Senin, 19 Syawal 1447 / 06 April 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Berharap Turki Melunak dalam Operasi MIliter di Suriah, Sekneg AS Temui Erdogan di Ankara

16 Feb 2018 09:18:23
Berharap Turki Melunak dalam Operasi MIliter di Suriah, Sekneg AS Temui Erdogan di Ankara

ANKARA (Jurnalislam.com) – Sekretaris negara AS telah memulai kunjungan dua hari ke Turki, di mana Rex Tillerson berharap dapat mengurangi ketegangan antara pejabat AS dan Turki mengenai konflik di Suriah.

Sebuah perang kata-kata antara kedua Negara sekutu NATO tersebut meningkat sejak Turki melancarkan operasi militer ke wilayah Afrin di Suriah utara bulan lalu untuk membasmi pasukan YPG Kurdi, yang menjadi tokoh di antara koalisi kelompok bersenjata dukungan AS.

Pada kunjungan ke Kuwait, Yordania dan Lebanon, Tillerson tiba di ibukota Turki, Ankara, pada hari Kamis (15/02/2018) di mana dia bertemu dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan, lansir Aljazeera.

Sekneg AS Ajak Turki Bersatu Lawan IS, Erdogan: Sandiwara IS Sudah Berakhir

Awal pekan ini, Turki menuntut agar AS mengusir YPG dari koalisi the Syrian Democratic Forces (SDF), yang telah memerangi Islamic State (IS) di Suriah dengan dukungan dari AS.

“Kami menuntut hubungan ini berakhir,” kata Nurettin Canikli, menteri pertahanan Turki, kepada wartawan dalam sebuah briefing di Brussels pada hari Kamis.

Pemerintah Turki memandang YPG sebagai perpanjangan Partai Pekerja Kurdistan yang dilarang (PKK), yang telah melakukan serangan selama puluhan tahun melawan Ankara.

“Kami ingin mereka [AS] mengakhiri semua dukungan yang diberikan kepada kelompok PKK Suriah, YPG,” kata Canikli, seperti dilansir kantor berita Reuters.

Awal bulan ini, Erdogan mengatakan AS mengirim ribuan senjata ke YPG di Suriah, sebuah klaim yang ditolak Tillerson pada hari Kamis.

AS “tidak pernah memberikan senjata berat” kepada YPG dan, oleh karena itu, tidak ada yang perlu diambil kembali, kata Tillerson.

Turki juga menuntut agar tentara AS meninggalkan Manjib, sebuah kota Suriah di sebelah timur Afrin yang dipegang oleh milisi Kurdi, atau menghadapi konfrontasi.

Sebagai tanggapan, Paul Funk, komandan pasukan AS di Suriah dan Irak, mengatakan AS dan mitranya di Suriah akan membalas jika diserang.

“Anda menyerang kami, kami akan merespon dengan agresif, kami akan membela diri,” kata Funk, saat berkunjung ke Manjib bulan ini.

Lawan Pasukan AS di Manbij, Turki akan Gunakan Jurus Pasukan Elit Ottoman

Presiden Turki kemudian mengancam akan memberikan “tamparan Ottoman” – sebuah taktik yang digunakan oleh pasukan Ottoman di abad ke-17 yang, menurut legenda, bisa berakibat fatal – jika AS tidak menyingkir.

Saat Tillerson mengeluarkan pernyataan lebih damai dengan mengatakan pekan ini bahwa AS “sangat sadar akan masalah keamanan yang dikhawatirkan Turki,” para pejabat di Ankara lebih blak-blakan tanpa basa-basi.

“Hubungan kami telah mencapai tahap yang sangat kritis,” kata Mevlut Cavusoglu, menteri luar negeri Turki, pada 12 Februari, media setempat melaporkan.

“Walaupun kita memperbaiki hubungan, mereka tetap akan memperburuk sepenuhnya.”

Realitas politik yang semakin kompleks di Suriah sesuai dengan gambaran Staffan de Mistura, utusan khusus PBB untuk Suriah, yaitu situasi “paling kejam, berbahaya dan mengkhawatirkan” yang pernah dia saksikan sejak dia menyelesaikan jabatannya empat tahun lalu.

“Apa yang kita lihat di Suriah hari ini tidak hanya membahayakan pengaturan de-eskalasi dan stabilitas regional, namun juga merongrong upaya untuk solusi politik,” kata Mistura pada hari Rabu.

31 Pasukan Turki dan 1.369 Milisi Tewas dalam Operasi Militer di Suriah

Namun Suriah bukanlah satu-satunya penyebab hubungan tegang antara Washington dan Ankara.

Tahun lalu, kedua negara menunda sementara layanan visa non-imigran di kedutaan masing-masing karena penangkapan beberapa anggota staf di konsulat AS di Istanbul.

Pejabat Turki melaporkan anggota staf memiliki hubungan dengan Fethullah Gulen, yang dituduh Ankara bertanggung jawab atas kudeta mematikan yang gagal pada tahun 2016.

Walaupun Gulen, yang mengasingkan diri sendiri di AS, membantah tuduhan tersebut, pemerintah Turki memberikan tekanan kepada Washington untuk mengekstradisi Gulen dalam menghadapi tuduhan atas usaha kudeta.

Amerika Serikat sejauh ini menolak untuk mengekstradisi Gulen.

Kategori : Internasional

Tags : AS Konflik Suriah pkk PYD turki

Kini Giliran Bocah-bocah Muslim Rohingya dapat Dukungan Cristiano Ronaldo

16 Feb 2018 08:58:46
Kini Giliran Bocah-bocah Muslim Rohingya dapat Dukungan Cristiano Ronaldo

PORTUGAL (Jurnalislam.com) – Bintang Real Madrid asal Portugal, Cristiano Ronaldo pada hari Kamis (15/02/2018) berbagi foto di Twitter untuk mendukung anak-anak Rohingya.

“Satu dunia di mana kita semua mencintai anak-anak kita. Tolong bantu #Rohingya #Refugee,” tulisnya, menambahkan tautan ke halaman nirlaba Save the Children di mana orang dapat memberikan sumbangan online untuk tujuan tersebut,lansir World Bulletin.

Gambar tersebut menunjukkan seorang ayah dan anak di sebuah klinik kesehatan yang dikelola oleh badan amal di sebuah kamp pengungsi di Bangladesh.

Dukungan Ronaldo untuk Anak-anak Suriah yang Diunggah di Youtube Menjadi Viral

The Rohingya Crisis Children’s Relief Fund (Dana Bantuan Kemanusiaan Anak-anak Rohingya) akan membantu supply air, makanan dan tempat tinggal bagi anak-anak dan keluarga pengungsi.

Selain itu, ia memasang foto dirinya dengan keempat anaknya.

Ronaldo bekerja dengan badan hak anak. Sebelumnya, dia telah menyumbangkan makanan, pakaian dan bantuan medis kepada keluarga yang terkena dampak konflik di Suriah.

Cristiano Ronaldo Gandeng Bocah Pengungsi Suriah ke Lapangan Sebelum Bertanding

Sejak 25 Agustus, lebih dari 656.000 warga Rohingya telah menyeberang dari negara bagian Myanmar di Rakhine ke Bangladesh, menurut PBB.

Para pengungsi tersebut melarikan diri dari sebuah operasi militer di mana pasukan Buddhis Myanmar dan gerombolan masyarakat Buddhis membunuh pria, wanita dan anak-anak, memutilasi, memperkosa, menyiksa, menjarah rumah dan membakar desa Rohingya.

Kategori : Internasional

Tags : Chistian Ronaldo

200 Lebih Masjid di Inggris Gelar “Open House” Bagi Masyarakat Non Muslim

16 Feb 2018 08:42:26
200 Lebih Masjid di Inggris Gelar “Open House” Bagi Masyarakat Non Muslim

LONDON (Jurnalislam.com) – Acara tahunan yang menyambut warga di Masjid-masjid di seluruh Inggris dibuka pada hari Kamis (15/02/2018) dengan tujuan memulai dialog antar agama, lansir Anadolu Agency.

Visit My Mosque (Kunjungi Masjid Saya), yang digagas the Muslim Council of Britain-MCB (Dewan Muslim Inggris), kelompok terbesar yang mewakili masyarakat di Inggris, dimulai pada tahun 2015.

Upacara pembukaan di the Muslim Cultural Heritage Centre (Pusat Warisan Budaya Muslim) di London tengah melibatkan penonton dalam sesi tanya jawab.

Panel pembicara termasuk Sekretaris Jenderal MCB, Harun Khan, anggota parlemen Buruh, Emma Dent dan anggota dewan Gerard Hargreaves dari the Royal Borough of Kensington and Chelsea.

“Dimulai dengan 20 masjid pada tahun 2015, prakarsa ini berkembang dalam popularitas, meningkat menjadi 80 dan kemudian 150 masjid ikut ambil bagian dalam tahun-tahun berikutnya,” kata Khan.

150 Masjid di Inggris Gelar Acara “Kunjungi Masjid Kami”

“Februari lalu, dengan larangan Presiden AS Donald Trump bagi Muslim, puluhan ribu warga Inggris berbondong-bondong ke masjid terdekat mereka untuk menunjukkan dukungan dan solidaritas mereka,” tambahnya.

Dengan lebih dari 200 masjid di seluruh Inggris berpartisipasi dalam acara akhir pekan ini, sejumlah masjid terbesar akan membuka pintu mereka bagi anggota masyarakat non Muslim di tahun 2018 ini, dengan tema ‘Open Doors, Open Mosques, Open Communities.‘

Dent mengatakan: “Hari ini adalah hari Pembukaan dan hari Ahad adalah hari untuk merayakannya. Bukalah pintu Anda dan berteriaklah dengan lantang tentang Islam, dan biarkan tetangga Anda masuk. Anda sebagai sebuah komunitas telah mengajarkan saya banyak hal tentang agama Anda dan kemanusiaan serta tentang melawan stereotip.”

Khan mengungkapkan hasil jajak pendapat yang mengejutkan. Hampir 70 persen orang Inggris tidak pernah berada di tempat ibadah lain, dan hampir 90 persen tidak pernah berada di dalam sebuah masjid, dalam beberapa tahun terakhir.

Jajak pendapat yang dilakukan oleh YouGov tersebut ditugaskan oleh MCB.

Penting untuk dicatat bahwa 18 Februari bukan satu-satunya hari dimana masyarakat Inggris bisa mengunjungi masjid. Masjid-masjid di seluruh Inggris terbuka untuk umum sepanjang tahun.

Kategori : Komunitas

Tags : muslim eropa Muslim Inggris

Antara Orang Gila, Teroris, dan Kepentingan Politik

15 Feb 2018 20:04:06
Antara Orang Gila, Teroris, dan Kepentingan Politik

Oleh: AB latif (Direktur Indopolitik Wacth)

Ada sebuah meme yang sangat inspiratif yang beredar di medsos. Meme itu adalah tulisan yang berbunyi “ Perbedaan antara orang gila dan teroris adalah sasarannya. Kalau yang dirusak adalah gereja, yang dibom adalah fasilitas umum, yang dianiaya adalah orang kafir, maka jelas itu teroris. Tapi kalau yang dirusak itu masjid, yang diserang itu pondok pesantren, dan yang dianiaya adalah kiai atau ustadz, jelas itu adalah orang gila.” Itulah meme yang sekarang lagi viral.

Tentunya meme ini tidaklah salah jika kita melihat fakta penanganan yang dilakukan oleh rezim belakangan ini. Lihatlah bagaimana penanganan kasus penganiayaan seorang kiai di Kabupaten Bandung Jawa Barat yaitu pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah Cicalengka, KH. Umar Basri dan pembunuhan Ustadz Prawoto. Pelaku penganiayaan KH Umar Basri adalah Asep 50 tahun warga Kabupaten Garut dan pelaku pembunuhan Ustadz Prawoto adalah Asep Maftuh 45 tahun dan keduanya telah diamankan oleh pihak kepolisian. Tapi apa yang disampaikan pihak berwajib sangat menyakiti hati umat Islam. Betapa tidak dari hasil penyidikan didapatkan kesimpulan bahwa pelaku adalah orang gila. Demikian juga dengan kasus pengrusakan masjid yang kini semakin kerap terjadi. Fakta inilah membuat umat Islam merasa di diskriditkan dan dikriminalisasikan.

Meme ini sebenarnya adalah bentuk protes umat terhadap perlakuan aparat yang dinilai sangat tidak adil. Berbagai peristiwa yang terjadi dan penanganannya justru sangat mendiskriditkan Islam. Banyak fakta yang bisa kita lihat dengan jelas. Ingatlah kasus percobaan pembunuhan Pendeta Joshua di Bandung, Jawa Barat. Pelaku ditangkap dan langsung dinyatakan teroris. Dalam kasus yang baru terjadi juga demikian, semua stasiun TV dan berbagai media menayangkan kasus penyerangan ROMO di Gereja Sleman. Aparat langsung tanggap dan dinyatakan pelaku adalah radikalis/teroris.

Inilah ketidak adilan yang menimpa umat Islam. Banyak kasus yang hampir sama yang penanganannya justru sangat berbeda. Lihatlah begaimana reaksi aparat ketika menangani kasus chating Habib Rizieq yang belakangan diketahui itu adalah rekayasa. Kasus HRS aparat langsung putuskan tangkap pelakunya. Tapi coba lihat kasus yang menimpa calon pasangan Gus Ipul Azwar Anas. Putusan sangatlah berbeda. Apa yang disampaikan aparat justru malah mencari penyebarnya. Mengapa kasus yang sama tapi beda penanganannya ? mengapa tidak ditangkap saja pelakunya?

Penyebutan kata orang gila dan teroris tentunya bukan hal yang biasa. Ada indikasi motif politik di balik penyebutan pelaku kriminal dengan istilah orang gila dan teroris. Ada perbedaan makna antara penyebutan orang gila dan teroris. Jika suatu perkara atau kasus / kriminal sementara yang melakukannya adalah orang gila, maka perkara atau kasus itu akan berhenti dan dimaafkan berdasarkant undang-undang. Bahkan dalam hukum fiqih Islam tindakan orang gila tidak dicatat dosa. Dengan demikian diharapkan pelaku tersebut dapat lolos dari jerat hukum walaupun telah melakukan kriminalitas. Hal ini sangat berbeda dengan istilah teroris atau radikalis yang disematkan pada umat islam. Istilah teroris/radikalis ini terkesan sangat berbahaya bagi Negara dan masyarakat. Dengan istilah ini harapannya dapat menyeret pelaku menjadi musuh Negara dan masyarakat sehingga harus diburu dan dihabisi.

Selain itu, istilah orang gila dan teroris dapat dimanfaatkan dalam mendulang suara di Pilkada serentak tahun ini. Dimana istilah teroris ini sangat bahaya dan identik dengan kaum muslimin. Artinya Islam terkesan agama yang radikal dan tidak bertoleransi. Istilah ini akan menbuat umat Islam semakin phobi terhadap Islam itu sendiri yang pada akhirnya menjauhi partai islam yang menyuarakan Islam. Semakin banyak penyebutan teroris dan radikalis diharapkan umat semakin tidak percaya pada para calon yang diusung partai islam yang pada gilirannya mereka dapat terkalahkan. Jika umat islam sudah menjauhi partai Islam, maka partai nasionalis akan mempunyai peluang besar untuk menang.

Selain itu penyebutan orang gila dan teroris ini sebenarnya adalah upaya adu domba yang dilakukan oleh orang-orang yang membenci Islam atau orang-orang yang mempunyai tujuan besar untuk menyingkirkan pengaruh Islam dalam kehidupan di Indonesia. Ada indikasi PKI bermain didalam istilah ini. Karena isu ini sangatlah efektif untuk memecah belah umat Islam. Dengan umat yang sudah terpecah otomatis suara mereka diparlemen juga akan melemah dan harapan kemenangan calon yang diusung partai Islam juga akan semakin kecil.

Sesungguhnya istilah orang gila dan teroris adalah sarana politik untuk mencapai tujuan politik. Dengan istilah ini diharapkan suara umat Islam terpecah dan semakin lemah. Dari itu umat Islam seharusnya semakin sadar dan faham akan adanya upaya untuk memecahbelah umat Islam dan membentuk opini negatif tentang Islam. Inilah perang yang sebenarnya antara yang hak dan batil.

Disini urgensinya sistem Islam. Selama sistem demokrasi ini tetap dipertahankan jangan harap hukum Islam bisa diterapkan. Jika Islam tidak bisa diterapkan jangan harap ada keadilan.

Kategori : Opini

Tags : fenomena orang gila pemuka agama diserang

Dauroh Formasalam Jakarta Targetkan Lahirnya Pejuang Islam Masa Depan

15 Feb 2018 19:49:37
Dauroh Formasalam Jakarta Targetkan Lahirnya Pejuang Islam Masa Depan

BEKASI (Jurnalislam.com) – Forum Mahasiswa Islam (Formasalam) Jakarta menggelar Dauroh Mahasiswa di Kantor Sekretariat Ponpes Al Furqon di Pengasingan Rawa Lumbu, Bekasi pada Ahad (11/2/2018).

Dauroh Mahasiswa dengan tema “Pemuda & Kebangkitan Islam” itu dilatarbelakangi kesadaran bahwa pemuda adalah kader pewaris perjuangan dalam medan dakwah dan jihad yang akan meneruskan estafet perjuangan umat Islam di masa mendatang.

Dauroh Mahasiswa dengan belasan peserta mahasiswa pada hari itu menghadirkan dua pemateri. Pada sesi pertama diisi oleh Ustadz Abu Al Izz, Lc dan sesi kedua diisi Ustadz Feishal, S.Pd.

Ustadz Abu Al Izz memulai penyampaiannya dengan mengulas secara singkat Siroh Nabawiyah. Tentang bagaimana Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam memberikan keteladanan untuk menjadi mandiri sejak masih kecil.

Ustadz Abu Al Izz juga mengingatkan tentang bagaimana seharusnya memanfaatkan masa muda. Memanfaatkan waktu dengan semangat mencari ilmu dan berbagai pengalaman sehingga melahirkan ide yang bermanfaat untuk bekal menjadi pemimpin di masa depan.

“Umat Islam harus menjadi pemenang. Belajarlah menjadi pemimpin sejak masih menjadi pemuda. Jangan lemah dan hanya menjadi target konsumen dari orang-orang kafir. Jangan hanya menjadi pekerja di perusahaan-perusahan milik orang kafir. Apalagi kalau kemudian sampai cinta dunia dan takut mati.” terang Ustadz Abu Al Izz

Menjawab pertanyaan dari salah satu peserta Dauroh Mahasiswa tentang bagaimana menyikapi perkembangan teknologi dan media sosial di zaman sekarang, Ustadz Abu Al Izz menjelaskan :

“Menyikapi perkembangan teknologi dan sosial media di zaman sekarang, pemuda bisa memanfaatkan untuk berdakwah sehingga bisa memenangkan opini dan informasi untuk kepentingan dan kemenangan Islam. Dan ini sudah ada hasilnya. Jadi jangan menafikan dan akhirnya gaptek. Selain itu, media sosial juga bisa dimanfaatkan untuk belajar bisnis sehingga meraih kemandirian. Sudah banyak mahasiswa yang berhasil membuktikan kesuksesan dari bisnis dari media sosial. Bahkan sampai menghasilkan ratusan juta. Mengalahkan penghasilan orang tuanya. Ini luar biasa dan bisa dicontoh.” terang Ustadz Abu Al Izz secara detail.

Pada akhir pemaparannya, Ustadz Abu Al Izz mengingatkan agar para mahasiswa Islam secara umum dan para peserta Dauroh Mahasiswa agar lebih semangat lagi dalam belajar.

“Jangan sampai kita kalah semangat dalam hal belajar dengan orang-orang kafir yang mempelajari ilmu-ilmu tentang Islam.” jelasnya

Dijeda break 10 Menit, Dauroh Mahasiswa dilanjutkan dengan sesi pemateri kedua, Ustadz Feishal, S.Pd yang membawakan materi tentang kehadiran Formasalam (Forum Gerakan Mahasiswa Islam) di kalangan kampus dan mahasiswa.

Formasalam yang lahir pada 28 Oktober 2017 dan memang mengambil spirit peringatan Hari Sumpah Pemuda, diharapkan menjadi fajar baru gerakan mahasiswa Islam yang ada di kampus-kampus.

Ustadz Feishal memulai pemaparannya dengan mengingatkan para peserta agar menjadi Mahasiswa Ideologis.

“Jangan menjadi ‘Mahasiswa Romantis’ yang mengabaikan apa yang terjadi di kampus. Hanya rajin kuliah, memikirkan bagaimana mendapatkan nilai IPK besar, lulus tepat waktu, lalu bekerja, berkeluarga, kemudian baru memikirkan tentang bagaimana masuk surga. Tetapi jadilah “Mahasiswa Ideologis’ yang mulai memikirkan, memperjuangkan, dan pembelaan terhadap kepentingan bangsa dan ummat Islam.” jelasnya

Pemuda-pemuda Islam dan khususnya mahasiswa-mahasiswa Islam harus memiliki keilmuan tentang Islam yang mendalam sehingga bisa mengambil peran secara aktif dan tidak kalah dalam perang pemikiran dan budaya dengan orang-orang kafir.

Kehadiran Formasalam kedepannya diharapkan bisa menjadi bagian dari kontribusi terhadap kebangkitan mahasiswa Islam di kampus-kampus yang ada di Indonesia.

Siaran Pers

Kategori : Komunitas

Tags : formasalam forum mahasiswa islam

Peduli Warga Terdampak Limbah PT RUM, PDM Sukoharjo Gelar Pengobatan Gratis

15 Feb 2018 19:26:37
Peduli Warga Terdampak Limbah PT RUM, PDM Sukoharjo Gelar Pengobatan Gratis

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak limbah bau dari PT Rayon Utama Makmur (RUM), Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo mengadakan bakti sosial di MIM Kedungwinong, Nguter, Rabu (14/2/2018). Dalam kegiatannya, PDM Sukoharjo bekerjasama dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sukoharjo.

Baksi sosial ini berupa pengobatan gratis dan pembagian masker serta tabung oksigen kepada masyarakat dan beberapa sekolahan yang terkena dampak limbah bau.

“Kami juga membagikan 117 botol Oxycan dan 100 box masker kepada 18 sekolah dan masyarakat serta pemaparan gejala penyakit ISPA pada masyarakat,” kata Ketua PDM Sukoharjo Eko Pujiatmoko sebagaimana dilansir Sukoharjonews.com pada, Rabu (14/2/2018).

Layanan pengobatan gratis yang digelar PDM Sukoharjo tersebut, mendapat antusiasme yang tinggi dari warga. Poniyem, salah satu warga dari Dukuh Kedungwinong yang ikut melakukan pemeriksaan kesehatan itu menjelaskan, bahwa setiap bau limbah itu muncul, dirinya merasakan mual dan pusing.

“Baunya memang tidak setiap saat, tapi ada jam-jam tertentu. Saat bau itulah kepala pusing dan mual. Karena ada pengobatan gratis, saya ikut datang untuk periksa,” katanya.

Senada dengan Poniyem, Tukiman (66) asal Dukuh Krebet menceritakan perihal limbah bau itu, menurutnya, saat dinihari, bau mirip septic tank tersebut sangat menyengat dan membuatnya ingin muntah.

”Saya kalau pas mau makan ada bau itu sama sekali tidak nyaman,” paparnya.

Selain menggelar pengobatan gratis, PDM Sukoharjo juga melakukan layanan psikososial dari TK Imam Syuhodo untuk tiga sekolah. Masing-masing BA Aisyiah Kedungwinong, RA Nur Salam Juron, RA At Taqwa Pengkol.

Kategori : Nasional

Tags : limbah pt rum

Ratusan Pelajar Yogyakarta Gelar Aksi ‘Hari Peduli Moral’

15 Feb 2018 19:13:46
Ratusan Pelajar Yogyakarta Gelar Aksi ‘Hari Peduli Moral’

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Ratusan pelajar se-Kota Yogyakarta pada Rabu (14/2/2018) turun ke jalan menggelar aksi ‘Hari Peduli Moral’ di Titik 0 Km Yogyakarta. Aksi digelar atas dasar keprihatinan para pelajar atas merosotnya moral generasi muda bangsa.

Acara yang diinisiasi oleh Santri Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta ini diikuti oleh sejumlah forum pelajar se-Kota Yogyakarta yang kemudian melahirkan aliansi pelajar Jogja bernama Pelajar Istimewa.

Aliansi ini terdiri dari IPM (ikatan Pelajar Muhammadiyah), Wirobrajandan Ngampilan, PII (Pelajar Islam Indonesai), IPNU (IkatanPelajar Nahdhatul Ulama), Ikatan Pelajar Putri Indonesia, YMP (Yogyakarta Movement Project), FKPO (Forum Komunikasi Pengurus Osis), FORPIS (Forum Remaja Palang Merah Indonesia), dan STUCASH (Student Care and Share).

Acara diawali dengan menyanyikan lagu ‘Tanah Airku’ dan dilanjutkan dengan orasi dari setiap perwakilan forum pelajar.

“Kita selaku pelajar harus bangkit, dulu kita dijajah dengan senjata, tapi sekarang kita dijajah moralnya,” kata Leo Pradana Insaghi, perwakilan dari SMA Taman Madya IP.

Tak hanya berorasi, para pelajar se-Kota Yogayakarta juga membagikan stiker-stiker akan krisisnya moral bangsa ini, juga buletin-buletin yang berisi yang berisi fakta-fakta penurunan moral pada hari itu.

Aksi ini juga mendapat dukungan dari pelajar luar kota Yogyakarta yang tak bisa hadir. Mereka menyuarakan dukungannya melalui sosial dengan meramaikan tagar #HARIPEDULIMORAL.Tercatat lebih dari 300 pelajar menyemarakkan tagar tersebut.

“Dengan adanya aksi ini semoga pelajar yang berada di seluruh Indonesia sadarakan menurunnya moralitas bangsa ini, tak hanya itu kami berharap para pengunjung yang menyaksikan hal ini dapat membantu mencegah penurunan moral dengan merangkul orang-orang terdekatnya,” kata Koordinator aksi Racha Julian.

Dia berharap aksi ini dapat menyadarkan generasi muda akan pentignya menjaga nilai luhur bangsa Indonesia yang berakhlak.

Sementara itu Sekretaris IPM Yogyakarta, Ramadhani Ghafar Utama mendorong generasi muda bangsa untuk meningkatkan prestasi guna memperbaiki imej pelajar Indonesia.

“Menjadi lebih baik dan memberi perubahan ke depan. Terus bangkit memberi perlawana karena tunduk adalah pengkhianatan,” katanya.

Aksi yang tersebar di dua titik yaitu 0 KM dan Tugu Jogja ini dimulai dari pukul 15.00, dengan berkumpul di Masjid Gedhe Kauman untuk Aksi di 0 KM dan Pasar Kranggan untuk aksi di Tugu Jogja.

Sebagai penutup, para peserta mengadakan doa bersama di pelataran Masjid Gedhe Kauman. Mereka mendoakan agar para pemuda segera sadar akan moralitas bangsa Indonesia yang menurun, dan juga agar Indonesia dapat menjadi negara maju.

Siaran Pers

Pelajar Istimewa
Pelajar Istimewa
Kategori : Komunitas

Tags : hari peduli moral pelajar yogyakarta

Aksi Koboy Sekolah Kembali Terjadi di AS

15 Feb 2018 08:55:59
Aksi Koboy Sekolah Kembali Terjadi di AS

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Beberapa korban dirawat karena luka-luka saat terjadi penembakan pada hari Rabu (14/2/2018) di Stoneman Douglas High School di Parkland, Florida.

Media lokal melaporkan sebanyak 20 orang kemungkinan terluka.

Deputi berada di tempat kejadian dan penembak tetap pada umumnya, kantor Sheriff Broward mengatakan di Twitter, lansir Anadolu Agency.

Karena Pelakunya Bukan Muslim, Trump dan Gedung Putih Tolak Sebut Teroris Domestik

Orang-orang disarankan untuk menghindari area tersebut.

Rekaman adegan menggambarkan siswa dikawal keluar dari sekolah dalam kelompok kecil di tengah banyaknya polisi yang berjaga.

Donald Trump telah menyadari situasi tersebut, kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.

Anggota kongres Florida Frederica Wilson menyebut penembakan tersebut “memilukan” di Twitter, mengirimkan perhatian dan doanya kepada para korban.

Pelaku Pembantaian Massal di Gereja AS Seorang Kristen, Trump: Itu Gangguan Mental

“Sungguh menyedihkan bahwa insiden bersenjata ini terus terjadi di sekolah-sekolah, tempat di mana anak-anak kita seharusnya merasa dan menjadi yang paling aman!” dia menambahkan.

Berita ini masih berkembang.

Kategori : Internasional

Tags : AS penembakan

Sekneg AS Ajak Turki Bersatu Lawan IS, Erdogan: Sandiwara IS Sudah Berakhir

15 Feb 2018 08:28:42
Sekneg AS Ajak Turki Bersatu Lawan IS, Erdogan: Sandiwara IS Sudah Berakhir

KUWAIT (Jurnalisam.com) – AS percaya bahwa pergerakan militer Turki ke Suriah utara mengacaukan perang besar AS melawan kelompok Islamic State (IS).

Sekretaris Negara AS Rex Tillerson meminta sekutu mereka Turki untuk bersatu dalam perang melawan IS dan mengkritik operasi Turki di Afrin.

“Akhir operasi tempur utama tidak berarti kita telah mengalahkan IS seutuhnya,” kata Tillerson pada hari Selasa dalam pertemuan di Kuwait, lansir Aljazeera Rabu (14/2/2018).

“Operasi Turki mengurangi pertarungan kita untuk mengalahkan IS di Suriah timur … Pasukan dialihkan dari sana ke Afrin,” katanya.

Namun Erdogan mengatakan bahwa AS tidak dapat lagi menggunakan pertarungan IS sebagai alasan, karena kelompok tersebut – menurut presiden – telah banyak dikalahkan di Suriah.

“Mulai sekarang, tidak ada yang punya hak untuk menggunakan IS sebagai alasan. Sandiwara IS telah berakhir,” katanya.

Lawan Pasukan AS di Manbij, Turki akan Gunakan Jurus Pasukan Elit Ottoman

AS telah lama mendukung SDF sebagai “sekutu yang andal” dalam pertempurannya melawan IS, meskipun Ankara sangat keberatan. Ankara melihat YPG, yang memimpin koalisi SDF, sebagai cabang Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang.

Sekitar 40.000 orang telah terbunuh di Turki sejak PKK melancarkan perangnya melawan negara Turki pada 1980-an, demi mencari lebih banyak otonomi bagi warga Kurdi.

Tillerson diperkirakan akan berkunjung ke Turki pada hari Kamis.

Kunjungan Tillerson yang direncanakan ke Turki menunjukkan betapa “seriusnya masalah ini,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert pada hari Selasa, mengacu pada perbedaan mencolok antara kepentingan Turki dan AS di Suriah dalam sebuah briefing harian.

“Ini adalah salah satu bidang keprihatinan yang sangat, sangat mendalam dari pihak pemerintah,” kata Nauert kepada wartawan di Washington.

“Kami tentu tidak ingin melihat kekerasan meningkat lebih lanjut,” tutup Nauert.

Kategori : Internasional

Tags : AS Konflik Suriah turki

Lama Dinanti-nanti Akhirnya Bantuan Kemanusian Tiba di Ghouta Timur yang Terkepung

15 Feb 2018 07:41:44
Lama Dinanti-nanti Akhirnya Bantuan Kemanusian Tiba di Ghouta Timur yang Terkepung

GHOUTA TIMUR (Jurnalislam.com) – Sebuah konvoi bantuan internasional berhasil mengirimkan bantuan pangan dan kemanusiaan ke daerah oposisi yang dikepung pasukan rezim Syiah Suriah di dekat Damaskus, sebagai bantuan yang pertama kali didistribusikan untuk mencapai Ghouta Timur Suriah sejak akhir November.

Konvoi tersebut mengirimkan pasokan bagi “lebih dari 7.000 warga sipil untuk sebulan” di kota Nashabiyah, sekitar 19km timur Damaskus, pada hari Rabu (14/02/2018), kata Jakob Kern, direktur Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Suriah kepada Aljazeera.

“Kami membutuhkan lebih banyak konvoi seperti itu. Pertarungan harus berhenti untuk memberikan bantuan bagi semua warga sipil yang membutuhkan,” kata Kern di Twitter.

Sembilan truk bantuan mengirimkan paket makanan, tepung, obat-obatan, bantuan nutrisi dan obat-obatan, kata Bulan Sabit Merah Suriah, yang membantu mengorganisir konvoi tersebut.

Biadab, Rezim Syiah Assad Hujani Warga Ghouta Timur dengan Artileri

Sekitar 400.000 orang telah tinggal di bawah pengepungan yang diberlakukan rezim Syiah Assad di Ghouta Timur, wilayah yang dikuasai oposisi di sebelah timur ibukota Suriah, sejak 2013.

Penduduk setempat, setengah dari mereka adalah anak-anak, menderita kekurangan makanan, obat-obatan dan persediaan medis, karena lumpuhnya rumah sakit setempat.

Walaupun wilayah tersebut merupakan satu dari segelintir “zona de-eskalasi” (zona larangan agresi militer) namu banyak warga sipil telah terbunuh di Ghouta Timur pada bulan Februari oleh serangan pemboman berat agresor Rusia dan rezim Suriah.

Zona de-eskalasi adalah wilayah dimana pasukan oposisi dan rezim besepakat untuk membatasi pertempuran di bawah kesepakatan yang ditengahi internasional tahun lalu.

Namun lebih dari 200 warga tewas di Ghouta Timur dan provinsi Idlib di utara utara hanya dalam empat hari awal bulan ini.

White Helmets: 200 Lebih Warga Sipil Ghouta Timur Dibantai Rezim Assad

James Bays dari Al Jazeera, yang melaporkan dari markas besar PBB di New York, mengatakan, walaupun konvoi tersebut telah mengirimkan “bantuan yang sangat dibutuhkan”, penduduk Ghouta Timur “masih memerlukan lebih dari satu konvoi karena wilayah tersebut telah lama terkepung.”

“Pasokan bantuan ke daerah-daerah yang terkepung di Suriah menjadi masalah yang terus berlanjut [untuk] PBB yang mencoba untuk mendistribusikan bantuan tersebut. Seringkali, ketika ada truk bantuan yang diijinkan masuk, pasokan diambil dari truk oleh pemerintah Suriah,” kata Bays.

Secara pribadi, beberapa diplomat internasional mempertanyakan waktu pengiriman bantuan tersebut, Bays melaporkan. Beberapa bahkan menyebutnya sebagai tindakan pihak rezim Suriah yang “sangat sinis,” yang berusaha mengurangi tekanan menjelang pertemuan Dewan Keamanan PBB.

“Kami telah melihat pola ini sebelumnya, yaitu mengizinkan masuknya sejumlah kecil bantuan, untuk mengurangi tekanan di seputar meja perundingan dewan,” kata Bays.

DK PBB bertemu pada hari Rabu untuk membahas perang yang sedang berlangsung di Suriah dan situasi politik saat ini di negara tersebut yang semakin rumit.

PBB Akhirnya Selidiki Serangan Gas Beracun Rezim Assad di Idlib dan Ghouta Timur

Staffan de Mistura, utusan PBB untuk Suriah, mengatakan bahwa situasi di Suriah adalah yang paling “kejam, berbahaya dan mengkhawatirkan” yang telah dia lihat selama empat tahun terakhir.

Pada bulan Januari, Turki melancarkan serangan militer di Afrin, sebuah wilayah yang dikuasai Kurdi di Suriah utara, untuk membasmi pasukan YPG Kurdi dari daerah perbatasan.

Walaupun Turki memandang YPG sebagai cabang dari Partai Pekerja Kurdistan yang dilarang (PKK), yang telah melakukan perang selama puluhan tahun dengan Ankara, YPG telah menjadi sekutu Amerika Serikat dengan alasan perang melawan Kelompok Islamic State (IS).

Hal itu menyebabkan hubungan antara AS dan Turki semakin menegang.

Kategori : Internasional

Tags : Ghouta Timur Konflik Suriah

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

Waspada di Balik Citra Saleh: Ketika Topeng Kebaikan Menyembunyikan Kejahatan

Waspada di Balik Citra Saleh: Ketika Topeng Kebaikan Menyembunyikan Kejahatan

4 Apr 2026 16:38:10
Mudik Tahunan: Macet dan Kecelakaan yang Tak Pernah Tuntas

Mudik Tahunan: Macet dan Kecelakaan yang Tak Pernah Tuntas

4 Apr 2026 16:36:12
Krisis Energi Global dan Rapuhnya Kedaulatan Energi Nasional

Krisis Energi Global dan Rapuhnya Kedaulatan Energi Nasional

18 Mar 2026 21:49:48
Menyoal Perwali Santunan Kematian Bagi Rakyat Miskin

Menyoal Perwali Santunan Kematian Bagi Rakyat Miskin

17 Mar 2026 05:02:12

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED