Pertempuran Turki vs Amerika di Ambang Pintu Kota Manbij, Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Milisi Kurdi yang didukung penuh militer AS telah menempatkan pasukannya ke garis depan kota Manbij Suriah untuk memerangi pergerakan militer Turki setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan akan menuju Manbij setelah meluncurkan operasi lintas batas di Afrin, lansir Aljazeera Rabu (24/1/2018).

Manbij berjarak sekitar 100km di timur Afrin dimana Amerika Serikat menempatkan personil tempurnya dalam perang melawan Islamic State (IS), sehingga pasukan dari dua Negara sekutu NATO tersebut dapat berhadapan langsung di medan perang.

Koalisi militer AS yang beroperasi di Manbij mengatakan bahwa tentara di sana memiliki hak untuk mempertahankan diri dari serangan apapun, dan tidak akan ragu untuk melakukannya.

Digempur Turki, Pentagon: Amerika akan Tarik Dukungan Jika Pasukan YPG Meninggalkan Operasi

“Jelas kita sangat waspada terhadap apa yang terjadi, khususnya di wilayah Manbij karena di situlah basis utama kekuatan koalisi kita berada,” kata juru bicara Kolonel Ryan Dillon kepada kantor berita Reuters. “Kekuatan koalisi yang berada di daerah itu memiliki hak yang melekat untuk membela diri dan akan melakukannya jika diperlukan.”

Sharfan Darwish dari Dewan Militer Manbij – sebuah unit milisi YPG Suriah-Kurdi yang saat ini diserang oleh Turki di Afrin – mengatakan pasukannya bersiap untuk menghadapi tentara Turki.

“Kami siap siaga untuk menanggapi serangan apapun. Tentu koordinasi kita dengan koalisi internasional terus berlanjut sehubungan dengan perlindungan Manbij,” kata Darwish.

Situasi intensif di Suriah utara menyebabkan sebuah panggilan telepon antara Erdogan dan Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu.

Trump mengungkapkan keprihatinannya tentang “retorika destruktif dan palsu” Turki atas situasi tersebut dan mendesak agar pasukan AS dan Turki tidak terlibat dalam pertempuran.

“Dia mendesak Turki untuk melakukan deescalate, membatasi tindakan militernya, dan menghindari korban sipil dan pengungsi,” kata sebuah pernyataan dari Gedung Putih.

“Dia mendesak Turki untuk berhati-hati dan menghindari tindakan yang mungkin menimbulkan risiko konflik antara pasukan Turki dan Amerika.”

Turki Perluas Operasi Militernya di Suriah

Erdogan Rabu sebelumnya mengancam akan memperpanjang dan memperluas serangan Afrin ke kota Manbij untuk “membersihkan wilayah kita dari masalah ini sepenuhnya”.

Turki melihat YPG, yang dilatih, dipersenjatai dan didukung oleh Amerika Serikat untuk berperang melawan IS, merupakan perpanjangan dari Partai Pekerja Kurdistan yang dilarang (PKK), yang telah berperang dalam pemberontakan berdarah selama bertahun-tahun di Turki.

Erdogan menunjukkan satu tujuan operasi anti-YPG adalah menciptakan zona aman dimana sekitar lebih dari tiga juta warga Suriah yang melarikan diri ke Turki dalam perang sipil dapat kembali.

“Pertama, kita akan memusnahkan teroris YPG/PYD, maka kita akan membuat kawasan ini dapat ditinggali. Untuk siapa? Untuk 3,5 juta tamu Suriah di tanah kita,” kata Erdogan.

Pemerintah Turki menyerang “propaganda” yang melawan tindakan lintas batasnya. Juru bicara Erdogan, Ibrahim Kalin, mendesak media dan masyarakat untuk waspada terhadap berita palsu, distortif dan provokatif.

DSKS Akan Gelar Jambore Ukhuwah Pemuda Islam Surakarta Kedua Bulan Depan

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Divisi Advokasi dan Kelaskaran DSKS (Dewan Syariah Kota Surakarta) menggelar Soft Launching Jambore Ukhuwah Pemuda Islam Surakarta (JUMPA) 2 di Joglo Arrohmah Brantan Pajang Surakarta, Rabu (24/1/2018). Rencananya JUMPA 2 akan digelar pada 16 – 18 Februari 2018 mendatang di Tawangmangu Camping Resort, Karanganyar.

Kegiatan ini merupakan Muqoyam atau kemah yang bertujuan menjaga ukhuwah antara pemuda Islam di Soloraya. JUMPA 2 akan diisi pemateri dari Kopasus, Bazarnas, Pusditop dan tim dokter PKU Muhammadiyah Karanganyar.

“Tujuan dari JUMPA ini adalah ukhuwah, kedisiplinan, pemetaan skill dan akan diisi oleh para pemateri yang sangat kompeten diantaranya dari Kopasus, BAZARNAS, Pusditop dan dari Team Dokter PKU Muhammadiyah Karanganyar,” kata Ketua Panitia, Ahmad Sigit.

Sigit menargetkan JUMPA kali ini akan diikuti oleh 500 peserta atau 50 grup. untuk melebihi peserta JUMPA 1 yang diikuti 300 peserta.

“Saya berharap JUMPA 2 akan lebih banyak peserta dan diikuti lebih banyak dari ormas dan elemen Islam,” ujar Sigit.

Sementara itu, Ketua Divisi Advokasi dan Kelaskaran DSKS Ustadz Abdul Rochim Ba’asyir dalam sambutannya mengatakan, JUMPA 2 diharapkan dapat mempererat ukhuwah islamiyah pemuda Islam untuk bekerja sama demi kemajuan Islam dan kaum muslimin.

JUMPA pertama kalinya digelar pada tahun 2015 lalu dengan diikuti oleh 300 peserta lintas ormas. JUMPA 1 dilangsungkan di Taman Makam Pahlawan Jurug Surakarta.

Cegah PBB Selidiki Serangan Bom Kimia di Suriah, AS Salahkan Rusia

NEW YORK (Jurnalislam.com) – AS pada hari Selasa (23/1/2018) menyalahkan Rusia karena mencegah badan investigasi PBB menyelidiki serangan kimia di Suriah.

“Ketika Rusia membunuh JIM [Joint Investigative Mechanism-Mekanisme Investigasi Bersama], mereka mengirim pesan berbahaya kepada dunia – yang tidak hanya mengatakan penggunaan senjata kimia dapat diterima tetapi juga bahwa mereka yang menggunakan senjata kimia tidak perlu diidentifikasi atau bertanggung jawab,” Utusan Amerika untuk PBB, Nikki Haley, mengatakan dalam sebuah pernyataan, lansir Anadolu Agency.

Rusia setelah Serangan Gas Klorin: Sikap Kami terhadap Assad Tidak Berubah

Rusia telah memveto pembaharuan mandat JIM dan Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia. Mandat JIM berakhir 17 November 2017.

Pada hari Senin, pertahanan sipil Suriah yang pro-oposisi, yang juga dikenal sebagai White Helmets (Helm Putih), mengatakan bahwa rezim Syiah Bashar al-Assad menyerang daerah pemukiman Damaskus yang terkepung dengan gas klorin.

Sedikitnya 21 warga sipil, termasuk anak-anak, terluka dalam serangan yang menyerang Duma di wilayah Ghouta Timur, menurut tim pembelaan sipil.

“Jika laporan ini benar, serangan di Suriah ini pasti membebani hati nurani mereka,” kata Haley.

“Amerika Serikat tidak akan pernah berhenti memperjuangkan anak-anak, wanita, dan pria Suriah yang tidak bersalah yang telah menjadi korban pemerintahan mereka sendiri dan mereka yang terus mendukungnya,” tambahnya.

Sementara itu, dalam sebuah surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Moskow menuduh AS melakukan pendekatan “mendistorsi” Rusia dalam menyelidiki penggunaan senjata kimia di Suriah.

JIM diciptakan oleh Dewan Keamanan PBB pada bulan Agustus 2015 setelah laporan serangan kimia di Suriah.

Dua Faksi Revolusi Suriah Amankan Akses Jurnalis Internasional untuk Liput Korban Gas Klorin

Dalam sebuah laporan akhir tahun lalu, JIM menyalahkan rezim Syiah Suriah karena melakukan serangan kimia di Khan Sheikhoun, Suriah utara, yang menewaskan sedikitnya 100 orang.

Laporan serangan kimia rezim Nushairiyah Assad terhadap warga sipil dan pejuang oposisi di Suriah terus bermunculan sejak sebuah serangan keji pada Agustus 2013 yang menewaskan lebih dari 1.400 orang di Ghouta Timur dekat Damaskus.

Ujug-ujug Aparat Zionis Tangkap Tokoh Utama LSM Arab di Palestina

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Polisi Israel pada hari Selasa (23/1/2018) menangkap Syeikh Kamal Khatib, seorang tokoh utama sebuah LSM Arab terkemuka dan mantan wakil pemimpin Gerakan Islam di wilayah Palestina yang diduduki, menurut seorang pengacara Palestina.

“Polisi Israel menangkap Khatib dari rumahnya di desa Arab Kafr Kana [di Israel utara] tanpa menjelaskan alasan penangkapannya,” pengacara Khaled Zbarqal mengatakan kepada Anadolu Agency.

Kantor LSM Israel yang Serukan HAM untuk Palestina Dibakar

Khatib adalah anggota terkemuka Komite Tindak Lanjut untuk Warga Negara Arab, sebuah organisasi payung ekstra parlemen yang mewakili warga Arab Israel di tingkat nasional.

Menurut Zbarqal, Khatib saat ini ditahan di kantor polisi utama di kota Nazaret Israel utara.

“Kami sekarang menunggu rincian penangkapannya,” kata pengacara tersebut.

Khatib sebelumnya juga menjabat sebagai wakil pemimpin Gerakan Islam di Palestina utara.

Dipimpin oleh ikon perlawanan Palestina yang dipenjara, Syeikh Raed Salah, Gerakan Islam tersebut secara resmi dilarang oleh pemerintah penjajah Israel pada tahun 2015 karena dilaporkan “mengobarkan semangat jihad.”

Sekretaris Pertahanan AS Kunjungi Indonesia Bahas Isu Intelijen “Our Eyes”

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sekretaris Pertahanan AS Jim Mattis pada hari Selasa (23/1/2018) mengadakan konferensi pers bersama dengan rekannya dari Indonesia Ryamizard Ryacudu saat berkunjung ke ibukota Jakarta, World Bulletin melaporkan.

Perjalanan tersebut adalah usaha AS untuk meningkatkan hubungan pertahanan antara kedua negara.

Kedua kepala pertahanan tersebut membahas sejumlah isu yang terkait dengan Indonesia termasuk urusan maritim, kerja sama bilateral, dan inisiatif berbagi intelijen “Our Eyes.”

Ryamizard Ryacudu juga mengatakan bahwa dia mendesak Mattis untuk mencabut sanksi terhadap Pasukan Khusus Indonesia (Kopassus) yang tidak dapat mengikuti pelatihan di AS karena dugaan pelanggaran hak asasi manusia.

Pecinta NKRI Diawasi, Badan Intelijen Dinilai Salah Kaprah

Pada tahun 2015, Indonesia dan AS mengeluarkan sebuah pernyataan mengenai kerja sama pertahanan yang komprehensif saat Presiden Indonesia Joko Widodo berkunjung ke Washington.

Mattis dijadwalkan bertemu dengan Presiden Widodo dan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto. Sebelumnya pada hari Senin, dia bertemu dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk membahas bantuan dan stabilitas Palestina di wilayah Indo-Pasifik.

Kepala Pentagon memulai perjalanan satu pekannya ke Asia selama akhir pekan, berhenti di Indonesia dan Vietnam untuk memperkuat kerja sama militer karena China memperluas jangkauan militernya di Laut Cina Selatan

Digempur Turki, Pentagon: Amerika akan Tarik Dukungan Jika Pasukan YPG Meninggalkan Operasi

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Militer YPG yang meninggalkan operasi melawan IS dan mobilisasi di Afrin, Suriah, akan kehilangan dukungan dari AS, Pentagon mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Selasa (23/01/2018).

“Jika mereka (pasukan SDF yang didukung AS) melakukan operasi militer dalam bentuk apapun yang tidak secara khusus berfokus pada IS, mereka tidak akan mendapatkan dukungan koalisi,” menurut juru bicara Pentagon Adrian Rankine-Galloway.

“Katakanlah misalnya, satu unit YPG mengatakan, ‘Hei, kita tidak akan lagi melawan IS dan kita akan mendukung saudara kita di Afrin. Maka mereka sendirian,” katanya. “Mereka bukan mitra kita lagi.”

Ucapan tersebut merupakan tanggapan atas pertanyaan Anadolu Agency mengenai laporan bahwa konvoi PYD/PKK dari wilayah Kamisli di timur laut Suriah sedang dimobilisasi untuk mendukung militan PYD / PKK di Afrin.

Angkatan Darat Turki Kuasai Sebuah Desa Strategis dan Dua Bukit Afrin

Laporan media menyatakan bahwa mobilisasi tersebut mengikuti peluncuran Operasi Turki, Olive Branch, pada hari Sabtu untuk menghapus teroris PYD/PKK dari kota Suriah utara.

Operasi militer tersebut bermaksud untuk membangun keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan dan wilayah Turki, serta untuk melindungi orang-orang Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris, menurut Staf Umum Turki.

Hubungan AS dengan pasukan mitranya (PYD/YPG) di Suriah tidak dalam bentuk “komando dan kontrol”, Rankine-Galloway mengatakan, menambahkan bahwa dia tidak dapat mengatakan apapun mengenai mobilisasi semacam itu.

AS Mohon kepada Turki untuk TIdak Lakukan Serangan

“Kami memberikan pelatihan, saran dan bantuan kepada pasukan yang melakukan operasi militer melawan [IS],” katanya. “Kami tidak mengeluarkan perintah untuk pasukan mitra kami [SDF] di lapangan. Hubungan kami dengan mereka bukan seperti itu.”

Sedangkan peralatan yang didistribusikan AS kepada mereka, Rankine-Galloway mengatakan bahwa persediaan tersebut digunakan untuk melawan IS.

“Jika kita mengamati skenario bahwa peralatan itu digunakan untuk tujuan lain, kita akan mengambil tindakan yang tepat yang dapat mencakup pemotongan bantuan militer kepada mereka,” katanya.

Langkah seperti itu, katanya, akan meliputi semua “mitra lokal”, termasuk di Al-Tanfiz

AS mendukung PYD/YPG – yang dianggap oleh Ankara sebagai cabang Suriah dari organisasi teror PKK yang telah berperang lebih dari 30 tahun melawan negara Turki.

AS Bentuk 30.000 Pasukan Teror di Suriah, Erdogan: Tenggelamkan!

Karena kampanye teror PKK telah mengakibatkan puluhan ribu kematian di Turki, dukungan Amerika untuk kelompok saudaranya itu telah lama menjerat Ankara.

Washington melihat kelompok payung SDF yang dipimpin PYD/ KK sebagai “mitra terpercaya” dalam pertempurannya melawan IS dan terus hingga kini menyediakan senjata dan peralatan walaupun IS sekarang sudah tumbang dan Turki telah melontarkan keberatan keras.

Filipina akan Segera Bentuk Pemerintahan Islam di Mindanao

FILIPINA (Jurnalislam.com) – Kongres Filipina telah berjanji untuk segera menetapkan RUU yang telah lama tertunda untuk menetapkan peraturan sendiri bagi umat Islam di pulau selatan Mindanao, sebagai tanggapan atas peringatan Presiden Rodrigo Duterte bahwa ada perang lain yang bisa terjadi jika undang-undang tersebut tidak ditegakkan.

Tiga subkontrak Dewan Perwakilan Rakyat mengkonsolidasikan laporan mereka mengenai otonomi Muslim, dan konsultasi publik di tujuh komunitas telah dijadwalkan sebelum perilisan yang diharapkan pada pertengahan Maret, menurut Ruby Sahali, anggota DPR dari provinsi selatan Tawi-Tawi.

“Saya tidak bisa cukup menekankan urgensi untuk menyampaikan RUU ini,” Sahali, ketua Komite Perdamaian, Rekonsiliasi dan Persatuan DPR yang mengawasi RUU tersebut, mengatakan kepada Al Jazeera pada hari Selasa (23/1/2018).

Siapkan Serangan Terakhir di Marawi, Militer Filipina Minta Bantuan Pejuang Islam Moro

“Pemerintah harus memenuhi janjinya dalam kesepakatan damai yang ditandatangani bersama Front Pembebasan Islam Moro (the Moro Islamic Liberation Front-MILF),” katanya.

Sahali mengharapkan Senat akan meneruskan RUU tersebut segera setelah versi DPR disetujui.

MILF adalah kelompok politik dan bersenjata terbesar yang memperjuangkan otonomi atas nama minoritas Muslim di Mindanao.

Setelah bertempur berpuluh-puluh tahun dan berunding selama 17 tahun, kelompok tersebut menandatangani kesepakatan damai komprehensif dengan pendahulu Duterte, Presiden Benigno Aquino, pada tahun 2014.

Pejuang Islam Moro ajak Oposisi Bersenjata Lainnya untuk Meletakan Senjata

Sebagai imbalan atas otonomi yang dijanjikan berdasarkan Hukum Dasar Bangsamoro (the Bangsamoro Basic Law-BBL), kelompok tersebut setuju untuk meletakkan senjata.

Namun, dorongan untuk membentuk otonomi Muslim terhenti setelah operasi yang gagal pada tahun 2015, yang menyebabkan puluhan komandan polisi tewas, dan opini publik di negara berpenduduk mayoritas beragama Katolik tersebut memburuk.

Harapan dihidupkan kembali saat Duterte mengambil alih jabatan pada tahun 2016. Namun kurang dari setahun memasuki masa kepresidenannya, pasukan bersenjata yang berjanji setia kepada Islamic State-IS menyerang kota Marawi di selatan.

Pejuang Marawi Angkat Amir Baru, Pertempuran Kembali Berlanjut di Filipina

Lebih dari 1.000 orang terdiri dari milisi, juga tentara dan warga sipil terbunuh, dan sekitar 250.000 lainnya mengungsi, dalam pengepungan selama lima bulan. Konflik bersenjata tersebut menunda diskusi BBL beberapa bulan.

Pengepungan itu juga mendorong Duterte untuk mengumumkan darurat militer di Mindanao. Perintah, yang dipertanyakan oleh aktivis hak-hak sipil tersebut diperpanjang sampai akhir 2018.

Sahali mengatakan bahwa pengepungan Marawi berfungsi sebagai panggilan kejutan untuk segera meloloskan undang-undang BBL.

“Ekstremisme berasal dari frustrasi dan hilangnya harapan masyarakat Muslim terhadap pemerintah,” kata anggota DPR tersebut. “Mereka takut bahwa apa yang terjadi di Marawi bisa terjadi di tempat lain di Mindanao, tidak hanya di daerah Muslim.”

Pekan lalu, Duterte mendesak penerapan undang-undang tersebut, dengan mengatakan, “Sudah saatnya ketidakadilan historis yang dilakukan terhadap mereka dikoreksi.

“Jika tidak ada perkembangan terhadap BBL, akan ada perang di Mindanao,” katanya.

Bagian dari RUU tersebut akan menjadi prestasi besar bagi Duterte, yang berasal dari Mindanao, dan yang menjanjikan kesepakatan damai selama kampanye 2016.

Presiden sebelumnya telah mencoba dan gagal memberikan perdamaian di pulau selatan yang kaya sumber alam itu.

Mikee Pantaran Maruhom, seorang pemimpin mahasiswa dengan akar keluarga dari Marawi, mengatakan bahwa walaupun BBL dapat “menghentikan versi lain” pengepungan Marawi, otonomi yang diusulkan tidak akan bertahan lama “jika gaya kepemimpinan yang sama masih terus berlanjut” di komunitas mereka.

“Saya pikir BBL dapat menenangkan sejumlah besar separatis termasuk MILF,” katanya.

Tapi itu bisa berubah menjadi “munculnya ARMM lain… jika peperangan dan korupsi masih terus berlanjut”, kata Maruhom, mengacu pada Daerah Otonomi Mindanao, sebuah kerangka kerja pemerintah yang ada, yang memberikan otonomi terbatas ke sejumlah wilayah selatan Provinsi berpenduduk mayoritas Muslim.

“Selain menegaskan hak kita untuk hidup bebas dengan keyakinan kita (islam), otonomi ini dibutuhkan karena ketidakadilan sosial yang kita alami – ketidakberesan, pemindahan dan bahkan kurangnya kesempatan,” kata Maruhom kepada Al Jazeera.

Dia mendesak agar BBL “bebas dari korupsi dan kepentingan pribadi.”

Maruhom juga mengatakan bahwa banyak masyarakat yang khawatir bahwa berlakunya BBL “mungkin hanya untuk kepentingan janji dan kepatuhan kampanye”, dan bahwa dorongan untuk mengubah konstitusi dapat mengalihkan perhatian sebenarnya dari minoritas Muslim.

Hampir 50 tahun konflik Filipina dengan warga Muslim di Mindanao telah membunuh sedikitnya 120.000 orang dan lebih dari dua juta orang mengungsi.

Angkatan Darat Turki Kuasai Sebuah Desa Strategis dan Dua Bukit Afrin

SURIAH (Jurnalislam.com) – Tentara Pembebasan Suriah (the Free Syrian Army-FSA), yang didukung oleh Angkatan Bersenjata Turki, pada hari Selasa (23/1/2018) menduduki sebuah desa strategis dan dua bukit di Afrin, Suriah, menurut koresponden Anadolu Agency di wilayah tersebut.

Desa Hammam, di Jindaras di wilayah barat laut Afrin, berada di lokasi yang strategis, karena para milisi dukungan AS yaitu PYD/PKK telah menggunakannya untuk menyerang distrik selatan Turki Reyhanli di provinsi Hatay.

Desa ini juga terletak di lembah yang membentang antara perbatasan Turki dan kota Afrin.

Turki Perluas Operasi Militernya di Suriah

Turki pada hari Sabtu meluncurkan Operation Olive Branch untuk mengusir PYD/PKK dan sisa-sisa IS dari Afrin.

Menurut Staf Umum Turki, operasi tersebut bertujuan untuk membangun keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah Timur Tengah serta melindungi orang-orang Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris.

Operasi tersebut dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan PBB, hak pembelaan diri berdasarkan Piagam PBB, dan penghormatan terhadap integritas teritorial Suriah, kata mereka.

Moskow: Pentagon Persenjatai Milisi PYD dengan Senjata Canggih

Pihak militer juga mengatakan “sangat ditekankan” agar tidak merugikan warga sipil.

Afrin telah menjadi tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK sejak Juli 2012 ketika rezim Syiah Nushairiyah Bashar al-Assad menyerahkan kota tersebut ke kelompok teror tersebut secara cumc-cuma.

Laskar Almumtaz Tasikmalaya Grebek Restoran, Ada Miras dan Waria

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Puluhan laskar Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Almumtaz) bersama aparat kepolisian Resort Tasikmalaya Kota menggerebek sebuah restoran di Jalan Letjen Mashudi, Kota Tasikmalaya, Selasa (23/1/2018) sekira pukul 21.00 WIB. Berdasarkan laporan warga kepada Almumtaz bahwa di restoran tersebut ada acara yang melibatkan komunitas LGBT Tasikmalaya.

“Ya, ada laporan ke kita kalau di restoran ini ada pesta LGBT. Tadi juga kita tanya ke tukang parkir di situ, dia jawab ada acara bencong,” kata salah satu tokoh Almumtaz, Ustadz Ahmad Al Hafidz kepada Jurnalislam.com melalui sambungan telepon, Selasa (23/1/2018).

Ustadz Ahmad mengungkapkan, saat memasuki restoran ia mendapati ada sejumlah waria dan minuman keras. Padahal Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya Nomor 7 Tahun 2016 tentang Kota Tasikmalaya yang Relijius Islami dengan tegas melarang perzinahan dan LGBT serta peredaran minuman keras.

Laskar sempat terpancing ketika manager restoran mencoba mengelabui laskar bahwa tidak ada miras dalam acara tersebut. Namun ia tak dapat berkilah setelah laskar menemukan barang bukti botol miras di meja pengunjung.

“Kapolsek Cibeureum juga tadi kecewa karena acara gak ada izin, apalagi tadi ada miras,” ujar Ustadz Ahmad.

Acara akhirnya dibubarkan dan manager restoran dibawa ke Polsek setempat untuk dimintai keterangan.

Dengan kejadian tersebut, Ustadz Ahmad berharap pemerintah Kota Tasikmalaya untuk lebih peka terhadap acara-acara berbau kemaksiatan yang merusak predikat Kota Tasikmalaya sebagai kota santri.

“Bahkan tadi kita juga ke DPRD untuk menolak LGBT dan DPRD sudah sepakat untuk mengundang semua pihak termasuk walikota agar LGBT dan kemaksiatan ini bener-bener serius ditangani,” tegasnya.

Begini Keributan saat Pidato Wapres AS di Parlemen Israel

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Anggota parlemen Israel yang juga warga Palestina dikeluarkan secara paksa dari majelis tersebut setelah melakukan demonstrasi pada awal pidato Wakil Presiden AS Mike Pence.

Kunjungan Pence di Israel, yang merupakan kunjungan terakhir dalam tur regionalnya, diboikot oleh para pemimpin Palestina menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump bulan lalu untuk mengumumkan Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Pada hari Senin (22/1/2018), dia menjadi wakil presiden AS pertama yang berbicara di Knesset Israel, namun awal pidatonya diinterupsi oleh sekelompok politisi dari aliansi the Joint Arab List yang menyuarakan kemarahan mereka atas tindakan kontroversial Washington.

Mereka berteriak “Yerusalem adalah ibu kota Palestina” dan mengangkat poster-poster di kompleks Masjid Al-Aqsha sebelum didikeluarkan oleh petugas ruangan.

Bicara Relegius Nyeleneh, Inilah Pidato Wapres AS di Depan Parlemen Israel

“Kami menentang kebijakan Mr Trump, dia bukan hanya musuh warga Palestina, dia adalah musuh perdamaian,” kata Jamal Zahalka, anggota parlemen yang memprotes, kepada Al Jazeera.

“Kami berdiri hari ini untuk memprotes pidato Pence, dia adalah pengunjung yang tidak diinginkan di wilayah tersebut. Kami mengangkat slogan bahwa Yerusalem adalah ibu kota Palestina sebagai tanggapan atas keputusan Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.”

Harry Fawcett dari Al Jazeera, yang melaporkan dari Jerusalem Barat, mengatakan bahwa anggota Knesset dari Palestina telah memperingatkan bahwa mereka akan melakukan protes terhadap pidato Pence.

“Mereka ingin melakukan sesuatu yang besar, sesuatu yang bisa ditunjukkan di depan umum,” kata Fawcett, menambahkan bahwa “mereka memberikan sebuah pesan yang sangat jelas untuk menentang dan melawan posisi AS di Yerusalem”.

Namun Zahalka mengatakan dia menganggap tindakan anggota parlemen itu sukses.

“Pasukan Israel tahu bahwa kami akan melakukan demonstrasi, yang menyerang kami dengan cara yang buas tapi ini menguntungkan kami karena meskipun mereka menyerang kami, media internasional memberikan perhatian pada pemandangan ini dan menyadari ada suara di Yerusalem yang mengatakan bahwa Yerusalem adalah ibukota Palestina.”

Kemudian dalam pidatonya, Pence mengatakan kepada anggota parlemen Israel bahwa kedutaan AS di Israel akan dipindahkan dari Tel Aviv ke Yerusalem pada akhir tahun depan