Pidato Raja Salman Singkat, DPR: Tak Masalah, Yang Penting Implementasinya

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Anggota DPR RI Fraksi PKS, Jazuli Juwaini menanggapi pidato singkat raja Salman dalam pertemuan dengan DPR di Gedung DPR/MPR/DPD/ RI, Senayan, Jakarta, Kamis (2/3/2017). Menurutnya, pidato berdurasi 2 menit ini sangat singkat, padat, dan jelas.

“Yang kita pentingkan isinya, mudah-mudahan dengan pidato singkat ini implementasinya sangat besar terkait investasi dan penambahan kuota haji,” kata Jazuli seusai menghadiri kunjungan penjaga dua kota suci ini.

Sementara itu, ia juga mengomentari peran kedua belah negara untuk Palestina. Ia berharap Arab-Indonesia dapat mempertegas posisi negara Palestina. Mendorong teknis kedaulatan penting dilakukan agar Israel tidak lagi menginflasi negara yang sudah diakui PBB tersebut.

“Saya kira sama, standingnya sama. Kita dorong (Palestina) lebih teknis lagi. Ketika sudah merdeka dan berdaulat, tidak boleh lagi zionis untuk menginflasi dan melanggar perjanjian internasional,” jelasnya.

Untuk itu, ia mendesak pemerintah Indonesia untuk lebih berperan aktif dalam mewujudkan perdamaian dunia. Suriah, Yaman, Palestina, dan yang lain harus menjadi fokus perhatian. Sebab, itu adalah amanah konstitusi.

“Saya kira sesuai dengan amanah konstitusi kita, Indonesia harus pro-aktif dalam mewujudkan perdamaian dunia. Jadi di negara negara konflik kita harus bantu. Menciptakan perdamaian dunia,” pungkas pria kelahiran Bekasi ini

Raja Salman Sambangi DPR RI, Setnov: Ahlan wa Sahlan, Marhaban Fii Indonesia

JAKARTA (Jurnalislam.com)- Hari ini, Kamis (2/3/2017) raja Salman beserta rombongan mendatangi DPR RI. Kedatangan ini disambut baik tokoh, ulama dan pejabat publik yang memenuhi ruang Paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

“Setelah 47 tahun, kini sejarah berulang kembali, setengah abad lebih, kini kembali DPR mendapat kehormatan dikunjungi Yang Mulia Sri Baginda Raja Salam bin Abdulaziz al Saud,” kata ketua DPR RI Setya Novanto sesaat memberikan pidato sambutan disambut tepuk tangan.

“Atas nama seluruh anggota DPR dan rakyat Indonesia, saya ucapkan selamat datang di Indonesia, ahlan wasahlan, marhaban fii Indonesia (selamat datang di Indonesia),” lanjutnya.

Setnov dalam menutup sambutannya membacakan petuah raja Faisal ketika datang ke Indonesia. “Barang siapa yang ingin mengingkari hubungan Indonesia dengan Arab Saudi, sama seperti mengingkari matahari di siang hari,” tutupnya.

Sebelumnya, Raja Salman datang dengan rombongan ke gedung DPR/MPR/DPR RI sekitar pukul 13.00. Setibanya datang, raja Arab Saudi itu langsung menandatangani kehadiran di tempat khusus didampingi ketua DPR RI Setya Novanto.

Raja Salman juga dipertontonkan film dokumenter kedatangan raja Arab, Faisal waktu era Suharto.

Raja Salman Datangi DPR, Waketum MUI: Strategis Bahas Palestina dan Kuota Haji

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Wakil ketua umum MUI Pusat, Zainut Tauhid ikut berkomentar terkait kedatangan rombongan Arab Saudi, Raja Salman. Menurutnya, sangat strategis kedatangan penjaga dua kota suci ini disaat kondisi bangsa Indonesia sedang banyak permasalahan.

“Kehadiran Arab Saudi momentum yang sangat pas disaat Indonesia sedang banyak masalah,” katanya kepada wartawan di Gedung DPR/MPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Kamis (2/3/2017).

Zainut yang juga mengikuti kedatangan Raja Salman di Gedung DPR ini menyebut, Indonesia dekat secara historis maupun emosional dengan negara Arab Saudi. Permasalahan keagamaan dan Internasional terkait kebebasan Palestina dinilai penting untuk dibahas.

“Banyak sekali permasalahan di bidang agama. Pertama kuota haji, daftar tunggu yang sekarang ini sudah mencapai waktu yang sangat lama. Dengan hadirnya raja Salman diharapkan dapat menambah kuota haji,” terangnya.

Bagaimana kedua negara ini, kata dia, memberikan dukungan kuat menekan Internasional terkait negara Palestina. Sebab, hingga kini Palestine belum juga lepas dari cengkraman Israel.

Selain itu, jika diberi kesempatan MUI untuk bertemu raja Salman, MUI akan mendiskusikan kebangkitan Palestina dan pemahaman ahlu sunnah yang baik.

“Penanganan penerapan Islam wasatiah, rahmatan lil Al-Amin. Menolak paham radikalisme,” ungkapnya.

Lebih dari itu, ia menyangkal tudingan paham terorisme dalam Islam. Menurutnya, terorisme itu merupakan sebuah pemahaman yang salah, bukan hanya Islam, Syiah pun dapat memiliki paham itu.

“Saya kira tidak ada kaitannya dengan Islam, terorisme itu hadir dari pemahaman Islam yang salah, dari Syii ada, lebih kepada penyimpangan pemahaman yang salah,” pungkasnya.

Astaghfirullah, Israel Mulai Membagi Masjid Al Aqsha untuk Ritual Talmud Zionis

JERUSALEM (Jurnalislam.com) – Zionis yahudi telah mulai mempartisi kompleks Masjid Al-Aqsha di Yerusalem Timur dengan tujuan menciptakan ruang ritual untuk orang Yahudi, Organisasi Kerjasama Islam-OKI (the Organization of Islamic Cooperation-OIC) memperingatkan Rabu (01/03/2017).

“Menempatkan ruang kaca di dalam halaman kompleks Masjid Al-Aqsha adalah langkah pertama menuju pembagian spasial Masjid,” Ahmad al-Ruwaidhi, perwakilan OKI di Palestina, mengatakan pada konferensi pers Rabu, lansir Anadolu Agency.

Langkah ini, tegasnya, “mengikuti pembatasan sementara [Israel] dalam bentuk serangan harian [ke Al-Aqsha] oleh pemukim zionis Yahudi”.

Terlebih lagi, langkah Israel itu mengungkapkan “niat mereka mendedikasikan tempat untuk ritual Talmud di dalam Al-Haram al-Sharif (istilah Arab untuk Masjid Al-Aqsha),” kata al-Ruwaidhi.

Perwakilan OKI juga memperingatkan bahaya yang ditimbulkan akibat penggalian yang kabarnya sedang dilakukan oleh Israel di bawah situs suci.

Dengan penggalian ini, al-Ruwaidhi mengatakan, “Kami takut Masjid Al-Aqsha bisa runtuh dalam peristiwa Gempa alami atau buatan”.

Syeikh Muhammad Hussein, mufti agung Al Quds (Yerusalem) menegaskan identitas Islam di Yerusalem dan Masjid Al-Aqsha.

“Klaim yang diajukan pengadilan hakim zionis pekan ini – bahwa Al-Aqsha adalah tempat suci bagi orang Yahudi – benar-benar kedustaan besar dan tidak didukung oleh bukti-bukti,” katanya.

Bagi umat Islam, Al-Aqsha merupakan tempat suci ketiga di dunia. Yahudi ngaku-ngaku sebagai “Temple Mount,” mengklaim itu adalah situs dua candi Yahudi di zaman kuno.

Beberapa kelompok Yahudi ekstremis telah menyerukan penghancuran Masjid Al-Aqsha sehingga sebuah kuil Yahudi akan dapat dibangun di bekas tempatnya.

Pada akhir tahun 2000, kunjungan ke lokasi oleh politisi zionis Ariel Sharon memicu “Intifada Kedua”, yaitu pemberontakan rakyat Palestina melawan penjajahan Israel selama puluhan tahun di mana ribuan warga Palestina terbunuh oleh pasukan penjajah zionis.

Israel menjajah Yerusalem Timur pada Perang Timur Tengah tahun 1967. Israel kemudian menganeksasi kota pada tahun 1980, mengklaimnya sebagai ibukota negara Yahudi dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Distrik Tala Wa Barfak Jatuh Kepangkuan Taliban

BAGHLAN (Jurnalislam.com) – Para pejabat melaporkan dari provinsi Baghlan utara bahwa pada Selasa sore (28/02/2017), Mujahidin Imarah Islam Afghanistan (Taliban) berhasil menguasai sepenuhnya pusat kabupaten, markas besar polisi dan semua pos pemeriksaan militer Tala wa Barfak setelah serangan yang dimulai pagi hari.

Mayat 3 polisi yang tewas dalam pertempuran itu masih berbaring di medan pertempuran, sementara senjata mereka telah disita dan 13 orang bersenjata lainnya ditahan, menurut koresponden Al Emarah News, Rabu (01/03/2017).

Pasukan Nasional Afghanistan lainnya melarikan diri ke arah sisi gunung dan sedang dalam pengejaran mujahidin.

Menurut laporan lain, Taliban sedang terlibat dalam bentrokan berat dengan pasukan Nasional Afghanistan di wilayah Kanda Sang Kabupaten Doshi

Sementara FDD Long War Journal memperkirakan bahwa dua dari 15 kabupaten di Baghlan, yaitu Tala Wa Barfak dan Dahana-i-Ghuri berada di bawah kendali Taliban dan dua kabupaten lainnya, termasuk ibukota provinsi, yaitu Pul-i-Khumri dan Baghlan-i-Jadid, masih diperjuangkan. Taliban menggunakan kabupaten-kabupaten tersebut untuk membebaskan ibu kota Pul-i-Khumri selama musim panas 2016.

Tala Wa Barfak adalah distrik kedua yang jatuh ke Taliban dalam dua pekan terakhir. Pada tanggal 21 Februari, Taliban menguasai kabupaten Shorabak di Kandahar, di mana al Qaeda dikenal mengoperasikan kamp-kamp pelatihan.

Taliban telah meningkatkan jejak di Afghanistan. Long War Journal telah mengidentifikasi 44 kabupaten Afghanistan telah berada di bawah kontrol Imarah Islam Afghanistan, dan 56 lainnya dalam proses. Jumlah kabupaten yang dikendalikan maupun dipengaruhi atau sedang diperjuangkan Taliban telah meningkat dari 70 pada tahun 2015 Oktober menjadi 100 kabupaten pada bulan ini.

ERC: Pemerintah Myanmar Provokasi Serangan agar Dapat Bantai Muslim Rohingya

ANKARA (Jurnalislam.com) – Operasi militer yang sangat kejam terhadap masyarakat Muslim Rohingya Myanmar dalam membalas serangan terhadap polisi ternyata didalangi oleh pemerintah itu sendiri, sebuah kelompok yang mewakili minoritas Muslim mengatakan kepada Anadolu Agency, Rabu (01/02/2017).

Hla Kyaw, ketua Dewan Eropa Rohingya (the European Rohingya Council-ERC), mengatakan pembunuhan polisi di negara bagian Rakhine, tempat tinggal sebagian besar muslim Rohingya pada 9 Oktober, direncanakan oleh intelijen militer sebagai alasan tindakan represif terhadap Muslim Rohingya.

“Departemen intelijen militer Myanmar secara tidak langsung mendukung sekelompok pemuda Rohingya untuk membuat kelompok dan memanipulasi mereka untuk menyerang polisi sehingga melegalkan serangan ilegal mereka terhadap masyarakat,” katanya dalam sebuah wawancara yang dilakukan di kantor Ankara Anadolu Agency.

“Kami tidak mendukung kekerasan apapun jenisnya. Kami mengutuk pembunuhan ini.”

Hla Kyaw mengatakan bahwa penduduk desa setempat memberitahu polisi mengenai niat kelompok anak muda tersebut, “namun polisi hanya diam dan tidak melakukan apa pun untuk menghentikannya.”

Dia menambahkan: “Jadi itu berarti pemerintah berada di belakang serangan ini untuk mendapat alasan membenarkan tindakan mereka terhadap warga Muslim Rohingya.”

Sembilan petugas polisi tewas dalam serangan terhadap pos di Maungdaw, sebuah distrik di Rakhine utara dekat perbatasan Bangladesh. Pembunuhan itu memicu gelombang kekerasan balasan terhadap penduduk sipil Muslim Rohingya.

Selama operasi ini, PBB dan kelompok hak asasi telah mengumpulkan bukti pelanggaran luas oleh polisi dan militer seperti pembunuhan – termasuk anak-anak dan bayi – pemerkosaan, pemukulan brutal, penyembelihan, pembakaran manusia dan desa-desa serta penghilangan orang.

Dewan mengatakan lebih dari 400 orang tewas akibat tindakan biadab, yang secara resmi berakhir pada 15 Februari, dan sekitar 400 perempuan diperkosa, termasuk anak-anak berusia 12 tahun. Sekitar 1.500 rumah dibakar, kata Hla Kyaw.

Selama operasi, sedikitnya 93.000 orang mengungsi, dengan mayoritas melarikan diri ke Bangladesh, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan mengatakan.

Selain memprovokasi serangan terhadap polisi, Hla Kyaw melaporkan pemerintah Myanmar mengadu domba umat Muslim dan komunitas Buddha terhadap satu sama lain di Rakhine.

“Strategi ini datang dari negara Myanmar, dari institusi militer,” katanya. “Biksu Buddha yang tinggal di wilayah ini menyebarkan kebencian Muslim sedangkan negara mendukung dan menggunakan mereka.”

Hla Kyaw juga mengatakan bahwa pasukan keamanan perbatasan Nasaka, yang kemudian dibubarkan atas perintah Presiden Thein Sein pada tahun 2013 masih beroperasi di Rakhine.

Unit ini dilaporkan melakukan pelanggaran hak asasi manusia berat terhadap Rohingya pada saat itu, serta menegakkan hukum diskriminatif seperti pembatasan wisata dan pernikahan.

ERC menyerukan intervensi masyarakat internasional untuk menghentikan “genosida terhadap Muslim Rohingya yang dilakukan pemerintah Budha Myanmar”.

“Jika Anda adalah advokasi hak asasi manusia, jika Anda percaya pada kebebasan beragama, maka kami minta Anda mengambil langkah-langkah untuk menyelamatkan perempuan, anak-anak dan orang tak berdosa yang tewas secara sistematis,” kata Hla Kyaw.

Perundingan Jenewa: Rezim Suriah Bersedia Bahas Transisi Pemerintah

JENEWA (Jurnalislam.com) – Oposisi Suriah di perundingan perdamaian Jenewa IV mengatakan pada hari Rabu (01/02/2017), mereka telah diberitahu oleh mediator PBB Staffan de Mistura bahwa delegasi rezim telah sepakat untuk membahas masalah transisi politik.

“Kami mendengar hal yang positif dari de Mistura. Setelah didesak Rusia, ada penerimaan untuk mengatasi masalah … transisi politik,” Nasr al-Hariri, kepala delegasi oposisi Suriah, mengatakan dalam konferensi pers di PBB di Jenewa setelah bertemu dengan de Mistura.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Gennady Gatilov, yang pemerintahnya mendukung rezim Bashar al-Assad, bertemu delegasi oposisi Rabu sore di Jenewa. Gatilov mengatakan sebelumnya bahwa ia akan mendengarkan pandangan oposisi terhadap situasi saat ini.

“Hari ini, kita akan melakukan pertemuan dengan wakil menteri luar negeri Rusia. Dalam pertemuan ini, kita akan membahas secara detail masalah yang berkaitan dengan gencatan senjata dan situasi kemanusiaan yang memburuk di daerah yang berbeda di Suriah, terutama Timur Ghouta, dan mencari cara untuk mendukung proses politik yang sedang terjadi sekarang,” kata Hariri.

Tentang isu transisi politik, Hariri mengatakan, “Kami berharap bahwa Rusia akan memiliki peran yang konstruktif dalam masalah ini.”

Rusia pada hari Selasa mengajak sisi lawan dalam pembicaraan damai Suriah untuk berunding langsung.

Dalam sebuah wawancara dengan Anadolu Agency, Gatilov mengatakan: “Pembicaraan langsung, itulah yang [telah] kita serukan dari awal. Sayangnya, ini tidak terjadi sampai sekarang.”

Pada hari Senin, Hariri mengatakan ia mengakui “keterbukaan” para pejabat Rusia dalam pendekatan mereka untuk diskusi.

Putaran terakhir perundingan untuk menemukan resolusi konflik enam tahun dimulai Kamis lalu setelah negosiasi April lalu ditangguhkan.

Kedua belah pihak berada di ruangan yang sama pada hari pembukaan mendengar seruan de Mistura untuk mengakhiri perang. “Rakyat Suriah sangat ingin mengakhiri konflik ini dan Anda semua tahu itu,” katanya. “Anda adalah orang-orang pertama yang memberitahu kami.”

Namun, delegasi pihak yang bertikai belum berbicara face-to-face.

Gatilov juga mengatakan Moskow terbuka untuk diskusi dengan AS mengenai Suriah.

“Kami terbuka dalam semua konteks dengan pemerintah Amerika dan kami selalu berupaya menemukan kemungkinan untuk kerjasama kita bersama, pertama-tama, dalam memerangi terorisme di Suriah,” katanya.

Kebijakan Presiden AS Donald Trump mengenai Suriah masih belum jelas.

Sejak perang global di Suriah meletus pada Maret 2011, lebih dari 250.000 orang telah tewas, menurut PBB. Namun, Pusat Penelitian Kebijakan Suriah menempatkan jumlah korban tewas lebih dari 470.000.

PBB: Pemboman Brutal Rusia dan Rezim Assad saat Rebut Aleppo adalah Kejahatan Perang

JENEWA (Jurnalislam.com) – Pemboman dari udara saat merebut Aleppo timur oleh pasukan Rusia dan Suriah adalah kejahatan perang, sebuah panel PBB tentang Suriah mengatakan pada hari Rabu (01/03/2017).

“Antara Juli dan Desember 2016, pasukan rezim Suriah dan Rusia melakukan serangan udara setiap hari, merenggut ratusan nyawa dan menghancurkan rumah sakit, sekolah dan pasar menjadi puing-puing. Pasukan Suriah juga menggunakan bom klorin di daerah pemukiman, mengakibatkan jatuhnya ratusan korban sipil,” kata sebuah laporan berdasarkan 291 wawancara oleh Komisi Penyelidikan PBB di Suriah dalam penyelidikan atas peristiwa di Aleppo, lansir Anadolu Agency.

Serangan udara Aleppo sengaja menargetkan rumah sakit dan konvoi kemanusiaan dan merupakan kejahatan perang, kata laporan itu.

“Sepanjang tahun 2016, angkatan udara Suriah melancarkan serangan udara menggunakan bom klorin di kota Aleppo timur,” kata laporan.

Laporan juga menambahkan, penggunaan amunisi tandan udara (cluster bomb) meningkat selama periode itu.

“Dewan Keamanan PBB tidak melakukan apa pun menghadapi kejahatan perang di Suriah”, anggota panel Carla del Ponte mengatakan pada konferensi pers di Jenewa.

“Taktik brutal digunakan oleh pihak rezim dan Rusia dalam konflik di Suriah saat mereka terlibat dalam pertempuran yang menentukan untuk merebut kota Aleppo antara Juli dan Desember 2016 mengakibatkan penderitaan yang tak tertandingi bagi pria, wanita dan anak-anak Suriah dan menghasilkan sejumlah kejahatan perang,” kata ketua komisi, Paulo Pinheiro.

Pesawat Suriah menggunakan klorin – senjata kimia yang dilarang menurut hukum internasional – terhadap penduduk sipil Aleppo timur, menyebabkan kerusakan fisik dan psikologis yang signifikan bagi ratusan warga sipil, kata Pinheiro.

“Pada akhir November 2016, ketika pasukan pro-rezim di darat mengambil kontrol atas Aleppo timur, tidak ada rumah sakit yang berfungsi atau fasilitas medis lainnya yang masih beroperasi. Penargetan fasilitas medis yang disengaja ini sama dengan kejahatan perang,” tambah komisi.

Ajukan Sidang Dipercepat, Ini Alasan Tokoh LUIS

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Sejumlah Tokoh Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) yang terjerat kasus Social Kitchen meminta agar segera disidang di Solo. Sebab, penahanan sementara di Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (DITTAHTI) Polda Jawa Tengah sudah memasuki batas akhir penahanan.

“Kami mewakili teman-teman dari LUIS meminta agar kasus ini segera disidangkan di Solo,” kata Humas LUIS, Endro Sudarsono saat ditemui jurnalislam.com di ruang tahanan DITTAHTI Polda Jawa Tengah, Semarang, Selasa (28/2/2017).

Endro menjelaskan, sudah sepatutnya pihak kepolisian menjalankan UU No 14 tahun 1970 khususnya pasal 4 ayat 2 tentang pokok kehakiman. Disebutkan, asas peradilan itu harus efisien, tidak berlarut.

“Sudah menjadi pedoman dalam peradilan menurut UU No 14 tahun 1970 tentang pokok kehakiman pasal 4 Ayat 2 disebutkan bahwa asas peradilan adalah sederhana, cepat dan biaya murah,” terang Endro.

Ia menyatakan, adanya sikap diskriminasi yang dilakukan oleh Kejaksaan Negri terhadap kasus LUIS ini. Ia mengatakan, pada kasus yang sama (dugaan penganiayaan -red) pelaku di tempatkan di Rutan Solo, bukan di Polda Jateng.

“Kenapa harus ada diskriminasi, untuk kasus penganiayaan Karanganyar sudah ditempatkan di Rumah Tahanan (Rutan) Solo sedangkan kami dengan dugaan kasus dugaan penganiayaan di surakarta oleh Kejari Surakarta di tempatkan kembali di Dittahti Polda Jateng?” Keluh Endro.

Selain itu, kondisi juga semakin diperparah dengan kondisi ruang tahanan DITTAHTI Polda Jateng yang tidak nyaman. Tempat yang kecil, sulit untuk beribadah dan pencampuran tahanan dengan kasus berbeda menjadi alasan LUIS untuk dipercepat persidangan dengan batas waktu 3 hari kedepan ini.

“Kami berharap kepada Jaksa Penuntut Umum agar segera melimpahkan kasus ini ke PN Solo untuk disidangkan,” pungkasnnya.

Sebelumnya, tokoh LUIS menjadi tahanan kejaksaan negeri surakarta dan dititipkan di DITTAHTI Polda Jawa Tengah. Mereka ditangkap atas tuduhan tindak pidana kekerasan saat melakukan operasi nahi-munkar di kafe Social Kitchen di Jl. Abdul Rachman Saleh pada Ahad (18/12/2016) lalu. LUIS menilai Kafe tersebut telah melanggar jam malam dan kedapatan para pengunjung sedang mabuk mabukan dan mesum .

Ribuan Bocah Yaman Direkrut Paksa Syiah Houthi untuk Bertempur di Garis Depan

YAMAN (Jurnalislam.com) – Milisi Syiah Houthi di Yaman merekrut tentara anak-anak tanpa sepengetahuan keluarga mereka, menurut sebuah laporan Amnesty International, Selasa (28/02/2017). Dikatakan bahwa anak laki-laki muda berusia 15 tahun sedang diindoktrinasi di sekolah-sekolah Syiah untuk memerangi garis depan, lansir Middle East Eye.

Berdasarkan saksi mata, Amnesty mengatakan bahwa para pemberontak Syiah telah merekrut sekelompok anak laki-laki berusia antara 15 dan 17 tahun di ibukota Yaman, Sanaa, yang mereka serbu pada bulan September tahun 2014.

Pihak keluarga kemudian menemukan bahwa anak-anak mereka berada di dekat perbatasan Saudi-Yaman dengan kelompok pemberontak.

“Sangat mengerikan bahwa pasukan Syiah Houthi mengambil anak-anak dari orang tua dan rumah mereka, mencabut dari masa kecil mereka untuk ditempatkan di garis pertempuran di mana mereka bisa mati,” kata Samah Hadid, Wakil Direktur di kantor regional Beirut Amnesty International.

Ini bukan pertama kalinya Houthi dilaporkan menggunakan tentara dari anak-anak, yang merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional. Pada tahun 2015, PBB memperkirakan bahwa 72 persen anak-anak berperang di Yaman untuk para pemberontak.

Sisanya direkrut oleh salah satu organisasi militan atau pasukan perlawanan lokal anti-Houthi, yang didukung oleh koalisi pimpinan Saudi yang telah membom Yaman sejak Maret 2015.

Sedangkan PBB sendiri mengatakan hampir 1.500 anak telah direkrut oleh pemberontak Syiah Houthi, sejak Maret 2015.

“Jumlahnya mungkin jauh lebih tinggi karena kebanyakan keluarga tidak bersedia tentang perekrutan anak-anak mereka, namun takut akan ancamannya,” katanya.