Ketua Umum PP Muhammadiyah: Silaturahim Rekatkan Persaudaraan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Silaturahim sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan manusia secara luas. Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dalam Pengajian Bulanan PP Muhammadiyah di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Jumat (6/7/2018)

“Silaturahim adalah ajaran Islam yang luar biasa kaya, konsep yang mengandung banyak aspek yang dibutuhkan oleh kehidupan manusia yang esensial,” katanya.

Menurut Haedar, silaturahim bukan sekadar menjalin yang sudah ada, tetapi bahkan menyambung kembali yang sudah terputus.

“Intinya mempertautkan persaudaraan. Awalnya persaudaraan senasab, lalu seiman, bahkan kemanusiaan universal. Perbedaan suku maupun ras tidak menghalangi persaudaraan karena kita semua berasal dari Adam,” imbuhnya.

Dalam konteks bangsa dan umat, lanjut Haedar, silaturahim memiliki urgensi yang lebih besar sebab berada mencakup tataran psikologis dan sosiologis.

“Untuk menyambung silaturahim, ada masalah ego dan kepentingan. Oleh karena itu silaturahim ajarannya mudah tapi aktualisasinya sulit. Bahkan sering terjadi terhadap saudara seiman. Ada ananiyah hizbiyyah, egoisme kelompok. Hanya gara-gara masjid, mazhab dan lainnya silaturahim rusak,” terang Haedar.

Perbedaan politik juga jangan sampai memecahbelah anak bangsa, lanjutnya. Apalagi sampai putus silaturahim dan ingin membinasakan yang berbeda.

“Sebab politik adalah ranah kepentingan, hanya elit politiklah yang tahu di balik kebijakan karena mereka yang melakukan transaksi,” pungkas Haedar.

Reporter: Gio

Bagikan