Kemenag Jateng Berkilah Tak Bisa Keluarkan Rekomendasi Pelarangan Asyuro Syiah

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Kementerian Agama Jawa Tengah dinilai terkesan lepas tangan soal akan diselenggaranya perayaan Syiah di kota Semarang.

“Saya melihat dari kemenag ada semacam lepas tangan dengan merasa cukup tidak berkompeten memberikan izin,” kata perwakilan Jamaah Ansharusy Syariah (JAS) Jateng ustaz Fuad Alhazimi, saat melakukan audiensi bersama ormas Islam se-Jateng di Kantor Kemenag Jateng, Kamis (28/9/107)

Ia mengaskan bahwa perwakilan ormas-ormas yang hadir hanya meminta Kemenag mengeluarkan rekomendasi penolakan acara syiah, berdasarkan keputusan MUI dan buku MUI yang telah beredar dan menyatakan bahwa syiah menyimpang dan membahayakan NKRI.

Baca : Sempat Tidak Diizinkan, Kemenag Jateng Malah Rekomendasikan Perayaan Asyuro Syiah

“Yang kami butuhkan yaitu rekomendasi dari Kemenag untuk disampaikan kepada polisi agar polisi melarang tidak memberika izin,” jelasnya

Menurutnya ini sudah tahun keempat ormas Islam merasa dipermainkan oleh pihak atau lembaga-lembaga yang seharusnya berkompeten bisa menekan syiah.

“Karena ini tahun ke empat kami di lempar, dipingpong (permainkan) seperti ini. Sebelumnya dikatakan Kesbangpolimas , Polres, MUI, kalo ada kegentingan (suasana mencekam) baru melawan, itu sudah tiga tahun yang lalu disampaikan,” cetusnya.

Seperti diketahui, Kemenag memberikan rekomendasi perayaan Asyuro Syiah dan berkilah tidak bisa melarangnya karena bukan domain kemenag. Padahal, MUI sendiri sudah menyatakan syiah ajaran menyimpang melalui sikap MUI dan buku MUI yang sudah beredar di masyarakat.

Asyuro Syiah Tetap Digelar, Ormas Islam se-Jateng Sepakat Gelar Aksi Langsung di Lokasi

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Elemen ormas Islam menegaskan apabila rekomendasi tidak dikeluarkan oleh Kemenag, perwakilan ormas Islam yang hadir sepakat akan mengerahkan laskar untuk melakukan aksi damai penolakan syiah dilokasi acara syiah dilaksanakan, dan itu akan berlanjut terus menerus setiap tahunnya jika rekomendasi penolakan syiah tidak dikeluarkan.

“Jika tidak ada rekomendasi itu kami besok hari ahad akan mengerahkan laskar sebagaimana tahun-tahun sebelumnya dan tiap tahun kami akan seperti ini dan Allah menjadi saksi bahwa kami sudah sampaikan dan bapak juga paham bahwa inilah Ahlussunah,” kata perwakilan ormas Islam ustaz Fuad Al Hazimi dalam audiensi ormas Islam se-Jateng dengan Kemenag di kantor Kemenag Jateng, Kamis (28/9/2017).

Kepala bidang Penerangan Agama Islam ( Kabid Penais ) Saidun mengatakan pihaknya tidak punya wewenang dalam mengijinkan maupun melarang perayaan syiah.

“Kami tidak pada kapasitas untuk melarang komunitas bagian dari bangsa indonesia dalam mengadakan perayaan agama sepanjang diselenggarakan tidak menggangu ketertiban dan keamanan,” ucapnya kepada para perwakilan ormas yang hadir.

Ormas Islam mengaku kecewa atas sikap Kemenag karena bertentangan dengan sikap MUI dan juga para ulama terkait syiah. Karenanya, ormas Islam akan tetap menggelar aksi damai menolak perayaan asyuro syiah.

Seperti diketahui, Syiah merupakan ajarang menyimpang yang sudah ditetapkan oleh MUI. Syiah juga dinilai MUI patut diwaspadai karena membahayakan negara.

Ormas Islam se-Jateng Desak Kemenag Tak Izinkan Perayaan Asyuro Syiah

SEMARANG (Jurnalislam.com)—Kemenag Jawa Tengah mengkalim telah memberikan rekomendasi perayaan asyuro syiah di Semarang, walau Hotel UTC telah mencabutnya.

Baca : Kemenag Berikan Rekomendasi Perayaan Asyuro Syiah di Semarang

Mengetahui hal tersebut, elemen ormas Islam se-Jawa Tengah mendatangi kantor Kemenag Jateng mendesak Kemenag mencabut rekomendasi tersebut. Panglima Laskar FPI Jateng KH Ahmad Rofii memegang teguh rekomendasi para ulama agar jangan sampai acara syiah terjadi.

“Kami memohon jangan sampai itu terjadi atau pindah tempat dimanapun karena Syiah itu bukan bagian dari islam, namun mengatasnamakan Islam untuk memperpecah belah umat Islam,” katanya saat melakukan audiensi bersama gabungan ormas se- Jawa Tengah dengan kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah di gedung Kemenag Jateng Jl. Sisimangaraja no 5 Semarang, Kamis (28/9/2017)

Menurutnya perkembangan syiah di Jawatengah sama besarnya dengan perkembangan PKI, sehingga perkembangan tersebut harus diwaspadai. Apalagi di Jatim syiah terbukti memberontak dan difatwa sesat oleh MUI Jatim dan juga pelakunya divonis bersalah oleh pengadilan.

“Di jateng ini besarnya Syiah sama dengan besarnya PKI, besarnya PKI sama dengan besarnya Syiah, keduanya harus diwaspadai dan dicegah,”tutur sosok yang biasa dipanggil Kyai Rofi’i tersebut

Walaupun demikian sebagai perwakilan ormas Islam beliau berharap agar Kemenag mengeluarkan rekomendasi penolakan Syiah dan PKI untuk disampaiakan ke umat

“Harapan kami membawa oleh-oleh yang bisa kami syiarkan kepada Nahdliyin dan Muhammadiyah bahwa kKmenag sudah menolak syiah dan pki di Jateng,” pungkasnya.

Sempat Tak Diizinkan, Kemenag Jateng Malah Berikan Rekomendasi Perayaan Asyuro Syiah

SEMARANG (Jurnalislam.com)—Ormas Islam Jawa Tengah menyayangkan keputusan Kemenag yang mengizinkan acara Asyuro Syiah tanpa melibatkan elemen-elemen umat Islam. Kemenag sendiri mengklaim bahwa acara syiah dapat berlanjut walau pihak hotel sudah membatalkannya.

baca juga : Hotel UTC Cabut Izin Penyelenggaraan Asyuro Syiah di Semarang

“Kami Polrestabes semarang, MUI Jateng, Kesbangpolimas Jateng, Kemenag Jateng, PWNU Jateng, PW Mohammadiyah Jateng menyatakan tidak mempermasalahkan kegiatan tersebut,” kata kabag tata usaha Kemenag Jateng Suhersi mengklaim, saat audiensi bersama ormas Islam di Kantor Kemenag Jateng Kamis (28/9/2017)

Kesepakan tersebut, klaim Suhersi adalah hasil pertemuan di Polrestabes pada hari Rabu kemarin (27/9) bersama pihak Yayasan Syiah Nuruts Tsaqolain

Kesepakatan tersebut menurutnya sah-sah saja memberikan rekomendasi perayaan syiah selama dalam mengadakan acara tidak bertentangan dengan aturan’aturan yang berlaku

“Tidak bertentangan dengan pancasila, UUD 1945, NKRI , Menyanyikan lagu Indonesia raya, mengibarkan bendera merah putih, tidak bertentangan dengan UU yang berlaku, tidak menyakiti diri, tidak mencacimaki istri Rasulullah,”klaim Suhersi

Mendengar pemaparan yang disampaikan pihak kemenag tersebut, perwakilan ormas Islam sangat kecewa atas dikeluarkan rekomendasi tersebut dan sangat menyayangkan kenapa pihak ormas islam yang kontra tidak ada yang diundang

“Kenapa kami tidak dihadirkan dalam pertemuan itu,”ucap salah satu perwakilan ormas tersebut mempertanyakan.

Bahkan kata Ustaz Mas’ud , perwakilan Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) menimpali jika syarat mengadakan perayaan syiah adalah tidak bertentangan dengan Pancasila,UUD 1945, mengibarkan bendera merah putih, maka PKI pun bisa melakukan hal itu

“Jika syaratnya cuman seperti itu ya PKI pun bisa,”cetusnya. Seperti diketahui, aliran Syiah dinyatakan menyimpang oleh Majelis Agama Indonesia (MUI) dan perlu diwaspadai. MUI sendiri telah mengeluarkan pernyataan sikap dan buku mewaspadai ajaran Syiah.

Turki dan Rusia Sepakati Integritas Teritorial Irak dan Suriah

ANKARA (Jurnalislam.com) – Ankara dan Moskow menyetujui integritas teritorial Irak dan Rusia, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Kamis (28/9/2017), lansir Anadolu Agency.

Ucapan Erdogan muncul setelah bertemu dengan rekannya dari Rusia Vladimir Putin di ibukota Ankara.

“Kami telah membahas masalah regional termasuk Irak dan Suriah. Kami sepakat mengenai integritas teritorial Irak dan Suriah,” kata Erdogan dalam sebuah konferensi pers dengan Putin.

“Seperti Turki dan Rusia, kami telah menegaskan kembali tekad kami untuk mempertahankan kemauan bersama dan kerjasama yang erat untuk menemukan solusi politik bagi konflik Suriah,” katanya.

Syeikh Ayman: Satu Ummah, Satu Perang di Beberapa Front

Presiden juga mengomentari referendum kemerdekaan Kurdi yang tidak sah di Irak utara, dan mengulangi bahwa pihaknya “tidak memiliki legitimasi” dalam hal konstitusi Irak dan hukum internasional.

Referendum tersebut melihat orang-orang Irak di daerah yang dikuasai Pemerintah Kurdi – dan di beberapa wilayah yang diperselisihkan antara Erbil dan Baghdad, termasuk suara Kirkuk dan Mosul yang bercampur secara etnis, apakah harus menyatakan kemerdekaan atau tidak.

Hasil awal resmi mengungkapkan bahwa 93 persen pemilih mendukung kemerdekaan Kurdi, meskipun suara tersebut secara luas dikritik oleh masyarakat internasional.

Dr Ayman al Zawahiri Peringatkan Adanya Agenda ‘Nasionalis’ di Suriah

Seiring dengan pemerintah pusat Irak, Turki, AS, Iran, dan PBB telah berbicara menentang jajak pendapat tersebut, memperingatkan bahwa hal itu akan mengalihkan perhatian dari perang yang sedang berlangsung melawan Daesh dan selanjutnya membuat kawasan menjadi tidak stabil.

Putin mengatakan bahwa pembentukan zona de-eskalasi di Suriah telah memberi “momentum signifikan” untuk proses Jenewa, mengacu pada perundingan damai antara rezim Suriah dan utusan oposisi.

“Sangat sulit untuk melakukan pekerjaan di zona de-eskalasi ini,” kata Putin, namun menambahkan sebuah pencapaian penting telah diraih berkat upaya dan kehendak Erdogan dalam hal ini.

Dalam sebuah pertemuan di ibukota Kazakhstan Astana pada tanggal 4 Mei, negara penjamin – Rusia, Turki, dan Iran – menandatangani kesepakatan untuk menetapkan zona de-eskalasi di Suriah.

Gencatan senjata Desember di Suriah yang ditengahi oleh tiga negara menyebabkan perundingan Astana, yang diadakan bersamaan dengan diskusi yang didukung PBB di Jenewa, untuk menemukan solusi politik bagi konflik enam tahun tersebut.

Suriah telah dikurung dalam perang sipil yang kejam sejak tahun 2011, ketika rezim Assad menindak demonstrasi pro-demokrasi dengan keganasan yang tak terduga. Sejak saat itu, ratusan ribu orang terbunuh dalam konflik tersebut, menurut PBB.

Suara Pemimpin Islamic State Muncul dalam Sebuah Rekaman, Begini Pesannya

IRAK (Jurnalislam.com) – Kelompok Islamic State (IS) merilis sebuah rekaman audio pada hari Kamis (28/9/2017) yang mereka katakan suara pemimpinnya, Abu Bakr al-Baghdadi, yang meminta para anggota yang mendapat tekanan di Suriah dan Irak untuk “melawan” musuh mereka.

“Para pemimpin negara Islam dan tentaranya telah menyadari bahwa jalan menuju … kemenangan adalah untuk bersabar dan melawan orang-orang kafir apapun persekutuan mereka,” kata orang yang terdengar suaranya dalam rekaman tersebut, lansir Middle East Eye.

Tidak jelas kapan pesan tersebut direkam, rekeman tersebut dikeluarkan oleh kelompok media al-Furqan yang berafiliasi dengan IS.

Di dalamnya, pemimpin IS tersebut jelas mengecam “negara-negara kafir yang dipimpin oleh Amerika, Rusia dan Iran” yang, bersama sekutu mereka, telah menimbulkan kerugian pada para jihadis dalam serangan anti-IS yang terpisah terhadap IS di Suriah dan Irak.

Ini Info Terakhir Abu Bakar al Bagdadi dari Observatorium Suriah

Pesan di hari Kamis tersebut adalah pesan audio pertama yang dikatakan berasal dari Baghdadi sejak November 2016, saat dia berbicara dengan nada menantang dalam mendesak para pendukungnya untuk membela kota Mosul melawan operasi besar-besaran oleh pasukan Irak.

Jatuhnya Mosul pada bulan Juli secara efektif menandai berakhirnya separuh “kekhalifahan” Baghdadi meskipun IS terus bertempur di beberapa wilayah di luar Mosul, kota terbesar yang mereka kendalikan di Irak dan Suriah.

Cabang IS di Libya juga dikalahkan tahun lalu di kota Sirte, di mana mereka telah mendirikan sebuah markas di pantai utara Afrika pada tahun 2014. Di Sinai utara Mesir, sebuah kelompok militan terafiliasi IS lainnya masih memerangi pasukan militer Mesir.

Keberadaan Baghdadi tidak diketahui dan dia dianggap bersembunyi menyusul jatuhnya Mosul dan hampir dikuasainya Raqqa, kota utama IS di Suriah, oleh pasukan Arab dan Kurdi yang didukung oleh Pasukan Demokratik Suriah.

Pasukan Demokrat Suriah mengatakan kepada Middle East Eye bahwa banyak pasukan IS telah melarikan diri ke kota Mayadin, Suriah, yang diduga merupakan ibukota baru IS.

“Tempat besar untuk IS sekarang adalah kota Mayadin,” kata seorang pejuang SDF.

“Ini adalah ibukota baru kekhalifahan, dan saya pikir itu akan menjadi bagian tersulit dan pertahanan terakhir. Saya tidak tahu apakah kita akan pergi berperang, atau pemerintah Suriah akan melakukannya, tapi saya harap kita akan pergi dan menghabisi Daesh 100 persen.”

Amerika Serikat telah menawarkan hadiah $ 25 juta untuk informasi yang akan menemukan Baghdadi.

Kementerian pertahanan Rusia mengatakan awal tahun ini bahwa mereka mungkin telah membunuh Baghdadi dalam serangan udara terhadap sebuah pertemuan para komandan IS di pinggiran Raqqa.

Tanggapi Referendum Kurdi di Irak, Turki Hentikan Latih Pasukan Peshmerga

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki mengatakan pada hari Kamis (28/9/2017) bahwa pihaknya telah menghentikan pelatihan pasukan peshmerga di Irak utara untuk menanggapi pemilihan suara kemerdekaan Kurdi di sana, dan presiden Turki mengatakan pendukungnya telah melemparkan diri mereka “ke dalam api”, Middle East Eye melaporkan.

Peshmerga Kurdi telah berada di garis depan operasi melawan kelompok Islamic State (IS) dan telah dilatih oleh militer Turki sebagai anggota NATO sejak akhir 2014.

Sebagai pijakan utama Irak Utara ke dunia luar, Turki melihat pemungutan suara Senin – yang hasil akhirnya pada hari Rabu menunjukkan dukungan luar biasa untuk memerdekakan diri dari Baghdad – sebagai ancaman keamanan yang jelas.

Karena khawatir pemungutan suara itu akan mengobarkan separatisme di antara Kurdi sendiri, Ankara telah mengancam tindakan militer dan ekonomi sebagai pembalasan.

Juru bicara pemerintah Bekir Bozdag mengulangi pada hari Kamis bahwa tindakan semacam itu akan dikoordinasikan dengan pemerintah pusat Irak.

Bozdag, yang juga seorang wakil perdana menteri, mengatakan kepada penyiar TGRT dalam sebuah wawancara bahwa akan ada lebih banyak langkah mengikuti keputusan Peshmerga dan bahwa perdana menteri Turki dan Irak akan segera bertemu.

Turki, yang merupakan rumah bagi penduduk Kurdi terbesar di kawasan ini, sedang memerangi pemberontakan Kurdi di tenggara yang berbatasan dengan Irak utara selama tiga dekade.

Presiden Tayyip Erdogan mengatakan bahwa tidak dapat dipungkiri bahwa “petualangan” referendum di Irak utara, yang tetap dilakukan meskipun mendapat peringatan dari Turki, akan berakhir dengan kekecewaan.

“Dengan inisiatif kemerdekaannya, pemerintah daerah Irak utara telah melemparkan dirinya ke dalam api,” katanya dalam sebuah pidato di depan petugas polisi di istananya di Ankara.

Erdogan Peringatkan Jatuhkan Sanksi pada Rencana Referendum Kurdi Irak

Awal pekan ini, Erdogan mengatakan bahwa warga Kurdi Irak akan kelaparan jika negaranya menghentikan arus truk dan minyaknya melintasi perbatasan, di dekat tempat tentara Turki dan Irak melakukan latihan militer pekan ini.

Ratusan ribu barel minyak per hari mengalir dari Irak utara melalui pipa di Turki, menghubungkan kawasan tersebut ke pasar minyak global.

Erdogan telah berulang kali mengancam sanksi ekonomi, namun tidak memberikan rincian.

Perdana Menteri Binali Yildirim mengatakan Turki tidak akan menghindar dari memberikan tanggapan terberat terhadap ancaman keamanan nasional di perbatasannya, namun ini bukan pilihan pertama.

Berbicara di provinsi Turki tengah Corum, Yildirim mengatakan Turki, Iran dan Irak melakukan yang terbaik dengan kerusakan minimum untuk mengatasi krisis yang disebabkan oleh referendum.

Irak, termasuk wilayah Kurdi, merupakan pasar ekspor terbesar ketiga Turki pada tahun 2016, menurut data IMF. Ekspor Turki ke negara itu mencapai $ 8,6 miliar, di belakang Jerman dan Inggris.

Kapal Sarat Muatan Berjumlah 100 Orang Rohingya Terbalik di Distirk Bazar Cox

BANGLADESH (Jurnalislam.com) – Sejumlah orang, termasuk banyak wanita dan anak-anak, dikhawatirkan tenggelam saat sebuah kapal yang membawa warga Rohingya yang melarikan diri dari kerusuhan di Myanmar tenggelam di lepas pantai Bangladesh, polisi dan saksi mata mengatakan kepada Al Jazeera.

Lebih dari 100 warga Rohingya berada di atas kapal saat kapal tersebut terbalik kira-kira pukul 5.30 malam (11:30 GMT) pada hari Kamis (28/9/2017) di laut dekat dengan Patuwartek, sekitar 8 km dari Pantai Inani di Distrik Bazar Cox

Tujuh belas korban selamat ditemukan, bersama 15 mayat wanita dan anak-anak, kata polisi

“Warga Rohingya [yang selamat] mengatakan ada lebih dari 100 orang di atas kapal,” kata Inspektur Mohamed Kai Kislu kepada Al Jazeera.

“Kami khawatir kita akan menemukan lebih banyak mayat,” tambahnya.

Nurul Islam, korban selamat berusia 22 tahun dari Rathetaung, mengatakan bahwa dia menaiki kapal dari Go Zon Dia, sebuah desa Rohingya di sepanjang sungai Naf, pada pukul 10 malam pada hari Rabu (04:00 GMT pada hari Kamis).

India Hadang Pengungsi Muslim Myanmar dengan Kekuatan Militer

Dia membenarkan bahwa lebih dari 100 orang, kebanyakan wanita dan anak-anak, berada di atas kapal. Di antara mereka adalah ibu, istri dan anak laki-lakinya yang masih bayi, serta saudara perempuan Islam beserta tiga anaknya – semuanya ditakutkan telah tewas.

“Saya mencoba memegang anak saya, tapi saya tidak bisa,” katanya kepada Al Jazeera, masih merasa terkejut dan kelelahan.

Ambulans, polisi dan petugas pemadam kebakaran bergegas ke tempat kejadian, begitu pula penduduk setempat membawa obor untuk membantu operasi penyelamatan.

“Ada begitu banyak anak-anak, saya melihat enam mayat,” saksi Kullia Mia mengatakan kepada Al Jazeera. Dia termasuk di antara mereka yang melompat ke air untuk mencoba dan membantu menyelamatkan pengungsi lainnya.

Seorang saksi lainnya, Bilaluddin, mengatakan bahwa laut “cukup bergolak” saat kapal tersebut terbalik.

“Kami melihat begitu banyak orang tenggelam,” kata pria berusia 27 tahun itu kepada Al Jazeera.

“Saya menemukan bayi berusia dua bulan, saya tidak bisa menyelamatkan siapapun, saya menemukan tiga mayat,” kata Bilaluddin.

“Saya kira kita tidak akan menemukan korban selamat, melainkan hanya mayat.”

Insiden tersebut terjadi saat Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan bahwa jumlah penduduk Rohingya yang telah melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh sejak kekerasan meletus di negara bagian Rakhine di Myanmar pada 25 Agustus telah melampaui setengah juta orang.

“Kami berurusan dengan arus manusia yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam hal jumlah,” kata Peppi Siddiq, manajer proyek di International Organization for Migration (IOM).

Sudah Setengah Juta Lebih Muslim Rohingya Menyebrang ke Bangladesh

JENEWA (Jurnalislam.com) – Lebih dari setengah juta Muslim Rohingya telah menyeberang ke Bangladesh dari Myanmar sejak 25 Agustus, PBB mengatakan pada hari Kamis (28/9/2017).

Duniya Aslam Khan, petugas komunikasi untuk badan pengungsi UNHCR, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa 501.000 pengungsi Rohingya berada di kamp dan tempat tinggal sementara di sekitar kota Cox’s Bazaar, Bangladesh.

Joel Millman, juru bicara Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Selasa bahwa Rohingya yang menyeberang ke Bangladesh telah mencapai 480.000.

PBB: Bangladesh Butuh Bantuan Cepat untuk Atasi Gelombang Pengungsi Rohingya

Para pengungsi tersebut melarikan diri dari sebuah operasi militer di mana militer dan gerilyawan Buddha Myanmar membunuh para pria, wanita dan anak-anak, serta menjarah rumah dan membakar desa Rohingya.

Menurut Menteri Luar Negeri Bangladesh Abul Hasan Mahmood Ali, sekitar 3.000 orang Rohingya tewas dalam tindakan keras tersebut.

Muslim Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai kelompok etnis yang paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat atas serangan kekejaman Militer Budha Myanmar sejak ribuan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada tahun 2012.

Hotel UTC Semarang Batalkan Izin Acara Asyuro Syiah

SEMARANG (Jurnalislam.com)— Hotel UTC Semarang akhirnya membatalkan perayaan Syiah Asyuro yang akan dihelat Ahad (1/10) nanti oleh Yayasan Nuruts Tsaqolain. Hal tersebut dilakukan setelah pihak hotel berkoordnasi dengan Polrestabes, elemen ormas Islam dan para ulama.

General Manager (GM) Hotel UTC, Ade mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan kasat intel dan para habib yang akhirnya mereka juga setuju agar acara di hotel untuk dicabut

“Kami sudah koordinasi dengan Pak Fenti (Kasatintelkam polrestabes Semarang), Habib Sholeh, Habib Hasan Toha Putra dan pak direktur juga sudah memutus untuk tadi tidak (tidak memeri ijin),” kata Ade saat memberi pernyataan di ruang lobby Hotel UTC, Rabu (27/9/2017).

Walaupun sudah mendapat surat pembatalan, menurut Ade, pihak syiah tetap bersikukuh dan menuntut agar pihak hotel tetap memberi ijin dengan alasan sudah menerima pembayaran uang muka

“Ini hanya masalah penyelesaian tuntutan, karena mereka menuntut, sudah mau terima uang tapi dibatalin,” kata ade

Seperti diketahui, pihak hotel akhirnya menjacabut surat ijin penggunaan tempat setelah pengelola hotel disambagi oleh Forum Umat Islam Semarang (FUIS), dengan menyampaikan data-data berkenaan acara syiah tersebut

Saat dihubungi Jurnalislam.com Humas FUIS Danang Setyadi membenarkan bahwa pihak hotel sudah mencabut ijin penggunaaan tempat yang rencananya akan digunakan perayaan syiah

“Iya benar, kami sudah mendapat copy surat pembatalan dari pihak hotel rabu siang,” ucap Danang. Syiah sendiri sudah dinyatakan menyimpang dalam buku resmi MUI dan patut diwaspadai karena mengancam keutuhan NKRI.