Kasus Social Kitchen Solo Makin Runyam, LUIS Desak Non-aktifkan Jaksa Terkait

Kasus Social Kitchen Solo Makin Runyam, LUIS Desak Non-aktifkan Jaksa Terkait

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Kasus Social Kitchen yang menyeret para pengurus Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) semakin runyam. Humas LUIS, Endro Sudarsono menilai, kasusnya tersebut ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu yang hendak membungkam aksi amar ma’ruf nahi munkar (amanar) di Solo.

“Seperti yang disampaikan TASNIM (Tim Advokasi Nahi Munkar -red), kasus ini sepertinya ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab,” katanya saat ditemui jurniscom di Lapas kedungpane Jl. Raya Semarang-Boja KM. 4, Ngaliyan, Kota Semarang, Sabtu (18/3/2017).

Praktisi hukum ini mengatakan, proses hukum yang dialami pegiat amanar ini rancu dan tumpang tindih. Menurutnya, pihak kejaksaan terkait telah melanggar surat penetapan Hakim PN Surakarta. Sebab, kata dia, seharusnya para tersangka tersebut ditahan di Solo tapi dipaksakan dibuat surat penetapan susulan yang akhirnya para tersangka ini ditahan di Semarang.

“Kerancuan ini diantaranya adanya surat susulan yang dibuat dimana itu dengan tersangka kasus yang sama, orang yang sama dan diwaktu yang sama tapi ada dua surat penetapan hakim yang berbeda. Padahal, surat penetapan sebelumnya belum dibatalkan,” jelasnya.

(Baca juga: Dinilai Janggal dan Sepihak, Ratusan Massa Umat Islam Gelar Unjuk Rasa di Kejari Surakarta)

Untuk itu, LUIS melalui penasehat hukum akan terus berkoordinasi dan akan membuat pengaduan yang akan disampaikan oleh komisi kejaksaan, dan diantara tuntutannya adalah supaya jaksa yang terlibat diberi sanksi administrasi dan menjadi jaksa nonfungsional.

“Kami akan mengadukan pelanggaran ini dan menuntut sanksi administrasi dan meminta untuk menonaktifkan terhadap jaksa yang terlibat,” tuturnya.

Berkenaan dengan pemindahannya dari Mapolda Jateng ke Lapas Kedungpane, ia menyebut kondisi Kedungpane lebih baik dari Mapolda Semarang. Kendati demikian, pemindahan ini tetap menyalahi prosedur administrasi.

“Secara pribadi lebih baik tapi secara administrasi tetap bermasalah,” tutup Endro.

Diketahui, proses selanjutnya yaitu persidangan para tersangka kasus Social Kitchen akan disidangkan Selasa 28 maret 2017 pukul 09.00 di Pengadilan Negeri Semarang, Jl. Siliwangi No.512, Krapyak, Semarang.

Bagikan
Close X