Ahad, 18 Syawal 1447 / 05 April 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Ada Ormas Tolak Tabligh Akbar di Garut, Umat Islam Diminta Tak Terprovokasi

08 Nov 2017 14:36:59
Ada Ormas Tolak Tabligh Akbar di Garut, Umat Islam Diminta Tak Terprovokasi

SOLO (Jurnalislam.com)- Ketua DPD Gerakan Bela Negara (GBN) Soloraya, Ustaz Tengku Adzar menghimbau kepada umat Islam di Indonesia, untuk tidak ikut terprovokasi atas tindakan sekelompok ormas, yang menolak kedatangan Ustaz Bachtiar Nasir dan KH. Sabri Lubis yang sedianya hadir dalam Tabligh Akbar di Alun-Alun Garut, pada Sabtu, (11/11/2017) nanti.

“Kepada umat Islam untuk menahan diri, supaya tidak terjadi yang tidak diinginkan, apalagi yang terbaru sudah mendapat kabar, ormas Islam di Garut dan seluruh elemen umat Islam siap untuk bertempur, dan saya khawatir kalau ini terjadi maka akan ada pertumpahan darah, akan menjatuhkan nama baik umat Islam di Indonesia,” katanya di Penumping, Laweyan, Solo, Selasa (7/11/2017).

Ustaz Tengku Adzar juga mendesak pemerintah untuk dapat menindak dengan tegas terhadap upaya-upaya yang bisa memecah belah NKRI tersebut. Menurutnya, jika alasan ormas itu mengatakan UBN anti Pancasila, maka, kata dia, dirinya pun juga punya hak untuk menuduh pihak lain bahwa mereka juga anti Pancasila.

“Lha, ini yang seharusnya pemerintah tegas dengan kelompok yang seperti ini, sampai pada pembubaran. Pemerintah harus tegas, jangan sampai hanya karena ngomong anti Pancasila kemudian membubarkan dengan tidak benar,” pungkasnya.

 

Kategori : Nasional

Tags : bachtiar nasir gbn nu ormas Islam penolakan tengku azhar UBN

Hamas: Deklarasi Balfour Jembatan Kolonial Isreal ke Palestina

08 Nov 2017 09:46:12
Hamas: Deklarasi Balfour Jembatan Kolonial Isreal ke Palestina

ANKARA (Jurnalislam.com) – Deklarasi Balfour adalah “jembatan kolonial” yang membuka jalan bagi penderitaan bagi orang-orang Arab dan Muslim di Palestina, menurut juru bicara Hamas pada hari Selasa (7/11/2017).

Sami Abo Zuhri membuat sambutan dalam sebuah seminar yang diselenggarakan oleh Asosiasi Kesadaran Yerusalem (Al-Quds) di ibukota Ankara untuk menandai seratus tahun deklarasi 1917.

“Pernyataan tersebut dibuat atas perintah sebuah keputusan Eropa yang bertujuan untuk membangun jembatan penjajah di wilayah Arab dengan menanam entitas Zionis di sana,” kata Abu Zuhri.

Dia merujuk pada peran Kekaisaran Ottoman dalam meruntuhkan upaya Zionis untuk mendirikan sebuah negara Yahudi di Palestina.

“Semua tawaran Yahudi untuk mendirikan sebuah negara di Palestina pada waktu itu benar-benar ditentang oleh Kekaisaran Ottoman, berkat Sultan Abdulhamid II,” katanya, menambahkan, “Itulah mengapa kita [Palestina] terus memuji peran Sultan sampai hari ini.”

100 Tahun Penjajahan Israel di Palestina: Inggris Harus Minta Maaf atas Deklarasi Balfour 1917

Mengenai klaim Israel bahwa mereka membeli – bukan menjajah – sebagian besar wilayah Palestina sebelum tahun 1948, Abu Zuhri berkata: “Inggris-lah yang dengan kuat merebut wilayah-wilayah dari orang-orang Palestina dan menyerahkan wilayah tersebut kepada orang-orang Yahudi yang berbasis di Palestina.”

Tentang usaha rekonsiliasi baru-baru ini di antara kelompok-kelompok politik Palestina, Abu Zuhri menegaskan bahwa mengakhiri perpecahan internal merupakan pilihan yang dibuat Hamas.

“Hamas serius melakukan semua kesepakatan Kairo,” katanya.

Tentang syarat Israel bahwa pihaknya akan menolak pembicaraan dengan pemerintah Palestina yang mencakup Hamas, dia mengatakan: “Hamas tidak pernah dan tidak akan mengakui apa itu Israel.

“Hamas, juga, tidak akan pernah melepaskan senjatanya dalam kondisi apapun.

“Kami tahu situasinya sulit dan mengecewakan tapi kami percaya pada Allah dan Islam.”

Tanggapi Ancaman AS dan Israel, Hamas: Kami Tidak akan Tinggalkan Perlawanan Bersenjata

Pada bulan Oktober, Hamas dan Fatah – dua faksi politik utama Palestina – menandatangani sebuah kesepakatan rekonsiliasi penting di Kairo untuk mengakhiri 10 tahun perpecahan yang pahit.

Jika bertahan, kesepakatan tersebut akan memungkinkan pemerintah Palestina pimpinan Fatah di Ramallah untuk mengambil tanggung jawab politik dan administratif atas Jalur Gaza, yang sejak 2007 telah dijalankan oleh Hamas.

Kategori : Internasional

Tags : hamas palestina yerusalem

IS Serang Stasiun TV di Kabul

08 Nov 2017 08:53:33
IS Serang Stasiun TV di Kabul

KABUL (Jurnalislam.com) – Sekelompok orang bersenjata menyerbu sebuah stasiun televisi di Kabul pada hari Selasa (7/11/2017) saat banyak staf masih berada di gedung tersebut, seorang karyawan mengatakan kepada AFP, menggambarkan bahwa serangan tersebut masih berlangsung.

“Saya melihat tiga penyerang di kamera keamanan memasuki gedung stasiun TV, mereka pertama kali menembak penjaga dan kemudian memasuki gedung, mereka mulai melemparkan granat dan melepaskan tembakan,” kata reporter Shamshad TV Faisal Zaland, yang lolos melalui pintu belakang.

Zaland mengatakan kepada AFP bahwa pasukan keamanan berada di wilayah kompleks Shamshad di ibukota Afghanistan “mencoba untuk menjatuhkan para penyerang”.

“Banyak rekan saya yang masih berada di dalam gedung,” tambahnya.

Juru bicara Imarah Islam Afghanistan (Taliban) Zabiullah Mujahid membantah Taliban terlibat dalam serangan tersebut pada sebuah postingan Twitter.

Amir Taliban Pakistan Bantah Berita atas Laporan Kematiannya

Selang beberapa waktu setelah pernyataan Jubir Taliban, kelompok Islamic State (IS) mengatakan bahwa pihaknya melakukan serangan terhadap sebuah stasiun televisi di Kabul yang menewaskan sedikitnya satu orang, Aljazeera.

Serangan ini dilihat sebagai serangan terhadap kebebasan media di Afghanistan, yang menghadapi peningkatan dengan kehadiran IS.

Kementerian dalam negeri mengatakan kepada AFP bahwa pihaknya sedang menyelidiki insiden tersebut namun tidak memiliki rincian lebih lanjut.

Kabul telah diguncang oleh serangkaian serangan mematikan dalam beberapa pekan terakhir saat mujahidin Taliban mengintensifkan serangan ke instalasi militer dan IS meningkatkan serangan terhadap kuil Syiah.

Sepekan di Afghanistan: Taliban Bunuh 35 Polisi dan 55 Tentara Boneka, IS Bunuh 70 Warga Sipil Syiah

Peta Taliban di Afghanistan
Peta Kendali Taliban di Afghanistan

Kategori : Internasional

Tags : Imarah Islam Afghanistan IS taliban

Ulama Muslim di Dunia Serukan Kebangkitan Islam

08 Nov 2017 08:30:25
Ulama Muslim di Dunia Serukan Kebangkitan Islam

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Ulama Muslim dari seluruh dunia bertemu hari Senin di Istanbul mengatakan untuk berjuang – bersatu memperkuat kaum Muslimin, World Buletin melaporkan Selasa (6/11/2017).

“Islam telah menyebar dari Jazirah Arab ke China, dari Samarkand ke semenanjung India, Asia dan Eropa. Pada saat itu, Umayyah dan Muslim menjadi penguasa dunia dalam waktu yang sangat singkat. Kemudian kita harus mengembalikan umat ini kembali kepada Hari-hari itu. Ini adalah janji kami kepada umat,” kata ketua International Union of Muslim Scholars (IUMS) Yusuf al-Qaradawi.

Inilah Pernyataan Bersama Para Ulama untuk Menyatukan Mujahidin di Sham

Pertemuan ke-5 Dewan Pengawas IUMS dihadiri oleh Qaradawi, Wakil Ketua Direktorat Urusan Agama Turki Selim Argun serta ulama lainnya dari seluruh dunia.

Para ulama membahas konflik di dunia Islam dan peran ulama Muslim dalam memecahkan masalah ini, menyerukan kebangkitan kaum Muslim.

Qaradawi mengatakan bahwa para ulama, para dai dan aktivis Islam harus berusaha membuat kaum Muslim kuat kembali.

Kategori : Internasional

Tags : muslim ulama

Efektif Lawan AS dan NATO, Taliban Promosikan Unit Pasukan Khusus

08 Nov 2017 08:18:45
Efektif Lawan AS dan NATO, Taliban Promosikan Unit Pasukan Khusus

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Imarah Islam Afghanistan (Taliban) baru-baru ini mempromosikan “Unit Pasukan Khusus” yang sering beroperasi di provinsi Laghman, Afghanistan timur.

Sejak tahun 2015, Taliban telah memberitakan “Unit Pasukan Khusus” mereka yang diketahui beroperasi di provinsi Afghanistan selatan.

Photo “Unit Pasukan Khusus” yang beroperasi di provinsi Laghman dirilis oleh Taliban di akun resmi Telegram pada 1 November. Pasukan khusus Taliban terlihat mengenakan seragam dan rig dada baru, dan difoto dengan HUMVEE tentara Afghanistan yang mereka sita. Gambar diambil pada siang hari, Long War Journal melaporkan Senin (6/11/2017).

Taliban Tunjukan Kekuatan Militernya di Farah

Pejabat militer Afghanistan mengkonfirmasi adanya “Unit Pasukan Khusus” Taliban, yang dikenal sebagai Red Group atau Danger Group, pada musim panas 2016. Seorang komandan pasukan khusus Angkatan Darat Afghanistan mengatakan bahwa Taliban menggunakan “persenjataan canggih, termasuk teropong penglihatan malam hari (night vision scopes), roket 82mm, senapan mesin berat dan senapan serbu buatan AS. “Menurut The Associate Press, Red Group Red telah banyak bertempur di Helmand dan provinsi lainnya.

Walaupun “Unit Pasukan Khusus” Taliban tidak dilatih dengan standar dan kemampuan yang sama seperti pasukan operasi khusus AS, namun Taliban terbukti efektif di medan perang melawan pasukan AS dan NATO.

Taliban: Helikopter Tempur Chinook Amerika Ditembak Jatuh di Begama, Puluhan Tewas

Kategori : Internasional

Tags : Imarah Islam Afghanistan taliban

Pangeran Arab: Pasokan Rudal Iran ke Syiah Houthi adalah Perang Melawan Kerajaan

08 Nov 2017 06:29:24
Pangeran Arab: Pasokan Rudal Iran ke Syiah Houthi adalah Perang Melawan Kerajaan

RIYADH (Jurnalislam.com) – Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mengatakan pada hari Selasa bahwa pasokan rudal Iran ke milisi Syiah Houthi di Yaman adalah “agresi militer langsung”.

Pada hari Ahad, koalisi pimpinan Saudi yang memerangi milisi Houthi di Yaman menuduh mereka “melakukan eskalasi berbahaya yang terjadi karena dukungan Iran” setelah pertahanan udara Saudi mencegat rudal balistik yang menuju Riyadh.

Rudal itu dijatuhkan di dekat bandara Riyadh tanpa menimbulkan korban jiwa.

Pangeran Mohammed menerima telepon dari Menteri Luar Negeri Inggris untuk Luar Negeri Boris Johnson yang mengecam peluncuran rudal Houthi.

Cegah Houthi jadi Syiah Hizbullah, Pangeran Arab: Perang di Yaman akan Terus Berlanjut

Johnson mengutuk Houthi karena sengaja menargetkan warga sipil dan mengatakan Inggris mendukung kerajaan Saudi dalam menghadapi ancaman keamanan, lapor kantor berita Saudi Press Agency, Selasa (7/11/2017).

Pangeran mahkota mengatakan kepada Johnson mengenai keterlibatan rezim Iran yang berafiliasi dengan pemberontak Syiah Houthi dalam menyediakan milisi, dan rudal tersebut adalah agresi langsung dan serangan militer oleh Teheran dan dipandang sebagai tindakan perang melawan kerajaan.

Johnson dan putra mahkota juga membahas perkembangan regional dan internasional selama melakukan percakapan telepon, laporan tersebut menambahkan.

Kategori : Internasional

Tags : arab saudi iran syiah houthi

Setelah Pembantaian di Gereja, Trump: Skrining Ketat yang Masuk AS Terutama Umat Islam!

08 Nov 2017 05:55:29
Setelah Pembantaian di Gereja, Trump: Skrining Ketat yang Masuk AS Terutama Umat Islam!

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – “Pemeriksaan Ekstrim” bukanlah jawaban untuk menghentikan penembakan massal di AS, Presiden Donald Trump yang dikenal Anti-Islam mengatakan pada hari Selasa (6/11/2017).

Presiden Amerika Serikat bersikeras melakukan skrining ketat terutama bagi umat Islam yang ingin memasuki AS setelah serangan berdarah berturut-turut yang terjadi di negaranya.

Tetapi bagi mereka yang ingin membeli senjata api, pihak berwenang tidak perlu menerapkan aturan lain selain yang sudah ada di bawah undang-undang saat ini, meskipun banyak terjadi penembakan massal yang terus menumpuk di AS. “Tidak akan membantu,” kata Trump pada sebuah konferensi pers di South Korea, lansir Anadolu Agency.

Trump, yang dengan cepat selalu memberi label serangan jika dilakukan oleh umat Islam sebagai “serangan teroris”, namun dalam kasus ini ia mengatakan bahwa AS “dapat membiarkan sedikit waktu berlalu” (lupakan) sebelum mengambil isu pengendalian senjata menyusul pembantaian massal terburuk di negara bagian Texas pada hari Ahad dengan senjata api.

Pelaku Pembantaian Massal di Gereja AS Seorang Kristen, Trump: Itu Gangguan Mental

“Jika Anda melakukan apa yang Anda sarankan, tidak akan ada perbedaan tiga hari yang lalu,” kata Trump, menunjukkan bahwa peraturan pengendalian senjata yang lebih ketat mungkin malah mencegah seorang warga AS menggagalkan pelarian Devin Patrick Kelley setelah dia membunuh 26 jamaat di sebuah gereja di Sutherland Springs, tepat di luar San Antonio.

Devin Patrick Kelley, 26, seorang Kristen, pada hari Ahad mengenakan perlengkapan taktis hitam dan mengenakan rompi balistik membawa senapan serbu masuk ke gereja dan melepaskan tembakan membabi buta pada jamaat kebaktian Mingguan.

Seorang penduduk setempat yang tinggal di seberang jalan dari gereja tersebut menembak Kelley dengan sebuah senapan saat Kelley mencoba untuk pergi. Selama pengejaran singkat di mana dia dikejar oleh penduduk dan yang lainnya, pihak berwenang mengatakan Kelley menelpon ayahnya untuk mengatakan bahwa dia tertembak dan tidak yakin bahwa dia akan selamat.

58 Rakyatnya Tewas dalam Serangan di Konser Musik, Trump: Itu Kejahatan Murni Saja

Kelley ditemukan tewas tak lama setelah itu dari luka tembak yang ditimbulkan sendiri.

Angkatan Udara mengakui pada hari Senin bahwa pihak mereka melakukan kesalahan yang memungkinkan veteran militer itu untuk membeli senjata api. Kelley menerima pemecatan akibat kelalaian yang buruk dengan mengaku melakukan penganiayaan dalam rumah tangga. Seharusnya Angkatan Udara wajib mengungkapkan masalh ini kepada FBI.

Tapi Angkatan Udara tidak mengungkapkannya, dan membiarkan Kelley terhindar dari pembatasan yang mencegah orang-orang yang dihukum karena melakukan kekerasan dalam rumah tangga untuk membeli senjata api.

Kategori : Internasional

Tags : gereja penembakan Texas

Pemuda Muhammadiyah Minta Setnov Segera Ditahan

07 Nov 2017 10:01:28
Pemuda Muhammadiyah Minta Setnov Segera Ditahan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – KPK kembali menetapkan Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi E-KTP. Faisal, Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Bidang Hukum mengatakan bahwa penetapan Setya Novanto (Setnov) untuk kedua kalinya yang dilakukan oleh KPK sudah tepat.

“Langkah yang paling tepat saat ini pasca Setnov ditetapkan menjadi tersangka adalah segera melakukan penahanan. Penahanan ini penting demi menjamin kelancaran proses penyidikan. Jangan sampai KPK lakukan blunder untuk kedua kalinya. Segera lakukan penahanan demi kepentingan penyidikan,” kata Faisal, Senin (6/11/2017).

Apalagi, kata Faisal, Setnov beberapa kali mangkir dipanggil KPK dengan dalih pemeriksaannya harus terlebih dahulu memerlukan izin Presiden berdasar pada pasal 245 UU MD3.

“Jelas ini manuver hukum yang tak cukup berdasar. Karena didalam UU MD3 tersebut izin tidak berlaku terhadap tindak pidana khusus. Begitu jelas jika korupsi termasuk dalam klasifikasi tindak pidana khusus. KPK harus segera menahan setnov demi kepentingan penyidikan. Status tersangka setnov ini adalah alasan yang cukup untuk lakukan penahanan,” pungkasnya.

Kategori : Nasional

Tags : korupsi kpk setnov

Ditolak Kelompok Intoleran di Bangil, Ini Kata Ustaz Felix Siauw

07 Nov 2017 09:50:50
Ditolak Kelompok Intoleran di Bangil, Ini Kata Ustaz Felix Siauw

SURABAYA (Jurnalislam.com)- Sempat ditolak kelompok intoleran di Bangil Pasuruan, pengajuan ustaz Felix Siauw sukses digelar di di Masjid Al Ikhlas Jalan Tanjung Sadari Surabaya (4/11/2017).

Sehingga Ustadz Felix tidak dapat memberikan ceramah. “Penolakan dari banser seperti itu sudah biasa, kita usahakan janganlah sampai terjadi adu fisik”, kata ustaz Felix ditengah-tengah kajian.

Meskipun sempat terjadi penolakan oleh kelompok intoleran di Surabaya, namun kali ini, kajian bertema”Antara Wahyu dan Nafsu” tetap dapat berlangsung sukses tanpa ada gangguan keamanan saat kajian dari ormas manapun.

“Bahwa hijrah karena Allah akan mendapatkan manisnya ibadah karena Allah dan menjaminnya di Akhirat kelak, “pungkasnya.

Sangat terlihat jumlah umat Islam yang datang untuk mendengarkan langsung kajian dari ustadz felix sangatlah banyak. Hingga ruangan masjid Al Ikhlas dipenuhi oleh jamaah. Acara berlangsung setelah sholat maghrib hingga pukul 20.00.

Kontributor : Oesman

Kategori : Nasional

Tags : banser diusir felix siauw intoleran tolak

Forum Me-Dan Kembali Bagikan Sandal Gratis untuk Masjid dan Pesantren

07 Nov 2017 09:35:29
Forum Me-Dan Kembali Bagikan Sandal Gratis untuk Masjid dan Pesantren

Dompu (Jurnalislam.com) — Forum Medis dan Aksi kemanusiaan (Me-Dan) Kabupaten Dompu kembali membagikan 50 pasang sandal gratis untuk masjid-masjid, pondok pesantren As Salam dan Utsman bin Affan di Kabupaten Dompu, Jum’at (03/11/2017).

Salah seorang pengurus pesantren, ustaz Zainuddin, S.Pd.I, mengapresiasi aksi kemanusiaan yang digelar oleh Forum Me-Dan.

“Saya apresiasi karen Forum Me-Dan bagus ya karena berkiprah di beberapa medan. Saya melihat Me-Dan ini sampai datang memberi al Qur’an, sandal, itu sebenarnya dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Ustaz Zainuddin berharap, ada dua hal yang bisa dicapai Forum Me-Dan. Pertama, aksi-aksi seperti ini harus mengakar di masyarakat. Kedua, katanya, kiprahnya terus berkembang.

“Al jihadu ma’al ummah yang selama ini menjadi slogan konsep kita itu benar-benar kita dekat dengan umat. Bagaimana umat merasakan manfaat dengan keberadaan kita dan yang kedua bagaimana kiprah medan ini menjulang tinggi,” harapnya.

Reporter : Agus Ringgo.

 

Kategori : Komunitas

Tags : aksi kemanusiaan Dompu forum Me-DAN

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

Waspada di Balik Citra Saleh: Ketika Topeng Kebaikan Menyembunyikan Kejahatan

Waspada di Balik Citra Saleh: Ketika Topeng Kebaikan Menyembunyikan Kejahatan

4 Apr 2026 16:38:10
Mudik Tahunan: Macet dan Kecelakaan yang Tak Pernah Tuntas

Mudik Tahunan: Macet dan Kecelakaan yang Tak Pernah Tuntas

4 Apr 2026 16:36:12
Krisis Energi Global dan Rapuhnya Kedaulatan Energi Nasional

Krisis Energi Global dan Rapuhnya Kedaulatan Energi Nasional

18 Mar 2026 21:49:48
Menyoal Perwali Santunan Kematian Bagi Rakyat Miskin

Menyoal Perwali Santunan Kematian Bagi Rakyat Miskin

17 Mar 2026 05:02:12

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED