Allah SWT Akan Menghancurkan dan Mencabut Berkah dari Negeri yang Dipenuhi Kedzaliman

SOLO (Jurnalislam.com) – Sudah menjadi sunnatullah (ketentuan Allah SWT) bahwa kedzaliman hanya akan melahirkan kehancuran. Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara Jama’ah Ansharusy Syari’ah, Abdul Rochim Ba’asyir menanggapi berbagai kedzaliman penguasa terhadap umat Islam.

“Semakin besar kedzalimannya semakin dekat pula kehancurannya. Sebab itu sudah menjadi sunatullah bahwa kedzaliman hanya akan membawa kehancuran,” kata pria yang karib disapa Ustadz Iim ini kepada Jurniscom, Kamis (6/4/2017) seraya mengutip sebuah ayat dalam Al Qur’an surat Al Isra ayat ke 16.

“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menta’ati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”

Selain itu, Ustadz Iim menjelaskan bahwa Allah SWT akan mencabut berkah dari sebuah negeri yang sudah terlalu banyak melakukan kedzaliman.

“Maka terjadilah kepada negeri tersebut sunatullah, bahwa negeri yang sudah terlalu banyak kedzaliman di dalamnya, terlalu banyak maksiat di dalamnya, terlalu banyak kerusakan di dalamnya, Allah SWT akan menghancurkan negeri tersebut dan mencabut berkah dari negeri tersebut,” tegasnya.

Ustadz Iim menyinggung kedzaliman yang dilakukan pemerintah Indonesia terhadap umat Islam yang menuntut keadilan. Ia mengatakan, umat Islam Indonesia harus waspada fenomena kedzaliman yang ditunjukkan oleh penguasa saat ini.

“Umat Islam juga tidak boleh banyak berharap pada pemerintah model seperti ini. Kita tidak akan mendapatkan pembelaan apapun dari mereka. Mereka justru akan semakin mendzalimi umat Islam. Umat Islam hanya akan digunakan pada saat mereka butuh saja. Maka jangan sampai tertipu,” imbuhnya.

Kembali kepada Syariat Allah dan para ulama

Oleh sebab itu, Ustadz Iim mengajak umat Islam untuk bermuhasabah diri dan meningkatkan keimanannya dengan mendekati para ulama.

‘Umat Islam harus kembali kepada syariat-Nya, kembali kepada Al Qur’an, kepada sunnah Rasulullah. Umat Islam harus muhasabah dan dekatilah para ulama, belalah mereka, maka dengan itu kekuatan umat Islam pasti akan kembali,” tegasnya.

Ia mengutip perkataan Umar Bin Khattab, radhiyallahu anhu, kepada pasukannya yang sedang berhadapang dengan pasuka Romawi yang dikenal kuat.

“Umar berkata, kemenangan kalian ada pada iman kalian dan ada pada kedekatan kalian kepada Allah. Jika kalian jauh dari Allah dan syariatNya maka kalian akan kalah oleh kekuatan mereka, kekuatan jumlah mereka, kekuatan ekonomi mereka,” pungkasnya.

Reporter: Ibnu Fariid

Kecam Serangan Kimia, DPR Desak Pemerintah Galang Dukungan Hentikan Konflik Suriah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Anggota DPR-RI Komisi 1, Dr. Sukamta mengecam keras serangan senjata kimia rezim Syiah Bashar Assad di daerah Khan Sheikhoun, Idlib, Suriah.

“Ini jelas serangan biadab yang secara sengaja menyasar rakyat sipil terlebih dilakukan dengan senjata kimia,” kata Sukamta dalam pernyataan tertulis kepada Jurniscom, Kamis (6/4/2017).

Menurutnya, kehadiran Rusia dan beberapa negara lainnya dalam perang Suriah membuat keadaan semakin buram. Oleh sebab itu, Sukamta memandang PBB perlu menggelar sidang DK PBB untuk mengambil langkah-langkah darurat melakukan investigasi terhadap penggunaan senjata kimia tersebut.

“Perlu diungkap secara jelas siapa pelaku kekejian dengan senjata kimia ini dan dihadapkan ke mahkamah internasional,” ujarnya.

Selain itu, sidang Majelis Umum PBB juga penting dilakukan untuk membuat resolusi penghentian konflik di Suriah. Sebab, dengan korban jiwa lebih dari 200 ribu jiwa dan lebih dari 4,5 juta menjadi pengungsi, Suriah merupakan tragedi kemanusiaan terburuk dalam era modern.

“Jika konflik tidak dihentikan, maka pelanggaran demi pelanggaran akan terus dilakukan dengan korban sipil terus berjatuhan,” jelas Sukamta.

Sukamta juga berharap pemerintah Indonesia dapat berperan lebih aktif menggalang dukungan berbagai negara untuk untuk penghentian konflik di Suriah dan secara khusus ikut mendesak PBB untuk selenggarakan Sidang Umum dengan agenda penghentian konflik di Suriah.

Reporter: Ibnu Fariid

DDII Jateng Bantu Gerakan Dakwah Keluarga Almarhum Siyono

KLATEN (Jurnalislam.com) – Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Jawa Tengah dan Lembaga Koordinasi Gerakan Taman Pendidikan Al Qur’an (LKG TPQ) Soloraya mendatangi keluarga almarhum Siyono di desa Brengkungan, Pogung, Cawas, Klaten, Rabu (5/4/2017). Kedatangan mereka untuk mendukung gerakan dakwah yang dirintis Siyono bersama sang istri, Suratmi.

Dalam kesempatan itu, perwakilan DDII Jateng, Abdul Wahab menyampaikan bahwa DDII ingin membersihkan stigma negatif masyarakat terhadap desa Brengkungan dan keluarga Siyono.

“Kita ingin memberi dukungan pada keluarga almarhum Siyono dan kampung Brengkungan agar stigma negatif hilang dan kami juga ingin berbagi sosial dengan warga,” jelasnya.

Hal itu pun disambut baik oleh Suratmi dan keluarga. Pasca kejadian yang merenggut nyawa suaminya, Suratmi merasa sebagian masyarakat sekitar mulai menjaga jarak dengan keluarganya. Kendati demikian, tak sedikit para pemuda di kampungnya menjadi lebih memakmurkan masjid.

“Kami ucapkan jazakumullohu khoiron karena mau berdakwah di wilayah kami, setelah kejadian itu kita juga merasa semakin dijauhi, namun alhamdulillah pasca kejadian justru para pemuda semakin sregep (giat) ke masjid, Masjid Muniroh ini kadang dipakai buat mabit,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Wagiyono yang juga ketua RT itu mengapresiasi upaya DDII. Dia mengatakan, dukungan DDII yang mewakili umat Islam Solo itu bisa menjadi obat bagi warga yang saat ini membutuhkan dukungan moril dan pendidikan agama lebih dalam.

“Sebenarnya warga sini butuh sekali santapan rohani dan tausyiah agama, karena kejadian kemarin ada sebagian warga yang masih ragu dan takut untuk ke masjid. Kita senang dan sangat menerima agenda ini, istilahnya dapat obat karena warga sini saya lihat sedang sakit,” terangnya.

Rencananya, DDII dan LKG TPQ akan mengadakan serangkaian kegiatan pada tanggal 24 April mendatang. Acara diawali dari gerakan subuh berjamaah, pembagian sembako, paket alat tulis, dan pengobatan gratis serta pengajian umum. DDII juga akan menghibur anak-anak desa Brengkungan dengan mendatangkan pendongeng.

Siyono adalah seorang guru agama yang menjadi korban tindakan represif Densus 88. Ia ditangkap pada 8 Maret tahun lalu atas tuduhan terlibat jaringan teroris dan dipulangkan dalam keadaan meninggal dunia keesokan harinya.

Hasil autopsi tim dokter Muhammadiyah menjelaskan penyebab kematian Siyono. Penyiksaan yang dialami Siyono membuat tulang di dadanya patah dan menusuk ke jantung. Kepolisian telah menetapkan salah seorang anggotanya. Tersangka hanya didemosi dari Densus 88 untuk ditugaskan di satuan lain minimal 4 tahun.

Reporter: Arie Ristyan

Dinilai Menyimpang, Ruhut Sitompul Resmi Dipecat dari Bangku DPR

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Rapat paripurna DPR menetapkan pergantian antar waktu (PAW) terhadap dua anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat. Mereka adalah Ruhut Sitompul dan Ambar Tjahyono.

Ruhut Sitompul digantikan oleh Abdul Wahab Dalimunte. Sementara, Ambar Tjahyono digantikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Roy Suryo.

Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan di Gedung Nusantara, Gedung DPR, Jakarta, Kamis (5/4/2017). Ruhut dicopot Partai Demokrat dari anggota DPR karena sikap politiknya tidak sejalan alias menyimpang dengan kebijakan partai, sebagaimana dilaporkan Sindonews.

Sementara Ambar Tjahyono dicopot Partai Demokrat dari posisinya sebagai anggota DPR karena ada persoalan dengan internal partai. Namun, Ambar Tjahyono melalui kuasa hukumnya melakukan gugatan atas PAW tersebut.

Sebagaimana diketahui, sebagai anggota DPR, Si Poltak Raja Minyak dari Medan tersebut beberapa kali berurusan dengan Mahkamah Kehormatan Dewan akibat komentar yang tidak pantas.

Pelaporan atas Ruhut yang terakhir ke MKD bermula ketika ia menyebut kepanjangan HAM sebagai hak asasi monyet. Ruhut menyatakan itu pada sebuah rapat di DPR.

Tidak sampai disitu, dukungan dia kepada terdakwa kasus penistaan agama, Ahok pada Pilkada DKI Jakarta juga dinilai bentuk “penyimpangan” dia kepada partai Susilo Bambang Yudhoyono ini.

Sumber: Sindonews

Pejuang Hama Rebut 4 Tank dan Tangkap Perwira Senior Rezim Assad

HAMA (Jurnalislam.com) – Rezim Nushairiyah Suriah (Assad) pada hari Rabu (5/4/2017) kehilangan sejumlah kendaraan lapis baja dan seorang perwira senior selama pertempuran dengan kelompok oposisi di dekat Maardes dan Halfaya di pedesaan utara Hama.

Koresponden ElDorar AlShamia melaporkan bahwa Jaysh al-Ezzah merebut 4 tank rezim, menghancurkan kendaraan PMB lain dan menangkap seorang letnan kolonel dekat wilayah Halfaya selama pertempuran dengan upaya rezim Suriah untuk merebut kembali kota Maardes yang telah dikuasai pejuang pada hari Selasa untuk kedua kalinya.

Rezim Syiah Suriah mampu merebut kembali beberapa situs yang hilang di pedesaan Hama selama pertempuran baru-baru ini, terutama kota-kota Khattab, Kawkab dan kota Souran.

Hadapi Arab, Iran Kirim Rudal Anti Tank dan Drone Kamikaze ke Milisi Houthi

YAMAN (Jurnalislam.com) – Sebuah laporan oleh Penelitian Persenjataan Konflik (the Conflict Armament Research-CAR) yang didanai Uni Eropa telah mendokumentasikan sebuah rute penyelundupan senjata dari Iran ke Tanduk Afrika dan Yaman yang digunakan untuk mengirim senjata ringan dan rudal anti-tank kepada pemberontak Syiah Houthi, Al Arabiya News Channel melaporkan, Rabu (5/4/2017).

Laporan baru-baru ini juga menemukan bahwa milisi Syiah Houthi menggunakan drone “kamikaze” dari Iran untuk menyerang sistem radar anti-rudal yang dioperasikan oleh koalisi Arab.

Menurut laporan itu, “Temuan ini memperkuat bukti yang dikumpulkan oleh CAR bahwa senjata yang disita dari Houthi dan pasukan [mantan Presiden] Saleh dikirim dari stok nasional Iran.”

CAR juga melaporkan bahwa drone diselundupkan tanpa kerucut hidung mereka atau tanpa mesin, menunjukkan bahwa komponen yang berbeda dikirim secara terpisah.

CAR mengatakan memiliki bukti yang menunjukkan bahwa Qasef-1 UAV drone dibuat di Iran.

Drone digunakan oleh pemberontak Houthi dan pasukan yang sejalan dengan mantan presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh, untuk menargetkan sistem pertahanan rudal koalisi Arab dalam serangan ‘kamikaze’, kata kelompok pemantau.

Serangan tersebut menunjukkan kemampuan Houthi dalam menggunakan teknologi untuk melawan aset militer koalisi Arab yang canggih.

Bukti jenis peralatan yang diduga digunakan oleh milisi Houthi muncul dalam serangan baru-baru ini.

Pada tanggal 30 Januari, sebuah kapal Saudi diserang di dekat pelabuhan Hudaydah yang dikuasai Syiah Houthi, dalam sebuah operasi yang menurut media resmi Saudi dilakukan oleh Houthi.

Angkatan Laut AS mengatakan sebuah perahu tanpa awak yang dikendalikan remote control sarat dengan bahan peledak menabrak kapal Saudi. Itu merupakan serangan terhadap perahu oleh serangan “drone” yang pertama dan milisi Houthi kemungkinan telah menggunakan teknologi yang disediakan Iran.

Rusia setelah Serangan Gas Klorin: Sikap Kami terhadap Assad Tidak Berubah

RUSIA (Jurnalislam.com) – Juru bicara Moskow, Dmitry Peskov, mengumumkan bahwa Rusia akan melanjutkan operasi militernya mendukung rezim Syiah Nushairiyah Assad setelah angkatan udara rezim melepaskan serangan kimia di Idlib, Al Arabiya News Channel melaporkan, Rabu (5/4/2017).

Peskov menambahkan bahwa ia terlibat dalam negosiasi. Rusia akan berdebat di sidang darurat Dewan Keamanan PBB yang digelar untuk menyampaika masalah bahwa serangan senjata kimia tersebut dilakukan oleh pasukan oposisi.

Rezim Syiah Assad Kembali Gunakan Gas Klorin di Ghouta Timur

Seorang juru bicara kementerian luar negeri Rusia di Moskow berdalih bahwa rancangan resolusi di PBB “tidak dapat diterima” dan “berdasarkan informasi yang salah,” menambahkan bahwa hal itu akan “menambah ketidakstabilan di wilayah tersebut.”

Peskov menekankan bahwa “sikap Rusia terhadap Assad tetap tidak berubah.”

Inilah Infografik 162 Serangan Senjata Kimia Rezim Assad di Suriah

Sebuah tuduhan dari Departemen Pertahanan Rusia sebelumnya mengatakan bahwa gas beracun yang menewaskan sedikitnya 72 orang, di antaranya 20 anak-anak, di North West Suriah bocor dari gudang senjata kimia oposisi setelah serangan udara Suriah di atasnya.

Kementerian luar negeri Turki di sisi lain menyatakan pada hari Rabu bahwa mereka menuntut tanggung jawab Rusia dan Iran dalam mencegah pelanggaran terhadap gencatan senjata di Suriah setelah serangan udara rezim Assad dengan senjata kimia di Idlib.

Seorang Muslim Tewas Dikeroyok Ratusan Warga Hindu saat Angkut Sapi

INDIA (Jurnalislam.com) – Seorang pria Muslim tewas setelah ia diserang oleh ratusan warga Hindu saat mengangkut sapi di India, kata polisi hari Rabu (54/2107), di tengah meningkatnya ketegangan atas pemotongan hewan yang dianggap suci tersebut.

Sapi dianggap suci bagi agama Hindu yang merupakan mayoritas di India, dan pemotongan sapi dianggap kejahatan di banyak negara bagian.

Di bagian utara dan barat India, sekelompok warga berkeliaran di jalan raya memeriksa truk ternak.

Kepala polisi Alwar Rahul Prakash mengatakan sedikitnya enam orang lainnya luka-luka dalam serangan itu, tapi kini telah keluar dari rumah sakit, lansir World Bulletin.

Polisi masih berusaha mengidentifikasi para penyerang dan telah mengajukan kasus pembunuhan, katanya, menambahkan bahwa laporan postmortem akan menentukan penyebab kematian Khan.

“Kami belum menerima laporan postmortem tapi terdapat beberapa patah tulang rusuk,” katanya.

Prakash mengatakan korban dan rekan-rekannya sedang kembali ke negara bagian Haryana, tempat tinggal mereka, ketika massa mencegat kendaraan mereka.

Sedikitnya 10 pria Muslim tewas dalam insiden serupa di seluruh negeri oleh massa Hindu karena dicurigai makan daging sapi atau memasok sapi dalam dua tahun terakhir.

Pada tahun 2015 seorang pria Muslim digantung oleh tetangganya setelah ada desas-desus bahwa ia telah menyembelih sapi. Polisi kemudian mengatakan bahwa itu adalah daging kambing.

Kritikus mengatakan warga menjadi berani oleh pemilu tahun 2014 yang dimenangkan Perdana Menteri Narendra Modi dari partai nasionalis Hindu, Bharatiya Janata Party.

Tahun lalu Modi mengkritik perlindungan sapi oleh warga dan mendesak tindakan keras terhadap kelompok yang menggunakan agama sebagai kedok untuk melakukan kejahatan.

Tapi bulan lalu, ia menunjuk seorang pemimpin sayap kanan Hindu untuk menjadi kepala negara bagian Uttar Pradesh yang paling padat penduduknya, yang juga menjadi rumah bagi banyak industri daging di India.

Tak lama setelah ia disumpah, polisi mulai menutup toko daging, menyebabkan banyak industri berhenti beroperasi.

Sekjen PBB: Assad, Rezim Kejahatan Perang yang Terus Berlanjut

JENEWA (Jurnalislam.com) – Sekjen PBB mengatakan pada hari Rabu (5/4/2017) bahwa serangan senjata kimia di Idlib, Suriah, yang menewaskan lebih dari 100 warga sipil menunjukkan bahwa kejahatan perang Assad di negara itu masih terus berlangsung.

“Peristiwa mengerikan kemarin sayangnya menunjukkan bahwa kejahatan perang masih terjadi di Suriah [dan bahwa] hukum humaniter internasional sering dilanggar,” kata Antonio Guterres kepada wartawan di Brussels menjelang konferensi tentang masa depan Suriah, lansir World Bulletin.

Sekjen PBB menambahkan bahwa ia yakin bahwa Dewan Keamanan akan mengerjakan tanggung jawabnya pada pertemuan darurat Rabu.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini juga menekankan perlunya tindakan bersama untuk menghentikan kejahatan Assad dan perang di Suriah.

“Ini adalah hari ketika pendekatan multilateral lebih dibutuhkan dari sebelumnya,” katanya kepada wartawan saat menyambut Guterres di markas Uni Eropa.

Perwakilan dari 70 negara dan beberapa organisasi internasional berkumpul di Brussels untuk membahas masa depan Suriah.

“Semua bukti yang telah saya lihat menunjukkan bahwa ini adalah perbuatan rezim Assad dengan kesadaran penuh bahwa mereka menggunakan senjata ilegal dalam serangan brutal terhadap rakyat mereka sendiri,” kata Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson.

Dia menambahkan rezim sadis Suriah tidak memiliki legitimasi untuk memerintah negara.

WHO: Inilah Serangan Senjata Kimia yang Paling Mengerikan

Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel meminta Rusia untuk mendukung kemungkinan resolusi baru Dewan Keamanan PBB terhadap rezim Suriah.

“Kami yakin bahwa Dewan Keamanan PBB harus sibuk dengan kasus gas beracun saat ini. Kami mengajukan banding ke Rusia guna mendukung resolusi Dewan Keamanan untuk menyelidiki insiden itu, dan untuk menuntut mereka yang bertanggung jawab,” katanya.

“Tentu saja, kita harus melakukan segala sesuatu untuk membawa mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan internasional karena merupakan salah satu kejahatan perang paling jahat yang dapat Anda bayangkan,” tambahnya.

WHO: Inilah Serangan Senjata Kimia yang Paling Mengerikan

JENEWA (Jurnalislam.com) – Para korban serangan kimia pada hari Selasa (4/4/2017) di provinsi Idlib, Suriah, menunjukkan gejala kerusakan akibat gas saraf, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (the World Health Organization-WHO).

“Kemungkinan paparan serangan kimia diperkuat oleh luka eksternal yang tidak tampak namun menunjukkan gejala sama yang muncul dengan cepat dilaporkan terjadi dalam kasus, termasuk gangguan pernapasan akut sebagai penyebab utama kematian. Beberapa kasus yang muncul menunjukkan tanda-tanda tambahan yang konsisten dengan paparan bahan kimia organofosfat, kategori bahan kimia yang mencakup gas saraf,” kata WHO dalam sebuah pernyataan Rabu (5/4/2017), lansir Anadolu Agency.

WHO mengatakan bahwa mereka “khawatir dengan laporan serius penggunaan bahan kimia yang sangat beracun dalam serangan di Khan Shaykhun, selatan pedesaan Idlib, Suriah.”

Menteri kesehatan oposisi Suriah pada hari Selasa, Firas Jundi, mengatakan lebih dari 100 warga sipil telah tewas dan 500 orang lain, kebanyakan anak-anak, terluka dalam serangan gas klorin yang dilakukan oleh pesawat-pesawat tempur rezim di kota Khan Shaykun, provinsi Idlib.

Klorin adalah gas saraf.

WHO mengatakan bahwa menurut mitra Health Cluster lokal di darat yang mengobati pasien, sedikitnya 70 orang tewas dalam serangan itu dan ratusan lainnya terluka.

“Para dokter di Idlib melaporkan bahwa puluhan pasien yang menderita kesulitan bernapas dan sesak napas telah dibawa ke rumah sakit di provinsi untuk mendapat penanganan medis yang mendesak, banyak dari mereka wanita dan anak-anak,” kata WHO.

Laporan pertama penggunaan senjata kimia muncul di Suriah pada tahun 2012 dan sejak itu terjadi dengan frekuensi yang mengganggu, termasuk laporan penggunaan klorin berulang di dalam dan di sekitar Aleppo tahun lalu, terutama pada bulan September-Desember 2016. Insiden terbaru yang dilaporkan ini adalah yang paling mengerikan sejak serangan Ghouta pada bulan Agustus 2013, kata WHO.

Terbatasnya kapasitas rumah sakit setempat dan setelah serangan awal, Rumah Sakit Rahma Al yang masih menerima pasien dan sementara tidak bisa berfungsi karena rusak, WHO mengatakan, “kamar darurat dan unit perawatan intensif di Idlib kewalahan dan dilaporkan kekurangan obat-obatan yang. Banyak pasien dirujuk ke rumah sakit di selatan Turki.”

“WHO mengirim obat-obatan tambahan dari Turki dan siap memberikan persediaan obat dan alat kesehatan serta ambulans yang diperlukan. Ahli WHO di Turki berkomunikasi dengan tenaga kesehatan di Idlib untuk memberikan bimbingan di mengenai diagnosis dan pengobatan yang tepat terhadap pasien,” WHO bilang.

Serangan hari Selasa terjadi sehari setelah pesawat rezim dilaporkan melakukan serangan gas klorin yang sama di kota Al-Habit di Idlib, melukai dan menyakiti ratusan.

Tahun lalu, sebuah panel investigasi yang ditunjuk PBB menemukan bahwa senjata kimia digunakan oleh pasukan rezim pada 2014 dan 2015. Namun, tidak ada langkah-langkah tindak lanjut yang diambil.