Polda Jabar Benarkan Panitia KKR di Sabuga Belum Selesaikan Perizinan

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan, panitia KKR Natal tersebut tidak memiliki izin menggelar ibadah yang lengkap. Yusri menuturkan Kepala Polres Kota Besar Bandung Komisaris Besar Winarto kemudian memediasi panitia KKR dan ormas yang melakukan protes di depan Sabuga.

Setelah mediasi tersebut, kata Yusri, ibadah siang hari dapat diteruskan. Namun para pihak sepakat menunda agenda ibadah malam hari.

“Intinya ormas-ormas itu bukan menolak. Mereka hanya menanyakan perizinan saja,” ujar Yusri seperti dilaporkan CNNIndonesia.com, Selasa malam.

Menurut Yusri, penyelenggara ibadah itu diminta berkoordinasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Bandung untuk menyelesaikan perizinan. Lebih dari itu, Yusri mengklaim tidak terjadi kericuhan pada ibadah KKR tersebut.

“Tidak ada kericuhan, situasi tetap kondusif. Hanya ada kesalahpahaman,” ucapnya.

Sementara itu dalam pernyataan di hadapan jemaatnya Pendeta Stephen Tong menyampaikan bahwa semua pihak harus bisa menahan diri dan saling memahami.

“Kita tidak perlu marah atau dendam semua ini terjadi atas kehendak Tuhan,”ungkapnya.

Ia justru mengaku akan segera mempelajari keberatan Ummat Islam terkait adanya aturan yang belum dipenuhi oleh pihak panitia untuk kegiatan KKR tersebut.

“Setelah ini saya dan pihak panitia tentu akan segera mempelajari dan semoga kedepan tidak ada lagi kejadian seperti ini,”ujarnya.

Ia juga meminta kepada pihak panitia jika ingin mengadakan KKR lagi agar memperhatikan persyaratan dan memenuhi perijinan yang harus ditempuh.

“Kita rasa Ummat Islam sudah sangat toleran karena beberapa acara sebelumnya tidak ada masalah,”imbuhnya.

Untuk itu dirinya mempersilakan jemaatnya untuk segera pulang dan meninggalkan Sabuga dengan tertib.

KKR Natal di Sabuga tersebut diinisiasi Stephen Tong Evangelistic Ministries International (STEMI). Merujuk situs Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) Bandung, KKR itu terbagi atas dua ibadat, yakni pukul 13.00 WIB dan 18.30 WIB. Untuk ibadat pertama pukul.13.00 yang diperuntukkan bagi siswa tersebut berjalan sesuai jadwal. Namun sesuai kesepakatan untuk ibadat yang kedua yang dimulai pukul 18.30 ditiadakan. [ ]

Sumber: percikaniman.id

Taliban Hancurkan Mobil Tempur AS saat Menuju Pangkalan Militer

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Akhir Selasa pejuang Mujahidin menyerang kendaraan lapis baja pengangkut personel yang mengangkut agresor Amerika ke pangkalan militer di distrik Behsood provinsi Nangarhar timur, menghancurkannya dan menyebabkan 4 paasukan agresor AS yang berada di dalam kendaran tidak diketahui nasibnya, Al Emarah News melaporkan, Rabu (07/12/2016).

Dalam serangan serupa, dua tentara boneka tewas dan tiga lainnya menderita luka parah yang mengancam jiwa di distrik Kot Bati provinsi Nangarhar.

Laporan juga dateng dari provinsi Herat, sekitar pukul 5:00 dini hari pada hari Rabu, Mujahidin menyerang sebuah pangkalan militer pasukan bayaran dan 1 pos pemeriksaan di wilayah Sanoghan Kabupaten Shindand.

Serangan tersebut menggunakan senjata berat dan ringan, sehingga basis dan pos dikuasai setelah Taliban.

2 tank pasukan ANA (Afghanistan National Army) hancur secara terpisah oleh serangan IED di sekitar distrik.

 

107 Warga Sipil Tewas Dibantai Jet Tempur Rezim Assad dan Rusia Kemarin

SURIAH (Jurnalislam.com) – Jaringan berita ElDorar pada hari Selasa (06/12/2016) melaporkan pembunuhan 107 warga sipil dalam pemboman yang dilakukan oleh rezim Syiah Assad dan Rusia di wilayah Suriah yang berbeda-beda.

62 Korban meninggal di kota Aleppo, termasuk perempuan dan anak-anak dalam pembantaian yang dilakukan di lingkungan Aleppo yang terkepung di “Fardwes, al-Salhin, Uqyol, Qadi Askar, Qarleq dan al-Maa’adi”, sementara lebih dari 200 orang terluka dengan berbagai tingkat keparahan.

Di provinsi Idlib pesawat tempur melakukan beberapa pembantaian mengerikan, merenggut nyawa 31 orang termasuk dua korban dari Darya yang melarikan diri ke pedesaan Idlib, dan korban lainnya berasal dari “Maaret Mesrin, Taftanaz, Sarmin, KafrSejnah, Maret al-Na’san dan kota Idlib, sementara delapan orang meninggal di Damaskus pada pemboman kota Outaya, Madaya, Yalda.”

Pemboman udara dari Rusia dan rezim Nushairiyah Assad secara dramatis mulai semakin intensif di wilayah utara Suriah, terutama provinsi Idlib, bagian utara Hama, seperti pemboman harian di Aleppo.

Tidak Ada Pembubaran, Ini Penjelasan PAS Terkait KKR Natal di Sabuga

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Ketua Umum Pembela Ahlu Sunnah (PAS) Muhammad Roinul Balad membantah jika kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di Sabuga, Selasa malam (6/12/2016) berakhir dengan adanya pembubaran dari elemen Ormas Islam yang dipimpinnya. Menurut Roin kegiatan tersebut berakhir dengan sangat kondusif dan tidak ada upaya paksa untuk bubar.

“Acara tersebut berakhir sesuai kesepakatan antara pihak panitia KKR Natal dengan elemen Ormas Islam yang tergabung dalam PAS serta disaksikan beberapa pihak seperti Kesbangpol Kota Bandung dan juga Kapolrestabes Bandung bahwa kegiatan berakhir hingga pukul 3 sore karena pihak panitia belum mengantongi beberapa perijinan,” jelasnya dilansir percikaniman.id, Rabu (7/12/2016).

Ia menambahkan bahwa meski sempat terjadi negosiasi dan dialog yang cukup alot namun akhirnya semua sepakat bahwa untuk kegiatan KKR umum yang sedianya dimulai pukul 18.30 ditiadakan. Ia menyayangkan jika ada pihak yang memelintir fakta di lapangan yang sebenarnya yakni tidak ada pembubaran KKR.

“Dalam pertemuan yang juga dihadiri Pendeta Stephen Tong di Sabuga juga menerima kesepakatan tersebut. Sekali lagi tidak ada paksaan untuk mengakhiri acara pihak panitia termasuk pendeta mengakui ada aturan yang belum dipahami dan prosedurnya belum ditempuh sehingga mereka akan mempelajarinya setelah ini,” imbuhnya.

Intinya, sambung Roin, pihak PAS hanya minta kegiatan KKR Natal dipindah ke gereja karena soal kegiatan ibadat untuk tempatnya sudah ada aturannya. Pihaknya juga tidak akan mempersoalkan sekiranya kegiatan KKR Natal sebagai rangkaian ibadat kaum Nasrani tersebut berlangsung di gereja.

“Kan selama ini tidak ada masalah kegiatan mereka di rumahnya (gereja) sendiri. Belum pernah ada sejarah ummat Islam memprotes kegiatan natalan di gereja. Sekali lagi ini bukan sikap intoleransi namun hanya ingin membantu pemerintah dalam menaati peraturan dan mengajak kaum Nasrani untuk sama-sama taat hukum atau aturan. Kan yang namanya ibadat harus dilakukan di rumah ibadat dan rumah ibadat itu sudah ada yakni gereja. Mereka kan punya gereja kenapa tidak dipakai?”urainya.

Sementara terkait adanya alasan pihak panitia bahwa gerejanya tidak mampu menampung jumlah jemaatnya, Roin menyarankan agar kegiatan KKR Natal disesuaikan dengan kapasitas atau daya tampung. Menurutnya kegiatan tersebut bisa dibuat secara bergantian selama beberapa hari sehingga semua jemaatnya bisa hadir dan ikut.

“Sekali lagi saya tegaskan tidak benar ormas Islam menolak atau membubarkan kegiatan KKR Natal, yang kita minta tempuh prosedur yang semestinya atau kegiatan tersebut di pindah ke gereja. Itu saja. Lagian permintaan itu sudah kita sampaikan jauh-jauh hari untuk memberi kesempatan mereka mencari tempat. Jadi bukan pas hari H. Kita sudah audiensi dengan pihak-pihak terkait seperti Kesbangpol, Polrestabes, Kemenag, DPRD, Polda, Pihak Pengelola Gedung termasuk panitia KKR Natal,”tegasnya.

Untuk itu dirinya meminta semua pihak memahami substansi permasalahan yang sebenarnya bukan sekedar menyalah pihaknya yang dianggap intoleran. Roin pun sepakat bahwa semua pihak termasuk semua umat beragama harus berusaha dan berkomitmen bersama untuk menjaga suasana kondusif dengan saling menghormati dan toleransi dengan mentaati hukum atau aturan yang ada.

Menurutnya dalam pertemua dan dialog dengan Pendeta Stephen Tong juga terungkat bahwa dirinya baru tahu jika ada aturan yang demikian. Pihak panitia juga mengakui ada beberapa syarat administratif yang belum dipenuhi kemudian juga sepakat acara KKR untuk dihentikan.

“Suasana kondusif dan toleransi itu dibangun bersama-sama bukan hanya satu pihaknya saja. Saya rasa tidak benar juga jika toleransi dibangun dengan menabrak aturan atau melanggar hukum,”pungkasnya.

Sumber: percikaniman.id

Pakistan International Airlines Nabrak Gunung, Seluruh Penumpang Tewas

KARACHI (Jurnalislam.com) – Seluruh 48 penumpang pesawat, yang jatuh di utara ibukota Pakistan, telah tewas, ketua Pakistan International Airlines (PIA) mengkonfirmasi pada hari Rabu (07/12/2016).

Ketua PIA, Ikram Sehgal, dalam sebuah konferensi pers di Islamabad, mengatakan, pesawat aman untuk melakukan penerbangan, dan penyelidikan telah diluncurkan untuk mencari tahu apa yang penyebab kecelakaan itu.

Sebuah pesawat PIA, menuju Islamabad dari distrik barat laut Chitral, jatuh sekitar 80 kilometer dari ibukota, Pervez Geroge, juru bicara Otoritas Penerbangan Sipil, mengatakan Anadolu Agency.

Maskapai ini juga menegaskan pesawat tersebut jatuh setelah kehilangan kontak dengan menara kontrol selama perjalanan.

Sementara itu, militer mengatakan mereka telah mengevakuasi 40 mayat dari reruntuhan dan operasi pencarian sedang berlangsung.

Penyanyi terkenal yang berpaling menjadi pendeta, Junaid Jamshed, istrinya serta tiga orang asing berada di dalam pesawat tersebut. Keluarga Jamshed menegaskan ia telah menggelar tur di Chitral, yang berbatasan dengan Afghanistan.

Pejabat penerbangan Irfan Elahi kepada wartawan mengatakan bahwa menurut penyelidikan awal, kecelakaan itu tampaknya disebabkan oleh kegagalan mesin.

Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif menyatakan “kesedihan dan duka cita yang mendalam” atas kecelakaan itu dan memerintahkan pihak berwenang untuk mempercepat pencarian.

Kementerian luar negeri Turki mengatakan insiden itu menyebabkan “kesedihan besar” dan menyampaikan belasungkawa kepada “orang-orang Pakistan yang bersaudara” dan kerabat mereka yang meninggal.

Chitral-Islamabad dianggap sebagai salah satu rute udara yang paling berbahaya karena sifatnya yang bergunung-gunung.

Pakistan memiliki sejarah panjang bencana udara dengan 17 kecelakaan sejak tahun 1965. Sekitar 130 orang tewas ketika sebuah pesawat maskapai lokal jatuh di Islamabad pada bulan April 2012.

Mantan penguasa militer Pakistan Jenderal Zia-ul-Haq, bersama dengan 17 perwira militer senior dan duta besar AS untuk Pakistan, tewas dalam kecelakaan pesawat bulan Agustus 1988.

Gelar Aksi Peduli Korban Gempa, HMI Jakarta: Pemerintah Lambat Bantu Aceh

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kader muda Himpunan Muda Indonesia (HMI) Jakarta menggelar aksi Bakti Sosial (baksos) ‘Peduli Aceh’ di Jatipadang Raya, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2016).

“Kita ingin ‘menampar’ wajah pemerintah. Kita anak-anak muda yang tidak mempunyai kewajiban formal untuk membantu saudara kita, turun duluan,” kata kordinator aksi, Muhammad Mualimin kepada Jurniscom di sela-sela aksi.

Ia menegaskan, pemerintah harus cepat dan tanggap melihat sebuah tragedi sosial di Indonesia. Aceh dengan becana gempa yang dirasakannya harus dijadikan prioritas bantuan bangsa.

“Tapi pemerintah malah lambat. Padahal mereka yang menggaji adalah rakyat untuk membantu atau mensejaterahkan masyarakat,” cetus pria dengan kopiah hijau, khas HMI.

Sementara itu, warga sekitar terlihat tidak sungkan untuk memberikan bantuan. Mereka peduli dengan gempa berskala 6.4 SR itu.

“Alhamdulillah, baru sepuluh menit saja kami melihat uang 50 ribu dan 20 ribuan telah diberikan warga,” papar Mualimin.

Lebih dari itu, HMI Jakarta mengajak umat untuk peduli terhadap Aceh. Jangan hanya menikmati kekayaannya saja.

Reporter: M Fajar

Jet Tempur Irak Tewaskan 52 Warga Sipil, Parlemen di Anbar: Siapa Dibalik Serangan Itu?

IRAK (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 52 orang – kebanyakan wanita dan anak-anak – tewas ketika serangan udara pasukan Irak keliru menargetkan warga sipil yang berkumpul di kota barat al-Qaim yang dikuasai kelompok Islamic State (IS), pejabat militer mengatakan kepada Al Jazeera, Rabu (07/12/2016).

Puluhan orang lainnya yang dilaporkan sedang menunggu gaji mereka di luar fasilitas pertukaran dan pasar ternak juga terluka dalam serangan udara hari Rabu oleh jet tempur Sukhoi.

Mohammed al-Karbouli, anggota parlemen Irak di provinsi Anbar, mengatakan dalam sebuah pernyataan resmi di laman Facebook-nya bahwa bukan pertama kalinya warga sipil dibom oleh angkatan udara Irak.

“Kami menuntut pemerintah membentuk sebuah komisi investigasi untuk mencari tahu siapa yang berada di belakang ini kecelakaan berulang yang membunuh warga sipil, akhir-akhir ini di kota al-Qaim,” kata Karbouli.

“Mengulangi kesalahan mengebom warga sipil adalah mendistorsi reputasi pasukan kami.”

Dia juga mengatakan, insiden tersebut mengangkat pertanyaan tentang validitas intelijen yang digunakan tentara dalam menargetkan kelompok IS.

“Insiden ini memberikan kesempatan kepada organisasi teroris untuk mempromosikan informasi melalui media mereka yang merugikan pasukan kami,” kata Karbouli.

Politisi Anbar lainnya, Ahmed al-Salmani, dan sumber rumah sakit mengatakan 55 warga sipil tewas.

Amaq, lengan media IS, melaporkan serangan itu, mengatakan sedikitnya 60 warga sipil tewas oleh pesawat tempur Irak.

Juga pada hari Rabu, pasukan Irak mengklaim mereka membuat kemajuan dalam pertempuran mereka melawan IS di Mosul.

Letnan Jenderal Abdul-Amir Yarellah, komandan kampanye, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tentara telah “sepenuhnya membebaskan” lingkungan al-Elam dan mengibarkan bendera Irak di atas bangunan.

Dia mengatakan IS “menderita kerugian”, tapi tidak merinci keterangannya.

Divisi lapis baja ke-9 militer Irak (9th Armoured Division) mengatakan telah merebut kembali rumah sakit al-Salam dalam sebuah serangan hari Selasa, yang merupakan jarak terjauh yang telah dirambah tentara di Mosul timur sejak awal serangan yang diluncurkan luas pada 17 Oktober.

“Kami maju ke distrik al-Salam tapi situasi sulit. Ada pertempuran sengit,” kata Brigadir Jenderal Shaker Kadhem kepada kantor berita AFP.

“Kami mengambil alih rumah sakit al-Salam, yang merupakan pusat komando daesh,” katanya, menggunakan akronim bahasa Arab untuk IS.

Putri Sukarno: Kepolisian Tengah Berusaha Kerdilkan Tokoh Kritis

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Salah satu dari 11 tersangka tuduhan makar beberapa waku lalu, Rahmawati Sukarno Putri membeberkan motivasi dibalik ‘serangan’ kepada mereka.

“Saya tidak tahu pasti. Tapi, menurut insting politik saya ini adalah upaya pembusukan dari dalam,” ucapnya ketika ditanya oleh jurnalis BBC dalam konfres di kediamannya, Jalan Jatipadang Raya No 54 A, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2016).

Menurutnya, upaya mengucilkan tokoh-tokoh kritis dari masyarakat tak bedanya dengan zaman penjajahan dahulu.

“Tokoh-tokoh kritis dikucilkan dari tengah tengah masyarakat. Saya lihat tidak jauh berbeda dengan penjajahan dulu,” pungkasnya.

Sebelumnya, putri proklamator RI itu ditangkap pada Jumat (2/12/2016) dini hari. Namun, ia dipulangkan pada Sabtu (3/12/2016) dengan status tersangka yang masih disematkannya.

Reporter: M Fajar (INA)

Dituduh Makar, Rahmawati Sukarno Putri tetap Bersyukur, Ini Alasannya

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Meski dituduh dengan perbuatan makar. Ibu Rahmawati Sukarno Putri tetap bersyukur. Sebab, dengan itu ia bisa lebih dekat dengan ulama serta mendukung Aksi Bela Islam ‘tuntut Ahok’.

“Saya bersyukur bisa dekat dengan pimpinan FPI, saya senang dapat mendukung Aksi Bela Islam,” tutur putri kemerdekaan RI di kediamannya, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2016), reporter Islamic News Agency (INA) melaporkan.

Sementara penasehat hukum Ibu Rahmawati, Prof Yusril Mahendra berharap kasus ini cepat tuntas. Sebab, semua pemaparan yang disampaikan ibu Rahmawati sudah jelas dan gamblang. Tidak melanggar konstitusi.

“Saya kira semua sudah jelas dan dari sisi hukum dengan sikap beliau seperti itu tidak ada niat dan maksud untuk menggulingkan pemerintahan yang sah,” ujar Yusril.

“Saya berharap kasus ini berakhir sampai disini saja,” tutupnya.

Reporter: M Fajar (INA)

Rahmawati Sukarno Putri Bantah Keras Tuduhan Makar

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Putri Proklamator RI, Rahmawati Sukarno Putri membantah keras tuduhan makar pihak kepolisian. Menurutnya, itu meruparkan tuduhan yang tidak mendasar.

“Saya membantah dengan keras, saya tidak melakukan makar sama sekali dan upaya makar terhadap pemerintahan sekarang,” katanya pada Islamic News Agency (INA) dalam konfres di rumahnya, Jalan Jatipadang Raya No 54A, Rabu (7/12/2016).

Pengasuh Universitas Bung Karno (UBK) itu menegaskan, tuduhan makar yang berpuncak pada aksi diluar gedung DPR/MPR beberapa waktu lalu itu tidak benar adanya.

“Bagaimanapun juga saya anak proklamator Indonesia, saya tau apa itu makar!” Jelasnya ditemani Prof Yusril.

Ia mengatakan, aksi penyampaian pendapat dan petisi diluar gedung DPR/MPR RI itu sah dan tidak bertentangan dengan konstitusi.

“Saya memang mengkritisi, itu diperbolehkan oleh konstitusi karena banyak hal yang menyeleweng,” cetusnya menyindir.

Diketahui, Ibu Rahmawati sudah dipulangkan dari pihak kepolisian. Namun, hingga detik ini status tersangka masih melekat kepadanya.

Reporter: M Fajar (INA)