwa lebih dari 400 ribu warga sipil tewas dalam serangan rezim Assad di Suriah, dan ratusan ribu lainnya terluka, mencatat bahwa rumah sakit di Suriah telah menjadi salah satu target serangan rezim yang paling rentan, dan bahwa korban yang terluka banyak yang tewas di jalan karena kurangnya ambulans.

Koresponden menambahkan bahwa bantuan organisasi kemanusiaan IHH adalah salah satu organisasi kemanusiaan Turki yang paling penting yang mensponsori Suriah, di mana mereka telah mendirikan banyak kamp dan terus bekerja sekitar lima tahun yang lalu untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan medis ke Suriah di perbatasan Suriah-Turki dan kamp-kamp pengungsi di dalam wilayah Turki.

 

PBB: Demi Targetkan 900 Pejuang Jabhat Fath al Syam, Rusia dan Assad Sengaja Hancurkan Timur Aleppo

JENEWA (Jurnalislam.com) – Rusia dan rezim Assad sengaja merusak wilayah timur Aleppo yang dikuasai para pejuang Suriah, di mana 275.000 warga sipil masih hidup, dengan dalih untuk menyerang 900 mujahidin Jabhat Fath al Syam yang dikenal Jabhah Nusrah, Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura memperingatkan pada hari Kamis (06/10/2016), lansir Aljazeera.

Berbicara pada konferensi pers di Jenewa, de Mistura juga menawarkan untuk pergi ke Aleppo timur menemani para pejuang Jabhah Nusrah yang bersedia untuk keluar dari kota.

Sebelumnya, Satuan Tugas Akses Kemanusiaan Kelompok Internasional Pendukung Suriah (the International Syria Support Group’s Humanitarian Access Task Force) bersidang di PBB di Jenewa untuk membahas situasi menyusul semakin intensifnya pertempuran di timur Aleppo, ditundanya pembicaraan AS-Rusia dan gagalnya upaya penghentian pertempuran di Suriah.

“Tidak ada yang bisa menyangkal bahwa kita berada dalam situasi darurat mengenai Suriah, Aleppo dan konflik berkelanjutan,” kata de Mistura.

Dia mencatat saat ini ada 900 mujahidin Jabhat Fath al Syam di Aleppo timur, sementara total pejuang oposisi di Aleppo timur berjumlah 8.000. Dia menyoroti fakta bahwa juga ada 275.000 warga sipil di Aleppo timur, 100.000 dari mereka adalah anak-anak.

“Sejak 23 September, 376 orang telah tewas, sepertiga dari mereka anak-anak, dan tidak semuanya teroris,” de Mistura mengatakan, menambahkan: “Ada kebutuhan evakuasi medis … untuk 200 orang di Aleppo timur.”

“Dalam maksimum dua dan setengah bulan, kota Aleppo timur pada tingkat ini, dapat benar-benar hancur … ribuan warga sipil, bukan teroris, akan dibunuh … ini adalah apa yang Anda, kami dan dunia akan lihat ketika kita mencoba merayakan Natal atau akhir tahun,” katanya.

Dia juga mengatakan bahwa jika hampir 1.000 pejuang Jabhah Fath al Syam memutuskan untuk meninggalkan timur Aleppo, “Saya pribadi dan secara fisik siap menemani Anda.”

Dalam pesan untuk Rusia dan rezim Suriah, de Mistura mengatakan: “Silakan lihat mata saya juga, dan mata dunia juga opini publik. Apakah Anda siap melanjutkan pertempuran tingkat ini menggunakan senjata ini dan secara de facto menghancurkan seluruh kota timur Aleppo, dengan 275.000 penduduk, demi menghilangkan 1.000 pejuang Jabhah Fath al Syam ? Atau apakah Anda lebih siap untuk mengumumkan secara langsung serta jumlah pemboman udara yang ditunda jika Jabhah Fath al Syam pergi?”

Di Washington, Gedung Putih memperingatkan bahwa mereka tidak akan mengesampingkan “upaya multilateral” di luar batas-batas PBB “untuk membebankan biaya pada Suriah atau Rusia atau pihak lain sehubungan dengan situasi di dalam Suriah.”

“Kami sudah sangat prihatin bahwa Rusia menggunakan hak veto mereka di Dewan Keamanan PBB untuk mencegah PBB bertindak sebanyak yang ingin kita lihat,” kata juru bicara Josh Earnest kepada wartawan.

Dia menekankan bahwa AS mendesak untuk mengakhiri perang di Suriah “melalui saluran diplomatik.”

“Saya tidak berpikir ada pihak yang merasa baik tentang situasi di Aleppo sekarang,” tambahnya.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri mengatakan AS terus melakukan diskusi internal tentang opsi non-diplomatik di Suriah.

Komentar tersebut sebagai tanggapan atas juru bicara kementerian pertahanan Rusia yang sebelumnya memperingatkan koalisi pimpinan AS pada hari Kamis yang menyerang tentara Suriah yang didukung Rusia.

Suriah telah terkunci dalam perang saudara setan sejak awal 2011 ketika rezim Syiah Nushairiyah Assad menumpas aksi unjuk rasa yang meletus sebagai bagian dari gerakan Musim Semi Arab – dengan keganasan militer tak terduga.

Pusat Penelitian Kebijakan Suriah, sebuah organisasi non pemerintah yang berbasis di Beirut, melaporkan total korban tewas akibat konflik lima tahun di Suriah berjumlah lebih dari 470.000.

Tank-tank Israel Tembaki Gaza Utara

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Tank-tank zionis yahudi menembaki Jalur Gaza setelah roket dari daerah kantong Palestina menghantam sebuah lapangan terbuka pada hari Kamis, dalam aksi saling tembak kedua di dua hari, kata para pejabat, lansir World Bulletin, Kamis (06/10/2016).

Roket jatuh ke daerah Eshkol Israel yang berbatasan dengan Jalur Gaza, yang dikendalikan oleh gerakan Islam Hamas, kata militer Israel dalam sebuah pernyataan.

Israel membalas dengan tembakan tank menargetkan lahan pertanian di timur kamp pengungsi Al-Bureij di Jalur Gaza tengah, kata seorang sumber keamanan Hamas.

Israel biasanya membalas serangan roket dari Gaza dengan serangan, namun balasan baru-baru ini lebih kuat daripada di masa lalu.

Yang dipertanyakan beberapa analis adalah apakah perubahan itu sebagai hasil dari kebijakan baru Menteri Pertahanan zionis ekstrim Avigdor Lieberman, yang menjabat pada bulan Mei.

Setelah saling tembak terbaru tersebut, militer Israel mengeluarkan pernyataan singkat yang mengatakan “menargetkan infrastruktur basis Hamas di Jalur Gaza dengan menggunakan tank”.

Tidak ada korban yang dilaporkan dari kedua pihak, dan tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan roket.

Pada hari Rabu, pasukan Israel membalas dengan serangan udara dan tembakan tank terhadap pos Hamas di Gaza setelah sebuah roket jatuh ke jalan di kota Sderot di Israel.

Roket yang diklaim oleh gerakan Salafi kecil Ahfad al-Sahaba, pengikut kelompok yang menentang Hamas dan bersimpati dengan jihad kelompok Islamic State.

Namun Israel menganggap Hamas bertanggung jawab atas semua serangan roket tersebut.

Tidak ada korban yang dilaporkan akibat roket atau serangan Israel pada hari Rabu.

Israel dan Hamas di Gaza telah terlibat tiga kali perang sejak tahun 2008 dan sering terlibat pertempuran di sepanjang perbatasan.

Siang Ini PP Pemuda Muhammadiyah Akan Laporkan Ahok ke Polda Metro Jaya

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Siang ini, Jumat (7/10/2016) Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah akan melaporkan Ahok ke Polda Metro Jaya atas tuduhan penistaan agama. Upaya itu diambil sebagai respon atas pernyataan Ahok yang dinilai menghina agama Islam dalam sebuah video yang diunggah di Youtube oleh Pemprov DKI Jakarta 28 September lalu.

“Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah menyesalkan statement Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang terang telah menghina agama Islam dengan menggunakan kalimat “dibodohi” terhadap isi Al Qur’an,” kata Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman dalam siaran pers yang diterima Jurniscom, Jumat (7/10/2016).

Pedri menegaskan, Ahok telah melecehkan ayat suci Al Qur’an sebagai kitab ummat Islam dengan kalimat “dibohongi pake surat Al Maidah ayat 51”, pada acara pertemuan Gubernur DKI Jakarta dengan warga Pulau Seribu yang di publikasikan pada tanggal 28 September 2016.

“Apa yang dilakukan Ahok terang merupakan bentuk penghinaan dan penistaan bagi Islam dan jelas Ahok telah melakukan penistaan terhadap Islam,” tegasnya.

Bukan hanya itu, lanjut Pedri, apa yang dilakukan Ahok juga mencerminkan bahwa dia telah menghina Pancasila sebagai dasar negara yang menghargai keberagaman dan kebhinekaan.

“Siapapun orangnya dan apa pun agamanya wajib menjunjung tinggi kebhinekaan yang sudah menjadi kesepakatan bersama untuk keutuhan NKRI tercinta ini. Tiada tempat bagi tindakan “penistaan agama” di republik ini,” tandasnya.

Sejumlah Besar Wilayah Provinsi Baghlan Diambil Alih Taliban

BAGHLAN (Jurnalislam.com) – Mujahidin Imarah Islam (Taliban) menyita 7 pos tempur musuh dan basis besar di distrik Khomri Poli provinsi Baghlan pada hari Rabu, menewaskan dan melukai puluhan pasukan boneka (Arbaki), Al Emarah News melaporkan, Kamis (06/10/2016).

Tentara musuh yang tersisa berhasil melarikan diri tanpa cedera, sementara Mujahidin menyita sejumlah besar senjata dan amunisi dari musuh, koresponden mengatakan.

Kemudian, 6 pasukan boneka tewas dan banyak lainnya yang terluka ketika musuh gagal saat mencoba mematahkan pengepungan mujahidin atas basis dan pos militer lain juga di distrik Khomri Poli.

Sebagai balasan, pasukan boneka dilaporkan menyerbu rumah-rumah warga sipil dan menimbulkan kerugian besar.

Pada Rabu malam, 7 pasukan boneka menyerahkan diri dan pos tempur mereka sambil membawa kendaraan dan senjata kepada Talibandi distrik Poli Khomri.

Kamis pagi, mujahidin Taliban kembali mematahkan serangan yang berusaha membongkar pengepungan Mujahidin atas pos tempur dan basis di distrik Poli Khomri, menewaskan dan melukai banyak pasukan boneka.

Dalam laporan dari kabupaten Baghlan-e-Markazi, sejumlah tentara boneka tewas dan terluka setelah mujahidin memukul mundur serangan pasukan boneka Kamis pagi. Dua tank lapis baja dan kendaraan militer hancur dalam pertempuran itu.

Secara terpisah, empat pasukan boneka terluka dengan tank juga hancur di distrik yang disebutkan.

Laporan terbaru menunjukkan Mujahidin Imarah Islam menyita 4 tank lapis baja, 1 kendaraan dan banyak senjata, amunisi dan peralatan militer lainnya serta menghilangkan sedikitnya 21 tank dan kendaraan milik musuh di distrik Baghlan-e-Markazi di utara provinsi Baghlan Kamis.

Sesuai laporan Al-Emarah News, Mujahidin terlibat dalam pertempuran mematikan di sepanjang jalan Shirkat setelah mengejutkan satuan tugas besar yang terdiri dari tank dan kendaraan militer pada Kamis malam, memicu pertempuran sengit yang menyebabkan kematian puluhan tentara Arbaki. 15 truk pasokan, 3 tank, 2 kendaraan militer dan 1 ambulans sepenuhnya hancur, sedangkan mujahidin merebut 4 tank militer dan 1 ambulans.

Pertempuran itu dikatakan masih berlanjut dan Mujahidin memusatkan perhatian pada sejumlah besar tank Arbaki dan kendaraan di darat.

Sementara di Parwan Al-Emarah News pada hari Kamis juga melaporkan 4 penjajah Amerika tewas ketika tank yang mereka tumpangi ditargetkan IED yang ditanam oleh Taliban di pinggir jalan di batas kota Charikar, ibukota provinsi Parwan kemarin malam.

Pada Kamis malam, Taliban merebut pangkalan udara Bagram, pangkalan udara pasukan AS terbesar yang terletak di distrik Bagram provinsi Parwan utara, kata sebuah laporan, tetapi tidak memberikan informasi jumlah kerugian yang tepat yang diderita agresor AS akibat mortar dan hantaman rudal yang mendarat di pangkalan.

Disbudpar Jateng Pastikan Tidak Ada Perayaan Asyura Syiah di PRPP Semarang

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah menegaskan, pihaknya tidak akan mengizinkan PRPP Semarang untuk acara Perayaan Hari Asyura Syi’ah. Pernyataan itu disampaikan oleh Sekretaris Disbudpar Jateng, Raharja di hadapan pimpinan ormas-ormas Islam se-Jateng DIY.

“Menurut keputusan walikota tertanggal 1 oktober 2016 Gedung PKJT ( Pusat Kesenian Jawa Tengah) yang ada di PRPP hanya khusus untuk acara kesenian. Gedung tersebut bukan tempat ibadah, diluar itu (kesenian-red) kami stop,” tegasnya di kantor Disbudpar Jateng Jalan Pemuda 136, Semarang, Kamis (6/10/2016).

Namun, jika pada kenyataannya acara Asyura tetap digelar di tempat itu, ormas Islam mengancam akan melaporkan Disbudpar.

“Pertama kalo ijin itu diberikan maka jenengan akan benturan dengan umat Islam Jawa tengah dan DIY. Yang kedua, jenengan akan berbenturan dengan undang-undang yang jenengan buat sendiri bahwa gedung PRPP untuk kesenian,” tegas salah satu perwakilan ormas Islam, Ustadz Mustaqim, Lc.

Sebelumnya, pimpinan ormas Islam dan ulama se-Jateng dan DIY itu mendatangi Mapolda Jawa Tengah dengan permintaan serupa. Dengan dalih belum masih dalam pertimbangan, pihak Polda Jateng melalui Kabid 3 Intelkam, AKBP Budi Agus mengatakan belum mengeluarkan izin atas pemberitahuan acara peringatan Asyura Syiah dari Yayasan Nurut Tsaqolain selaku panitia.

Ormas Islam Desak Polda Jateng Larang Perayaan Asyura Syiah di PRPP Semarang

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Sejumlah pimpinan Ormas Islam se-Jawa Tengah dan DIY mendatangi Polda Jawa Tengah, Kamis (6/10/2016) siang. Kedatangan mereka untuk mendesak Kepolisian agar tidak mengeluarkan izin perayaan Asyura Syiah yang akan digelar di Pusat Rekreasi Promosi dan Pembangunan (PRPP) Semarang pada 11 Oktober mendatang.

“Dari elemen seluruh ormas yang hadir dalam mediasi ini menginginkan agar acara Asyuro terselubung yang diselenggarakan di PRPP (Pusat Rekreasi Promosi dan Pembangunan) dihentikan dan dibatalkan,” tegas Ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Jawa Tengah, Ustadz Aris Munandar kepada Kapolda Jateng yang diwakili oleh Kasubdit 3 Intelkam Polda Jateng, AKBP Budi Agus di lobi Mapolda Jateng.

Ustadz Aris khawatir akan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan jika permintaan umat Islam itu tidak dipenuhi.

“Jika keinginan tidak diakomodir dengan baik maka elemen-elemen ini tidak mau tahu apa yang terjadi pada saudara kita yang tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata, bisa jadi tengan bahasa tubuh atau alat tambahnya,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan Jamaa’ah Ansharusy Syari’ah Jawa Tengah, Ustadz Fuad Al Hazimi menginformasikan akan bahaya ajaran Syiah. Ia mengungkapkan bahwa Syiah di Indonesia sudah membentuk sayap militer.

“Bisa diketahui dari informasi mantan wakil BIN As’ad Said Ali yang ditulis di website NU.or.id bahwa Syiah saat ini membentuk laskar atau sayap militer syiah,” ungkapnya.

Sejumlah ulama dan pimpinan ormas Islam se-Jateng dan DIY di Polda Jateng
Sejumlah ulama dan pimpinan ormas Islam se-Jateng dan DIY di Polda Jateng

Menanggapi desakan umat Islam itu, AKBP Budi mengatakan, Yayasan Nuruts Tsaqolain selaku panitia acara perayaan Asyura Syiah di PRRI telah mengirimkan pemberitahuan kepada Polda Jateng, namun hingga saat ini Polda Jateng belum mengeluarkan izin. Budi menyampaikan, acara perayaan Asyura Syiah itu sedang dibahas oleh Komisi Intelejen Daerah Jawa Tengah.

“Saat ini bapak direktur intelkam sedang melaksanakan pembahasan dengan Muspida Jawa Tengah, selanjutnya dengan MUI, kemudian dengan Kementrian Agama Kanwil Provinsi Jateng, kemudian dengan Kemenag Kota Semarang, selanjutnya dengan instansi-instansi terkait dengan kegiatan menyambut acara Asyuro,” terang AKBP Budi Agus.

Mediasi tersebut akhirnya menghasilkan keputusan yang disampaikan Ustadz Aris Munandar yang mewakili umat Islam.

“Sampai saat ini belum ada izin, maka jika ada pelaksanaan 10 Asyuro berati Ilegal. Bilamana izin dikeluarkan oleh Kapolda berati ada pengkhianatan dalam pertemuan ini,” tegas ustadz Aris.

Sejumlah ulama dan pimpinan ormas Islam Jawa Tengah yang hadir dalam kesempatan itu diantaranya, Ustadz Aris Munandar (DDII Jateng), Ustadz Fuad AlHazimi (Jamaah Ansharusy Syariah Jateng), Ustadz Said Sungkar (FPI Pekalongan), Ustadz Mustaqim (Ulama Pati), Ustadz Denok (Ulama Blora), Ustadz Umar Said (Ulama Jogja), Muhammad Fuad Andreago (GPK Jogja), dll.

Hina Al Qur’an, PUSHAMI: Ahok Tabuh Genderang Perang dengan Umat Islam

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pernyataan Ahok yang menghina Al-Qur’an dalam kapasitasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta dinilai telah menyakiti umat Islam. Hal itu disampaikan Ketua Umum Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI), Mohammad Hariadi Nasution S.H., M.H., C.L.A.

Menurutnya, pernyataan Ahok itu tidak hanya merupakan tindak pidana penistaan agama sebagaimana pasal 156 A KUHP Jo Pasal 4 UU No 1 PNPS 1965, namun sudah melanggar HAM dan UUD 1945 yang dapat berimbas pada terganggunya ketertiban umum dan stabilitas NKRI.

“Dalam UUD 1945 pasal 28 J (2) dan Undang Undang HAM pasal 70 Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan oleh Undang-undang dengan maksud untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, keamanan, dan ketertiban umum dalam masyarakat yang demokratis,” papar pria yang karib disapa Ombat itu, dilansir Panjimas.com, Kamis (6/10/2016).

Ombat mengungkapkan, sebagai pejabat negara apabila ingin mengeluarkan pernyataan yang berkaitan dengan kepercayaan orang lain, harus mempertimbangkan nilai-nilai agama yang dianut oleh mayoritas masyarakat Indonesia.

“Dengan menyatakan bahwasanya surat Al-Maidah ayat 51 itu bohong, telah menyakiti umat Islam dan menista Al-Quran yang suci,” tegasnya.

“Sikap tersebut menunjukkan bahwa Ahok adalah orang yang intoleran dan fasis, yang dapat mengancam keutuhan NKRI. Terlebih lagi penghinaan ini dilakukan Ahok yang bukan seorang Muslim. Itu sama saja menabuh genderang perang dengan Umat Islam,” sambungnya.

Ahok, kata Ombat, tidak hanya menghina Umat Islam Indonesia namun menghina Umat Islam seluruh dunia. Sehingga permohonan maaf pun tidak bisa menyelesaikan permasalahan ini.

“Untuk itu, kami mendesak pihak kepolisian sebagai penegak hukum segera mengambil tindakan hukum atas tindakan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok agar stabilitas NKRI dan ketertiban umum dapat terjaga,” tandasnya.

Menindaklanjuti pernyataan tersebut, PUSHAMI akan segera melakukan upaya hukum dengan melaporkan Ahok ke Mabes POLRI, Komnas HAM dan Bawaslu.

Sebagaimana diketahui, pernyataan Ahok yang menyebut Qur’an Surat Al Maidah ayat 51 adalah bohong itu saat menghadiri acara pertemuan Gubernur DKI Jakarta dengan Warga Pulau Seribu dalam sebuah video yang dipublikasikan pada tanggal 28 september 2016 oleh akun chanel Youtube Pemprov DKI Jakarta.

Jelang Operasi Militer ke Mosul, Irak dan Turki Panggil Duta Besar Masing-masing

ANKARA (Jurnalislam.com) – Irak dan Turki pada hari Rabu (05/10/2016) memanggil duta besar mereka masing-masing dalam perang kata-kata antara kedua Negara tetangga menjelang operasi yang direncanakan untuk merebut kembali kota Mosul Irak dari Islamic State (IS), World Bulletin melaporkan.

Sengketa berpusat mengenai pasukan Turki yang dikerahkan di dekat Mosul, yang kehadirannya sangat ditentang Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi dan ia takutkan dapat menyebabkan “perang regional.”

Ankara memanggil duta besar Irak sementara Baghdad mengatakan telah memutuskan untuk memanggil utusan Turki setelah kedua Negara saling bertukar kalimat kritikan, kata kedua kementerian luar negeri.

Parlemen Turki pada akhir pekan memperpanjang mandat pemerintah selama satu tahun yang memungkinkan pasukannya untuk diturunkan di wilayah Irak dan Suriah.

Parlemen Irak mengutuk keputusan tersebut, menyerukan penarikan mundur pasukan Turki yang sudah ada.

“Kami tidak ingin memasukkan konflik regional,” kata Abadi dalam konferensi pers di Baghdad, mengatakan ia takut “petualangan Turki akan berubah menjadi perang regional.”

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah memperingatkan konsekuensi sektarian yang mungkin timbul dari operasi Mosul, mendorong kementerian luar negeri Irak untuk memanggil duta besar Turki atas “laporan Turki yang provokatif”.

Mosul, kota kedua Irak, dikuasai oleh kelompok IS pada tahun 2014.

Tapi Baghdad, dengan bantuan dari koalisi pimpinan AS, sekarang merencanakan operasi besar untuk merebut kembali kota, yang memiliki populasi dua juta sebelum invasi IS.

Ankara jelas tidak mau ketinggalan.

Ankara memiliki sejumlah tentara di kamp Bashiqa di Irak utara melatih pejuang Irak yang berharap ambil bagian dalam pertempuran untuk merebut kembali Mosul.

Wakil Perdana Menteri Turki Numan Kurtulmus mengatakan pasukan mereka tidak berencana untuk menjadi “pasukan pendudukan.”

“Di mana pemerintah Irak saat Daesh (IS) merebut Mosul dalam sehari … Kami mengalami kesulitan untuk memahami keputusan (dari parlemen Irak) ini,” katanya.

Abadi telah berulang kali menyatakan penentangannya terhadap kehadiran tentara Turki di wilayah Irak dan menuntut bahwa mereka harus ditarik.

Tapi pasukan Turki telah berada di daerah otonom Kurdistan Irak, yang pemerintahnya memiliki hubungan dekat dengan Ankara.

Anthony Skinner, kepala risiko politik di lembaga konsultan Verisk Maplecroft, mengatakan bahwa konflik militer dengan Turki adalah “hal terakhir yang mampu (Irak) hadapi.”

“Namun tidak menutup kemungkinan bahwa langkah-langkah diplomatik akan diambil oleh Baghdad terhadap Ankara,” katanya kepada AFP.

Erdogan mengusulkan pada akhir pekan bahwa pembebasan Mosul harus dilakukan oleh orang-orang yang memiliki ikatan etnis dan agama dengan Mosul, yang keberatan dengan penggunaan milisi Syiah atau pasukan Kurdi anti Ankara.

Turki adalah negara Muslim Sunni dengan hubungan yang semakin dekat dengan pemimpin Muslim Sunni Arab Saudi.

Seperti yang ia lakukan berkaitan dengan Suriah, Erdogan mengisyaratkan dia sangat terganggu oleh penggunaan pasukan yang terkait dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang telah melakukan pemberontakan 32 tahun di Turki dan memiliki markas paramiliter di Irak utara.

“Permainan yang dimainkan oleh milisi Syiah dan anggota organisasi teroris terkait dengan PKK – bertentangan dengan struktur sektarian dan etnis di kawasan itu, kepekaan budaya – pasti terganggu,” katanya.

Skinner mengatakan pemerintah AS “sangat tidak mampu menyeimbangkan” antara menjaga Ankara sebagai sekutu di Irak dan Suriah dan memberikan “dukungan” untuk milisi Kurdi yang dianggap sebagai kelompok teroris oleh Turki.

Menteri Pertahanan Turki Fikri Isik juga telah memperingatkan bahwa serangan terhadap Mosul bisa menyebabkan eksodus hingga satu juta warga Irak dan harus berada di dalam Irak.

“Sekutu kami perlu hati-hati mempertimbangkan bagaimana jika ada sampai satu juta pengungsi akibat operasi Mosul. Gelombang migrasi ini harus diselesaikan di dalam wilayah Irak,” katanya, Selasa, seperti dikutip kantor berita Dogan.

Dia mengatakan jika gelombang itu tidak dibatasi di Irak, akan menjadi “beban besar” bagi Turki yang juga akan mempengaruhi Eropa.

Ankara mengatakan bahwa mereka sudah menjadi tuan rumah bagi lebih dari tiga juta pengungsi, yang kebanyakan berasal dari Suriah yang melarikan diri dari peperangan selama konflik yang sudah berjalan lima tahun, dan sekitar 300.000 di antaranya adalah warga sipil dari Irak.