Ini Pidato Anies Baswedan di Hadapan Para Ulama Dunia

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui pidatonya dalam pembukaan Pertemuan Ulama dan Dai se Asia Tenggara, Afrika dan Eropa di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Selasa (03/07/2018) berjanji Jakarta akan menjadi tuan rumah yang baik bagi tamu-tamu tersebut.

“Insyaallah, kami menjadi tuan rumah yang baik. Semoga kami semakin sering jadi tuan rumah untuk perhelatan global,” katanya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga bersyukur, Jakarta telah memilih Habib ternama asal Pekalongan, Maulana Al Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya sebagai keynote speaker pada acara tersebut.

“Kita juga bersyukur, hari ini yang akan menjadi pembicara kunci adalah Habib Lufti dari Pekalongan. Beliau nanti akan memberikan pesan untuk persatuan dan perdamaian yang akan didengar oleh para ulama dari Afrika, Timur Tengah dan lainnya, kita berharap pengalaman di Indonesia bisa menjadi pelajaran dan hikmah yang bisa diambil untuk dunia,” terangnya.

Bahas Persatuan Umat, Multaqo Ulama dan Dai Kembali Dihelat di Jakarta

Anies mengucapkan terima kasih atas kesediaan Wapres RI, membuka acara tersebut serta dipilihnya kembali Jakarta sebagai tuan rumah dan penyelenggara Multaqo tingkat internasional, terlebih Jakarta merupakan replika dari keberagaman Indonesia sebagai sebuah bangsa.

“Kita merasa bersyukur pada kesempatan ini Jakarta menjadi tuan rumah, saya tadi sampaikan di sambutan, bahwa Indonesia negeri yang beragam, namun yang unik bukan beragamnya, tetapi persatuannya,” tuturnya.

Anies memuji Wapres Jusf Kalla sebagai ‘Bapak Perdamaian’, yang banyak berhasil membantu perdamaian di berbagai negara.

“Kami bersyukur, tadi dibuka Bapak Wakil Presiden yang banyak bekerja dalam membangun perdamaian. Banyak persoalan-persoalan konflik di Indonesia yang terlibat, termasuk juga penyelesaian-penyelesaian masalah di Asia Tenggara. Bahkan, bulan lalu sempat dengan pihak Afganistan untuk merancang solusi perdamaian,” jelas Anies.

Anies menyampaikan, JK telah ikut serta menyelesaikan berbagai konflik yang terjadi di Indonesia. Salah satunya, konflik GAM di Aceh.

“Kita ingat Aceh yang bertahun-tahun tidak selesai dimediasi sampai akhirnya terjadi perdamaian, ini suatu hikmah besar,” tutur Anies.

Karenanya, Anies mengaku patut bersyukur, JK mau meluangkan waktunya untuk membuka acara pertemuan ulama dari berbagai belahan dunia tersebut.

Apalagi, tema pada pertemuan tersebut adalah tentang persatuan dan perdamaian.

“Ada figur dengan track record menghadirkan persatuan dan perdamaian, kepada Pak JK kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya,” tutup Anies.

Reporter : Gio

Penerbitan IMB RS Siloam Dinilai Janggal, Warga Magelang Datangi Dinas PU

MAGELANG (Jurnalislam.com) – Forum Ukhuwah Islamiyah Magelang Raya (Fuimara) mendatangi Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Dinas Pelayanan Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Magelang, Senin, (2/7/2018).

Mereka ingin mengklarifikasi terkait izin dari sebuah bangunan yang diduga akan digunakan untuk Rumah Sakit Siloam milik Lippo Grup. Ketua FUIMARA Hendrarto mengatakan bahwa masyarakat merasa ada keganjilan terkait munculnya IMB setelah bangunan tersebut sudah mencapai 90 persen.

“Kami mempermasalahkan perizinan pembangunan sudah dibangun 90 persen. tetapi sementara perizinan baru dua hari yang lalu keluar IMB-nya. Sehingga kami wajib menanyakan kenapa bisa begitu. Sejak launching, pemerintah sudah tahu dan hadir, tetapi kenapa seperti ada pembiaran,” katanya kepada Jurnalislam.com usai melakukan audensi di kantor DPMPTSP Kabupaten Magelang.

“Setelah kami menanyakan beberapa hal terkait Siloam, banyak masyarakat yang menolak berdirinya Siloam karena tidak ada kaitannya dengan warga sekitar, Pondok Pesantren Subhanul Waton, dan secara normatif itu jelas-jelas melanggar,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan dari DPU Heriyanto mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan tugasnya sesuai prosedur. Ia kemudian menjelaskan bahwa proses selanjutnya kepada pihak DPMPTSP Magelang.

“Yang jelas bahwa kami khususnya di DPU ini ada tugas-tugas yang harus dilaksanakan, yaitu memeriksa kesesuaian tata ruang, setelah itu proses selanjutnya di DPMPTSP, kemudian setelah semua sesesai disana, baru kami menghitung biaya IMB nya, dan mengembalikan ke DPMPTSP lagi dan selesai tugas kami,” ungkap Heriyanto.

Senada dengan hal tersebut, kepala DPMPTSP Widyantara mengaku telah mengeluarkan izin sesuai aturan dan prosedur yang berlaku.

Ia juga menjelaskan bahwa keluarnya IMB setelah kontruksi bangunan hampir selesai sebagai hutang ijin dan selanjutnya akan berkordinasi dengan Sekda Magelang agar tak muncul lagi permasalahan terkait bangunan yang ditolak sejumlah tokoh masyarakat dan warga sekitar tersebut.

“Dari proses awal pembuatan Surat Keterangan Rancangan Kabupaten (SKRK). Izin perubahan penggunaan tanah. Izin pemanfaatan tanah. Izin lokasl. Izin prinsip yang ditandatangam Bupati, lalu pengurusan UKL-PL hingga izin gangguan selanjutnya IMB. Semua kita perhatikan betul,” papar Widyantara.

Reporter : Hasan Shoghir

Mardani : Kejahatan Pemerintah Naikkan Harga Diam- diam!

SOLO (Jurnalislam.com)- Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera ikut berkomentar terkait naiknya kembali Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax per 1 Juli 2018 sebesar 800 dan Dexlite yang naik sebesar 1000 perliternya.

Menurut Mardani yang juga salah satu pencetus munculnya gerakan #2019GantiPresiden itu, mengatakan bahwa kenaikan harga BMM secara diam-diam tersebut sebagai kejahatan yang luar biasa yang dilakukan pemerintah terhadap rakyatnya.

“Kejahatan dari pemerintah ketika masyarakat masih dalam ekonomi yang berat tiba-tiba bbm naik tanpa ada persiapan tanpa ada pengumuman,” katanya kepada Jurnalislam.com di Solo, Ahad, (1/7/2018).

Keputusan sepihak dari pemerintah tersebut dinilai Mardani membuat masyarakat semakin mempertanyakan kinerja pemerintahan Presiden Jokowi dalam mensejaterakan rakyatnya.

“Masyarakat berhak untuk bertanya kenapa kenaikkannya begitu mendadak, ada apa?,” paparnya.

Mardani juga menyebut bahwa pemerintah saat ini tidak mempunyai kapasitas untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di Indonesia, terlebih saat ini hutang negara mengalami kenaikan sebesar 48 persen atau hampir dua kali lipat dari pemerintahan sebelumnya yakni SBY.

“Tapi kalau kami sederhana, itu menunjukkan bahwa pemerintah yang tidak memiliki kapasitas untuk memimpin negeri ini,” tandasnya.

Putra Al Bagdadi Tewas di Homs, Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Seorang putra pemimpin kelompok IS (Abu Bakr al-Baghdadi) telah tewas di kota Homs di Suriah, saluran berita grup tersebut melaporkan pada hari Selasa (3/7/2018).

“Hudayfah al-Badri …… tewas dalam operasi melawan Nusayriyyah dan Rusia di pembangkit listrik tenaga panas di Homs,” kata pernyataan itu. Kata Nusayriyyah mengacu pada sekte Alawite Suriah, lansir Alarabiya.

Pernyataan itu menunjukkan gambar seorang bocah laki-laki membawa senapan serbu dan tidak memberikan rincian lebih lanjut. Keberadaan Baghdadi tetap tidak diketahui, tetapi kata-kata dari pernyataan hari Selasa sepertinya menyiratkan solah-olah dia masih hidup.

Ini Info Terakhir Abu Bakar al Bagdadi dari Observatorium Suriah

Pemimpin IS yang penuh rahasia itu sering dilaporkan tewas atau terluka sejak kemunculannya di sebuah masjid di Mosul pada tahun 2014, setelah memimpin pasukannya melakukan sweeping melalui Irak utara.

Pesan terakhir Baghdadi muncul dalam bentuk rekaman audio 46 menit tanpa tanggal, yang dirilis melalui organisasi berita Al-Furqan pada bulan September tahun lalu.

Mesir Undang Hamas ke Kairo Untuk Rekonsiliasi

GAZA (Jurnalislam.com)Kelompok perlawanan Palestina (Hamas) telah diundang oleh Mesir untuk pembicaraan mengenai rekonsiliasi antar-Palestina dan ketegangan di sepanjang perbatasan antara Jalur Gaza dan Israel, menurut sumber Hamas pada hari Selasa (3/7/2018).

Undangan itu diteruskan ke kepala politik Hamas Ismail Haniyeh selama percakapan telepon dengan pejabat intelijen Mesir yang bertanggung jawab atas masalah Palestina, sumber itu mengatakan kepada Anadolu Agency, meminta anonimitas karena dia tidak berhak berbicara dengan media.

Sumber itu mengharapkan bahwa Hamas akan mengirim delegasi tingkat tinggi ke Kairo untuk pembicaraan.

Hamas Janji Terus Perjuangkan Palestina Baik di Dalam Maupun Luar Negeri

Diskusi itu diperkirakan akan fokus pada pembicaraan rekonsiliasi yang macet antara kelompok Hamas dan Fatah, kata sumber itu.

Pada hari Senin, pejabat Fatah Azzam al-Ahmad, yang juga anggota komite eksekutif dari payung Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), mengatakan Mesir telah mengundang faksi Palestina untuk pembicaraan rekonsiliasi di Kairo.

Sejak Maret, lebih dari 130 warga Palestina tewas di Gaza oleh tembakan tentara penjajah Israel selama protes terhadap penjajahan Israel selama puluhan tahun dan blokade selama bertahun-tahun di Jalur Gaza, Palestina.

Petinggi PBB: Muslim Rohingya Tidak Mungkin Kembali ke Myanmar, Ini Alasannya

ANKARA (Jurnalislam.com) – Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi Filippo Grandi mengatakan pada hari Selasa (3/7/2018), bahwa Rohingya hampir tidak mungkin kembali ke rumah mereka di negara bagian Rakhine jika Myanmar gagal untuk menjamin hak-hak mereka.

Grandi mengeluarkan pernyataan tersebut selama pertemuan langsung di Facebook bersama juru bicara kepala UNHCR Melissa Fleming pada hari Selasa di Kamp Pengungsi Kutupalong di Bazaar Cox Bangladesh, lansir Anadolu Agency.

Ketika para pengungsi ditanya apa yang mereka butuhkan selama kunjungan mereka ke kamp, ​​Grandi mengatakan mereka dengan suara bulat mengatakan bahwa mereka ingin Myanmar memberi hak-hak mereka.

Pengungsi Muslim Rohingya Belum Layak Kembali ke Myanmar, Ini Alasanya

“Sangat menarik. Tentu saja, rumah mereka hancur, tanah mereka dirampas sedangkan semua kebutuhan material itu harus dipenuhi.

“Mereka semua mengatakan satu hal dengan suara bulat: Kami membutuhkan hak kami. Kami harus bisa bergerak di tanah air kami, kami tidak dapat didiskriminasikan. Di atas segalanya, kami membutuhkan kewarganegaraan.”

Dia mengatakan Rohingya bukan hanya pengungsi “tetapi mereka tidak bernegara dan mereka kehilangan kewarganegaraannya.”

“Mereka ingin merasakan identitas, ketika mereka pulang ke rumah. Jika itu tidak mungkin, analisis saya adalah itu akan sangat sulit, jika bukan tidak mungkin. ”

Komisaris tinggi PBB menghabiskan waktu dua hari mengunjungi kamp di Bangladesh, termasuk sehari dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres di kamp pengungsi.

Kunjungi Langsung Kamp Rohingya, Sekjen PBB Terkejut Dengar Cerita Para Pengungsi

Tahun lalu, kamp menampung lebih dari 700.000 orang Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh dari Myanmar.

Membandingkan kunjungan terakhirnya ke kamp pada September 2017, Grandi mengatakan kamp itu sekarang jauh lebih teratur.

“Kamp ini masih luar biasa. Masih merupakan konsentrasi pengungsi terbesar di satu tempat di seluruh dunia,” kata Grandi.

Komisaris tinggi PBB menambahkan bahwa karena kamp berada di lokasi berbukit dan badai di musim hujan dapat menghadirkan situasi yang “sulit”, kamp terus menghadapi tantangan besar.

Grandi juga mengatakan dia telah mengunjungi sekolah di kamp pengungsian. “Pendidikan di sini masih sangat darurat.

“Anak-anak dari usia 6 tahun hingga yang berusia 9 tahun belajar bersama, tanpa perbedaan tingkat,” katanya, menambahkan bahwa anak-anak hanya pergi ke sekolah selama dua jam.

Dia juga mengatakan ketika di Myanmar anak-anak itu tidak dapat menerima pendidikan yang layak karena mereka adalah “komunitas Rohingya, yang mendapatkan perlakuan sangat diskriminatif.”

Dia mengatakan Presiden the World Bank Jim Yong Kim telah mengumumkan “pendanaan paket besar” untuk para pengungsi, mengatakan bahwa satu elemen besar pendanaan ini adalah untuk pendidikan.

“Kami tidak boleh kehilangan generasi pengungsi,” katanya.

Aung San Suu Kyi Dinobatkan sebagai Tokoh Nomor 1 Islamophobia Dunia

Sejak 25 Agustus 2017, sekitar 750.000 warga Rohingya, sebagian besar anak-anak dan perempuan, melarikan diri ke perbatasan Bangladesh setelah pasukan Myanmar memulai tindakan brutal terhadap kaum Muslim minoritas tersebut, menurut Amnesty International.

Sedikitnya 9.400 warga Muslim Rohingya tewas di negara bagian Rakhine Myanmar dari 25 Agustus hingga 24 September 2017, menurut Doctors Without Borders.

Dalam laporan yang diterbitkan Desember lalu, kelompok kemanusiaan global itu mengatakan kematian 71,7 persen atau 6.700 orang Rohingya disebabkan oleh kebrutalan pasukan Myanmar. Mereka yang tewas termasuk 730 anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Muslim Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai kaum Muslim yang paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat sejak ratusan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada tahun 2012.

PBB telah mendokumentasikan perkosaan massal, pembunuhan – termasuk bayi dan anak kecil – pemukulan brutal, mutilasi, pembakaran, dan penghilangan yang dilakukan oleh personel militer. Dalam laporannya, penyelidik PBB mengatakan bahwa pelanggaran tersebut merupakan kejahatan luar biasa terhadap kemanusiaan.

Ribuan Wanita Palestina Unjuk Rasa, 134 Terluka Ditembak Pasukan Israel

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 134 orang Palestina telah terluka oleh tembakan pasukan penjajah Israel ketika ribuan wanita Palestina berdemonstrasi di sepanjang pagar yang dijaga ketat Israel di Jalur Gaza yang terkepung.

Ashraf al-Qudra, juru bicara kementerian kesehatan Gaza, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (3/7/2018) bahwa perwakilan media yang meliput peristiwa itu termasuk yang terluka di tempat kejadian, di sebelah timur daerah kantong, lansir Aljazeera.

Aksi protes itu adalah demonstrasi wanita massa pertama yang berlangsung di Jalur Gaza sejak aksi protes populer menyerukan agar hak kembali warga Palestina dimulai pada 30 Maret di Gaza.

Sejak Protes Akhir Maret, 135 Warga Palestina Tewas, 15.000 Terluka dan 370 Kritis

Warga Palestina di Jalur Gaza ikut serta dalam protes, yang dinamakan the Great March of Return, menyerukan hak untuk kembali setelah diusir dari rumah-rumah mereka pada tahun 1948 selama kampanye pembersihan etnis yang secara paksa mengusir lebih dari 750.000 warga Palestina dari kota dan desa mereka.

Mereka juga telah berdemonstrasi menentang blokade darat, laut, dan dermaga Israel-Mesir yang telah diberlakukan sejak 2006, ketika Hamas – partai yang mengatur jalur Gaza – berkuasa.

Banyak warga perempuan pada hari Selasa tiba dengan beberapa bus dari seberang kota pelabuhan, yang merupakan rumah bagi lebih dari dua juta orang, kebanyakan ditemani oleh anak-anak mereka.

Mereka bergerak dalam kelompok hingga jarak 50 meter dari pagar, AFP melaporkan.

Biadab, Pasukan Israel Bunuh 25 Bocah Palestina, 11 Ditembak di Kepala atau Leher

“Saya datang untuk meneruskan pawai yang dimulai putri saya,” kata Rim Abu Irmana, melambaikan foto putrinya yang berusia 15 tahun, Wasal, yang tewas oleh amunisi Israel secara kejam pada 14 Mei. Di hari itu lebih dari 60 warga Palestina lainnya juga terbunuh.

Aksi 14 Mei kemarin, 70 tahun sejak Nakba, bertepatan dengan langkah kontroversial memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

“Demonstrasi ini damai. Kami hanya membela tanah kami dan hak kami,” kata Irmana, memegang tangan putranya yang masih kecil.

Sejak protes dimulai pada 30 Maret, pasukan Israel menewaskan sedikitnya 138 warga Palestina.

Bahas Persatuan Umat, Multaqo Ulama dan Dai Kembali Dihelat di Jakarta

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Pemprov DKI Jakarta, Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara dan Yayasan Al Manarah al islamiyah kembali menggelar multaqo ke-5 ulama dan dai Asia Tenggara, Eropa dan Afrika, bertempat di Grand Hotel Cempaka Jakarta, Selasa – Jumat (3-6/7/2018).

Wapres Jusuf Kala dan Gubernur Jakarta Anies Baswedan ikut membuka acara ini.

Acara yang bertajuk “Wa’tashimu…” (berpegang teguhlah kalian semua…)” ini dihadiri lebih dari 500 ulama dan dai perwakilan ormas Islam se-Indonesia seperti MUI, Muhammadiyah, Nahdhatul Ulama, PERSIS, Wahdah Islamiyah, Dewan Dakwah Islamiyah, FPI, Al Irsyad, Syarikat Islam, An Najat al Islamiyah, PUI, Al Washliyah, Hidayatullah, GP Anshar DKI, dan ormas-ormas lainnya.

Sekretaris Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara Dr. Jeje Zaenuddin mengatakan bahwa tujuan utama dari forum ini adalah merumuskan langkah-langkah konkrit dalam mewujudkan kesatuan-persatuan para ulama dan dai dalam berdakwah, menjauhi perselisihan dan perpecahan umat, serta mengembangkan cara-cara dialog yang saling menghormati dalam menghadapi berbagai issu kontroversi di tengah masyarakat.

“Forum akbar tahunan ini konsisten dengan pengambangan wacana dakwah yang murni tanpa ditunggangi kepentingan-kepentingan politik pragmatis,” kata Jeje dalam keterangan tertulis yang diterima Jurnalislam.com, Selasa (3/7/2018).

Oleh karena itu, tambahnya, dari perhelatan akbar ini diharapkan melahirkan kesadaran bersama tentang besarnya tanggung para ulama dan dai dalam mengembangkan dakwah Islam yang penuh hikmah dengan berorentasi kepada terwujudnya peradaban Islami yang memberi kontribusi nyata bagi keharmonisan, kesejahteraan, kemakmuran, keadilan, keamanan dan kedamaian, serta keselamatan dan kebahagiaan umat manusia di dunia dan akhirat sebagaimana yang digariskan oleh Kitabullah dan Sunnah Rasulullah SAW.

Acara forum internasional ini sendiri telah menjadi agenda tahunan dari program kerja Rabithah Ulama dan Dai Asia Tenggara sejak didirikannya pada tahun 2014.

Pada Multaqa yang pertama yang diselenggarakan di Depok Tahun 2014 sebagai tahun pembentukan Rabithah. Multaqa yang kedua tahun 2015 diselenggarakan di Lembang-Bandung dengan tema “Waman Ahsanu Qaulan..”

Mutaqa yang ketiga diselenggarakan di Centul-Bogor dengan tema Ummatan Wasatha. Multaqa ke empat tahun 2017 diselenggarakan di Kota padang dengan Tema “Wihdatul Ummat”.

Diprotes FPI soal Penamaan Hewan, Kebun Binatang Surabaya Minta Maaf

SURABAYA (Jurnalislam.com) – DPW FPI Surabaya mendatangi Kebun Binatang Surabaya (KBS) memprotes terhadap penggunaan nama Aminah, Ibunda Rasulullah SAW, pada anak bayi unta betina, Senin (1/7/2018).

Perwakilan FPI, ustaz Agusdin (Wali Laskar FPI Kota Surabaya) dan Ustadz Wahid (Sekretaris FPI Kota Surabaya) meminta KBS agar meminta maaf. Pihak KBS melalui Sutini SE, MAK menyatakan permohonan maaf secara tertulis dihadapan para pengurus FPI Surabaya.

Sutini meminta maaf atas kesalahan dan khilaf terkait penamaan “Aminah” untuk seekor anak unta. Sutini mengaku salah, menyesal dan akan mengganti nama bayi itu dengan nama “Sarinah”.

Sebagai saksi dari Surat Permohonan Maaf ini adalah ustadz Agusdin Wali Laskar LPI (FPI) Surabaya dan drh Rahmat Sukarta, Kepala Departemen Kurator dan Litbang PDTS KBS.

“Kita harus peka dengan hal yang membuat sensitif umat Islam. Semoga hal ini bisa membawa maslahat agar semua pihak bisa lebih teliti dan berhati-hati” kata ustaz Agusdin.

Kontributor: Budi

Ini Kriteria Pengganti Jokowi Kata Relawan #2019GantiPresiden

SOLO (Jurnalislam.com) – Selain mengingkan adanya pergantian presiden di tahun 2019 nanti, Salah satu tokoh inisiator Gerakan #2019GantiPresiden Mardani Ali Sera mengatakan bahwa gerakan #2019GantiPresiden juga memberikan kriteria khusus terkait siapa yang nanti akan maju sebagai calon presiden di 2019 nanti.

Menurut Mardani yang juga ketua DPP PKS ini, ada tiga syarat yang harus dipenuhi untuk dapat menjadi calon Presiden di tahun 2019 nanti. Selain tidak mempunyai sifat munafik, calon presiden pilihan gerakan #2019GantiPresiden ini juga harus seorang yang mempunyai kapasitas dalam memimpin sebuah negara.

“Calon presiden, integritas satu kata dengan perbuatan. dua dia punya kapasitas, bisa mengeksukusi pemimpin negeri,” katanya kepada Jurnalislam.com usai mendeklarasikan relawan #2019GantiPresiden Soloraya di gedung Ar-Rahman Solo, Ahad (1/7/2018).

Selain kedua syarat tersebut, Mardani melanjutkan bahwa seorang yang menjadi pemimpin negeri ini harus mempunyai elektabilitas yang tinggi dan seorang negarawan yang tidak bergantung dengan kekuatas asing dan aseng.

“Ketiga tentu dia harus punya elektabilitas. pastikan untuk pemimpin negeri ini ke depan,” ungkapnya.

“Pastikan orang yang mencintai negeri ini siap berjuang untuk negeri ini dan tidak bisa dibeli oleh asing dan aseng,” tandasnya.