Faksi-faksi Pejuang Palestina Desak Rekonsiliasi

GAZA (Jurnalislam.com) – Beberapa faksi politik Palestina pada hari Selasa (28/8/2018) menyerukan implementasi cepat perjanjian rekonsiliasi di masa lalu antara Fatah dan Hamas, yang paling terakhir yang ditorehkan Oktober lalu di Kairo.

Seruan itu dibuat dalam pernyataan bersama yang ditandatangani oleh Hamas (yang mengatur Jalur Gaza); Islamic Jihad; the Popular Front for the Liberation of Palestine; the Democratic Front for the Liberation of Palestine; the Fida Party; the Palestinian People’s Party; and the Palestine National Initiative.

Para penandatangan juga menyerukan penghentian “retorika provokatif yang mendorong keretakan antar-Palestina dan menghalangi rekonsiliasi asli”.

Baca juga: 

“Sudah waktunya untuk menyembuhkan keretakan nasional dan memikul tanggung jawab moral untuk menyelesaikan keluhan rakyat kami dan menghentikan penindasan penjajah Israel terhadap rakyat kami,” kata pernyataan itu.

Dalam beberapa pekan terakhir, Hamas telah mempertimbangkan proposal – yang diajukan oleh Mesir dan PBB – untuk rekonsiliasi antar-Palestina, gencatan senjata Hamas-Israel, dan proyek-proyek kemanusiaan di Jalur Gaza yang diblokade.

Perjanjian rekonsiliasi Hamas-Fatah sebelumnya telah gagal membuahkan hasil karena perbedaan yang masih berlangsung antara kedua faksi.

Uni Eropa Siap Hadapi Perang Dagang AS

BRUSSELS (Jurnalislam.com) – UE akan segera menanggapi perang ekonomi Trump, jika AS memutuskan untuk melanjutkan tarif baru mereka terhadap produk asal Uni Eropa, kata jurubicara Komisi Eropa Daniel Rosario pada hari Selasa (28/8/2018).

Berbicara pada briefing harian di Brussels, Rosario mengatakan: “Uni Eropa siap untuk segera menanggapi jika AS memutuskan meneruskan tarif baru pada produk asal Uni Eropa”, lansir Anadolu Agency.

Baca juga: 

Pada bulan Maret, Presiden Amerika Donald Trump memberlakukan tarif 25 persen untuk besi dan baja impor, dan tarif 10 persen untuk aluminium – sejak saat itu masalah tersebut telah dibahas secara hangat di antara AS dan mitra dagang utamanya.

Setelah itu, Uni Eropa menetapkan tarif 25 persen untuk produk-produk Amerika dan Trump mengancam akan memberlakukan tarif lebih untuk semua mobil Eropa.

Bulan lalu, Trump menjamu Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker di Washington.

Baca juga: 

FOZ Siapkan Program Pemulihan Pasca Gempa Lombok

DEPOK (Jurnalislam.com) – Ketum Forum Zakat (FOZ), Bambang Suherman mengatakan, ada dua problem mendasar akibat gempa bumi di Lombok. Pertama, soal meluasnya kerusakan fisik baik rumah maupun fasilitas umum.

Kedua, tingkat trauma masyarakat akibat bencana gempa bumi semakin besar. Bukan hanya dialami oleh masyarakat yang rumahnya rusak, tapi juga trauma masyarakat Lombok secara keseluruhan akan terjadinya gempa susulan.

“Setidaknya ada tiga poin penting yang akan menjadi fokus program FOZ selama fase pemulihan Lombok,” katanya dalam FGD bertajuk ‘Sinergi dan Optimalisasi Peran Lembaga Amil Zakat pada Fase Recovery Gempa Lombok’ di Depok, Selasa (28/8/2018).

Bambang menjelaskan, yang pertama dilakukan adalah penentuan kawasan recovery masing-masing. FOZ mengimbau Lembaga Amil Zakat (LAZ) untuk menentukan kawasan recovery, baik desa maupun dusun, yang akan menjadi fokus pemulihan.

Kedua, menggulirkan program konstruksi. Masyarakat membutuhkan hunian sementara yang ramah bagi mereka sambil menunggu bantuan pemerintah untuk membangun ulang rumah mereka yang rusak. Selain itu, program konstruksi lainnya yaitu pembangunan masjid sementara, sekolah sementara, dan pasar sementara.

“Program konstruksi ini akan memberikan rasa nyaman masyarakat dan memudahkan mereka untuk kembali beraktivitas seperti sedia kala. Termasuk menghidupkan kembali roda ekonomi di kalangan masyarakat korban gempa,” pungkasnya.

Ketiga, yaitu program penanganan kerentanan dan kesehatan menjadi isu yang penting pada fase recovery. Masyarakat terdampak rentan terserang berbagai macam penyakit setelah setidaknya tiga pekan tinggal di pengungsian dengan fasilitas seadanya.

“FOZ mendorong LAZ untuk menyediakan akses layanan kesehatan dan pembuatan sarana kakus yang bersih,” tuturnya.

Bambang menegaskan FOZ sudah melakukan pemetaan wilayah terdampak serta pendataan sumber daya dan kebutuhan tiap lembagapun sudah dikumpulkan. Yang harus dilakukan selanjutnya adalah mengkoordinasikan semua kekuatan, termasuk dari masyarakat, agar menjadi grand design program recovery untuk masyarakat Lombok agar mereka secepatnya bisa hidup normal seperti biasa.

Karena itu FOZ mengajak semua masyarakat agar terus membantu saudara kita di Lombok melalui lembaga amil zakat dan kemanusiaan yang terpercaya.

KH Ma’ruf Amin Non Aktif Sebagai Ketum MUI

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Untuk menjaga independensi MUI dari dinamika politik praktis, akhirnya Ketua Umum MUI Prof DR KH Ma’ruf Amin memilih non aktif dari jabatan tersebut.

“Sejak ditetapkan sebagai Cawapres oleh KPU, beliau sudah berketetapan non aktif dari Ketua Umum. Sikap itu ditegaskan lagi oleh Kiai, tadi,” ungkap Waketum MUI, H.Zainut Tauhid Sa’adi, kepada pers, Selasa (28/8/2018).

Menurutnya, keputusan tersebut semata-mata didasari pertimbangan agar posisinya sebagi Calon Wakil Presiden tidak menimbulkan pro-kontra di masyarakat, termasuk di internal MUI.

“Beliau ingin fokus mengerjakan amanat karena dipercaya sebagai Cawapres Jokowi, sebagaimana fokusnya beliau mengabdi di MUI selama ini,” tambahnya.

Untuk menjaga keberlangsungan organisasi MUI, menurut buya Zainut, tampuk kepemimpinan MUI akan diemban oleh dua Wakil Ketua Umum yakni Prof Dr Yunahar Ilyas dan H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si

“Jadi roda organisasi tetap berjalan normal seperti biasa, meski Ketum kita non aktif,” tegas Zainut.

Menanggapi keputusan KH Ma’ruf tersebut, Sekjen MUI, Dr. Anwar Abbas mengapresiasi langkah yang diambil oleh alumni Pesantren Tebu Ireng itu. “Sebenarnya tidak ada aturan organisasi yang mengharuskan beliau non aktif selama masa pencalonan. Namun dengan kearifannya, beliau melakukan itu,” puji Buya Anwar, sapaan akrabnya.

Ditegaskan Buya Anwar, bahwa langkah yang ditempuh KH Ma’ruf itu diharapkan bisa menjadi teladan yang baik bagi seluruh jajaran pengurus MUI di berbagai tingkatan. Terlebih lagi posisi MUI yang selama ini selalu jadi rujukan umat.

“Keteladanan itu menjadi penting, tidak hanya melihat aturan tertulis, tapi juga fatson politiknya,” pungkas aktivis senior PP Muhamammadiyah itu.

Tips Menjadi Orang Tua ‘Zaman Now’

Tanggung jawab kepada anaknya adalah mengajarkan Al Quran

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Penulis buku ‘Ijinkan Aku Menikah Tanpa Pacaran’ ustaz Burhan Sodiq memberikan tips untuk menjadi orang tua zaman now sesuai Islam.
Hal itu ia sampaikan saat memberikan materi dalam tabligh akbar bertajuk ‘Menjadi Orang Tua dan Remaja Zaman Now Dengan Cara Islam’ di Masjid Al-Mukminah, Jatiteken, Mojolaban, Sukoharjo, ahad, (26/8/2018).
Mengawali dengan kisah khalifah Umar bin Khattab yang saat itu didatangi seorang bapak yang yang akan mengadukan anaknya karena berbuat durhaka kepadanya.
Namun, setelah dinasehati Umar, anak tersebut pun balik bertanya tentang apa hak hak anak terhadap dirinya kepada khalifah Umar.
Yang pertama, kata ustaz Burhan Sodiq, seorang laki-laki, wajib memberikan ibu yang sholihah untuk anak-anaknya nanti.

“Adalah wajib memberikan ibu yang shalihah kepada anaknya, jadi bagi para lelaki yang belum menikah, pilihlah wanita yang shalihah untuk menjadi istri, dan wanita itu dinikahi karena 4 hal, kecantikannya, keturunannya, hartanya dan agamanya,” ungkapnya

Ustaz Burhan melanjutkan, bahwa hak anak terhadap orang tuanya yang kedua adalah memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya.

“Karena nama itu adalah doa dan akan dipakai seumur hidup, ya kalau nggak tau bahasa arab ya tanya ustad atau guru yang mengerti dan paham. Jangan salah kaprah, karena ada yang nama arab dan kepanjangannya ternyata ‘Syaithonnirojim‘,” terang ustaz Burhan dan disambut gelak tawa oleh para jamaah.

Dan yang terakhir, kata ustaz Burhan, anak wajib diajari ilmu agama dan sebagai bekal mengarungi kehidupan dunia dan akhirat.

“Tanggung jawab kepada anaknya adalah mengajarkan Al Quran, anak-anak kita kalau ndak bisa bahasa inggris ndak papa, matematika, fisika itu ndak papa, tapi kalau putra dam putri kita tidak bisa tau ajaran islam dan bisa baca Quran lalu siapa yang akan mendoakan kita ketika kita meninggal,” ungkapnya.

Lebih lanjut ustaz Burhan menjelaskan bahwa tugas orang tua di jaman sekarang lebih berat daripada jaman dulu, oleh sebab itu ia menhimbau agar para orang tua tidak pernah jemu untuk mendoakan kebaikan buat anak-anaknya.

“Karena kids Zaman Now berbeda daripada jaman semono (Dulu-red), lebih banyak dibutuhkan doa dijaman saat ini, mari kita kuatkan lagi doa di shalat malamnya,” tandas ustaz Burhan

Terkait Pembantaian Rohingya, PBB Serukan Adili Panglima Besar Myanmar

MYAMNAR (Jurnalislam.com) – PBB pada hari Senin (27/8/2018) menyerukan penyelidikan dan penuntutan para pejabat militer Myanmar atas genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang terhadap Muslim Rohingya, lansir World Bulletin.

Menurut laporan oleh Misi Pencari Fakta Internasional Independen PBB (the Independent International Fact-Finding Mission) tentang Myanmar, pelanggaran hak asasi manusia dan pelanggaran yang dilakukan di Kachin, Rakhine dan Shan States harus diperiksa di Pengadilan Pidana Internasional (the International Criminal Court).

Juga dikatakan bahwa Panglima Senior Panglima Besar Min Aung Hlaing harus dituntut.

“Militer tidak akan pernah mengkonfirmasi pembunuhan tanpa pandang bulu, geng memperkosa wanita beramai-ramai, menyerang anak-anak, dan membakar seluruh desa. The Tatmadaw’s [angkatan bersenjata] pasukan Myanmar meluncurkan operasi yang konsisten dan tidak proporsional menghadapi ancaman keamanan yang sebenarnya, terutama di Negara Bagian Rakhine, dan juga di Myanmar utara,” laporan itu berbunyi.

Baca juga: Aung San Suu Kyi Dinobatkan sebagai Tokoh Nomor 1 Islamophobia Dunia

Laporan itu menambahkan bahwa kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan terhadap Muslim Rohingya tersebut juga termasuk pembunuhan, pemerkosaan, perbudakan seksual, dan bentuk-bentuk kekerasan seksual lainnya.

“Kejahatan di Negara Bagian Rakhine, dan bentuk kejahatannya, memiliki sifat, gravitasi dan ruang lingkup yang sama dengan yang tindakan genosida dalam konteks lain,” kata laporan itu.

Menurut laporan, Konselor Negara, Daw Aung San Suu Kyi tidak mencegah kejahatan terhadap Muslim Rohingya.

“Penasihat Negara, Daw Aung San Suu Kyi, tidak menggunakan posisi de facto sebagai Kepala Pemerintahan, atau otoritas moralnya, untuk menghentikan atau mencegah peristiwa yang berlangsung di Negara Bagian Rakhine,” kata laporan itu.

“Pemerintah dan Tatmadaw telah mengembangkan iklim di mana perilaku kebencian tumbuh subur, pelanggaran hak asasi manusia dilegitimasi, dan hasutan untuk diskriminasi dan kekerasan difasilitasi,” tambahnya.

“Dorongan untuk akuntabilitas harus datang dari komunitas internasional,” kata laporan itu.

Pada 25 Agustus 2017, Myanmar melancarkan operasi militer besar-besaran terhadap minoritas Muslim, menewaskan hampir 24.000 warga sipil dan memaksa 750.000 orang lainnya melarikan diri ke Bangladesh, menurut Badan Pembangunan Internasional Ontario (the Ontario International Development Agency-OIDA).

Baca juga: 

Dalam laporannya baru-baru ini, Migrasi Paksa Rohingya: Pengalaman yang Tak Terungkap (Forced Migration of Rohingya: The Untold Experience), OIDA meningkatkan perkiraan jumlah Rohingya yang terbunuh menjadi 23.962 (± 881) dari laporan angka yang dikeluarkan Doctors Without Borders sebelumnya sebesar 9.400.

Lebih dari 34.000 orang Rohingya juga ditembak senjata api, sementara lebih dari 114.000 lainnya dipukuli, kata laporan OIDA, menambahkan bahwa 17.718 (± 780) wanita dan gadis Rohingya diperkosa oleh tentara dan polisi Myanmar. Lebih dari 115.000 rumah Rohingya dibakar dan 113.000 lainnya dirusak, tambahnya.

Menurut Amnesty International, lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya, sebagian besar anak-anak dan perempuan, telah melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh setelah pasukan Myanmar melancarkan tindakan keras terhadap komunitas Muslim minoritas tersebut.

Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai kaum Muslim yang paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat sejak puluhan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada tahun 2012.

PBB mendokumentasikan perkosaan massal, pembunuhan, pembakaran – termasuk bayi dan anak kecil – pemukulan brutal, mutilasi dan penghilangan yang dilakukan oleh pasukan negara Myanmar. Dalam laporannya, para penyelidik PBB mengatakan bahwa pelanggaran tersebut bisa dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

Senja Ceria di Bekas Danau Purba

Sementara di sepetak lahan pertanian yang masih belum ditanami, bocah- bocah sembalun lainnya, tengah sibuk kian kemari berebut si kulit bundar. Derai tawa hahaha…, air muka yang tampak ceria, menjadi hiburan tersendiri bagi mereka.

JURNALISLAM.COM – Senin (27/08/2018). Sore yang cerah. Matahari menyemburat dari langit Barat, membelai warga Sembalun Bumbung, Lombok Timur, pengujung Agustus 2018.

Menyusuri tenda pengungsian di berpetak lahan pertanian di sana, tak satupun dijumpai warga yang cemberut. Mereka sumringah, seperti tak pernah terjadi kengerian apapun. Padahal, dunia tahu, Gempa berskala besar berkali-kali mengguncang Lombok, bahkan hingga saat menulis catatan ini. Memaksa mereka kehilangan apa-apa yang dimiliki.

Tengoklah di Masjid Darurat yang diinisiasi Sinergi Foundation (SF) di sana. Sore itu, bocah – bocah Sembalun begitu antusias datang, meriahkan acara yang dipandu para relawan Happy Center, sebuah program Trauma Healing yang digagas Gerakan Berbagi Tamiang (Gebetan) berkolaborasi dengan SF. Ada lomba puisi, tahfidz Quran, lomba adzan, dan seabrek kreativitas lainnya. Upaya mengurangi atau bahkan mengatasi trauma yang tersisa akibat gempa.

Di beberapa sudut pengungsian lainnya, para lelaki bahu membahu membangun sarana umum, berupa MCK darurat. Inipun atas inisiasi mereka, dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Relawan lintas Lembaga kemanusiaan yang hadir, termasuk Sinergi Foundation, sebatas melakukan pendampingan, untuk sekadar sharing jika muncul masalah yang memerlukan alternatif sudut pandang.

Begitulah satu karakteristik warga Sembalun. Dalam kondisi sesulit apapun, sedapat mungkin jangan sampai merepotkan orang lain.

Anak-anak warga Sembalun Bumbung, Lombok Timur sedang bermain bola. FOTO: Habe/INA News Agency

Sementara di sepetak lahan pertanian yang masih belum ditanami, bocah- bocah sembalun lainnya, tengah sibuk kian kemari berebut si kulit bundar. Derai tawa hahaha…, air muka yang tampak ceria, menjadi hiburan tersendiri bagi mereka. Sekadar melepas penat, sembari menanti matahari senja tenggelam di peraduan. Hingga selimut gelap mulai menutupi cekungan alam. Bekas danau purba, yang kini dikepung bibir kaldera.

Sayup-sayup adzan maghrib berkumandang. Panggilan kebahagiaan untuk hamba yang beriman. Tak lama, seruan pun ditunaikan. Shaf -shaf masjid darurat di sela kamp pengungsian Sembalun, sudah terisi rapat.

Takbir. Dan batin pun syahdu mendengarkan. Fasih nian suara sang Imam. Menjahar kalam suci AlQuran.

Ciut nyali ini, yang tak berdaya saat bumi diguncangkan. Saat jasad melayang, seperti debu-debu beterbangan. Saat ajal terasa begitu dekat, sedekat jari dan kuku yang melekat.

اَللَّهُمّ إِنّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا، وَخَيْرَ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ؛ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا، وَشَرِّمَافِيْهَا وَشَرِّمَا أَرْسَلْتَ بِهِ

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kehadirat-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, dan kebaikan apa yang di dalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, dan keburukan atas apa yang terjadi di dalamnya, dan aku juga memohon perlindungan kepada-Mu atas apa-apa yang Engkau kirimkan.. Aamiin.

Reporter & Foto : Habe / INA

Dakta Peduli dan DDII Berangkatkan Truk Kemanusiaan untuk Lombok

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Dakta Media Network melalui Dakta Peduli bersama Tata Motors dan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) melepas truk armada kemanusiaan berisi bantuan logistik bagi korban gempa Lombok di halaman Tata Motors, Kramat Raya, Jakarta Pusat pada Senin (27/08/2018).

“Bencana Lombok mengakibatkan dampak kerusakan yang sangat signifikan bagi kehidupan masyarakat disana,” ungkap Direktur Utama Dakta Media Network, Andi Kosala dalam sambutannya.

Dakta Peduli, lanjut Andi, sudah seringkali membuat program bantuan kemanusiaan sejak tragedi tsunami Aceh, konflik Palestina, Suriah, hingga Rohingya sehingga kali ini mereka langsung tergerak ketika terjadi bencana gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Alhamdulillah kami juga mendapatkan support yang begitu besar dari Tata Motors dan Dewan Dakwah sehingga sinergitas yang terbentuk dari kami ini diharapkan berkelanjutan karena penanganan korban gempa Lombok ini tidak cukup satu dua kali,” imbuhnya.

Dakta Peduli, Tata Motors, dan DDI dalam pelepasan Truk Kemanusiaan untuk korban gempa Lombok

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Ustadz Muhammad Sidik juga mengapresiasi truk bantuan kemanusiaan yang diinisiasi oleh Dakta Peduli ini. Menurutnya, hal ini sejalan dengan program mereka yang fokus di bidang kemanusiaan.

“Karena kami mengetahui jika negara ini memang rawan dengan bencana alam. Maka dari itu, Dewan Dakwah telah melakukan bantuan kemanusiaan hingga ke pelosok tanah air. Dan bantuan ini sejalan dengan program kami,” tuturnya.

Armada truk kemanusiaan ini dilepas langsung oleh Direktur Utama Dakta Media Network, Andi Kosala, Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Ustadz Muhammad Siddik, dan Presiden Direktur Tata Motors Indonesia, Biswadev Singupta.

PM Zionis Netanyahu Setujui Ritual Multi Gender di Komplek Al Aqsha

AL QUDS (Jurnalislam.com) – Kota Yerusalem telah menyetujui rencana untuk memperluas area ritual multi-gender di Tembok Barat Yerusalem, harian Israel Haaretz melaporkan Senin (27/8/2018), lansir Anadolu Agency.

Rencana itu disetujui oleh pejabat kota setelah mendapat tekanan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Menurut Haaretz, skema ini memperoleh persetujuan di bawah peraturan khusus menciptakan proses jalur cepat yang memberi wewenang kepada insinyur kota untuk menyetujui pekerjaan membuat situs yang dapat diakses oleh penyandang cacat.

Rencana itu juga mencakup perluasan area ritual multi-gender (bercampurnya pengunjung laki-laki dan perempuan) dan pintu masuknya.

Area doa multi-gender berada di dalam kompleks Masjid Al-Aqsha, di mana laki-laki dan perempuan Yahudi melakukan ritual bersama, sebuah langkah yang ditentang oleh Yahudi Ultra-Ortodoks.

Rencana ekspansi tersebut dengan cepat mengundang kecaman dari Wakaf Islam Yerusalem (the Jerusalem Islamic Waqf), sebuah organisasi yang dikelola Yordania yang bertanggung jawab untuk mengawasi situs-situs Islam kota itu.

“Ini adalah serangan terang-terangan terhadap Muslim,” katanya dalam sebuah pernyataan, selanjutnya menyerukan UNESCO untuk campur tangan untuk menghentikan langkah-langkah Yahudisasi Israel di daerah itu.

“Ini membuktikan bahwa proyek-proyek Yahudisasi ini … dimaksudkan untuk secara drastis mengubah status quo agama dan historis di Yerusalem,” katanya memperingatkan.

Bagi Muslim, Al-Aqsha mewakili situs tersuci ketiga di dunia setelah Mekkah dan Madinah. Sedangkan zionis Yahudi  mengatakan daerah itu sebagai “Gunung Bait Suci”, mengklaimnya sebagai situs dari dua kuil Yahudi di zaman kuno.

Israel menduduki Yerusalem Timur – di mana Al-Aqsha berada – selama Perang Arab-Israel 1967, mencaplok seluruh kota 13 tahun kemudian dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Pada akhir tahun 2000, kunjungan ke Al-Aqsha oleh politisi kontroversial Israel Ariel Sharon memicu pemberontakan rakyat Palestina selama bertahun-tahun melawan pendudukan Israel selama puluhan tahun di mana ribuan orang Palestina kehilangan nyawa mereka.

Pakistan Kutuk Kontes Kartun Nabi Saw yang Akan Digelar Geert Wilders

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Senat Pakistan dengan suara bulat mengeluarkan resolusi mengutuk kontes kartun anti-Islam yang direncanakan oleh politisi sayap kanan Belanda – salah satu tindakan pertama yang diambil oleh majelis sejak pemilihan umum bulan lalu.

Para senator di majelis tinggi parlemen pada hari Senin (27/8/2018) secara resmi memprotes pengumuman anggota parlemen Belanda, Geert Wilders, untuk mengadakan kompetisi karikatur Nabi Muhammad Saw di akhir tahun ini, lansir Aljazeera.

Dalam pidato pertamanya di depan senat di ibu kota, Islamabad, Perdana Menteri Imran Khan yang baru terpilih bersumpah akan membawa masalah ini ke Majelis Umum PBB pada bulan September, menyebutnya sebagai “kegagalan kolektif dunia Muslim.”

“Sangat sedikit orang di Barat yang memahami rasa sakit yang dirasakan oleh Muslim oleh kegiatan-kegiatan penghujatan seperti itu,” kata Khan.

“Pemerintah kami akan mengangkat masalah ini dalam Organisasi Kerjasama Islam (the Organisation of Islamic Cooperation) dan membuat negara-negara di sana untuk membuat kebijakan kolektif yang kemudian dapat diangkat di forum internasional,” tambahnya. “Ini seharusnya sudah dilakukan sejak lama.”

Wilders, yang dikenal luas karena kritiknya yang ganas terhadap Islam dan Muslim, pada bulan Juni mengumumkan rencananya untuk menyelenggarakan kompetisi kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad pada bulan November. Pemerintah Belanda telah menjauhkan diri dari acara tersebut.

Wilders, yang memimpin partai terbesar kedua di parlemen Belanda, mengklaim telah menerima lebih dari 200 peserta sejauh ini. Waktu terakhir untuk mendaftar adalah 31 Agustus.

Pemenang kompetisi akan diumumkan di kantor Freedom Party-nya di Den Haag, media setempat melaporkan, dengan hadiah uang tunai $ 10.000 bagi pemenang pertama.

Penggambaran Allah atau Nabi Muhammad secara fisik dilarang keras dalam Islam.

“Saya memahami pola pikir Barat karena saya telah menghabiskan banyak waktu di sana,” kata Khan, seorang bintang kriket yang menjadi politisi. “Mereka tidak mengerti besarnya cinta yang Muslim rasakan untuk Nabi Saw.”

Pakistan memanggil duta besar Belanda awal bulan ini untuk mengajukan protes terhadap lomba menghujat itu, menyatakan “keprihatinan mendalam atas upaya yang disengaja dan jahat untuk memfitnah Islam,” kantor luar negeri mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Undang-undang penodaan agama Pakistan menetapkan hukuman mati wajib bagi siapa saja yang dinyatakan bersalah menghina Nabi Muhammad Saw, dan penjara seumur hidup bagi mereka yang ditemukan mencemari Quran.

Tahun-tahun belakangan ini kekerasan yang terkait dengan hukum meningkat, dengan sedikitnya 74 orang tewas dalam serangan yang dimotivasi oleh tuduhan penistaan ​​agama sejak 1990, menurut penghitungan Al Jazeera.