Dituduh Membom Puluhan Warga Sipil, Militer Irak: Itu Bom Propaganda

Dituduh Membom Puluhan Warga Sipil, Militer Irak: Itu Bom Propaganda

IRAK (Jurnalislam.com) – Militer Irak membantah dugaan serangan udara keliru yang menewaskan puluhan warga sipil di kota al-Qaim yang dikuasai Islamic State (IS) dan menyebutnya “cerita palsu” serta menuduh media dan politisi melakukan pekerjaan propaganda bagi kelompok bersenjata, Aljazeera melaporkan, Kamis (08/12/2016).

Komando Operasi Gabungan Irak, pada hari Kamis meluncurkan puluhan serangan udara sehari sebelumnya menargetkan pasukan asing Islamic State (IS) – bukan warga sipil.

Serangan udara pertama dari dua serangan dilakukan pada pukul 09:00 GMT dan menghantam bangunan berlantai dua yang menjadi rumah bagi 25 orang sebagian besar warga asing calon pelaku bom bunuh diri, yang dipimpin oleh seseorang bernama Abu Maysar al-Kawkazi.

Serangan lain dilakukan dalam misi kedua pada pukul 09:55 GMT, menghantam bangunan yang dihuni 30-40 kader IS, sebagian besar juga orang asing, menurut pernyataan militer.

Ia juga mengatakan angkatan udara melakukan usaha besar untuk melindungi warga sipil, dan target tersebut ditentukan berdasarkan data intel yang akurat dan diverifikasi oleh sumber-sumber kami di daerah.

“Semua orang harus menahan diri menyebarkan kebohongan dan rekayasa Daesh dan mengikuti akurasi,” katanya, menggunakan istilah Arab untuk IS.

Pernyataan itu muncul setelah beberapa politisi Irak, termasuk Ketua Parlemen Salim al-Jabouri, mengatakan pada hari Rabu bahwa puluhan warga sipil tewas dalam serangan udara di area pasar di al-Qaim, dekat perbatasan dengan Suriah.

Mereka menduga lebih dari 50 orang tewas – termasuk banyak wanita dan anak-anak – beberapa orang tewas saat antri untuk menerima gaji mereka.

“Pembicara menuntut pemerintah bertanggung jawab atas kesalahan tersebut, meminta mereka membuka penyelidikan langsung untuk mengetahui kebenaran insiden tersebut, dan untuk menjamin bahwa warga sipil tidak ditargetkan lagi,” kata kantor Jabouri, politisi Sunni-Muslim yang paling senior di Irak yang diperintah Syiah.

Militer membantah menyerang area pasar, seperti dilansir hari Rabu, dan mengatakan ledakan itu disebabkan oleh sebuah bom mobil yang meledak tanpa sengaja, atau diledakkan oleh IS untuk tujuan propaganda.

Amaq, media propaganda IS, merilis sebuah video yang menunjukkan adegan kekacauan di daerah pasar, dengan tubuh berserakan di jalan dan korban yang terluka sedang dirawat.

Reporter Al Jazeera Hoda Abdel-Hamid, melaporkan dari Erbil di Irak utara, mengatakan insiden itu tidak membantu di tengah operasi utama yang sedang berlangsung untuk mengambil alih Mosul di utara yang dikuasai IS.

“Jenis insiden ini tidak akan membantu siapa pun, terlebih tidak membantu pemerintah Irak. Operasi militer sedang terjadi, tetapi Anda juga menghadapi perang propaganda yang sangat sengit,” kata Hamid.

Bagikan
Close X