Kasus Sosial Kitchen, LUIS Akui Tolong Korban Bukan Tindak Kekerasan

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Humas Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Endro Sudarsono menegaskan bahwa Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) tidak pernah mempunyai agenda perusakan bahkan penganiayaan.

Endro beserta 11 anggota laskar lainnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyerangan di Rumah Makan Sosial Kitchen, di Surakarta. Esok, pada Selasa, (21/03), 12 anggota laskar beserta satu wartawan Ranu Muda akan menjalani siding perdana di PN Semarang.

“Kami mempunyai standar bahwa di dalam SOP kami tidak boleh ada perusakan,” ungkap dia saat ditemui Islamic News Agency (INA) di Lapas Kedungpane, Semarang, Jawa Tengah, Senin (20/01/17) siang.

Endro melanjutkan, di dalam proses rekonstruksi yang digelar polisi pun tidak ada adegan perusakan atau penganiayaan seperti tuduhan aparat.

Justru, saat malam penyerangan, ia dan rekan-rekannya turut membantu korban yang terjatuh karena ulah oknum tak dikenal yang melakukan penganiayaan.

“Kami tawari minum mereka (korban), tapi tidak mau. Mereka kejang-kejang,” tambah Endro.

(Baca juga:

Esok, Sidang Perdana Ranu Muda Digelar di PN Semarang)

Endro pun menyebutkan bahwa LUIS merupakan organisasi resmi yang disahkan berdasarkan akta notaris. Untuk itu, tuduhan permufakatan jahat merupakan tuduhan yang mengada-ada.

“Kami diakui MUI dan kita punya akta notaris dan kita sering diundang oleh MUI bahkan polisi,” pungkasnya.

Berdasarkan penelusuran kantor berita yang diinisiasi JITU ini, kesebelas anggota LUIS dikenakan sejumlah tuduhan di antaranya: Pasal 170 ayat 1, Pasal 170 ayat 1 jo pasal 56 KUHP. Kemudian Pasal 169 ayat 1 dan Pasal 406 ayat 1jo pasal 55 ayat 1 serta Pasal 167 ayat 1 jo pasal 55 ayat 1 KUHP.

Reporter: Ali Muhtadin/INA

Taliban Luluskan 67 Mujahidin Terbaik dari Kamp-kamp Afghanistan Utara

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com)Imarah Islam Afghanistan (Taliban) mengatakan bahwa 67 “Mujahidin” terbaik telah lulus dari dua kamp pelatihan yang terletak di provinsi Faryab di barat laut Afghanistan setelah mendapatkan latihan khusus. Taliban telah mempublikasikan 12 fasilitas pelatihan di seluruh negeri sejak akhir 2014.

Empat puluh pejuang lulus pada 18 Maret dari “kamp militer – Intiqam Giran-e-Quran – di sekitar distrik Shirin Tagab” di Faryab. Pernyataan ini dirilis pada Voice of Jihad, situs media resmi Taliban.

“Mujahidin menerima pelatihan tentang penggunaan senjata berat dan ringan, menembak sasaran, informasi mengenai militer dan bahan peledak di kamp,” menurut Voice of Jihad.

Kabupaten Shirin Tagab adalah salah satu dari tujuh kabupaten yang diperebutkan oleh Taliban. Pada bulan Juli 2016, RFE / RL melaporkan bahwa sedikitnya 35 desa berada di bawah kendali Taliban. Pada Februari 2017, Taliban mengambil alih satu desa lain di Kabupaten Shirin Tagab setelah membunuh lima polisi boneka.

Dalam pernyataan kedua, yang dirilis pada 17 Maret, Taliban mengatakan bahwa “sebanyak 27 Mujahidin lulus dari kamp militer Khalid-Bin-Walik pada hari Kamis.”
Provinsi Faryab dikenal sebagai tempat terbaik bagi Taliban. Dari 15 kabupaten di provinsi Faryab, tujuh dalam kepungan Taliban dan satu lagi telah dikuasai Taliban, menurut data yang dikumpulkan oleh FDD Long War Journal.

Taliban menggunakan kabupaten ini untuk meluncurkan serangan terhadap Maimana, ibukota provinsi. Walaupun pasukan Afghanistan mencegah jatuhnya Maimana, mereka gagal mengeluarkan Taliban dari distrik-distrik sekitarnya.

Taliban telah mempublikasikan sedikitnya 12 dari kamp pelatihan sejak akhir 2014 (lihat daftar di bawah). Pada akhir 2015, Taliban mengumumkan bahwa kamp Khalid bin Walid mengoperasikan 12 fasilitas satelit di seluruh Afghanistan, dan memiliki kapasitas untuk “melatih hingga 2000 rekrutan dalam satu waktu.” Selain itu Taliban mengatakan, kamp Khalid bin Walid juga “melatih rekrutan di 8 provinsi (Helmand, Kandahar, Ghazni, Ghor, Saripul, Faryab, Farah dan Maidan Wardak) dan memiliki sekitar 300 ahli pelatih militer dan ulama.”

Tandzim al Qaeda, diketahui juga mengoperasikan kamp di Afghanistan. Pada 2015, AS menyerang sebuah kamp al Qaeda di distrik Bermal di Paktika, dan dua lainnya di distrik Shorabak di provinsi Kandahar. Komandan pasukan AS di Afghanistan, Jenderal John Campbell, mengatakan bahwa salah satu kamp di Shorabak adalah yang terbesar di Afghanistan sejak AS menginvasi pada tahun 2001. Kamp-kamp Al Qaeda juga telah beroperasi di Kunar dan Nuristan.

Harakat-ul-Mujahideen, sebuah faksi jihad Pakistan yang erat bekerjasama dengan al Qaeda, “mengoperasikan kamp pelatihan di Afghanistan timur,” pemerintah AS menyatakan pada tahun 2014. Partai Islam Turkistan, Islamic Jihad Union, dan Imam Bukhari Jamaat, sebuah kelompok jihad Uzbek yang beroperasi di Suriah dan Afghanistan afiliasi al Qaeda, juga mengaku mengoperasikan kamp-kamp di Afghanistan.

Kamp pelatihan yang dipublikasikan oleh Taliban sejak Desember 2014:

Desember 2014: Taliban mengumumkan keberadaan sebuah kamp pelatihan di provinsi Faryab.
Desember 2014: Kamp Khalid bin Waleed di provinsi Kunar.
Juni 2015: Taliban menyebut kamp pelatihan “pasukan khusus”; Lokasi tidak diungkapkan.
Agustus 2015: Kamp Pelatihan Shaheed Ustaz Aasim di Lions Den, di provinsi Paktia.
September 2015: Kamp Salahadin Ayyubi; Lokasi tidak diungkapkan.
Juli 2016: Kamp pelatihan Omar bin Khattab di Kunduz.
Oktober 2016: Kamp pelatihan Jihad Abdullah bin Mubarak; Lokasi tidak diungkapkan.
November 2015: Kamp Khalid bin Walid; Lokasi tidak diungkapkan. Menurut Taliban, memiliki 12 “cabang.”
November 2015: Kamp Abu Dujana, di provinsi Sar-i-Pul. Ini adalah salah satu dari 12 kamp cabang Kamp Khalid bin Walid.
Januari 2017: Kamp pelatihan Al Farouq; Lokasi tidak diungkapkan.
Maret 2017: Intiqam Giran-e-Quran di Faryab.
Maret 2017: Khalid-Bin-Walid, di Faryab.

Jet Tempur Israel Serang Pasukan Rusia di Suriah, Dubes Zionis Dipanggil

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Kementerian luar negeri Rusia, pada hari Senin (20/03/2017) mengatakan telah memanggil duta besar Israel terkait serangan udara di sekitar pasukan Rusia dekat kota bersejarah Suriah, Palmyra, World Bulletin melaporkan.

Kementerian “menyatakan keprihatinan” mereka terhadap serangan yang terjadi di dekat lokasi militer Rusia, kata Bogdanov.

Rusia – yang melakukan pengeboman di Suriah untuk mendukung rezim Nushairiyah Bashar al-Assad – mengatakan awal bulan ini bahwa lebih dari 180 tentaranya sudah mulai membersihkan ranjau di sekitar monumen kuno Palmyra.

Rusia dan Israel telah menyiapkan “saluran komunikasi langsung” untuk menghindari bentrokan udara di langit Suriah dan Bogdanov mengatakan Moskow “ingin saluran ini bekerja lebih efektif” untuk memastikan tidak ada “kesalahpahaman tentang siapa yang melakukan apa.”

Pesawat-pesawat tempur Israel menyerang beberapa sasaran pada hari Jumat, mendorong pembalasan peluncuran rudal Suriah, dalam insiden paling serius antara kedua negara tersebut sejak perang dimulai enam tahun lalu.

Militer Suriah mengatakan telah menjatuhkan sebuah pesawat Israel dan menembak satu pesawat lainnya saat mereka melakukan serangan sebelum fajar dekat Palmyra, kota gurun terkenal yang direbut kembali dari IS bulan ini.

Militer Israel membantah bahwa pesawat mereka telah terkena tembakan.

Pada hari Ahad, Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman mengancam untuk menghancurkan sistem pertahanan udara Suriah “tanpa ragu” jika ada kejadian serupa.

Rusia telah mengerahkan sistem pertahanan rudal teknologi tinggi untuk melindungi pasukan mereka di Suriah.

Terindikasi Ada Kecurangan pada Pemilu AS, FBI Selidiki Intervensi Rusia

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – FBI sedang menyelidiki intervensi Rusia dalam pemilihan presiden AS tahun lalu, serta menyelidiki setiap hubungan antara Moskow dan kampanye Trump, Direktur James Comey mengatakan pada hari Senin (2003/2017).

“FBI sebagai bagian dari misi kontra intelijen kami sedang menyelidiki upaya pemerintah Rusia untuk campur tangan dalam pemilihan presiden 2016,” katanya kepada anggota parlemen saat bersaksi di Capitol Hill, lansir Anadolu Agency.

“Termasuk menyelidiki setiap hubungan antara individu yang terkait dengan kampanye Trump dan pemerintah Rusia, dan apakah ada koordinasi antara kampanye dengan upaya Rusia,” katanya.

Konfirmasi publik mengenai investigasi rahasia FBI yang sedang berlangsung ini sangat jarang terjadi, tapi Comey mengatakan hal itu dilakukan demi kepentingan publik.

Penyelidikan ini akan mencakup penilaian apakah kejahatan telah dilakukan, Comey mengatakan, mencatat bahwa rincian lebih lanjut tidak akan dipublikasi karena penyelidikan bersifat tertutup.

Tergantung pada hasilnya, penyelidikan akan menguntungkan salah satu pihak.

Demokrat telah lama menyebut pengaruh Rusia pada kampanye tahun lalu sebagai tindakan yang curang/kotor, sementara Partai Republik berusaha mengecilkan efek yang ditimbulkan.

Para pejabat intelijen AS menyimpulkan pada bulan Januari bahwa Rusia berusaha mempengaruhi pemilu mendukung Presiden Donald Trump dalam kampanye dengan disutradarai oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.

Trump telah mengakui upaya tersebut, namun mengklaim bahwa upaya mereka itu “benar-benar tidak berpengaruh” pada hasil suara.

Pembajakan Komite Nasional Demokrat (the Democratic National Committee-DNC) serta ungkapan ketua kampanye Clinton John Podesta menjelaskan rincian buruk tentang bagaimana organisasi yang seharusnya netral berkonspirasi untuk mendukung Clinton terhadap populis Bernie Sanders untuk memenangkan nominasi Partai Demokrat untuk presiden.

Kebocoran DNC dan email Clinton beberapa bulan menjelang polling 8 November menegaskan opini populer bahwa calon presiden wanita pertama dari partai besar tersebut tidak dapat dipercaya.

Comey lebih lanjut mengatakan ia tidak memiliki informasi untuk mendukung tuduhan Trump bahwa mantan Presiden Barack Obama telah “menyadap” Manhattan Trump Tower.

“Betapa rendahnya tindakan Presiden Obama dengan men-tapp (menyadap) ponsel saya selama proses pemilihan yang sangat sakral. Ini adalah Nixon/Watergate. Pria yang jahat (Bad guy)!” Trump mengatakan dalam serangkaian tweet tanggal 4 Maret, dengan salah mengeja “tap menjadi tapp“.

“Kami tidak memiliki informasi yang mendukung tuduhan tersebut,” kata Comey, merespon tweet Trump.

“Tidak ada seorang pun di Amerika Serikat yang dapat mengarahkan pengawasan elektronik terhadap siapa pun,” tambahnya, mencatat bahwa proses untuk melakukan penyapan membutuhkan persetujuan dari hakim.

 

Pemerintah Kabul Desak AS untuk Tambah Pasukan Asing di Afghanistan

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Pemerintah Kabul bentukan AS pada hari Ahad (19/03/2017) meminta lebih banyak tentara asing di Afghanistan karena kelompok bersenjata melanjutkan strategi mereka menunggu pasukan asing Menteri Luar Negeri Afghanistan Salahuddin Rabbani mengatakan pada Anadolu Agency, Senin (20/03/2017).

Jenderal John W. Nicholson, komandan pasukan militer internasional pimpinan AS di Afghanistan, bulan lalu mengatakan “beberapa ribu” tentara tambahan diperlukan untuk lebih efektif melatih dan membimbing tentara Afghanistan.

Ada sekitar 13.300 tentara asing yang ditempatkan di Afghanistan, 8.400 dari mereka adalah tentara Amerika.

Rabbani menambahkan ia akan melakukan pembicaraan yang rinci dan fokus dengan sekutunya di Washington tentang prestasi dan kekurangan pemerintah Afghanistan dalam operasi anti-terorisme.

Ketika Hukum Menjadi Mainan Para Oknum

PASCA runtuhnya rezim orde baru, semangat reformasi menjadi pelipur lara bagi masyarakat yang hampir 3 dekade mengalami trauma mendalam akibat dampak dari praktek politik kekuasaan yang disuguhkan oleh rezim orde baru. Wajah reformasi yang disuguhkan melahirkan optimisme besar bagi bangsa Indonesia yang saat itu mengalami frustasi sosial akibat muramnya penegakan hukum negeri ini yang mengalami ketimpangan luar biasa dahsyat.

Runtuhnya rezim orba dan lahirnya reformasi diharapkan menjadi obat penenang dalam realitas kehidupan berbangsa dan bernegara, utamanya reformasi dalam bidang penegakan hukum yang selama ini menjadi dambaan rakyat.

Namun, 17 tahun bergulirnya reformasi, wajah negeri ini masih belum begitu berdaya memikul harapan rakyat. Sebab, pada kenyataannya perahu besar Indonesia yang kita tumpangi ini sudah berhasil disusupi bahkan dikendalikan oleh para gajah besar yang begitu gigih untuk menghancurkan dan menenggelamkan perahu besar ini kedasar lautan.

Negara amanah Sang Rahman bernama Indonesia ini merupakan negara hukum seperti termaktub dalam pasal 27 ayat 1, semua warga negara Indonesia memiliki kedudukan yang sama di mata hukum. Prinsip equality before the law (seseorang memilki derajat yang sama di mata hukum) yang selalu digembar-gemborkan hanya kalimat kaya makna tetapi miskin pada tataran aksi. Meminjam kalimat dalam buku Negeri di Ujung Tanduk; hukum ditegakan kokoh, menjulang tinggi tanpa tawar-menawar, tanpa pandang bulu, tanpa tunggu nanti esok atau lusa. Hukum harus menjadi panglima untuk menjaga marwah bangsa.

Ungkapan manis di atas terasa begitu pahit ketika dihadapkan pada tataran realita. Dalam patahan sejarah berdirinya bangsa ini melintasi zaman sejak zaman orla sampai detik ini umat Islam merupakan pemilik saham terbesar negeri. Tetapi selalu menjadi korban dari penegakan hukum yang dijalankan oleh penguasa melalui tangan aparat para penegak hukumnya.

Tercatat dalam sejarah, banyak peristiwa kriminalisasi terhadap umat Islam mulai dari umat Islam kalangan bawah sampai ke tingkatan ulama. Dan kondisi ini masih relevan sampai detik ini dimana umat Islam menjadi target utama yang akan terus dikriminalisasi oleh para penegak hukum atas titah sang majikannya. Siapa saja umat Islam yang bersuara lantang dan dianggap merongrong terhadap kekuasaan, tanpa tendeng aling-aling aparat penegak hukum bergerak cepat merancang skenario jebakan untuk menyeret umat Islam menuju meja pesakitan. Bahkan yang memilukan, dengan sadisnya mereka mengeksekusi umat Islam melalui pengadilan jalanan yang represif dengan mengesampingkan azas praduga tak bersalah.

Fakta diatas bertolak belakang dengan penegakan hukum yang dilakukan kepada para korporasi serta antek-antek penguasa. Masih lekat dalam memori kolektif publik akan melenggang bebasnya kasus-kasus besar yang begitu jelas merugikan negara. Mereka melenggang bebas dari dakwaan kasus yang menjeratnya, mereka mendapatkan perlakuan khusus bahkan yang lebih menggelikan para penyamun itu mayoritas non pribumi yang diberikan keleluasaan akses oleh para oknum untuk menjarah bangsa ini. Mereka diarak bak pahlawan yang selesai berlaga di medan perang. Ini mengindikasikan bahwa hukum sudah tidak berdaulat, runtuh oleh prilaku oknum berbaju negara yang terjebak virus uangisme.

Oknum inilah yang mengakibatkan hukum menjadi hilang wibawa. Hukum kehilangan kepercayaan serta hukum mengalami pembusukan. Klaim para elit bahwa negara ini negara hukum hanya pemanis bibir, hukum dijadikan alat untuk melindungi kekuasaan dan moda. Yang begitu menyayat hati adalah ketika hukum dijadikan sebagai alat untuk mengakumulasi harta dan kekayaan para penegak hukum.

Nabi akhir zaman, Muhammad SAW mengingatkan bahwa ketidakadilan hukum bisa menjadi penyebab utama runtuhnya sebuah negara. Ketika hukum hanya membela kelompok elit dan menindas kelompok bawah, maka sejatinya negara sedang berada di gerbang kehancuran. Sebab keadilan adalah salah satu pilar utama dari bangunan sebuah negara. Pancasila sila ke 5 yang mengamanatkan akan nilai-nilai keadilan, hanya fasih dibaca ketika upacara bendera dan perayaan kenegaraan.

1400 tahun yang lalu Islam membuktikan akan penegakan hukum yang sangat adil bagi seluruh manusia yang hidup dibawah kekuasaannya, tidak ada kesan diskriminatif. Masyarakat hidup dengan tentram, damai dalam naungan Islam. Sebab sejatinya Islam datang untuk menghadirkan keadilan dalam realitas kehidupan manusia.

Penulis: Feishal Kartapermana | Jurniscom

Senyum Merekah Saat Ranu Muda Dikunjungi JITU di Lapas Kedungpane Semarang

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Sebuah senyuman tersungging di bibir Ranu Muda (36 tahun) tatkala keluar dari gerbang berterali besi. Ia menyambut hangat sejumlah wartawan media Islam yang sebagian besar datang dari Jakarta ke Lapas Kedungpane, Semarang, Jawa Tengah.

Satu persatu wartawan yang tergabung dalam Jurnalis Islam Bersatu (JITU) menjabat dan memeluk erat wartawan Panjimas itu. Ranu adalah anggota JITU yang berdomisili di Solo.

Pada Ahad, 18 Desember 2016, ia melakukan liputan jurnalistik saat Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) menyampaikan surat somasi ke Restoran Social Kitchen. Pasalnya, restoran ini kerap menggelar tarian telanjang dan minuman keras tanpa izin.

Saat menjalankan tugas liputan itu, Ranu ditangkap aparat karena dituding melakukan provokasi dan sebagai tim dokumentasi kelaskaran.

“Saya baru enam hari di sini,” kata Ranu di Lapas Kedungpane, Semarang, Senin (20/3/2017).

Sebelumnya, Ranu dan anggota laskar sempat ditahan di Polda Jateng.

Pantauan Islamic News Agency, Ranu dalam keadaan sehat wal afiat. Wajahnya terlihat cerah. Ia tampak ceria dalam balutan jubah putih dipadu dengan celana panjang sebatas mata kaki berwarna hitam.

“Di sini (Lapas Kedungpane, red) serasa jadi manusia lagi. Waktu di Polda kita ditahan secara terpisah. Cuma bisa lihat langit dari kotak 2,5 x 2,5 meter,” kata ayah dua anak ini.

(Baca juga:

Bunuh 58 Anggota Jamaah Tabligh Sedang Shalat, Rusia: Serangan Udara di Masjid Aleppo oleh AS)

Kedatangan wartawan JITU ke Lapas Kedungpane memang bertujuan untuk memberikan semangat kepada Ranu. Sekjen JITU, Muhammad Pizaro mengungkapkan, ini merupakan bentuk dukungan dan solidaritas sesama wartawan Muslim.

“Kita memberikan support kepada Ranu selaku wartawan sekaligus anggota JITU yang meringkuk di penjara karena dianggap melawan hokum. Padahal, ia sedang melakukan tugas jurnalistik. Dan itu sudah diakui oleh pemimpin redaksi yang bersangkutan,” ujar Pizaro kepada Islamic News Agency di luar Lapas Kedungpane.

Menurutnya, JITU sebagai organisasi wartawan Muslim mendorong pemerintah untuk bersikap jernih dan objektif dalam persoalan ini. Seharusnya, tidak boleh ada unsur kriminalisasi terhadap wartawan karena energi bangsa sudah terkuras. Pun demikian, terhadap kriminalisasi para ulama.

“Ini tidak sesuai dengan rasa keadilan masyarakat dan proses hukum yang jujur,” ujar dia.
JITU juga mendesak anggota DPR, DPD dan Komnas HAM untuk bereaksi terhadap kasus ini. Pasalnya, apa yang dilakukan LUIS dan Ranu merupakan bagian dari aspirasi masyarakat yang resah dengan tindakan penyakit masyarakat di Kota Solo.

(Baca juga:

Kasus Social Kitchen Solo Makin Runyam, LUIS Desak Non-aktifkan Jaksa Terkait)

Kepada Islamic News Agency, Sekjen LUIS Endro Sudarsono menjelaskan, apa yang dilakukan oleh laskar Islam di Solo telah menempuh upaya prosedural dan konstitusional.

“Selama ini LUIS sudah bekerjasama dan berkoordinasi dengan kepolisian, DPRD dan Walikota Solo. Di sini lah pentingnya peran jurnalis seperti Ranu untuk mengawal masalah ini,” pungkas Pizaro.

Reporter: Fajar Shadiq/INA

Esok, Sidang Perdana Ranu Muda Digelar di PN Semarang

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Kasus kriminalisasi anggota Jurnalis Islam Bersatu (JITU), Ranu Muda Adi Nugroho akan mulai disidangkan secara perdana pada esok hari, Selasa, (21/03) di Pengadilan Negeri Semarang, Jl. Siliwangi No.512, Kembangarum, Semarang Barat, Jawa Tengah.

Sebelumnya, aparat kepolisian menangkap Ranu Muda pada Kamis, 22 Desember 2016 sekitar jam 01.00 WIB. Ia ditangkap bersama 5 petinggi Laskar Umat Islam Surakarta usai mengirim surat somasi ke Restoran Social Kitchen.

Sekjen Jurnalis Islam Bersatu (JITU) Muhammad Pizaro menegaskan, Ranu sedang melakukan tugas jurnalistik saat ditangkap aparat polisi. Kendati demikian, Ranu dituding sebagai pelaku provokasi.

“Penangkapan terhadap Ranu merupakan tindakan yang mengancam kebebasan pers,” ujarnya di Lapas Kedungpane, Semarang dikutip Islamic News Agency.

(Baca juga: Dari Balik Jeruji, Ranu Muda Tulis Buku Bungkam Fakta Tak Terungkap)

Sejumlah wartawan yang tergabung dalam Jurnalis Islam Bersatu (JITU) mengunjungi Ranu pada Senin (20/3/2017). Mereka menjenguk dan memberikan dukungan moral kepada Ranu sebelum menjalani sidang.

Agenda sidang perdana yakni pembacaan surat dakwaan oleh jaksa penuntut umum. Tebalnya sekitar 20 halaman.

Kepada Islamic News Agency, Sekjen LUIS Endro Sudarsono mengungkapkan ada kejanggalan dalam persidangan perdana Ranu dan para petinggi LUIS.

“Penahanan di Polda Jateng dan sidang di PN Semarang ini tidak ada dasar hukumnya,” kata Endro kepada kantor berita yang diinisiasi Jurnalis Islam Bersatu di Lapas Kedungpane.

Sekjen JITU, Muhammad Pizzaro Novelan Tauhidi

Pasalnya, Kejari Solo mengeluarkan berita acara isinya surat penetapan PN Solo isinya mengabulkan perpanjangan penahanan selama 30 hari di Solo dan penetapan nama-nama hakim untuk sidang perdana.

Berdasarkan penelusuran Islamic News Agency (INA), kronologisnya sebagai berikut: Pada tanggal 1 Maret telah keluar penetapan pengadilan mengabulkan penahanan Ranu beserta 5 petinggi LUIS di Rutan Solo. Pada tanggal 3 Maret, berita acara surat penetapan telah diteken. Lalu, pada tanggal 5 Maret, sedianya pelaksanaan pengadilan di PN Solo sudah bisa ditetapkan.

Pada tanggal 3 Maret, berita acara surat penetapan telah diteken. Lalu, pada tanggal 5 Maret, sedianya pelaksanaan pengadilan di PN Solo sudah bisa ditetapkan. Namun, pelaksanaan sidang tetap diadakan di PN Semarang.

Reporter: Fajar Shadiq/INA

Lucu, Israel Malah Marah Pemerintahnya Terbukti Bangun Negara Apartheid di Palestina

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Pemerintah zionis pada hari Ahad (19/03/2017) mengecam keputusan Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk menghormati mantan kepala komisi PBB yang bertanggung jawab atas laporan yang membuktikan Israel membangun negara apartheid di Palestina, Anadolu Agency melaporkan.

Rima Khalaf mengundurkan diri sebagai kepala Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia Barat (the Economic and Social Commission for Western Asia-ESCWA) pada hari Jumat (17/03/2017) setelah Sekretaris Jenderal PBB memintanya untuk memblokir laporan, yang sejak itu telah dihapus.

Pada hari Sabtu, Abbas mengatakan ia akan memberi penghargaan medali Palestina tertinggi untuk Khalaf karena berdiri dengan berani untuk mendukung Negara Palestina.

Ofir Gendelman, juru bicara Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu, mengatakan di Twitter bahwa Abbas sedang melancarkan “perang diplomatik terhadap Israel” dengan mengumumkan penghargaan tersebut, menggambarkan laporan itu sebagai “memfitnah dan palsu”.

Laporan ESCWA mengatakan Israel “mendirikan rezim apartheid yang mendominasi rakyat Palestina secara keseluruhan” dan ada “bukti” bahwa Israel telah melakukan “kejahatan apartheid”.

Hanan Ashrawi, anggota eksekutif payung Organisasi Pembebasan Palestina (Palestine Liberation Organization-PLO), mengatakan laporan itu “adalah sebuah langkah ke arah yang benar” dan harus didukung.

“Daripada menyerah pada pemerasan politik atau membuka jalan untuk disensor atau diintimidasi oleh pihak eksternal, PBB seharusnya mengutuk tindakan yang dijelaskan dalam laporan dan meminta Israel bertanggung jawab,” kata Ashrawi dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu.

Israel bereaksi marah atas laporan tersebut, dengan juru bicara kementerian luar negeri Emmanuel Nahason membandingkannya dengan propaganda era Nazi.

Sumber Militer: 4 Perwira Rusia Tewas Diracun Intelijen Iran saat Pesta di Meridian Hotel

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Sumber-sumber militer, di daerah yang dikuasai rezim Nushairiyah Suriah di Aleppo mengungkapkan kepada jaringan ElDorar AlShamia, Ahad (19/03/2017), bahwa intelijen Iran bekerjasama dengan Intelijen Suriah loyalis Iran membunuh sejumlah perwira Rusia.

Sumber menegaskan bahwa empat perwira Rusia, termasuk seorang perwira wanita Rusia tewas di tangan intelijen Iran di awal tahun ini selama pesta berlangsung di Dedeman Hotel yang dahulu bernama “Meridian Hotel,” dan secara detail sumber mengatakan bahwa intelijen telah merekrut sekelompok karyawan di hotel untuk menyuntikkan zat beracun ke wadah minuman “anggur” beralkohol yang disajikan sehingga mereka (4 petugas) tewas di tempat.

Dalam insiden lain sumber yang sama mengungkapkan bahwa sepekan yang lalu seorang perwira Rusia yang bekerja sebagai ahli pesawat teknisi juga tewas dalam keadaan misterius, tuduhan jatuh ke agen intelijen Iran.

Insiden ini mulai menunjukkan dengan jelas pelebaran sengketa Rusia-Iran, khususnya di wilayah yang dikuasai rezim Assad yang dikelola oleh dua kekuatan pendukung utama rezim. Di kota Aleppo telah terjadi pembunuhan tiga tentara Rusia dari Batalyon Polisi Militer Rusia di tangan milisi Syiah yang bertempur bersama pasukan Nushairiyah Assad, dan menerima dukungan dari Iran di Januari 2017.

Beberapa sumber telah mengkonfirmasi bahwa tiga tentara Rusia tewas dekat bundaran timur “al-Helwaniah” di Aleppo di tangan milisi Syiah brigade Mohammed Baqir yang dipimpin oleh “Khaled Marei”, yang mendapatkan dukungan dari Iran dan memperluas pengaruh mereka di sebagian besar lingkungan timur yaitu kabupaten Karm Homad, Tariq al-Bab, al-Sh’aa, Salhin, Fardos dan Hanano.

Di setiap kota Aleppo saat ini terjadi bentrokan antara pasukan Rusia dan milisi yang didukung rezim akibat perselisihan internal yang berkaitan dengan daerah yang dikuasai. Bentrokan terbaru terjadi sepekan lalu antara tentara Rusia melawan kelompok yang berafiliasi dengan Pertahanan Nasional di wilayah Kallaseh.