Takut Jadi Ancaman Bagi Israel, Seorang Muslimah Turki Ini Ditangkap Pasukan Khusus

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Pengadilan militer zionis pada hari Ahad (8/7/2018) menuduh seorang wanita Turki memberikan ratusan dolar kepada sebuah organisasi “perlawanan Palestina”, kata sumber-sumber militer, Anadolu Agency melaporkan.

Ebru Ozkan, 27 tahun, ditahan di bandara Ben Gurion Israel pada 11 Juni ketika dia akan meninggalkan negara itu untuk kembali ke tanah airnya.

Selesai Shalat Jumat di Masjid Al Aqsha, 6 Warga Turki di Tangkap Polisi Israel

Pasukan khusus Israel Shin Bet mengatakan Ozkan ditangkap “karena dicurigai menimbulkan ancaman terhadap keamanan Israel dan karena memiliki hubungan dengan organisasi perlawanan” dengan memberikan ratusan dolar dan pengisi daya telepon.

Nama kelompok yang diduga terkait dengan wanita Turki itu tidak diberikan, tetapi media Israel melaporkan bahwa uang itu ditujukan untuk kelompok pejuang Islam Hamas.

Lakukan Pembantaian pada Warga Palestina, Erdogan: Israel adalah Negara Teroris

Kasus terhadap Ozkan muncul ketika ketegangan meningkat antara Turki dan Israel setelah Ankara memerintahkan duta besar negara Yahudi untuk keluar pada bulan Mei setelah pembunuhan para demonstran warga Palestina di sepanjang perbatasan dengan Jalur Gaza.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada hari Jumat mengatakan para pejabatnya telah melakukan kontak dengan Israel atas kasus Ozkan dan menyerukan untuk mengakhiri “penganiayaan kejamnya”.

Assad Langgar Gencatan Senjata di Daraa, 11 Faksi Oposisi Bentuk Koalisi Tentara Selatan

DARAA (Jurnalislam.com) – Pejuang oposisi di provinsi selatan Daraa melaporkan pasikan rezim Assad melanggar kesepakatan gencatan senjata yang disepakati dua hari lalu.

Aktivis oposisi mengatakan pada hari Ahad (8/7/2018) bahwa serangan udara rezim Syiah Suriah menargetkan sekelompok pejuang oposisi di desa Um al-Mayadin, hanya 5 km di utara perbatasan Yordania, menewaskan sedikitnya empat orang.

Dalam kesepakatan gencatan senjata pada hari Jumat tersebut, yang ditengahi oleh Rusia sekutu rezim Suriah, kelompok oposisi setuju untuk menyerahkan senjata berat sebagai ganti jaminan keamanan dan perjalanan yang aman ke daerah lain.

Oposisi di Um al-Mayadin menolak menyerahkan senjata mereka, sumber di provinsi Daraa mengatakan kepada Al Jazeera. Mereka mengatakan Moskow tidak mematuhi perjanjian itu. Tidak jelas kesepakatan bagian mana yang mereka rujuk.

Berdasarkan perjanjian itu, polisi militer Rusia akan dikerahkan di daerah Daraa yang sebelumnya dipegang oleh oposisi.

Juga disepakati bahwa pasukan rezim Suriah ditarik dari empat desa di timur Daraa: Kahil, al-Sahwa, al-Jiza dan al-Misaifra. Pada hari Ahad, pasukan Suriah tidak ditarik keluar dari desa-desa.

Sementara itu, di pinggiran barat provinsi Daraa, bentrokan antara tentara rezim Syiah Suriah dan oposisi yang menentang kesepakatan gencatan senjata meningkat pada hari Ahad, menurut sumber di dalam Suriah.

Pejuang Suriah Akhirnya Sepakati Gencatan Senjata Bersyarat di Daraa dengan Rusia

Oposisi di wilayah barat Daraa telah membentuk apa yang mereka sebut “Tentara Selatan”, sebuah kelompok yang terdiri dari 11 faksi oposisi bersenjata, menurut pernyataan yang mereka keluarkan di media sosial pada hari Ahad (08/07/2018).

“Kami menyerukan kepada semua faksi di selatan untuk bergabung dengan tentara kami dalam membela tanah dan martabat kami,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, serangan rezim Suriah di selatan mengusir lebih dari 320.000 orang selama dua pekan terakhir, termasuk sekitar 60.000 orang yang mencari perlindungan ke daerah-daerah dekat perbatasan dengan Yordania.

Kurang dari 48 jam sejak kesepakatan gencatan senjata tercapai, hampir semua pengungsi Suriah di persimpangan Nassib-Jaber telah meninggalkan perbatasan Yordania dan kembali ke daerah di Suriah selatan, menurut Anders Pedersen, koordinator kemanusiaan dan penduduk PBB di Yordania.

“Pengungsi yang masih ada di dekat perbatasan Jaber-Nasib tinggal sangat sedikit, hanya sekitar 150-200 orang di perbatasan di zona perdagangan bebas,” kata Pedersen kepada wartawan di ibukota Yordania, Amman, pada hari Ahad.

“Sejauh yang kami ketahui, mereka hampir semuanya pria,” katanya.

Dalam 6 Bulan Rezim Syiah Assad dan Rusia Bunuh 1.793 Warga Sipil Suriah

Namun, ada sedikit informasi tentang puluhan ribu orang lain yang menuju ke perbatasan dengan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel untuk mencari keselamatan.

“Meskipun kami tahu bahwa kebanyakan keluarga di sepanjang perbatasan utara Yordania telah kembali ke rumah, kami tidak memiliki informasi tentang puluhan ribu keluarga yang tinggal di sepanjang Dataran Tinggi Golan,” kata Rula Amin, juru bicara agensi pengungsi PBB untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, mengatakan kepada Al Jazeera pada hari Ahad.

Para pejabat PBB mengatakan pengiriman bantuan di Suriah barat daya telah dihalangi sejak 27 Juni karena kekosongan keamanan di daerah itu.

“Kami terus mengulangi seruan kami kepada para mitra konflik di lapangan – tolong izinkan kami masuk,” kata Pedersen.

“Sebagai PBB di Yordania, kami telah siap siaga, siap untuk pergi segera setelah persetujuan diperoleh.”

Aktivis Pejalan Kaki Swedia ke Palestina Dapat Kewarganegaraan dari Mahmoud Abbas

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Pemimpin Palestina Mahmoud Abbas memberikan kewarganegaraan Palestina pada hari Jumat (6/7/2018) kepada aktivis Swedia Benjamin Ladraa, yang telah berjalan kaki dari Swedia ke Palestina untuk meningkatkan kesadaran kepada dunia tentang pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan Israel.

“Langkah ini diambil untuk menghargai upaya Ladraa dan posisinya untuk mendukung rakyat Palestina,” kata Abbas menurut laporan oleh kantor berita resmi Wafa, lansir World Bulletin.

Ladraa dilarang oleh polisi Israel memasuki Palestina pada hari sebelumnya.

Kelompok Perlawanan Islam Palestina (Hamas) mengutuk langkah Israel itu.

Dalam pernyataan singkat, juru bicara Hamas Fawzi Barhoum mengatakan larangan itu mencerminkan kebijakan isolasi Israel untuk rakyat Palestina dan ketidakadilan dan tekanan pada orang-orang di Palestina.

Peduli Palestina Asal Swedia Ini, Tiba di Ibukota Turki dengan Jalan Kaki

Pria berusia 25 tahun itu memulai perjalanannya ke Palestina dari Swedia hampir setahun lalu untuk meningkatkan kesadaran tentang pelanggaran hak asasi manusia di wilayah yang diduduki tersebut.

Setelah tiba di perbatasan Israel dari Yordania, ia dilarang oleh pemerintah Israel untuk memasuki Palestina dan ditahan selama enam jam.

Ladraa memulai perjalanannya dari Swedia Agustus lalu dan melintasi Jerman, Austria, Slovenia, Kroasia, Serbia, Bulgaria, Turki, Lebanon, dan Yordania.

Dalam 6 Bulan Rezim Syiah Assad dan Rusia Bunuh 1.793 Warga Sipil Suriah

ANKARA (Jurnalislam.com) – Sebanyak 2.257 warga sipil, sekitar setengahnya adalah wanita dan anak-anak, tewas dalam 186 insiden yang berbeda selama enam bulan terakhir, sebuah laporan mengungkapkan.

Laporan yang dikeluarkan oleh Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah (the Syrian Network for Human Rights-SNHR) yang berbasis di Inggris mengatakan rezim Syiah Bashar al-Assad, Rusia, kelompok teror YPK /PKK dan koalisi internasional bertanggung jawab atas pembunuhan antara Januari dan Juni 2018, Anadolu Agency melaporkan, Sabtu (7/7/2018).

Laporan itu mengungkapkan bahwa 122 serangan dilakukan oleh rezim Syiah Assad, 24 oleh Rusia, tiga oleh teroris YPG / PKK, 15 oleh koalisi internasional dan 22 oleh pihak lain.

Pejuang Suriah Akhirnya Sepakati Gencatan Senjata Bersyarat di Daraa dengan Rusia

Menurut laporan itu, rezim Suriah menewaskan 1.502 warga sipil dalam enam bulan terakhir, sementara Rusia menewaskan 291. Kelompok teror YPG/PKK menewaskan 28, koalisi 199, dan pihak lain menewaskan 237 warga sipil, katanya.

Laporan itu menekankan bahwa semua pihak yang terlibat dalam pembantaian Suriah harus diadili di Pengadilan Kejahatan Internasional dan bahwa warga sipil Suriah perlu dilindungi.

Suriah baru saja mulai bangkit dari perang global yang menghancurkan yang dimulai pada 2011. Sejak itu, ratusan ribu orang tewas dalam konflik dan jutaan lainnya mengungsi, menurut PBB.

Taliban: Serangan Penyusup Tewaskan dan Lukai 4 Pasukan Penyerbu Amerika

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Seorang tentara AS telah tewas dan dua lainnya terluka dalam “serangan orang dalam” di Afghanistan selatan, menurut NATO.

Serangan “green-on-blue“, di mana pasukan Afghanistan menembaki pasukan internasional yang bekerja bersama mereka, merupakan pembunuhan insider pertama dalam hampir satu tahun terakhir.

“Anggota yang terluka, yang dalam kondisi stabil, saat ini sedang dirawat,” misi Resolute Support NATO di Afghanistan mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (7/7/2018), lansir Aljazeera.

“Insiden ini sedang diselidiki.”

NATO tidak menginformasikan identitas prajurit yang tewas atau memberikan rincian lebih lanjut tentang lokasi kejadian.

Serangan Penyusup Seorang Taliban Bunuh 16 Milisi Bentukan AS

Seorang perwira polisi setempat mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa penembakan itu terjadi di bandara di Tarinkot, ibukota provinsi Uruzgan.

Di Twitter, Taliban juga memberi informasi bahwa lokasinya adalah Uruzgan.

“Seorang prajurit patriot Afghanistan menembaki serdadu Amerika di bandara Uruzgan menewaskan dan melukai sedikitnya empat penyerbu Amerika,” kata Taliban.

Saat ini, ada sekitar 14.000 pasukan AS di Afghanistan, sebagai komponen utama dari misi NATO di sana untuk mendukung dan melatih pasukan lokal.

Beberapa pasukan AS terlibat dalam operasi kontraterorisme, khususnya terhadap sisa-sisa kelompok Islamic State (IS).

Serangan “green-on-blue” terakhir terjadi pada bulan Agustus 2017 ketika seorang tentara NATO Rumania tewas.

Pasukan Penyusup Taliban Bunuh 4 Serdadu AS di Nangarhar

Lebih dari setahun yang lalu, tiga tentara AS tewas oleh seorang tentara Afghanistan di provinsi Nangarhar.

Insiden terbaru terjadi ketika Letnan Jenderal Scott Miller ditetapkan untuk menjadi komandan pasukan AS dan NATO berikutnya di Afghanistan.

Dia akan mengambil alih posisi tersebut dari Jenderal John Nicholson, yang keluar dari jabatannya setelah penempatan dua tahun.

Penempatan Miller ke Afghanistan, yang akan membuatnya dipromosikan menjadi jenderal bintang empat, terjadi pada saat pasukan pertahanan lokal masih berjuang untuk membendung Taliban yang bangkit kembali.

IS juga mempertahankan pijakan timur dan utara meskipun serangan pemboman udara yang intensif oleh pasukan Afghanistan dan AS.

Warga sipil Afghanistan semakin menjadi target sasaran selama periode pertempuran yang luar biasa pada musim dingin lalu.

Sebuah laporan Departemen Pertahanan AS yang dirilis awal bulan ini menemukan korban sipil telah meningkat 73 persen antara Desember dan Mei dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dokumen itu juga menemukan peningkatan 14 persen dalam jumlah personil tentara Afghanistan yang tewas atau terluka ketika melakukan patroli lokal dan selama operasi pos pemeriksaan.

Di Bandung, Cuaca Dingin Sebabkan Daun Membeku

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Cuaca dengan temperatur cukup rendah melanda wilayah Bandung membuat dedauan di Desa Neglasari, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat membeku. Salah seorang warga Kertasari, Yanto, mengakui adanya daun membeku setiap pagi di sana.

“Itu daun yang membeku pas pagi hari itu ada di daerah atas, daerah pegunungan, di Desa Neglasari, kebetulan teman saya ada yang tinggal di sana dan kata teman saya memang daun di sana membeku kalau pagi hari,” kata salah seorang warga Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Yanto, Sabtu (7/7/2018) dilansir Republika.

Yanto mengaku saat ini udara pada pagi hari di tempat tinggalnya terasa lebih dingin dari biasanya. “Di Kota Bandung saja suhu, katanya mencapai 16 derajat, apalagi di sini kang, daerah saya kan daerah dataran tinggi, jadi memang sangat dingin,” tambahnya.

Menurut dia suhu udara yang dingin terutama dini hari membuat embun menjadi terasa beku. “Suka muncul embun yang akan terasa kasar seperti beku saat pagi hari. Bahkan kata teman saya yang di Neglasari, dia itu menyimpan motor di luar malam hari, ketika subuh mau dipakai itu motornya diselemuti semacam es,” jelas dia.

Ia menuturkan untuk menghangatkan badan dan ruangan warga di Kecamatan Neglasari bisanya menyalakan perapian di dalam pemanas tradisional yang disebut hawu. “Rata-rata warga punya hawu untuk menghangatkan suhu ruangan dan tubuh,” kata dia.

Ustadz Zaitun Rasmin Serukan Umat Islam Lindungi Kota-kota Suci

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Rabithah Ulama dan Dai Asia Tenggara, Ustadz Zaitun Rasmin menyeru kaum muslimin, terutama para pemimpin dan ulama agar menyikapi kota-kota suci secara adil. Terutama Baitul Maqdis dari cengkraman Zionis Yahudi.

Pernyataan itu disampaikan dalam rangka Seminar Internasional bertema “Pembelaan Terhadap Tanah Suci Umat Islam” di Grand Hotel Cempaka, Jakarta Pusat, Jumat (6/7/2018).

“Indonesia untuk membebaskan dan membela Baitul Maqdis, tentu langkah yang kita harapkan adalah edukasi terhadap umatnya, tentang kemuliaan dan kehormatan daripada ketiga kota suci itu yaitu Mekah, Madinah, dan Baitul Maqdis,” kata Ustadz Zaitun dalam jumpa pers, Jumat (6/7/2018).

Ustadz Zaitun juga mengajak umat Islam untuk melakukan langkah-langkah konkret dalam membela dan melindungi Baitul Maqdis.

“Sementara umat tidak mengerti semua persoalan, sehingga barangkali ada yang kelihatannya baik tapi sebetulnya hanya menistakan transisi itu. Selain edukasi, kita akan lakukan gerakan-gerakan kampanye baik dalam bentuk media maupun kegiatan yang bersifat fisik seperti demo besar yang kita lakukan di Monas,” ujarnya.

Rencana Rahasia AS dan Israel Terkait Yerusalem Bocor, Begini Informasinya

Selanjutnya, Ustadz Zaitun mengungkapkan agar kaum muslimin tidak boleh lupa dengan kondisi kota suci yang ketiga, yaitu Baitul Maqdis yang sudah lebih dari tujuh puluh tahun dalam cengkeraman penjajahan Zionis Israel hingga saat ini.

“Semua kota suci itu harus berada dalam penguasaan, pemeliharaan, dan penjagaan umat Islam sendiri. Alasannya hakikat kota suci itulah adalah keberadaan “Rumah Allah”, yaitu mesjid-mesjid suci, dan Allah hanya mengizinkan penjaga dan pemakmur mesjid-mesjid Allah itu adalah orang-orang yang beriman, bukan orang-orang yang kafir dan menyekutukan-Nya,” paparnya.

Oleh sebab itulah, kewajiban kaum muslimin di dunia, bersatu padu untuk membela kesucian dan keselamatannya. Bahwa perjuangan membebaskan Baitul Maqdis dari cengkraman Zionis Yahudi sama pentingnya dengan menjaga dan melindungi Haramain dari usaha mengacaukan dan mencabutnya dari pelayannya yang sah.

5 Hal Penting Tentang Masjid Al Aqsha yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

“Dengan isu internasionalisasi Al Haramain yang hanyalah cover untuk konspirasi mengacau stabilitas. Demikian pula sebaliknya tidak adil jika menjaga kemuliaan Haramain sementara penderitaan Baitul Maqdis dibiarkan tanpa ada yang peduli,” ucap Ustadz Zaitun.

Seminar internasional yang dihadiri oleh seratus ulama dan dai dari berbagai wilayah di Indonesia. Juga menghadirkan dua narasumber yaitu: Syekh Dr. Murawih Nassar dan Syekh Dr. Isa Al-Masmali. Dalam konpers turut hadir Sekjen MIUMI sekaligus Ketua Umum Spirit of Aqsa Ustadz Bachtiar Nasir, Mudir Aam JATMAN KH Wahfiudin, dan beberapa ulama dari negara lain.

Muhammadiyah Menurut Ustadz Adi Hidayat

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Nama Muhammadiyah yang diberikan oleh Kyai Haji Ahmad Dahlan saat mendirikannya merupakan visi sekaligus misi yang harus dipahami oleh warga Muhammadiyah.

Demikian yang disampaikan dai muda Muhammadiyah Ustadz Adi Hidayat saat mengisi acara Pengajian Bulanan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakpus, Jumat (6/7/2018).

“Di dalam Al Quran ada empat kali penyebutan nama Muhammad dan satu kali nama Ahmad. Muhammad sifatnya horizontal, hubungan sosial yang kuat sesama manusia sedangkan Ahmad bersifat vertikal, hubungan pribadi yang kuat dengan Tuhan,” tuturnya.

Jika kebaikan terhadap manusia hanya sangat bagus dalam satu aspek saja, orang Arab menyebutnya Mahmud, lanjutnya. Tapi jika seluruh aspek, menjadi Muhammad. Jika hubungan baik terhadap Tuhan hanya sangat bagus dalam satu aspek, namanya Hamid. Tapi jika seluruh aspek namanya Ahmad. Nabi Muhammad memiliki keduanya, Muhammad dan Ahmad.

Sehingga menurutnya, tidak mengherankan jika kemudian Kyai Dahlan memakai nama Muhammadiyah sebagai nama organisasi karena beliau ingin Muhammadiyah berbuat kebaikan secara maksimal di segala aspek horizontal.

Reporter: Gio

Ketua Umum PP Muhammadiyah: Silaturahim Rekatkan Persaudaraan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Silaturahim sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan manusia secara luas. Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dalam Pengajian Bulanan PP Muhammadiyah di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Jumat (6/7/2018)

“Silaturahim adalah ajaran Islam yang luar biasa kaya, konsep yang mengandung banyak aspek yang dibutuhkan oleh kehidupan manusia yang esensial,” katanya.

Menurut Haedar, silaturahim bukan sekadar menjalin yang sudah ada, tetapi bahkan menyambung kembali yang sudah terputus.

“Intinya mempertautkan persaudaraan. Awalnya persaudaraan senasab, lalu seiman, bahkan kemanusiaan universal. Perbedaan suku maupun ras tidak menghalangi persaudaraan karena kita semua berasal dari Adam,” imbuhnya.

Dalam konteks bangsa dan umat, lanjut Haedar, silaturahim memiliki urgensi yang lebih besar sebab berada mencakup tataran psikologis dan sosiologis.

“Untuk menyambung silaturahim, ada masalah ego dan kepentingan. Oleh karena itu silaturahim ajarannya mudah tapi aktualisasinya sulit. Bahkan sering terjadi terhadap saudara seiman. Ada ananiyah hizbiyyah, egoisme kelompok. Hanya gara-gara masjid, mazhab dan lainnya silaturahim rusak,” terang Haedar.

Perbedaan politik juga jangan sampai memecahbelah anak bangsa, lanjutnya. Apalagi sampai putus silaturahim dan ingin membinasakan yang berbeda.

“Sebab politik adalah ranah kepentingan, hanya elit politiklah yang tahu di balik kebijakan karena mereka yang melakukan transaksi,” pungkas Haedar.

Reporter: Gio

Pengawas Senjata Kimia Dunia: Assad Gunakan Senjata Kimia di Douma

DEN HAAG (Jurnalislam.com) – Pengawas senjata kimia internasional mengatakan pada hari Jumat (6/7/2018) bahwa rezim Nushairiyah Assad menggunakan gas klorin di Douma Suriah.

Misi pencarian fakta (FFM) dari Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (the Organization for the Prohibition of Chemical Weapons-OPCW) mengeluarkan laporan sementara tentang penyelidikannya di wilayah tersebut, yang diserang oleh rezim Suriah pada bulan April hingga menewaskan 78 warga sipil.

“Selain residu eksplosif, juga ditemukan berbagai bahan kimia organik yang diklorinasi dalam sampel dari dua situs,” kata organisasi itu dalam sebuah pernyataan.

Tim Penyelidik Senjata Kimia Dunia Berhasil Ambil Sampel di Douma

Ia menambahkan bahwa tidak ada “zat saraf atau produk degradasi mereka” yang ditemukan.

“Tim FFM akan melanjutkan pekerjaannya untuk menarik kesimpulan akhir.”

Organisasi tersebut mencatat bahwa kegiatan tim di Douma termasuk “kunjungan di tempat untuk mengumpulkan sampel lingkungan, wawancara dengan saksi, [dan] pengumpulan data”.

Ia juga mengatakan bahwa laporan itu dibagikan kepada penandatangan Konvensi Senjata Kimia dan Dewan Keamanan PBB.

Setelah Serangan Koalisi Amerika di Douma, Rusia akan Kirim Pertahanan Udara Canggih