Terus Digempur Syiah Assad Ribuan Warga Pinggiran Damaskus Tinggalkan Rumahnya

DAMASKUS (Jurnalislam.com) – Ribuan warga pinggiran Ibukota telah melarikan diri dari serangan yang dipimpin oleh pasukan Syiah Assad di daerah kantong Gharsa yang dikuasai oposisi di dekat Damaskus karena rezim Bashar al-Assad bersumpah bahwa pertempuran akan berlanjut sampai “pelukan oposisi” diberantas.

Pasukan rezim Suriah telah menyita sekitar seperempat wilayah dalam beberapa hari ini, the Syrian Observatory for Human Rights mengatakan pada hari Ahad (4/3/2018). Didukung oleh serangan udara Rusia, militer Suriah telah maju di beberapa wilayah, mengambil kembali kontrol atas peternakan dan desa, media rezim melaporkan.

Pasukan Assad menduduki sejumlah distrik termasuk Al-Nashabiyeh dan Otaya dan telah “memukul mundur kelompok-kelompok oposisi” di pinggiran timur Damaskus, media Suriah mengutip dari seorang sumber militer yang mengatakan, lanasir Aljazeera.

Warga Ghouta: Sejak PBB Umumkan Gencatan Senjata, Belum ada Bantuan Kemanusian Hadir

Mereka telah mencapai pusat daerah kantong terkepung di tepi Beit Sawa, menurut Observatorium Suriah yang berbasis di Inggris tersebut. Media Militer Pusat mengatakan pasukan rezim Suriah telah tiba di pinggiran Mesraba, di Ghouta tengah.

Oposisi dipaksa mundur dan berkumpul kembali di Ghouta Timur karena kebijakan “bumi hangus” rezim Syiah Suriah yang melibatkan tembakan artileri berat, serangan udara, dan serangan helikopter, kata seorang juru bicara kelompok oposisi Jaish al-Islam pada hari Ahad.

Dalam pesan suara, juru bicara Hamza Birqdar bersumpah pasukan rezim Assad akan diusir dari wilayah yang mereka kuasai. Oposisi telah memperkuat posisi untuk menghadapi pasukan penyerang, tambahnya.

Oposisi Moderat Desak HTS Keluar dari Ghouta Timur dalam 15 Hari

Ghouta Timur, yang menampung sekitar 400.000 orang, berada di bawah pengepungan yang melumpuhkan dan pemboman setiap hari selama berbulan-bulan. Lebih dari 600 warga sipil terbunuh dalam dua pekan terakhir ini.

Seorang koresponden kantor berita AFP di dalam Ghouta Timur melihat ratusan warga sipil pada hari Ahad pergi meninggalkan kota Beit Sawa di tenggara daerah kantong tersebut.

Observatorium Suriah mengatakan sekitar 2.000 warga sipil telah melarikan diri dari serangan dan bentrokan rezim di wilayah timur ke bagian barat daerah wilayah tersebut.

“Semua orang berada di jalan. Kehancuran ada di mana-mana,” kata Abu Khalil, 35 tahun, sambil membawa seorang gadis kecil di pelukan dengan luka di wajahnya. “Banyak keluarga terjebak di bawah reruntuhan, petugas penyelamat tidak bisa mengatasinya.”

Pasukan Syiah Assad telah merebut lebih dari seperempat daerah kantong di ujung timur Damaskus setelah dua pekan melakukan pemboman brutal yang menghancurkan.

“Mayoritas [warga] di Ghouta Timur ingin melarikan diri dari pelukan terorisme. Operasi harus dilanjutkan,” kata Assad dalam siaran di televisi pemerintah.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Ahad, PBB mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk memberikan bantuan kepada Douma, kota terbesar di Ghouta Timur, dengan mitranya di lapangan. Sebuah konvoi bantuan yang terdiri dari 46 truk akan diizinkan pada hari Senin dengan persediaan penunjang kesehatan dan gizi serta makanan bagi 27.500 warga. Konvoi tersebut akan dipimpin oleh Ali al-Za’atri, koordinator kemanusiaan PBB di Suriah.

“Kami berharap konvoi bisa berjalan sesuai rencana dan akan diikuti konvoi lain,” kata Za’tari.

PBB mengatakan telah menerima jaminan bahwa konvoi berikutnya akan didistribusikan pada 8 Maret.

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir Dirumahkan, Bang Japar : Itu Sangat Manusiawi

SOLO (Jurnalislam.com) – Ketua Umum Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) Fahira Idris menyambut baik permintaan keluarga Ustadz Abu Bakar Ba’asyir yang meminta agar ulama sepuh itu dirumahkan.

“Saya rasa itu ide yang sangat baik dan manusiawi. Beliau juga sudah sepuh, sedang sakit. Mudah-mudahan permintaan itu bisa diakomodir oleh negara,” katanya usai mengukuhkan pengurus Bang Japar Soloraya di Hotel Hotel Omaya Gentan Surakarta, Solo, Ahad (4/3/2018).

Namun, jika permintaan itu harus melalui permohonan grasi, Fahir menyarankan agar keluarga membuat permohonan tersebut.

“Tetap kalau menurut saya harus ada permintaan (grasi) dari pihak keluarga, dan tentu saja doa dari seluruh umat Islam di Soloraya ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Fahira Idris juga memberikan piagam penghargaan kepada Ustadz Abu Bakar Ba’asyir atas kegigihannya dalam memperjuangakan Islam. Penghargaan tersebut diterima oleh istri Ustadz Abu Bakar Ba’asyir, Aisyah Baraja.

“Mudah-mudahan ustadz bisa menjalankan apa yang diamanahkan (penghargaan) ini,” kata Umi Icun, sapaan akrab Ibu Aisyah Baraja.

Permintaan keluarga untuk merumahkan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir disampaikan kepada Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu saat berkunjung ke Ponpes Al-Mukmin Ngruki, Kamis (1/3/2018) pekan lalu.

Bang Japar Soloraya Anugerahi Penghargaan kepada Tokoh, Aktivis dan Media Islam

SOLO (Jurnalislam.com) – Organisasi Kemasyarakatan (ormas) Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) Soloraya menganugerahkan penghargaan kepada beberapa tokoh umat dan pengacara di Soloraya.

“Piagam penghargaan ini diberikan kepada para ulama, jawara, aktivis. Kita memandang mereka ini luar biasa sekali dalam memperjuangkan agamanya,” kata Ketua Umum Bang Japar Fahira Idris di Ruang Pertemuan Hotel Omaya Gentan Surakarta, Ahad (4/3/2018).

Penghargaan juga diberikan kepada media-media Islam yang dinilai telah berjasa dalam mengawal kegiatan keumatan, diantaranya Jurnalislam.com, Panjimas.com, dan Kiblat.net

“Saya berpesan kepada mas-mas dari media-media Islam ini untuk senantiasa mengungkap kebenaran dan terus istiqomah dalam mengabarkan kebenaran,” ujarnya.

Bang Japar Soloraya dideklarasikan bertepatan dengan Milad ke-1 Bang Japar. Dalam pengukuhan tersebut, Ustaz Khotibul Umam, S. Ag diamanahi sebagai Ketua Bang Japar Soloraya.

“Saya sangat mengapresiasi kepada Bapak Ketua ini (Khotibul Umam- red) atas inisiasi Bang Japar Soloraya,” Fahira Idris yang juga Ketua Komite III DPD RI ini.

Fahira Idris Kukuhkan Bang Japar Soloraya

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Bertepatan di Milad ke-1, Organisasi Kemasyarakatan (ormas) Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) mengukuhkan kepengurusannya di Soloraya (Kartasura, Solo Baru, Palur, Colomadu, Baki, Ngemplak) pada Ahad (4/3/2018). Pengukuhan dilakukan di Ruang Pertemuan Hotel Omaya Gentan Surakarta.

“Deklarasi Bang Japar Soloraya ini adalah upaya kita untuk merekatkan ukhuwah dan senantiasa taat kepada para ulama,” kata Ketua Bang Japar Solo Raya terpilih, Ustaz Khotibul Umam, S. Ag kepada wartawan.

Sementara itu, Ketua Umum Bang Japar Fahira Idris mengatakan, pengukuhan Bang Japar Soloraya merupakan langkah penting mengingat banyaknya tokoh-tokoh pejuang umat di kota ini.

“Kami bersyukur, setelah bertepatan seminggu lalu memperingati salah satu tahapan penting dari perjalanan Bang Japar yaitu Milad ke-1, pada hari ini, Bang Japar menapaki perjalanan penting selanjutnya yaitu pengukuhan Bang Japar Kota Solo Raya,” kata Fahira.

Fahira menjelaskan, selama satu tahun kiprahnya, Bang Japar memfokuskan aktivitasnya dalam berbagai kegiatan keamanan, ketertiban dan kamaslahatan masyarakat. Salah satunya programnya yaitu Jaga Kampung yang merupakan pembentukan kampung-kampung Anti Narkoba dan Anti Miras.

Selain itu, lanjutnya, Bang Japar juga intensif mengkampanyekan gerakan melawan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta memberikan pendampingan dan advokasi hukum kepada perempuan dan anak-anak korban kekerasan. Bantuan hukum Bang Japar, selain difokuskan kepada ulama dan aktivis, juga untuk masyarakat umum yang tersangkut kasus hukum seperti yang marak terjadi belakangan ini.

“Kami juga berkomitmen membantu aparat penegak hukum dengan melaporkan berbagai dugaan pelanggaran hukum terutama yang terkait kesusilaan, prostitusi, narkoba, dan miras, terutama di tempat hiburan-hiburan malam. Prinsip, nilai, dan program-program inilah yang ditransfer dan diterapkan oleh teman-teman Bang Japar Solo Raya,” papar Senator Jakarta ini.

Selain Deklarasi, diadakan juga Sarasehan Kebangsaan dengan tema “Kepemimpinan Islam Solusi Bagi Indonesia”.

Acara juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada tokoh-tokoh peduli dakwah, amar ma’ruf nahi munkar serta kepada media-media Islam yang selama ini telah mengawal kegiatan keumatan. Penghargaan diberikan langsung oleh Ketua Umum Bang Japar Pusat Hj. Fahira Fahmi Idris, SE, MH.

Al-Irsyad Akan Gelar Pelatihan Internal Tingkatkan Kompetensi Dai Daerah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Majelis Dakwah Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Ustadz Fauzi Bahreisy mengatakan, agenda terdekat majelis dakwah Al-Irsyad adalah menggelar pelatihan internal bagi para dai Al-Irsyad di daerah untuk meningkatkan kompetensi SDM anggota Al-Irsyad.

“Kita akan membuat pelatihan untuk dai dan takmir masjid yang ada di bawah binaan Al-Irsyad,” katanya di Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq, Jakarta, Ahad (4/3/2018).

Selain itu, kajian berbasis Mabadi juga akan dikuatkan kembali. Untuk menyolidkan internal dan memberikan pengetahuan yang benar tentang Al-Irsyad.

“Itu PR pertama majelis dakwah. Soal pelatihan dan kajian berbasis mabadi,” ungkapnya.

Dia menerangkan, Majelis Dakwah Al-Irsyad akan menghidupkan Forum Kajian Ilmiah. “Seperti dewan fatwa lah kalau di tempat lain. Kami menyebutnya Forum Kajian Ilmiah,” paparnya.

Kontributor : Salman

Laznas Al-Irsyad Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pimpinan Pusat (PP) Al-Irsyad Al-Islamiyyah akan membentuk Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) tahun ini. Di tahun pertama terbentuknya Laznas Al-Irsyad, ditargetkan dapat menghimpun dana zakat sebesar Rp 20 miliar.

Ketua Umum PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Faisol Nasar bin Madi mengatakan, sejumlah pengurus cabang Al-Irsyad Al-Islamiyyah ada yang sudah memiliki lembaga amil zakat. Contohnya, pengurus cabang di Kabupaten Purwokerto dapat mengelola dana zakat dengan baik.

“Apa yang sudah dilakukan di Purwokerto akan dipraktekan secara nasional,” katanya di Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq, Jakarta, Ahad (04/03/2018).

Ia menerangkan, pengurus cabang Al-Irsyad Al-Islamiyyah di Purwokerto dapat menghimpun dana zakat sebesar Rp 4,1 miliar dalam setahun. Pada tahun pertama dibentuknya Laznas Al-Irsyad Al-Islamiyyah, targetnya akan menghimpun dana zakat sebesar Rp 20 miliar.

Rencananya, pada April 2018 akan launching Laznas Al-Irsyad Al-Islamiyyah. Sebelum memasuki bulan Ramadhan, Laznas ditargetkan sudah bisa melaksanakan program kerja.

Ketua Majelis Dakwah Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Ustaz Fauzi Bahreisy menambahkan, di sebagian pengurus wilayah dan pengurus cabang Al-Irsyad sebenarnya sudah ada yang menjadi lembaga amil zakat. Sekarang PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah sedang bersiap membentuk Laznas.

“Insyaallah dalam waktu dekat akan berdiri Laznas Al-Irsyad,” ujarnya.

Ia menerangkan, zakat memiliki fungsi yang sangat strategis dalam membangun ekonomi umat. Selama zakat tersebut ditunaikan dan dikelola sesuai kaidah syariah. Zakat akan mensucikan, membersihkan dan menumbuhkan cinta kasih serta persudaraan di antara umat Islam.

Al-Irsyad merupakan salah satu Ormas Islam tertua yang berdiri pada tahun 1914. Al-Irsyad berusaha untuk memberikan pencerahan kepada umat tentang bagaimana seharusnya memandang dan menyikapi zakat.

Kontributor: Salman

924 Target Militer Teror Dukungan AS Dihancurkan Turki

ANKARA (Jurnalislam.com) – Sebanyak 924 target militer PKK/KCK/PYD-YPG telah hancur akibat serangan udara sejak peluncuran Operation Olive Branch di wilayah Afrin barat laut Suriah, kata Staf Umum Turki dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (3/2/2018).

Pihak militer mengatakan sedikitnya 2.434 teroris “dinetralisir” sejak awal operasi.

Otoritas Turki sering menggunakan kata “dinetralisir” dalam pernyataan mereka untuk menyiratkan milisi yang bersangkutan menyerah atau terbunuh atau tertangkap.

Empat puluh satu tentara Turki tewas martir dan 199 lainnya terluka dalam bentrokan dengan teroris sejak awal operasi, tambahnya,

Lagi, Armada Perang Turki Bebaskan 8 Desa dari Milisi Dukungan AS di Afrin

Perawatan medis terhadap 63 tentara yang terluka telah selesai dan mereka kembali bertugas.

Pada 20 Januari, Turki meluncurkan Operation Olive Branch untuk membersihkan teroris YPG yang didukung miiter AS dari Afrin.

Menurut Staf Umum Turki, operasi tersebut bertujuan untuk membangun keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan dan wilayah Turki serta untuk melindungi warga Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris.

Operasi tersebut dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan PBB, hak pembelaan diri berdasarkan piagam PBB, dan penghormatan terhadap integritas wilayah Suriah, katanya.

Armada Perang Turki Gempur Konvoi Pasukan Rezim Assad di Afrin dengan Artileri

Turki juga mengatakan bahwa hanya target militer yang dihancurkan dan bahwa “perhatian sepenuhnya” diambil untuk menghindari merugikan warga sipil.

Operasi melawan organisasi teror PKK/KCK terus berlanjut di provinsi-provinsi tenggara Turki dan Irak utara, kata militer Sabtu (03/03/2018).

Tujuh belas milisi “dinetralisir” di Sirnak, Siirt, Diyarbakir, Bitlis dan di Irak utara dari 24 Februari – 2 Maret, menurut pernyataan tersebut.

Pasukan Turki menghancurkan 23 target militer YPG dukungan AS yang digunakan sebagai tempat penampungan dan depot amunisi, dan lubang senjata. Beberapa senjata dan bahan peledak buatan tangan juga disita.

Militer mengatakan Turki telah membentuk delapan titik pengamatan di zona de-eskalasi Idlib di Suriah dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi gencatan senjata, mengakhiri bentrokan dan memberikan bantuan kemanusiaan dalam ruang lingkup perundingan Astana.

“Unsur-unsur Angkatan Bersenjata Turki melakukan tugas di wilayah tersebut sesuai dengan peraturan keterlibatan yang disepakati oleh negara penjamin selama perundingan Astana,” katanya.

Pasukan Turki Dihujani Roket dan Mortir saat Memasuki Idlib

Berdasarkan kesepakatan Astana, Turki ditetapkan untuk secara bertahap membangun 12 titik pengamatan, dari utara Idlib ke selatan.

Idlib, yang terletak di Suriah barat laut di perbatasan Turki, telah menghadapi serangan hebat oleh rezim Syiah Assad setelah sebuah perang global yang kejam pecah pada tahun 2011.

Sejak Maret 2015, Idlib tidak lagi berada di bawah kendali rezim Syiah Nushairiyah Assad dan telah dikuasai oleh kelompok oposisi militer dan faksi-faksi jihad Suriah.

950 Serangan Terhadap Kaum Muslim dan Masjid, Begini Islamophobia di Jerman dan Spanyol

JERMAN (Jurnalislam.com) – Ada 950 serangan yang dilaporkan terjadi terhadap Muslim dan Masjid di Jerman pada 2017, menurut data pemerintah baru, Aljazeera melaporkan Sabtu (3/2/2018).

Di Spanyol, lebih dari 500 insidenIslamophobiatercatat di tahun yang sama, termasuk insiden terhadap wanita dan anak-anak dan beberapa masjid, menurut sebuah kelompok masyarakat sipil.

Islamophobia di Jerman

  • Kategori khusus: Januari lalu, polisi Jerman mulai mendaftarkan kejahatan Islamophobia dalam kategori khusus, setelah seruan oleh komunitas Muslim negara tersebut untuk mengambil tindakan yang lebih serius terhadap meningkatnya jumlah kejahatan kebencian anti-Muslim.
  • Dalam sebagian besar insiden, pelakunya adalah bagian kelompok Jerman yang paling kanan, menurut kementerian tersebut.
  • Ekonomi terbesar Uni Eropa telah menyaksikan berkembangnya Islamophobia dan kebencian terhadap para migran dalam beberapa tahun terakhir dipicu oleh propaganda dari partai-partai sayap kanan dan populis, yang telah mengeksploitasi kekhawatiran akan krisis pengungsi.
  • Korban tewas: Di Jerman, sedikitnya 33 Muslim terluka dalam serangan tersebut, termasuk serangan terhadap wanita Muslim yang mengenakan jilbab dan serangan terhadap masjid dan institusi Muslim lainnya, Kementerian Dalam Negeri mengatakan dalam jawabannya atas sebuah pertanyaan parlemen.
  • Kementerian tersebut mencatat sedikitnya 60 serangan tahun lalu yang menargetkan masjid dan institusi Muslim lainnya.
  • Populasi Muslim: Jerman, sebuah negara dengan 81,8 juta orang, memiliki populasi Muslim terbesar kedua di Eropa Barat setelah Prancis.
  • Di antara hampir 700 juta Muslim di negara ini, tiga juta berasal dari Turki. Banyak dari mereka adalah generasi kedua atau ketiga keluarga Turki yang bermigrasi ke Jerman pada tahun 1960an.

Islamophobia di Spanyol

  • Tren yang meningkat: Rincian insiden anti-Muslim didokumentasikan dalam laporan “Islamophobia di Spanyol 2017” yang dirilis pada hari Jumat oleh Platform Warga Melawan Islamophobia (the Citizens’ Platform Against Islamophobia-PCI).
  • Menurut laporan tersebut, meningkatnya kecenderungan prasangka terhadap Islam dicatat di antara berbagai pandangan politik di Spanyol. Kampanye jalan, media dan internet oleh kelompok kanan jauh juga tercatat, kata laporan tersebut.
  • Tipe insiden: Dari 546 insiden Islamohobia, 386 adalah insiden media dan berbasis internet sementara 48 persen terdiri dari serangan verbal terhadap Islam dan Muslim.
  • Dua puluh satu persen insiden tersebut terjadi pada wanita, delapan persen orang yang ditargetkan, empat persen ditujukan terhadap anak-anak dan tujuh persen ditargetkan terhadap Ada juga serangan terhadap bisnis dan asosiasi masyarakat Muslim.
  • Berdasarkan wilayah: Dari semua insiden Islamophobia yang didokumentasikan oleh PCI pada tahun 2017, 51 persen terjadi di wilayah Catalonia timur laut, diikuti oleh Andalusia dengan 22 persen dan Valencia dengan 20 persen.

Muslim di Inggris jadi Target Serangan Islamophobia Media Cetak

 

Tentara Israel Berondong Pasangan Palestina yang Gendong Bayi dengan Granat

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Rekaman yang dikeluarkan oleh sebuah kelompok hak asasi di Palestina menunjukkan tentara zionis memberondong tembakan granat setrum terhadap pasangan Palestina yang membawa bayi.

Insiden tersebut terjadi di desa Burin di Tepi Barat dekat Nablus pada hari Jumat, menurut organisasi Yesh Din pada hari Sabtu (03/03/2018), lansir Anadolu Agency.

Yesh Din mengatakan beberapa tentara Israel tiba di pinggiran desa dan menembakkan gas air mata dan granat setrum ke pertemuan pemuda Palestina di daerah tersebut.

“Sedikitnya satu granat air mata jatuh di salah satu rumah, sehingga penduduk mulai menderita inhalasi gas,” kata organisasi tersebut dalam sebuah pernyataan.

Sebuah video yang dirilis oleh organisasi tersebut menunjukkan pasangan Palestina melarikan diri. Sang ayah menggendong bayinya sementara tentara Israel menembakkan sebuah granat setrum ke mereka.

Begini Pesan Pemimpin Jihad Palestina di Suriah untuk Kamp Pengungsi di Lebanon

Polisi penjajah Israel beralasan bahwa tentara itu berusaha untuk membubarkan perusuh di daerah tersebut.

“Warga Palestina melarikan diri dari tempat kejadian dengan membelakangi pasukan Israel dan oleh karena itu mereka tidak dapat melihat bahwa dia membawa bayi,” katanya.

Wilayah Palestina tetap tegang sejak Presiden AS Donald Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada 6 Desember.

Langkah tersebut telah memicu kecaman dan protes dunia hingga menyebabkan puluhan warga Palestina tewas.

Yerusalem tetap menjadi jantung konflik Palestina-Israel yang telah berlangsung puluhan tahun, dengan orang-orang Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur – yang sekarang dijajah oleh Israel – pada akhirnya dapat berfungsi sebagai ibukota negara Palestina yang merdeka

Turki Terjunkan Tentara Wanita di Suriah

AFRIN (Jurnalislam.com) – Personil perempuan Angkatan Bersenjata Turki yang ditempatkan di perbatasan kini secara aktif berpartisipasi dalam operasi kontra-terorisme yang sedang berlangsung di wilayah barat laut Suriah melawan milisi PYD, lansir Anadolu Agency Sabtu (3/2/2018)

Ketika militer Turki dan the Free Syrian Army (FSA) terus maju menuju pusat kota Afrin, personil wanita memberikan dukungan cadangan dengan mengoperasikan Firtina Howitzers (Howitzer Storm) di sepanjang garis perbatasan Turki-Suriah.

Perwira militer wanita, beberapa di antara mereka sebelumnya berpartisipasi dalam Operasi Euphrates Shield, telah mengambil posisi terdepan dari unit-unit yang ditempatkan di perbatasan.

Dilek Aygun, seorang kapten artileri, adalah salah satu petugas yang mengambil bagian dalam operasi melawan organisasi milisi YPG/PKK.

Dia telah menjalankan tugasnya pada muatan artileri yang ditempatkan di perbatasan untuk mendukung kemajuan pasukan komando dan unit lapis baja yang berpartisipasi dalam Operation Olive Branch.

Aygun mengatakan bahwa Howitzer Storm memiliki peran yang sangat penting dalam operasi tersebut.

Howitzer dikatakan dapat menghancurkan target pada jarak sekitar 40 kilometer dengan tembakan titik, Aygun mengatakan: “Firtina Howitzer telah memberikan dukungan tembakan besar di medan perang dengan kekuatan mobilitas dan kemampuan menembak yang baik.”

Sistem kontrol penembakan howitzer benar-benar dioperasikan melalui komputer, katanya, dan menambahkan bahwa mereka dapat berfungsi dalam semua kondisi cuaca.

“Ini meningkatkan kemampuan operasional unit serta kekuatan dukungan cadangan … Sangat penting bagi saya untuk ikut dalam operasi ini,” tambahnya.

Armada Perang Turki Gempur Konvoi Pasukan Rezim Assad di Afrin dengan Artileri

Lt. Pertama, Ceren Ozcelik, seorang perwira yang bertanggung jawab atas pemeliharaan howitzer, menarik kembali pasukan wanita sipil terdepan dalam Perang Kemerdekaan Turki.

“Kami adalah cucu dari Kara Fatma dan Nene Hatun. Kami mewarisi pengabdian untuk negara dari mereka. Melaksanakan pekerjaan ini dan menjadi bagian dari operasi ini adalah kebanggaan bagi saya,” Ozcelik menambahkan.

Letnan Satu Cigdem Yuksel, perwira militer wanita lainnya, bertanggung jawab atas distribusi amunisi dan material.

Yuksel menggambarkan betapa teliti dan tegas perwira wanita dalam menjalankan tugas mereka. “Sangat bangga melakukan pekerjaan ini. Kami memenuhi perintah secepat mungkin.”

Letnan Satu Gulru Gizem Atabey, komandan unit perawatan, mengatakan bahwa dia bertanggung jawab atas pemeliharaan kendaraan militer yang digunakan dalam operasi tersebut.

Pada 20 Januari, Turki meluncurkan Operation Olive Branch untuk membersihkan milisi YPG / PKK dari Afrin.

Menurut Staf Umum Turki, operasi tersebut bertujuan untuk membangun keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan dan wilayah Turki tersebut serta untuk melindungi warga Suriah dari penindasan dan kekejaman PYD.

Operasi tersebut dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan PBB, hak pembelaan diri berdasarkan piagam PBB, dan penghormatan terhadap integritas teritorial Suriah.

Otoritas militer dan Turki telah berulang kali mengatakan bahwa operasi tersebut hanya menargetkan unsur-unsur teroris dan “sangat ditekankan” untuk menghindari bahaya terhadap warga sipil manapun.