Biadab, Dalam 2 Hari Rezim Syiah Assad Bantai 250 Warganya Sendiri di Ghouta Timur

GHOUTA TIMUR (Jurnalislam.com) – Serangan udara mematikan dan tembakan artileri berlanjut pada hari Selasa (20/02/2018) dengan lebih dari 100 orang di daerah Ghouta di Suriah terbunuh, sehingga jumlah warga sipil yang tewas menjadi 250 selama 48 jam terakhir, lapor sebuah pemantau perang.

Itu adalah korban tewas dua hari tertinggi sejak sebuah serangan kimia 2013 di daerah kantong terkepung tersebut, yang menewaskan ratusan orang, the Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) mengatakan, lansir Aljazeera.

Monitor perang yang berbasis di Inggris itu mengatakan 106 orang tewas akibat pemboman pada hari Selasa.

Enam rumah sakit di daerah kantong oposisi Suriah telah diserang selama dua hari, tiga rumah sakit rusak dan beberapa orang terbunuh, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Rezim Syiah Assad Terus Bunuhi Warga Sipil di Ghouta Timur, 58 Tewas

“Saya terkejut dan tertekan oleh laporan serangan mengerikan terhadap enam rumah sakit di Ghouta Timur selama 48 jam terakhir,” kata Panos Moumtzis, koordinator kemanusiaan regional PBB untuk krisis Suriah.

Selain enam rumah sakit tersebut, rumah sakit utama lainnya diserang hingga tidak dapat beroperasi pada hari Selasa, kata Perhimpunan Medis Amerika Suriah (the Syrian American Medical Society).

“Dari kemarin sampai saat ini, kita telah menyaksikan semua jenis tembakan di lingkungan kita,” Syams, ibu dua anak, mengatakan kepada Al Jazeera dari Ghouta Timur.

“Pesawat tempur belum berhenti beputar di atas kota. Ketika tembakan berhenti sementara, mereka mulai menembaki rudal pada kami,” katanya.

Serangan udara tanpa henti dan tembakan artileri yang diluncurkan oleh pasukan rezim Syiah Suriah membuat penduduk di pinggiran kota Damaskus dalam keadaan panik.

White Helmets: 200 Lebih Warga Sipil Ghouta Timur Dibantai Rezim Assad

Khalid Abulabed, seorang dokter lapangan di pinggiran kota Damaskus, yang dikepung sejak 2013, menggambarkan situasi saat ini sebagai “gila dan bencana.”

“Ini tak terlukiskan, ini mengingatkan saya pada yang biasa kita lihat di Aleppo – pemboman siang dan malam,” kata Abulabed kepada Al Jazeera.

“Tidak ada yang dikecualikan dari penembakan, bukan di sekolah, bukan di daerah perumahan, bahkan pasar, yang meningkatkan jumlah orang yang menjadi martir dan terluka.”

Ratusan orang terluka dalam serangan tersebut.

Warga mengatakan tidak ada tanda-tanda kehidupan di daerah tersebut – yang menampung hampir 400.000 orang – terutama karena kurangnya kebutuhan dasar, termasuk makanan dan obat-obatan.

“Kami sampai pada titik di mana kita bahkan tidak meninggalkan rumah selama pemboman ini sehingga jika kita diserang, kita mati bersama,” kata Syams.

Serangan yang dimulai pada hari Ahad dilaporkan menandai serangan darat yang akan segera diluncurkan oleh Rezim Assad, kata Observatorium Suriah.

PBB Akhirnya Selidiki Serangan Gas Beracun Rezim Assad di Idlib dan Ghouta Timur

Ghouta Timur adalah daerah oposisi terakhir yang tersisa di sekitar timur Damaskus, dan dikepung oleh pasukan rezim Nushairiyah Bashar al-Assad sejak tahun 2013.

PBB dan organisasi hak lainnya terus-menerus menyerukan gencatan senjata permanen dan meminta pemerintah untuk mencabut blokade “melumpuhkan” tersebut.

Akibat pengepungan yang ketat, konvoi bantuan belum dapat memberikan banyak makanan dan persediaan medis yang sangat dibutuhkan, dan akses keseluruhan ke daerah kantong masih “sangat tidak memadai.”

Pada 14 Februari, pengiriman konvoi hanya mencapai 2,6 persen dari perkiraan 272.500 orang yang membutuhkan bantuan kemanusiaan, menurut Ali al-Za’tari, koordinator kemanusiaan PBB di Suriah.

Kurangnya komoditas membuat penduduk hanya memiliki dua pilihan utama dan langka untuk tetap bertahan, termasuk beras dan roti.

Menghadapi kekurangan makanan yang parah, ditambah dengan kenaikan harga pangan yang tajam, banyak warga yang terancam mati kelaparan.

“Tidak ada lagi yang tersedia karena pengepungan. Anda bahkan tidak dapat menemukan pemilik toko untuk menjual sesuatu di tengah serangan ini – kami kelaparan,” katanya.

“Jika kita tidak mati karena tembakan, kita akan mati karena kelaparan.”

1.337 Warga Ghouta Timur Tewas oleh 7.325 Serangan Artileri Rezim Syiah Assad

Pengepungan tersebut juga memaksa dokter seperti Abulabed untuk melakukan prosedur medis terhadap orang-orang yang terluka menggunakan peralatan “seadanya”.

“Kami bahkan tidak memiliki akses ke peralatan medis yang memadai,” kata Abulabed.

Pada hari Selasa, UNICEF mengeluarkan sebuah pernyataan kosong untuk mengungkapkan “kemarahan” atas anak-anak yang kehilangan nyawa mereka akibat gelombang serangan terbaru.

“Apakah orang-orang yang menyebabkan penderitaan masih memiliki kata-kata untuk membenarkan tindakan barbar mereka?” kata Geert Cappelaere, direktur regional UNICEF.

Amien Rais Ingatkan Pemerintah Jangan Diskriminasi Hukum Umat Islam

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Amien Rais, mengingatkan pemerintah untuk berlaku adil dan jangan memecah belah umat Islam.

Menurutnya, saat ini perasaan umat Islam sedang sensitif dimana beberapa kasus yang merugikan umat Islam tidak ditangani serius oleh pemerintah.

“Bagaimana Victor Laiskodat yang sudah menantang akan membunuh umat Islam dan itu tidak diapa-apakan. Sementara saudara Alfian Tanjung mengingatkan kita akan bahaya PKI itu dibawa ke meja hijau dan dijatuhi hukuman,” kata Amien di Aula Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Ia menjelaskan, umat Islam sebagai mayoritas tidak ingin diperlakukan istimewa. Semua penganut agama harus diperlakukan sama di depan hukum demikian juga dalam hukum Islam.

Akan tetapi, lanjutnya, sikap pemerintah terhadap umat Islam saat ini sudah tak bisa ditutupi lagi. Pemerintah mencoba memecah belah umat Islam.

“Saya ingatkan, umur saya satu tahun lebih tua dari Republik, saya paham apa yang terjadi. Jadi kita gak usah main sandiwara karena saat ini semua kelihatan seperti di lapangan terbuka. Apa yang dilakukan rezim ini semua sudah tahu, jangan ditipu kita ini,” tegasnya.

“Karena kalo rezim itu suka menipu rakyatnya cepat atau lambat pasti roboh,” pungkas tokoh Muhammadiyah ini.

Kontributor: Salman

Amien Rais: Penyerangan Ulama Ada Dalangnya!

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Tokoh Muhammadiyah Amien Rais menilai, kasus penyerangan terhadap para ulama yang terjadi akhir-akhir ini ada dalangnya. Ia membantah jika kasus-kasus tersebut merupakan sesuatu yang kebetulan.

“Hanya orang yang masih males mikir atau pura-pura tidak cerdas kalau berkesimpulan penganiayaan, pelecehan, pembunuhan para ulama itu dianggap sesuatu yang kebetulan, kejahatan biasa, tidak usah diperbesar, dan lain sebagainya,” katanya kepada wartawan di Aula Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Menurutnya, jika melihat pola para pelaku dalam memilih targetnya maka dapat disimpulkan bahwa semua itu ada dalangnya dan harus segera ditemukan.

Amien menjelaskan, kinerja Polri yang mampu menangkap pelaku teror dalam hitungan hari telah mendapat pujian internasional. Tapi Polri tidak bisa mengungkap kasus Novel Baswedan yang dinilainya tidak serumit kasus terorisme.

“Nah tiba-tiba ini sesuatu yang lebih mudah jadi ruwet, apa gerangan yang terjadi,” ujarnya.

Kontributor: Salman

 

Tokoh dan Ulama Solo Deklarasikan Gerakan Indonesia Shalat Subuh (GISS)

SOLO (Jurnalislam.com)- Sejumlah tokoh nasional dan ulama Soloraya tampak menghadiri deklarasi Gerakan Indonesia Shalat Subuh Soloraya di Masjid Nurul Iman Kalitan Solo,pada Ahad (18/2/2018).

Acara yang di hadiri ribuan jamaah ini dimulai dengan shalat subuh berjamaah dan dilanjutkan tausiah oleh tokoh dan para ulama. Mereka menegaskan bahwa shalat subuh untuk mencari keberkahan dan keutamaan di waktu subuh serta shalat subuh sebagai tanda awal akan kemenangan Islam.

Tokoh Forum Umat Islam (FUI) Bernard Abdul Jabar membacakan deklarasi GISS dan diikuti segenap hadirin. “Kami jamaah subuh Masjid Nurul Iman Kalitan Solo menyatakan pagi ini bertekad dan senantiasa istiqamah untuk datang ke masjid- masjid terdekat untuk shalat shubuh berjamaah,” katanya.

Ia pun menyerukan agar warga dapat mengajak anggota keluarga,tetangga dan kawan- kawan untuk shalat shubuh berjamaah di masjid.

“Semoga dengan adanya GISS indonesia ke depan kan menjadi NKRI yang berkah,aman dan sentosa,”pungkasnya.

Sejumlah tokoh yang ikut hadir diantaranya Amien Rais (Dewan Pembina Persaudaraan Alumni 212 )Eky Pitung (Tokoh Betawi), Bernar Abdul Jabbar (Sekum PA 212) Ustad Fikri, (MUI pusat), Slamet Ma’arif ( Ketua PA 212), Rofii(FPI jateng), Cak Nur (da’i dari Palu), Surawijaya(JAS jateng), Dr.Muinidillah Basri (DSKS), Yusuf Suparno(LUIS)Ustadz Nurhadi Wasono (Elmusa), dan masih banyak tokoh-tokoh lainnya.

reporter: ridho

Setelah 7 Bulan Diblokade, Begini Kabar Terakhir Qatar

QATAR (Jurnalislam.com) – Tujuh bulan yang lalu, sebuah blokade udara, laut dan darat diberlakukan di Qatar oleh negara-negara tetangga. Berikut adalah perkembangan terakhir yang di rilis pada hari Ahad (18/2/2018), Aljazeera:

Konferensi Keamanan Munich

  • Pada hari Jumat (16/02/2018), dalam sebuah pidato di Munich Security Conference di Jerman, amir Qatar memperingatkan bahwa krisis Qatar-Teluk merongrong keamanan dan prospek ekonomi kawasan ini. “Ini adalah krisis sia-sia, yang diciptakan oleh tetangga kita,” Amir Qatari Syeikh Tamim bin Hamad Al Thani mengatakan. “Para aktor agresif tersebut ingin menggunakan negara-negara yang lebih kecil sebagai bidak dalam permainan kekuasaan dan konflik sektarian mereka. Demi kepentingan rakyat Timur Tengah, sangat penting untuk menjamin kedaulatan negara seperti Qatar,” tambahnya.

Kampanye anti-Qatar

  • Juga di hari Jumat, negara-negara pemblokir Qatar mengundang wartawan ke sebuah pertemuan mengenai sanksi terhadap Qatar. “Ketika tidak ada yang muncul, panitia dilaporkan menyewa perusahaan PR … lalu ruangan itu penuh dengan wanita muda yang mengatakan bahwa mereka kebanyakan berasal dari Eropa Timur,” lapor reporter Al Jazeera Hashem Ahelbarra, dari Munich. Sebelumnya pada bulan Februari, sebuah laporan di Buzzfeed mengungkapkan bahwa seorang anggota parlemen Inggris membayar 15.000 pound Inggris ($ 20.700) untuk membantu menyelenggarakan konferensi anti-Qatar di London.

Tillerson di Kuwait

  • Pada hari Selasa, Sekretaris Negara AS Rex Tillerson mengatakan bahwa pemulihan persatuan Teluk Arab merupakan kepentingan terbaik semua pihak di wilayah ini. Tillerson membuat pernyataan pada sebuah konferensi pers yang diadakan di Kuwait, dimana dia menghadiri sebuah pertemuan tingkat tinggi antara anggota koalisi pimpinan AS melawan Islamic State (IS).

Liga Kejuaraan Asia

  • Pada hari Senin, tim Al Gharafa dari Qatar melakukan pertandingan pembuka Asian Championships League di Abu Dhabi melawan tim Al Jazira dari the United Arab Emirates (UAE). UAE meminta melakukan pertandingan tersebut di negara ketiga, namun idenya ditolak oleh the Asian Football Confederation sebagai penyelenggara turnamen, yang menampilkan 32 tim yang terbagi menjadi delapan kelompok masing-masing diisi empat tim. “Klub dari Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab harus bertanding secara home and away (kandang dan tandang) pada 2018 sesuai peraturan AFC,” kata AFC dalam sebuah pernyataan baru-baru ini.vFederasi sepak bola UAE dan Arab Saudi menerima keputusan tersebut, meskipun mereka menyatakan keberatan tentang keputusan itu.

Inilah Kabar Terakhir Qatar Sejak 6 Bulan Lalu Diblokade Darat, Laut dan Udara

Turki Ancam Rezim Assad jika Bantu Milisi Dukungan AS di Afrin

ANKARA (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu pada hari Senin (19/02/2018) menegaskan kembali kepekaan Turki terhadap integritas teritorial Suriah dan memperingatkan rezim Syiah Bashar al-Assad untuk tidak mendukung milisi YPG dukungan AS di Afrin.

Cavusoglu berbicara dalam sebuah konferensi pers bersama dengan rekannya dari Jordania Ayman Safadi di ibukota Amman.

“Sekarang, ‘apakah pasukan rezim Suriah akan masuk ke sana? Jika mereka melakukannya, untuk apa?’ Itu penting, jika rezim masuk untuk menghapus PKK, YPG maka tidak ada masalah. Jika mereka memasuki [Afrin] untuk memberikan perlindungan kepada YPG, maka tidak ada yang bisa menghentikan rakyat atau tentara Turki. Hal ini bukan hanya untuk Afrin saja, tapi juga untuk Manbij dan di sebelah timur sungai Efrat juga,” tambahnya, lansir Anadolu Agency.

Pasukan Rezim Assad Bantu Milisi Dukungan AS Hadapi Militer Turki di Afrin

Ucapannya disampaikan setelah kantor berita pemerintah rezim Assad SANA melaporkan pada hari Senin bahwa milisi pro-Assad yang disebut “Popular Forces” akan memasuki Afrin dalam beberapa jam.

Cavusoglu sekali lagi menekankan bahwa Operation Olive Branch Turki diluncurkan untuk “membersihkan” teroris YPG dukungan AS.

Organisasi teroris YPG dikatakan telah mengadakan pembicaraan dengan rezim Suriah setelah lebih dari 70 wilayah strategis dibebaskan selama Operation Olive Branch sejak diluncurkan pada 20 Januari.

Menurut Staf Umum Turki, operasi tersebut bertujuan untuk membangun keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan dan wilayah Turki serta melindungi penduduk Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris YPG.

Rezim Syiah Assad Terus Bunuhi Warga Sipil di Ghouta Timur,58 Tewas

GHOUTA TIMUR (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 58 warga sipil Suriah terbunuh dan 45 lainnya cedera dalam serangan rezim baru di pinggiran Damaskus, Ghouta Timur, Senin (19/02/2018), menurut sumber pertahanan sipil setempat.

Pasukan Rezim Syiah Assad melancarkan serangan udara dan darat ke beberapa distrik di pinggiran kota, yang berada di bawah pengepungan yang melumpuhkan sejak 2012.

Dua puluh warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak, tewas dalam serangan udara di kota Hammuriya di Ghouta Timur, sumber – yang berafiliasi dengan badan pertahanan sipil the White Helmets – mengatakan, lansir Anadolu Agency.

Biadab, Rezim Syiah Assad Hujani Warga Ghouta Timur dengan Artileri

Empat belas orang tewas dalam serangan darat dan udara di kota Saqba, sementara empat lainnya tewas akibat serangan udara di kota Jisrin, sumber yang sama menambahkan dengan syarat anonim karena masalah keamanan.

Dalam serangan darat dan serangan bom barrel rezim di kota Beit Sawa, 17 warga sipil tewas dan 45 lainnya cedera.

Dalam serangan udara di Kafr Batna, dua warga sipil terbunuh. Warga sipil lainnya juga tewas dalam serangan darat di Zamalka.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini dan Komisaris Eropa untuk Bantuan Kemanusiaan dan Manajemen Krisis (European Commissioner for Humanitarian Aid and Crisis Management ) Christos Stylianides juga mengeluarkan sebuah pernyataan gabungan tertulis Senin malam mengenai situasi kemanusiaan di Ghouta Timur dan Idlib.

Pernyataan tersebut mengatakan bahwa akses kemanusiaan yang tidak dihalangi kepada warga sipil di Suriah dan perlindungan warga sipil dan infrastruktur merupakan masalah mendesak untuk mencegah hilangnya nyawa lebih banyak lagi.

Pasukan Rezim Assad Bantu Milisi Dukungan AS Hadapi Militer Turki di Afrin

“Masyarakat internasional harus bersatu untuk menghentikan penderitaan manusia ini,” tegas pernyataan tersebut.

Ghouta Timur berada dalam jaringan zona de-eskalasi – didukung oleh Turki, Rusia dan Iran – di mana tindakan agresi militer dilarang.

Namun, rezim Syiah Nushairiyah terus menargetkan bagian pemukiman kota tersebut, menewaskan sedikitnya 539 orang – dan melukai lebih dari 2.000 lainnya – sejak 29 Desember tahun lalu.

Sebagai rumah bagi sekitar 400.000 penduduk sipil, Ghouta Timur tetap berada di bawah pengepungan rezim Assad yang melumpuhkan selama lima tahun terakhir.

10.000 Tentara Arab Saudi Dilatih di Pakistan, Ada Apa dengan Keluarga Al-Saud

ISLAMABAD (Jurnalislam.com) – Pakistan pada hari Senin (19/2/2018) mengungkapkan bahwa pihaknya melatih sekitar 10.000 tentara Saudi, menyuntikkan kepercayaan terhadap laporan tentang kerja sama keamanan yang terus meningkat antara Riyadh dan Islamabad dalam beberapa bulan terakhir.

Menteri Pertahanan Khurram Dastagir, yang memberikan sebuah pernyataan kebijakan di senat mengenai keputusan pemerintah baru-baru ini untuk mengirim 1000 tentara tambahan ke Kerajaan, tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai kehadiran sejumlah besar tentara Saudi di tanah Pakistan, dan sifat pelatihan yang diberikan, lansir World Bulletin.

Namun, banyak yang menghubungkan kerjasama pertahanan antara kedua negara dengan keamanan internal Saudi Arab menyusul spekulasi mengenai perpecahan dalam keluarga Al-Saud yang berkuasa dan tindakan keras baru-baru ini terhadap korupsi yang melibatkan beberapa anggota keluarga yang berkuasa.

Pernyataan itu muncul setelah beberapa anggota parlemen Pakistan mempertanyakan keputusan tersebut, karena khawatir pasukan tambahan tersebut dapat digunakan untuk melawan pemberontak Syiah Houthi pro-Iran di Yaman.

Koalisi Arab: Syiah Houthi Targetkan Arab Saudi dengan 95 Rudal Balistik

Sebanyak 1.600 perwira dan tentara Pakistan sudah ditempatkan di Kerajaan sesuai dengan protokol keamanan tahun 1982 di antara kedua belah pihak.

Saat ini, sekitar 647 tentara Pakistan juga ditempatkan di Qatar, sementara angkatan udara Pakistan melatih 10 pilot Iran, menurut media setempat.

“Mengenai penempatan tentara Pakistan di luar wilayah Arab Saudi atau Yaman, saya ingin meyakinkan Anda bahwa itu tidak akan terjadi. Pakistan akan tetap netral terhadap konflik di Timur Tengah sesuai dengan pedoman parlemen,” kata menteri tersebut.

Dia mengacu pada resolusi parlemen 2015, yang menyatakan bahwa Islamabad tidak akan menjadi bagian dari konflik di Timur Tengah, khususnya Yaman.

Namun pernyataannya memanaskan perdebatan dengan beberapa anggota partai sayap kiri Pakistan Peoples Party (PPP). Ketua Senat Raza Rabbani menyebut klarifikasi “tidak mencukupi”, dan meminta penjelasan operasional dan penempatan yang mendetail.

“Saya tidak tahu di mana tentara ini akan ditempatkan di Arab Saudi. Tapi saya yakin, mereka akan tetap ditempatkan di wilayah Saudi,” kata Dastagir menanggapi sebuah pertanyaan dari mantan menteri dalam negeri, dan seorang tokoh PPP terkemuka Aitzaz Ahsan, yang mengatakan bahwa pasukan tersebut dapat ditempatkan di perbatasan Yaman.

Pertama dalam Sejarah, Pasukan Rusia Latihan Perang Bersama Pakistan

Sebelumnya dalam sebuah pernyataan, tentara Pakistan bersikeras bahwa baik kontingen baru maupun pasukan yang sudah ditempatkan akan ditempatkan di luar Arab Saudi.

“Dalam kelanjutan kerja sama keamanan bilateral Pak-KSA (Pakistan-Kingdom of Saudi Arabia) yang sedang berlangsung, sebuah kontingen tentara Pakistan dikirim ke KSA untuk pelatihan dan misi konsultasi. Pasukan yang baru ini atau pasukan yang sudah ada tidak akan dipekerjakan di luar KSA. Pak Army (tentara Pakistan) menjaga kerjasama keamanan bilateral dengan banyak negara GCC / regional lainnya,” kata pernyataan tersebut.

Arab Saudi, rumah bagi hanya 1,9 juta orang Pakistan, berada di puncak daftar negara dengan kiriman uang tertinggi ke Pakistan – lebih dari $ 4,5 miliar per tahun.

Arab Saudi juga merupakan mitra dagang regional terbesar Pakistan, yang mengekspor barang dan jasa, terutama minyak, mencapai lebih dari $ 5 miliar ke Pakistan pada tahun 2017.

Pasukan Rezim Assad Bantu Milisi Dukungan AS Hadapi Militer Turki di Afrin

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pasukan YPG Kurdi dukunungan AS mengklaim bahwa mereka telah mencapai kesepakatan untuk mengizinkan pasukan Rezim Syiah Assad masuk ke Afrin di bagian barat laut kota perbatasan tersebut.

Nuri Mahmoud, juru bicara Unit Perlindungan Rakyat (YPG), mengatakan kepada Al Jazeera pada hari Senin (19/02.2018) bahwa mereka menyerukan kepada pasukan rezim Suriah “untuk mempertahankan Suriah yang bersatu,” dalam sebuah pernyataan yang dapat diartikan bahwa pasukan rezim dapat secara langsung menghadapi tentara Turki di wilayah tersebut.

Turki dan Free Syrian Army (FSA) – sebuah kelompok oposisi bersenjata Suriah yang didukung Turki – bulan lalu meluncurkan operasi udara dan darat di Afrin untuk mengusir pasukan YPG yang didukung AS demi menciptakan zona penyangga di perbatasan selatannya.

Armada Perang Turki Kembali Bebaskan 3 Desa di Afrin dari Milisi Dukungan AS

Ankara menganggap YPG, yang mengendalikan Afrin, sebuah milisi “teror.”

“Tentara Suriah belum tiba. Kami memanggil tentara Suriah untuk melindungi Afrin, karena kami ingin mempertahankan Suriah yang bersatu,” Mahmoud mengatakan kepada Al Jazeera.

“Kami mengatakan ini karena masyarakat internasional terus menangani kepemimpinan Suriah sebagai penguasa dan kami meminta otoritas ini untuk melindungi wilayahnya.”

Dia menambahkan bahwa pasukan rezim Syiah Suriah diperkirakan akan tiba dalam waktu dua hari.
Belum ada tanggapan Turki

Ketika Hubungan AS dan Turki pada Titik Kritis

PKK telah melancarkan perang bersenjata selama beberapa dekade melawan negara Turki yang telah membunuh puluhan ribu orang.

PYD/YPG telah datang untuk mengendalikan petak-petak utara Suriah, termasuk Afrin, dalam perjalanan perang Suriah karena memimpin organisasi payung yang didukung AS Pasukan Demokratik Suriah (SDF).

Dukungan AS untuk SDF telah membuat marah Turki dan menciptakan krisis diplomatik yang sedang berlangsung antara kedua sekutu NATO.

Perkembangan terakhir menyoroti medan perang yang kompleks di Suriah utara, yang menampung sejumlah besar aktor, termasuk PYD/YPG, rezim Suriah, kelompok bersenjata oposisi moderat, faksi jihad, Turki, Amerika Serikat dan Rusia.

Pengacara Ustadz Roinulbalad Minta Aparat Lindungi Para Ulama

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Ketua Harian Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Ustadz Roinul Balad bersama empat pengacaranya mendatangi Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin (19/2/2018).

Ustadz Roin melaporkan terkait ancaman serta fitnah kepada dirinya dalam selebaran yang ditempel orang tak dikenal di Kantor DDII Jabar Jalan Pungkur No. 151, Kota Bandung pada Jumat (16/2/2018).

“Ya kami mendampingi klien kami Ustadz Roinulbalad sebagai saksi pelapor, melaporkan telah terjadi pengancaman juga laporan fitnah yang sengaja pelaku ini sengaja menempelkan pamflet di pintu depan kantor DDII Jawa Barat,” kata Asep Bara, salah satu kuasa hukum Ustadz Roin kepada Jurnalislam.com di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin (19/2/2018)

Selain melaporkan kejadian tersebut, kuasa hukum juga meminta aparat kepolisian untuk melindungi para ulama dari teror-teror yang terjadi akhir-akhir ini.

“Karena seringnya terjadi ancaman seperti ini kepada para ustadz dan ulama maka kami datang ke sini juga untuk melaporkan sekaligus meminta perlindungan hukum dari pihak kepolisian,” katanya.

Sementara itu pelapor, Ustadz Roinulbalad berharap kepolisian segera mengusut kasus tersebut dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Alhamdulillah aparat sangat kooperatif, mudah-mudahan bisa dilaksanakan sesuai dengan apa yang kita sampaikan tadi. Semoga aparat bisa memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat sebagai warga negara,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, teror dan penyerangan terhadap para ulama terus terjadi dalam dua bulan terakhir. Namun hingga saat ini aparat belum mampu menguak dalang di balik rangkaian aksi teror yang telah memakan banyak korban ini.