Lagi, Puluhan Pasukan Assad dan Milisi Syiah Internasional Tewas di Tangan Mujahidin Aleppo

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pasukan rezim Assad dan milisi Syiah Internasional pada hari Jumat kembali kehilangan puluhan pasukannya, baik yang tewas atau ditahan, setelah mencoba untuk maju pada sejumlah lingkungan Aleppo timur yang dikepung, di mana pertempuran pecah antara mereka dan faksi mujahidin Suriah di Aleppo sejak Jumat pagi, Eldorar Alshamia melaporkan, Jumat (09/12/2016).

Menurut sumber militer untuk Eldorar, Faksi jihad Ahrar al Syam menewaskan sedikitnya 25 milisi Syiah pro Assad asal Afghanistan, Iran, dan di garis depan Sheikh Saeed, serta menangkap delapan tahanan. Sumber yang sama juga menegaskan bahwa Faksi Fastqm Union juga mematahkan serangan milisi pro Assad di garis depan Jeb Chalabi, membunuh 15 pasukan dan menghancurkan sebuah kendaraan lapis baja.

Rezim Nushairiyah Assad membalas kerugian dengan menargetkan rumah-rumah sipil di pusat distrik Bab al-Maqam dan Al-Maghaier, di mana lebih dari 6 orang tewas akibat pemboman udara.

Perkembangan ini datang hanya satu hari setelah pengumuman Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov bahwa rezim Suriah menghentikan eskalasi militer di kota Aleppo.

Upaya pasukan Assad hari ini (Jumat) dengan menyerang wilayah timur Aleppo mengungkapkan pengumuman Menlu Rusia hanyalah kebohongan.

AMM Datangi PN Jakut, Minta Sidang Ahok tidak Digelar Live

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Forum Anti Penistaan Agama (FAPA) dan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), Jumat (9/12/2016), mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara guna menyampaikan sikap dan pendapat hukum terkait persidangan kasus penistaan agama.

Yang dimaksud adalah persidangan kasus dengan tersangka Gubernur (non-aktif) DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Mewakili AMM, Pedri Kasman (Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah) mengatakan, dalam kunjungannya pihaknya diterima langsung oleh Kepala PN Jakut Dwiarso Budi Santiarto.

Pada kesempatan itu, Pedri menyatakan, pihaknya memberikan masukan supaya persidangan, utamanya pada agenda pemeriksaan atau keterangan saksi, tidak disiarkan secara langsung (live).

“(Dengan siaran langsung persidangan) akan terjadi adanya saling berhubungan dan/atau saling mengetahui keterangan atau kesaksian. Apalagi dapat berdampak saling mempengaruhi antar saksi,” ujarnya di PN Jakut, Jl Gajahmada, Jakarta, lansir Islamic News Agency (INA).

Ia menjelaskan, siaran langsung persidangan bertentangan dengan Pasal 159 ayat (1) KUHAP dan Pasal 160 ayat (1) huruf (a) KUHAP.

“Termasuk akan mempengaruhi psikologi saksi, yang pada akhirnya mengurangi kualitas kesaksian,” tambahnya.

Dinilai Pengaruhi Opini Publik

Selain itu, menurut Pedri, yang tak kalah berbahaya jika persidangan digelar live, akan mempengaruhi opini publik sebelum ada vonis dari majelis hakim.

“Beliau (Ketua PN Jakut) menyambut baik masukan ini dan akan mempertimbangkannya dengan sebaik-baiknya,” ungkap Pedri.

Ia mengungkapkan, para pelapor dan penasehat hukum bersama masyarakat, berkomitmen akan tetap mengawal proses hukum kasus Ahok, dari awal sampai ada keputusan yang berkekuatan hukum tetap.

“Karena itu, kami berharap proses peradilan kasus ini berjalan betul-betul sesuai dengan aturan yang berlaku, menjunjung tinggi kebenaran, kejujuran dan persamaan di depan hukum. Sehingga, bisa memberikan rasa keadilan pada masyarakat luas,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sidang perdana kasus penistaan agama dengan tersangka Ahok akan digelar pada Selasa (13/12/2016) mendatang.*

Reporter: Yahya G Nasrullah/INA

Suasana Berbeda di Pulau Tidung Jelang Pilkada DKI

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Suasana perpolitikan di Pulau Tidung, Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, berbeda dengan daerah-daerah lain di Ibukota RI itu.

Pantauan Islamic News Agency (INA) sepanjang Rabu (7/12/2016) pagi-sore, di pulau berpenduduk sekitar 5.000 jiwa ini tidak terlalu banyak atribut partai politik maupun kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017.

Sepanjang pengamatan, gambar-gambar pasangan calon (paslon) Gubernur-Wakil Gubernur DKI bisa dihitung jari yang terlihat terpampang di berbagai tempat.

Menariknya, hampir seharian, Rabu itu, tak terlihat sama sekali gambar pasangan Cagub-Cawagub DKI nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

Yang banyak terlihat hanyalah gambar paslon nomor urut 1 Agus Harymurti Yudhoyono-Silvyana Murni dan paslon nomor urut 3 Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Sejumlah warga setempat mengakui minimnya atribut kampanye paslon Ahok-Djarot.

“Iya, memang enggak ada di sini (gambar Ahok),” ujar Bondan, salah seorang nelayan setempat ditemui seusai bekerja.

Sejumlah pengunjung Pulau Tidung yang ditemui kantor berita yang diinisiasi Jurnalis Islami Bersatu (JITU) itu pun merasakan hal serupa. Mereka mengaku tak melihat satu pun gambar paslon Ahok-Djarot.

“Iya ya enggak ada gambar Ahok,” ujar Suyuti, pengunjung asal Kalimantan.

Tak Suka Ahok

Sementara itu, banyak warga setempat yang ditemui INA mengaku tak suka dengan Ahok. Salah seorang remaja Pulau Tidung, Anggini, bukan nama sebenarnya, mengakui hal itu.

Apalagi setelah mencuatnya kasus penistaan agama dengan tersangka Ahok di Pulau Pramuka, tak begitu jauh dari Pulau Tidung, sekitar akhir September lalu.

“Ahok itu kurang ajar,” ujarnya ditemui di Dermaga Jembatan Cinta.

Tokoh masyarakat setempat, H Hamzah Ismail, mengatakan, ia termasuk tak suka dengan gaya dan sikap Gubernur (non-aktif) DKI Ahok, apalagi pasca meluasnya kasus penistaan agama.

Pada Rabu malam, baru terlihat satu gambar kampanye paslon Ahok-Djarot yang tampaknya baru dipasang oleh panitia pilkada setempat.

Gambar pada baliho besar itu dipasang di dekat Pelabuhan Utama Pulau Tidung. Baliho tersebut dipasang bersamaan dengan baliho berukuran serupa bergambar paslon Agus-Silvy dan Anies-Sandi.

Pulau Tidung merupakan salah satu objek wisata di DKI Jakarta. Kelurahan Pulau Tidung –terdiri dari Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil- berada di wilayah Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan.*

Reporter: Muhammad Abdus Syakur/INA

Hadapi Ancaman Donald Trump, China Bangun lebih Banyak Senjata Nuklir

CHINA (Jurnalislam.com) – China “secara signifikan” harus meningkatkan pengeluaran militer dan membangun lebih banyak senjata nuklir sebagai respon terhadap Presiden terpilih AS Donald Trump, sebuah editorial di koran Global Times yang nasionalistik mengatakan pada hari Kamis (08/12/2016), lansir World Bulletin.

“Pengeluaran militer China pada 2017 harus ditambah secara signifikan,” tambahnya dalam artikel yang dicetak dalam bahasa Inggris dan Cina.

Koran itu bukan bagian dari media resmi negara, namun memiliki hubungan dekat dengan Partai Komunis yang berkuasa.

Pejabat China kadang-kadang menggunakan Global Times sebagai palu retorika mereka, tetapi juga memperingatkan bahasa Global Times yang sering kali bernada bombastis.

Presiden terpilih AS tersebut sering kejam terhadap China dalam kampanyenya, bahkan menyebut China sebagai musuh Amerika dan berjanji untuk berdiri melawan negara yang katanya memandang AS sebagai penurut.

Tapi ia juga mengindikasikan bahwa ia tidak tertarik memproyeksikan kekuatan AS jauh dari tanah air, mengatakan Amerika tidak ingin lagi membela sekutu seperti Jepang dan Korea Selatan – bahkan menyarankan mereka harus mengembangkan senjata nuklir mereka sendiri.

Editorial mengikuti omelan Twitter Trump awal minggu ini mengecam perdagangan dan kebijakan luar negeri China, serta keputusan China yang menghancurkan protokol saat Trump menerima panggilan telepon ucapan selamat dari pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen.

Beijing menganggap Taiwan sebagai provinsi nakal yang menunggu penyatuan.

Dalam editorial, Global Times mengatakan: “Kita harus lebih siap secara militer menghadapi pertanyaan Taiwan untuk memastikan bahwa mereka yang menganjurkan kemerdekaan Taiwan akan dihukum, dan mengambil tindakan pencegahan dalam kasus provokasi AS di Laut Cina Selatan.”

Pada hari Rabu, Trump memilih Gubernur Iowa Terry Branstad, yang memiliki hubungan dekat dengan Presiden China Xi Jinping pada pertengahan 1980-an, sebagai duta besar untuk Cina – berpotensi sebagai berita baik bagi Beijing, yang menyebutnya sebagai “teman lama” setelah menerima laporan pencalonannya.

Namun demikian, surat kabar China Daily milik negara tetap pesimis tentang masa depan hubungan China dengan AS.

Sebuah editorial hari Kamis mengatakan bahwa meskipun raksasa Asia tersebut sejauh ini merespons Trump dengan “pujian yang penuh kehati-hatian,” provokasi lebih lanjut dari politisi yang tak terduga akan membahayakan hubungan Sino-AS.

“China harus bersiap untuk yang terburuk,” katanya. “Apa yang telah terjadi selama beberapa pekan terakhir cenderung menunjukkan bahwa hubungan Sino-AS menghadapi ketidakpastian yang belum pernah terjadi sebelumnya, saat kata-kata Trump tidak selalu lebih keras dari gigitan.”

Dituduh Membom Puluhan Warga Sipil, Militer Irak: Itu Bom Propaganda

IRAK (Jurnalislam.com) – Militer Irak membantah dugaan serangan udara keliru yang menewaskan puluhan warga sipil di kota al-Qaim yang dikuasai Islamic State (IS) dan menyebutnya “cerita palsu” serta menuduh media dan politisi melakukan pekerjaan propaganda bagi kelompok bersenjata, Aljazeera melaporkan, Kamis (08/12/2016).

Komando Operasi Gabungan Irak, pada hari Kamis meluncurkan puluhan serangan udara sehari sebelumnya menargetkan pasukan asing Islamic State (IS) – bukan warga sipil.

Serangan udara pertama dari dua serangan dilakukan pada pukul 09:00 GMT dan menghantam bangunan berlantai dua yang menjadi rumah bagi 25 orang sebagian besar warga asing calon pelaku bom bunuh diri, yang dipimpin oleh seseorang bernama Abu Maysar al-Kawkazi.

Serangan lain dilakukan dalam misi kedua pada pukul 09:55 GMT, menghantam bangunan yang dihuni 30-40 kader IS, sebagian besar juga orang asing, menurut pernyataan militer.

Ia juga mengatakan angkatan udara melakukan usaha besar untuk melindungi warga sipil, dan target tersebut ditentukan berdasarkan data intel yang akurat dan diverifikasi oleh sumber-sumber kami di daerah.

“Semua orang harus menahan diri menyebarkan kebohongan dan rekayasa Daesh dan mengikuti akurasi,” katanya, menggunakan istilah Arab untuk IS.

Pernyataan itu muncul setelah beberapa politisi Irak, termasuk Ketua Parlemen Salim al-Jabouri, mengatakan pada hari Rabu bahwa puluhan warga sipil tewas dalam serangan udara di area pasar di al-Qaim, dekat perbatasan dengan Suriah.

Mereka menduga lebih dari 50 orang tewas – termasuk banyak wanita dan anak-anak – beberapa orang tewas saat antri untuk menerima gaji mereka.

“Pembicara menuntut pemerintah bertanggung jawab atas kesalahan tersebut, meminta mereka membuka penyelidikan langsung untuk mengetahui kebenaran insiden tersebut, dan untuk menjamin bahwa warga sipil tidak ditargetkan lagi,” kata kantor Jabouri, politisi Sunni-Muslim yang paling senior di Irak yang diperintah Syiah.

Militer membantah menyerang area pasar, seperti dilansir hari Rabu, dan mengatakan ledakan itu disebabkan oleh sebuah bom mobil yang meledak tanpa sengaja, atau diledakkan oleh IS untuk tujuan propaganda.

Amaq, media propaganda IS, merilis sebuah video yang menunjukkan adegan kekacauan di daerah pasar, dengan tubuh berserakan di jalan dan korban yang terluka sedang dirawat.

Reporter Al Jazeera Hoda Abdel-Hamid, melaporkan dari Erbil di Irak utara, mengatakan insiden itu tidak membantu di tengah operasi utama yang sedang berlangsung untuk mengambil alih Mosul di utara yang dikuasai IS.

“Jenis insiden ini tidak akan membantu siapa pun, terlebih tidak membantu pemerintah Irak. Operasi militer sedang terjadi, tetapi Anda juga menghadapi perang propaganda yang sangat sengit,” kata Hamid.

Setelah Mundur Sesaat, Mujahidin Aleppo Rebut Kembali Garis Depan dengan Serangan Kilat

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Faksi koalisi mujahidin Suriah yang dikenal faksi revolusioner Perlawanan Suriah (Fath Halab dan Jaysh al Fath), di bagian timur kota Aleppo yang terkepung berhasil memukul mundur pasukan rezim Syiah Assad dan milisi pendukung mereka selama 48 jam terakhir pertempuran, menyebabkan kerugian jiwa dan material yang besar di pihak Assad, ElDorar AlShamia melaporkan Kamis (08/12/2016).

Pasukan rezim Assad selama dua hari terakhir telah mencoba untuk bergerak maju di beberapa wilayah dari sudut daerah Sayf al-Dawla, Bab Neirab dan Marja, di samping upaya untuk maju ke garis depan selatan Sheikh Saeed dan Aziza, namun mengalami kegagalan, pasukannya mendapat kerugian jiwa dan material besar dalam pertempuran

Dalam sebuah wawancara, jaringan berita ElDorar bertanya kepada salah satu komandan militer di Aleppo, Abu-Fadil, tentang operasi militer terbaru yang sedang berlangsung, dan ia menegaskan bahwa faksi-faksi di Aleppo mampu mematahkan serangan rezim Assad, dan faksi mulai mengikuti taktik pertahanan baru dengan mendirikan beberapa baris pertahanan, serta melancarkan serangan cepat di wilayah rezim yang baru dibuat, dan tujuan utama kami adalah untuk merusak dan menghancurkan sebanyak mungkin kendaraan militer.

Abu Fadil menjelaskan bahwa penarikan pasukan di sejumlah distrik utara Aleppo terpaksa dilakukan karena tekanan berat dari operasi musuh yang belum pernah terjadi sebelumnya lalu, namun penarikan pasukan tersebut bertahap, dalam rangka menciptakan dinding pertahanan yang solid di wilayah geografis yang kecil, dan lebih memilih untuk menjaga lingkungan strategis, dibandingkan menempatkan pasukan tersebar di wilayah yang luas sehingga sulit untuk menahan serangan musuh.

Abu Fadil mengatakan bahwa kemungkinan pemulihan lingkungan Utara tidak sulit, terutama pasukan rezim Assad tidak memiliki jumlah yang cukup untuk menutupi seluruh wilayah, dan serangan intensif mendatang akan dimulai setelah konsolidasi penuh pasukan saat ini.

Perlu dicatat bahwa pasukan Syiah Assad selama dua hari telah kehilangan lebih dari 45 tentara, tujuh tentara juga telah ditangkap, dan tiga tank hancur total dan dua rusak parah.

Mujahidin Suriah Bunuh Komandan Brigade Tank Rusia dalam Pertempuran Aleppo

SURIAH (Jurnalislam.com) – Rusia mengatakan pada hari Rabu (07/12/2016) bahwa seorang kolonel angkatan darat Rusia yang bekerja sebagai penasihat militer di Suriah telah tewas beberapa hari lalu setelah terluka parah oleh serangan mujahidin Suriah di Aleppo, World Bulletin melaporkan, Kamis (08/12/2016).

“Ruslan Galitsky tewas di rumah sakit akibat luka serius. Petugas medis tentara Rusia berusaha untuk menyelamatkan hidupnya,” kata kementerian pertahanan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita Rusia.

Dikatakan dia terluka parah dalam penembakan dari daerah perumahan di Aleppo Barat oleh kelompok oposisi.

Galitsky – yang dikabarkan memimpin brigade tank yang berbasis di Siberia – adalah salah satu perwira Rusia peringkat tertinggi di antara sekitar 20 perwira Moskow yang tewas di Suriah.

Pernyataan itu tidak menyebutkan di mana atau kapan tepatnya Galitsky tewas tapi dikatakan sudah diberikan penghargaan militer anumerta.

Moskow melancarkan pemboman secara brutal untuk mendukung kekuatan sekutu lamanya, Bashar Assad, dan memiliki penasehat militer di darat untuk mendukung pasukan rezim Syiah Nushairiyah tersebut.

Moskow juga mengatakan, dua petugas medis wanita Rusia tewas pada hari Senin di sebuah rumah sakit lapangan militer di Aleppo akibat pertempuran di sekitarnya berlangsung sengit.

Menyalahi Kode Etik, Janes Simangungsong Tak Layak Menjadi Jurnalis

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Front Betawi Rempug (FBR) DKI Jakarta, Irfan RD mengecam keras kicauan jurnalis Metrotv, Janes C. Simangungsong beberapa waktu lalu. Ia menilai wartawan yang cukup senior itu tidak layak menjadi seorang jurnalis.

“Dia sudah menyalangi kode etik jurnalistik. Dia tidak berhak menjadi jurnalis,” ujarnya kepada Jurniscom di Polda Metro, Jaksel, Kamis (8/12/2016).

Menurut pria gondrong itu, sebagai seorang wartawan senior seharusnya Janes tidak mengatakan ujaran kebencian dan provokasi seperti itu. “Disitu ada ujaran ujaran kebencian dari Jason, dia adalah wartawan senior,” cetusnya.

Ia mengancam, jika Janes dan MetroTV tidak melakukan permohonan maaf, jutaan umat Islam akan bergerak.

“Jika tidak ada tindakan tegas, jangan salahkan kami jika kami meminta keadilan,” pungkasnya.

Ia juga menyinggung pemberitaan MetroTV dinilainya sudah menyalahi kode etik jurnalistik. “Pemberitaannya tidak seimbang,” tutupnya.

Reporter: M Fajar

FBR Laporkan Ujaran Kebencian dan Provokatif Jurnalis MetroTV

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Hari ini, Rabu (8/12/2016), Front Betawi Rempug (FBR) Jakarta resmi melaporkan jurnalis MetroTV Janes C. Simangungsong ke SPK Polda Metro Jaya atas tuduhan ujaran kebencian dan provokasi di media sosial.

“Kami meminta sebuah keadilan. Ini bentuk provokasi dan ujaran kebencian,” kata ketua FBR DKI, Irfan RD saat melaporkan kepada tim penyidik Reskrimsus Polda Metro Jaya.

Pantauan Islamic News Agency (INA) di ruang pengaduan, FBR ditemani seorang Advokat, Azam Khan dan membeberkan kesalahan terlapor.

Irfan menegaskan, pihaknya tengah berusaha untuk meredam amarah umat Islam dengan melaporkan kepada pihak yang berwajib.

“Tadinya, FBR bersama FPI mau mendatangi (kantor) Metro. Tapi ada jalur ini, kita tunggu dari media penyidik,” tegas pria berkacamata itu.

Menurutnya, kondisi umat Islam saat ini pada kondisi sensitif. Sedikit saja percikan bisa menjadi bola salju.

“Jangan sampai umat bergerak sendiri-sendiri,” tuturnya.

Namun demikian, tim reskrimsus belum dapat menerima laporan itu. Sebab ada beberapa hal yang harus dilengkapi.

“Tapi tetap, kita akan bekerja profesional serta akan membuatkan LB dan menyerahkan berkas ke Cybercrime jika berkas sudah dilengkapi,” kata salah seorang tim penyidik Reskrimsus Polda Metro Jaya, Musa.

Lebih lanjut FBR akan secepatnya melengkapi berkas dan memberikannya kepada Reskrimsus agar Janes cepat ditindak.

Reporter: M. Fajar

Screenshot kicauan Janes

 

Bocah Muslim di North Carolina Diserang Guru TK-nya Sejak September

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Organisasi hak-hak sipil Muslim terbesar AS pada hari Rabu mendesak penyelidikan laporan serangan oleh seorang guru terhadap siswa Muslim di sebuah TK di Charlotte, North Carolina, Anadolu Agency melaporkan, Rabu (07/12/2016).

Siswa Muslim tersebut menderita “intimidasi dan pelecehan tanpa henti” dari siswa lain dan guru sejak awal tahun ajaran pada bulan September di Sekolah Dasar David Cox Road, Maha Sayed, seorang pengacara hak-hak sipil untuk Council on American-Islamic Relations (CAIR) menulis kepada dewan sekolah.

Sayed mengatakan guru tersebut secara rutin menyisihkan siswa itu (memperlakukannya secara berbedakan dari teman-teman sekelasnya) dan memerintahkan dia untuk membawa ransel berat sepanjang hari yang berisi buku besar dan headphone, menyebabkan anak untuk menderita “sakit punggung signifikan”.

“Guru tersebut juga memperlakukan siswa itu dengan kasar dan dilaporkan memanggilnya ‘anak Muslim buruk (bad Muslim boy)’ pada beberapa kesempatan,” tulis Sayed.

“Dalam insiden terbaru pada 16 November, guru itu dikabarkan mendekati siswa … mencengkeram leher dan mulai mencekiknya. Guru lain kemudian memisahkan keduanya dan mulai menghibur siswa yang menangis dan sangat terguncang,” kata Sayed.

CAIR mencatat bahwa ketentuan UU Hak Sipil tahun 1964 (the Civil Rights Act of 1964) dan Klausul Perlindungan Setara dari Amandemen keempatbelas (the Equal Protection Clause of the Fourteenth Amendment) menetapkan kewajiban hukum untuk menyediakan lingkungan belajar tanpa diskriminasi yang aman bagi semua siswa.

Serangan terhadap minoritas, termasuk Muslim, semakin meningkat setelah terpilihnya Donald Trump sebagai presiden negara itu.

Sedikitnya tiga perempuan Muslim diserang dalam kejahatan bias di New York City pekan lalu. Ketiganya diserang karena mengenakan jilbab dan mendapat stigma terorisme. Seorang korban, Aml Elsokary, adalah penduduk asli NYC dan telah bertugas di kepolisian kota selama hampir 15 tahun.