Taliban: Serangan Penyusup Tewaskan dan Lukai 4 Pasukan Penyerbu Amerika

Taliban: Serangan Penyusup Tewaskan dan Lukai 4 Pasukan Penyerbu Amerika

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Seorang tentara AS telah tewas dan dua lainnya terluka dalam “serangan orang dalam” di Afghanistan selatan, menurut NATO.

Serangan “green-on-blue“, di mana pasukan Afghanistan menembaki pasukan internasional yang bekerja bersama mereka, merupakan pembunuhan insider pertama dalam hampir satu tahun terakhir.

“Anggota yang terluka, yang dalam kondisi stabil, saat ini sedang dirawat,” misi Resolute Support NATO di Afghanistan mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (7/7/2018), lansir Aljazeera.

“Insiden ini sedang diselidiki.”

NATO tidak menginformasikan identitas prajurit yang tewas atau memberikan rincian lebih lanjut tentang lokasi kejadian.

Serangan Penyusup Seorang Taliban Bunuh 16 Milisi Bentukan AS

Seorang perwira polisi setempat mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa penembakan itu terjadi di bandara di Tarinkot, ibukota provinsi Uruzgan.

Di Twitter, Taliban juga memberi informasi bahwa lokasinya adalah Uruzgan.

“Seorang prajurit patriot Afghanistan menembaki serdadu Amerika di bandara Uruzgan menewaskan dan melukai sedikitnya empat penyerbu Amerika,” kata Taliban.

Saat ini, ada sekitar 14.000 pasukan AS di Afghanistan, sebagai komponen utama dari misi NATO di sana untuk mendukung dan melatih pasukan lokal.

Beberapa pasukan AS terlibat dalam operasi kontraterorisme, khususnya terhadap sisa-sisa kelompok Islamic State (IS).

Serangan “green-on-blue” terakhir terjadi pada bulan Agustus 2017 ketika seorang tentara NATO Rumania tewas.

Pasukan Penyusup Taliban Bunuh 4 Serdadu AS di Nangarhar

Lebih dari setahun yang lalu, tiga tentara AS tewas oleh seorang tentara Afghanistan di provinsi Nangarhar.

Insiden terbaru terjadi ketika Letnan Jenderal Scott Miller ditetapkan untuk menjadi komandan pasukan AS dan NATO berikutnya di Afghanistan.

Dia akan mengambil alih posisi tersebut dari Jenderal John Nicholson, yang keluar dari jabatannya setelah penempatan dua tahun.

Penempatan Miller ke Afghanistan, yang akan membuatnya dipromosikan menjadi jenderal bintang empat, terjadi pada saat pasukan pertahanan lokal masih berjuang untuk membendung Taliban yang bangkit kembali.

IS juga mempertahankan pijakan timur dan utara meskipun serangan pemboman udara yang intensif oleh pasukan Afghanistan dan AS.

Warga sipil Afghanistan semakin menjadi target sasaran selama periode pertempuran yang luar biasa pada musim dingin lalu.

Sebuah laporan Departemen Pertahanan AS yang dirilis awal bulan ini menemukan korban sipil telah meningkat 73 persen antara Desember dan Mei dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dokumen itu juga menemukan peningkatan 14 persen dalam jumlah personil tentara Afghanistan yang tewas atau terluka ketika melakukan patroli lokal dan selama operasi pos pemeriksaan.

Bagikan