Responsive image

AS Mohon kepada Turki untuk TIdak Lakukan Serangan

AS Mohon kepada Turki untuk TIdak Lakukan Serangan

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Departemen Luar Negeri AS pada hari Kamis (18/1/2018) memohon kepada Turki untuk tidak melakukan tindakan apapun di Suriah utara, meminta Ankara tetap fokus memerangi kelompok Islamic State (IS) saja.

Dalam sebuah briefing media, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert mengatakan bahwa AS tidak menginginkan Turki melakukan operasi militer di kota barat laut Afrin.

“Kami akan memanggil Turki untuk tidak melakukan tindakan semacam itu,” kata Nauert.

“Kami tidak ingin mereka terlibat dalam pertempuran tapi kami ingin mereka tetap fokus pada IS,” katanya, menggunakan akronim lain untuk IS.

Sebuah operasi di Afrin – sebuah wilayah yang berbatasan dengan provinsi Hatay dan Kilis di Turki – sangat diperkirakan akan terjadi setelah Operasi Perisai Euphrates tujuh bulan yang sukses di Suriah utara, yang berakhir pada bulan Maret 2017.

Gelar Operasi Militer Lawan AS, Rezim Suriah: Kami akan Tembak Jatuh Jet Tempur Turki

Rezim Syiah Bashar al-Assad menyerahkan Afrin ke PYD/PKK tanpa pertempuran, dan saat ini ada sekitar 8.000-10.000 teroris PYD di wilayah tersebut, menurut informasi yang dikumpulkan oleh Anadolu Agency.

Setelah Turki memperingatkan kehadiran mereka di Afrin, kelompok teror PYD sekarang bersembunyi di tempat penampungan dan bunker di daerah pemukiman di sana.

PYD/PKK adalah cabang Suriah dari kelompok teroris PKK, yang telah ditunjuk sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan UE.

Sejak pertengahan 1980an, PKK telah melancarkan serangan teror yang luas melawan negara Turki di mana diperkirakan 40.000 orang telah terbunuh.

Bagikan
Close X