Responsive image

Lama Dinanti-nanti Akhirnya Bantuan Kemanusian Tiba di Ghouta Timur yang Terkepung

Lama Dinanti-nanti Akhirnya Bantuan Kemanusian Tiba di Ghouta Timur yang Terkepung

GHOUTA TIMUR (Jurnalislam.com) – Sebuah konvoi bantuan internasional berhasil mengirimkan bantuan pangan dan kemanusiaan ke daerah oposisi yang dikepung pasukan rezim Syiah Suriah di dekat Damaskus, sebagai bantuan yang pertama kali didistribusikan untuk mencapai Ghouta Timur Suriah sejak akhir November.

Konvoi tersebut mengirimkan pasokan bagi “lebih dari 7.000 warga sipil untuk sebulan” di kota Nashabiyah, sekitar 19km timur Damaskus, pada hari Rabu (14/02/2018), kata Jakob Kern, direktur Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Suriah kepada Aljazeera.

“Kami membutuhkan lebih banyak konvoi seperti itu. Pertarungan harus berhenti untuk memberikan bantuan bagi semua warga sipil yang membutuhkan,” kata Kern di Twitter.

Sembilan truk bantuan mengirimkan paket makanan, tepung, obat-obatan, bantuan nutrisi dan obat-obatan, kata Bulan Sabit Merah Suriah, yang membantu mengorganisir konvoi tersebut.

Biadab, Rezim Syiah Assad Hujani Warga Ghouta Timur dengan Artileri

Sekitar 400.000 orang telah tinggal di bawah pengepungan yang diberlakukan rezim Syiah Assad di Ghouta Timur, wilayah yang dikuasai oposisi di sebelah timur ibukota Suriah, sejak 2013.

Penduduk setempat, setengah dari mereka adalah anak-anak, menderita kekurangan makanan, obat-obatan dan persediaan medis, karena lumpuhnya rumah sakit setempat.

Walaupun wilayah tersebut merupakan satu dari segelintir “zona de-eskalasi” (zona larangan agresi militer) namu banyak warga sipil telah terbunuh di Ghouta Timur pada bulan Februari oleh serangan pemboman berat agresor Rusia dan rezim Suriah.

Zona de-eskalasi adalah wilayah dimana pasukan oposisi dan rezim besepakat untuk membatasi pertempuran di bawah kesepakatan yang ditengahi internasional tahun lalu.

Namun lebih dari 200 warga tewas di Ghouta Timur dan provinsi Idlib di utara utara hanya dalam empat hari awal bulan ini.

White Helmets: 200 Lebih Warga Sipil Ghouta Timur Dibantai Rezim Assad

James Bays dari Al Jazeera, yang melaporkan dari markas besar PBB di New York, mengatakan, walaupun konvoi tersebut telah mengirimkan “bantuan yang sangat dibutuhkan”, penduduk Ghouta Timur “masih memerlukan lebih dari satu konvoi karena wilayah tersebut telah lama terkepung.”

“Pasokan bantuan ke daerah-daerah yang terkepung di Suriah menjadi masalah yang terus berlanjut [untuk] PBB yang mencoba untuk mendistribusikan bantuan tersebut. Seringkali, ketika ada truk bantuan yang diijinkan masuk, pasokan diambil dari truk oleh pemerintah Suriah,” kata Bays.

Secara pribadi, beberapa diplomat internasional mempertanyakan waktu pengiriman bantuan tersebut, Bays melaporkan. Beberapa bahkan menyebutnya sebagai tindakan pihak rezim Suriah yang “sangat sinis,” yang berusaha mengurangi tekanan menjelang pertemuan Dewan Keamanan PBB.

“Kami telah melihat pola ini sebelumnya, yaitu mengizinkan masuknya sejumlah kecil bantuan, untuk mengurangi tekanan di seputar meja perundingan dewan,” kata Bays.

DK PBB bertemu pada hari Rabu untuk membahas perang yang sedang berlangsung di Suriah dan situasi politik saat ini di negara tersebut yang semakin rumit.

PBB Akhirnya Selidiki Serangan Gas Beracun Rezim Assad di Idlib dan Ghouta Timur

Staffan de Mistura, utusan PBB untuk Suriah, mengatakan bahwa situasi di Suriah adalah yang paling “kejam, berbahaya dan mengkhawatirkan” yang telah dia lihat selama empat tahun terakhir.

Pada bulan Januari, Turki melancarkan serangan militer di Afrin, sebuah wilayah yang dikuasai Kurdi di Suriah utara, untuk membasmi pasukan YPG Kurdi dari daerah perbatasan.

Walaupun Turki memandang YPG sebagai cabang dari Partai Pekerja Kurdistan yang dilarang (PKK), yang telah melakukan perang selama puluhan tahun dengan Ankara, YPG telah menjadi sekutu Amerika Serikat dengan alasan perang melawan Kelompok Islamic State (IS).

Hal itu menyebabkan hubungan antara AS dan Turki semakin menegang.

Bagikan
Close X