17 Tahun Perang Lawan Taliban Gak Kelar-kelar, Komando Pasukan AS dan NATO Diganti

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Jenderal Angkatan Darat Scott Miller telah mengambil alih komando pasukan AS dan NATO di Afghanistan, dan tiba bersamaan dengan ketika Washington menghadapi pertanyaan yang berkembang mengenai strategi untuk memohan pada Taliban mengadakan pembicaraan guna mengakhiri konflik 17 tahun.

Miller, mantan komandan Komando Operasi Khusus Gabungan militer AS, mengambil alih pimpinan pada saat bercampurnya harapan dan ketakutan di kalangan pemerintah yang didukung Barat di Kabul.

“Untuk menjadi sukses, kita harus terus belajar dan beradaptasi dengan musuh dan lingkungan,” kata Miller pada hari Ahad (2/9/2019) saat upacara pergantian komando di markas besar Misi Resolute Support pimpinan NATO di Kabul, lansir Aljazeera.

“Tidak ada tempat untuk status quo. Kita tidak bisa berpuas diri.”

Baca juga: Paktika

AS kini memasuki satu tahun dalam strategi untuk meningkatkan tekanan terhadap Taliban dengan meningkatkan serangan udara dan mengirim ribuan pasukan lagi untuk melatih dan memotivasi pasukan Afghanistan, tetapi tanda-tanda keberhasilan yang jelas sejauh ini terbukti masih sulit diharapkan.

Korban sipil semakin meningkat hingga bisa mencapai rekor, juga terjadi serangan berulang di kota-kota besar seperti Kabul dan Jalalabad, dan, walaupun Taliban belum berhasil mengambil pusat kota besar, mereka mengendalikan wilayah besar pedesaan.

Pada bulan Juni, laporan oleh inspektur jenderal Pentagon menawarkan pandangan suram, mengatakan ada sedikit bukti yang tersedia secara publik bahwa “tindakan untuk meningkatkan tekanan pada Taliban memiliki dampak yang signifikan”.

Sementara itu pasukan Afghanistan kekurangan tenaga kronis karena korban besar dan desersi tingkat tinggi, dan terus menghadapi masalah dengan organisasi dan logistik yang telah lama menghambat efektivitas mereka.

Baca juga: 

Harapan akan sebuah terobosan dalam mencapai pembicaraan damai kembali bangkit oleh gencatan senjata yang belum pernah terjadi sebelumnya selama hari raya Idul Fitri pada bulan Juni tetapi optimisme berbalik oleh serangan dramatis para pejuang di kota Ghazni bulan lalu.

“Saya percaya bahwa beberapa Taliban menginginkan perdamaian juga tetapi mereka didorong untuk terus berjuang,” Jenderal John Nicholson, seorang komandan, mengatakan pada upacara tersebut.

“Sudah saatnya perang di Afghanistan ini berakhir,” katanya.

Pejuang Taliban
Pejuang Taliban Afghanistan

Pakistan Bantah Klaim AS Kasih Bantuan Perang Melawan Terorisme

ISLAMABAD (Jurnalislam.com) – Islamabad pada hari Ahad (2/9/2018) membantah klaim AS bahwa AS telah membatalkan bantuan ke Pakistan.

Sebelumnya pada hari Ahad, media AS dan Pakistan melaporkan bahwa Pentagon telah memutuskan untuk membatalkan $ 300 juta bantuan kepada Pakistan atas dugaan kegagalan Pakistan untuk mengambil tindakan tegas terhadap kelompok bersenjata, lansir Anadolu Agency.

“Tidak ada bantuan yang Pentagon putuskan untuk dibatalkan tetapi semua itu adalah uang kami yang kami habiskan dari sumber daya kami sendiri dan sekarang Washington harus menggantinya,” Qureshi menjelaskan.

“Pakistan telah mengorbankan ribuan nyawa dan menghabiskan uang dalam jumlah besar dari sumber daya mereka sendiri melawan terorisme dan sekarang AS harus mengganti jumlah itu di bawah Dana Dukungan Koalisi (the Coalition Support Fund),” Shah Mehmood Qureshi, menteri luar negeri Pakistan mengatakan kepada para wartawan di ibukota Islamabad.

Baca juga: 

Menteri luar negeri menambahkan bahwa dia akan membawa masalah ini dengan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo selama kunjungannya ke Islamabad pada 5 September.

“Saat ini hubungan antara Pakistan dan AS ditangguhkan tetapi kami akan berusaha meningkatkan hubungan antara Islamabad dan Washington selama kunjungan Sekretaris Pompeo ke Islamabad,” kata Qureshi.

Baca juga: 

Hubungan antara dua sekutu dalam perang melawan terorisme itu telah memburuk sejak Januari tahun lalu, setelah Presiden AS Donald Trump mengambil alih jabatan, terutama karena benturan kepentingan di Afghanistan yang dilanda perang.

Washington menuduh Islamabad menyediakan tempat persembunyian yang aman bagi jaringan Haqqani yang kuat, yang disalahkan atas sejumlah serangan terhadap pasukan asing di Afghanistan.

Namun, Pakistan membantah tuduhan itu dan mengatakan mereka perlu pengakuan atas pengorbanannya dalam perang melawan teror.

Bangladesh: Myanmar Mengulur-ngulur Proses Pengembalian Warga Rohingya

DHAKA (Jurnalislam.com) – Perdana menteri Bangladesh Sheikh Hasina pada hari Ahad (2/9/2018) mengatakan Myanmar menunda proses pengembalian warga Rohingya tanpa alasan khusus.

“Ketika kami berbicara, Myanmar selalu mengatakan siap untuk mengambil kembali warga negaranya […]. Tetapi kenyataannya adalah bahwa mereka mengatakannya, tetapi tidak melakukan [yang mereka katakan] itu,” katanya pada konferensi pers yang diadakan di Dhaka setelah kunjungan dua hari ke Nepal untuk menghadiri KTT BIMSTEC (Bay of Bengal Initiative for Multi-Sectoral Technical and Economic Cooperation), blok ekonomi tujuh negara Asia Selatan dan Asia Tenggara, lansir Anadolu Agency.

Hasina mengatakan masalah Rohingya tidak dibahas pada acara itu tetapi dia telah bertemu Presiden Myanmar Win Myint di KTT tersebut.

“Dia mengakui perjanjian yang kami tandatangani. Myanmar mengatakan mereka siap untuk mengambil kembali warga negara mereka,” kata Hasina.

Baca juga: 

Desember lalu, Bangladesh dan Myanmar menandatangani perjanjian untuk memulangkan Rohingya tetapi prosesnya belum dimulai.

Perdana menteri Bangladesh Sheikh Hasina
Perdana menteri Bangladesh Sheikh Hasina

Dalam laporannya, badan pengungsi UNHCR mengatakan hampir 170.000 orang Rohingya kemungkinan melarikan diri dari Myanmar pada tahun 2012 saja.

Sejak 25 Agustus 2017, hampir 24.000 Muslim Rohingya telah dibunuh oleh pasukan negara Myanmar, menurut Badan Pembangunan Internasional Ontario (the Ontario International Development Agency OIDA).

Dalam laporan baru-baru ini, Migrasi Paksa Rohingya: Pengalaman yang Tak Terungkap (Forced Migration of Rohingya: The Untold Experience), OIDA melaporkan peningkatan perkiraan jumlah Rohingya yang terbunuh menjadi 23.962 (± 881) dari laporan Doctors Without Borders yang berjumlah 9.400.

Lebih dari 34.000 orang Rohingya juga ditembaki dengan senjata api, sementara lebih dari 114.000 lainnya dipukuli, kata laporan OIDA, menambahkan bahwa 17.718 (± 780) wanita dan gadis Rohingya diperkosa oleh tentara dan polisi Myanmar. Lebih dari 115.000 rumah Rohingya juga dibakar dan 113.000 lainnya dirusak, tambahnya.

Baca juga: 

Menurut Amnesty International, lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya, sebagian besar anak-anak dan perempuan, telah melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh setelah pasukan Myanmar melancarkan tindakan brutal terhadap komunitas Muslim minoritas.

Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai kaum Muslim yang paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat sejak ratusan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada tahun 2012.

PBB telah mendokumentasikan perkosaan massal, pembunuhan, pembakaran  – termasuk bayi dan anak kecil – pemukulan brutal, mutilasi dan penghilangan yang dilakukan oleh pasukan negara Myanmar. Dalam laporannya, penyelidik PBB mengatakan bahwa pelanggaran tersebut bisa dianggap kejahatan terhadap kemanusiaan.

Koalisi Arab Akui Membom Bus Sipil dalam Sebuah Serangan Udara di Yaman

YAMAN (Jurnalislam.com) – Koalisi yang dipimpin Saudi pada hari Sabtu (1/9/2018) menyatakan penyesalan mereka atas “kesalahan” dalam serangan udara mematikan di sebuah bus di Yaman yang menyebabkan puluhan anak mati.

Saudi Press Agency (SPA) mengatakan, “Komando Pasukan Gabungan dari Koalisi mengungkapkan penyesalan atas kesalahan, memperluas simpati, belasungkawa dan solidaritas kepada keluarga korban,” lansir World Bulletin, Ahad (2/9/2018).

Pada 9 Agustus, serangan udara yang dipimpin Saudi menargetkan sebuah bus yang membawa anak-anak di provinsi Saada barat laut Yaman. Sedikitnya 50 orang, sebagian besar anak-anak, tewas dan puluhan lainnya terluka.

Baca juga: 

Koalisi mengatakan akan melakukan proses hukum “untuk menahan orang-orang yang bertanggung jawab melakukan kesalahan.”

Ia juga menjanjikan bantuan sukarela bagi mereka yang terkena dampak serangan itu.

Letnan Jenderal Mansour al-Mansour, kepala Tim Penilai Insiden Bersama (the Joint Incidents Assessment Team-JIAT), mengatakan dalam konferensi pers di Riyadh bahwa video-video pesawat yang melancarkan serangan itu sedang diselidiki.

“Pihak berwenang diberitahu bahwa ada pemimpin Houthi di bus. Perintah untuk menembak bus di daerah yang jauh dari warga sipil diberikan ketika bus itu bergerak. Karena tidak ada pesawat perang di dekatnya di daerah itu, target tidak bisa ditembak saat itu. Setelah bus berhenti di suatu tempat di mana ada warga sipil di sekitar, perintah lain untuk tidak menargetkan bus diberikan tetapi perintah itu datang terlambat.”

Serangan udara itu adalah yang terbaru dalam serangkaian serangan oleh koalisi pimpinan Saudi yang didukung AS di negara itu. Pasukan koalisi memasuki Yaman tiga tahun sebelumnya untuk memerangi pemberontak Syiah Houthi yang telah mengambil alih pemerintah Yaman di ibukota, Sanaa.

Yaman telah dilanda perang sejak 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi dukungan Iran  menguasai sebagian besar negara, termasuk Sanaa.

Hilangnya ibukota memaksa Presiden Abdrabbuh Mansur Hadi dan pemerintahnya untuk mengambil tempat tinggal sementara di kota pantai Aden di Yaman.

Bacajuga: 

Konflik meningkat pada tahun 2015 ketika Arab Saudi dan sekutu Sunni-Arab – melaporkan Syiah Houthi melayani sebagai proxy Iran – meluncurkan oprasi serangan udara besar-besaran di Yaman yang bertujuan untuk mengalahkan Syiah Houthi dan menopang pemerintah pro-Saudi Hadi.

Perundingan perdamaian yang disponsori PBB yang diadakan di Kuwait tahun berikutnya gagal mengakhiri konflik yang merusak.

Kekerasan telah menghancurkan infrastruktur Yaman, termasuk sistem air dan sanitasi, mendorong PBB untuk menggambarkan situasi di sana sebagai “salah satu bencana kemanusiaan terburuk di zaman modern”.

Kokam Jawa Tengah Siap Kawal Jalan Sehat Haornas Soloraya

SEMARANG (Jjurnalislam.com) – Komandan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Jawa Tengah, ustadz Muhammad Ismail, menginstruksikan kepada Komandan Korem, Kokam Solo Raya dan ranting Solo Raya untuk mengawal jalannya aksi Jalan Sehat Haornas pada 9 September nanti di Kottabarat.

Hal itu dilakukan untuk menjaga kondusifitas dan aset-aset umat Islam dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia memastikan anggota Kokam se-Jateng akan totalitas menjaga aksi itu.

“Ikut mengamankan kegiatan Jalan Sehat umat Islam se-Solo Raya tanggal 9 September 2018, dan untuk memperintahkan semua anggota Kokam untuk terlibat dalam kegiatan tersebut,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Jurnalislam.com, Ahad (2/9/2018).

Ustadz Ismail melanjutkan, Kokam Jateng berkomiten untuk menjaga ulama dan para tokoh bangsa yang akan hadir dalam acara yang rencananya dihadiri oleh Neno Warisman dan Ahmad Dhani tersebut.

“Menjaga Aset SDM atau tokoh Muhammadiyah, ulama dan umat Islam dalam kegiatan tersebut, dalam melaksanakan tugas dikendalikan oleh komandan Korem dan komandan Daerah Solo,” ungkapnya.

Yok Ayok Lombok Bangkit!

“Masyarakat Lombok harus sabar dan bangkit. Jangan pesimis harus optimis Allah pasti akan merubah suatu keadaan”

JURNALISLAM – Tidak terasa sudah, perhelatan akbar olahraga terbesar di Asia telah selesai digelar. Gemerlap cahaya menyilaukan ibukota. Tarian, nyanyian, yang diiringi kembang api menyeruak mewah di stadiun Gelora Bung Karno itu. Wow rasanya.

Belum lagi, sang tuan rumah, Indonesia tampak totalitas dalam melayani puluhan tamu berbentuk negara ini. Dan bonus tak sungkan untuk diberikan kepada para peraih prestasi. Milyaran rupiah, rumah, tawaran menjadi pelayan negeri diberikan oleh sang penguasa. Bukankah sebuah motivasi yang baik?

Namun, sepertinya ada yang ganjil. Sesuatu yang membuat dada ini sesak, otak menjalankan fungsinya lebih dari biasa. Benar, bencana Lombok.

Penutupan acara Asian Games di Jakarta

Sejak peristiwa pertama 29 Juli 2018, telah terjadi tiga gempa yang berdampak korban jiwa dan kerusakan luas.

Gempa pertama berkekuatan 6,4 SR menyasar wilayah Lombok Timur. Gempa kedua berkekuatan 7 SR meluluhlantakkan wilayah Lombok Utara. Sedangkan gempa ketiga berkekuatan 6,2 SR mengguncang Mataram dan sebagian Lombok Tengah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat data sementara mengenai kerugian akibat gempa Lombok telah mencapai Rp8,8 triliun. Angka itu masih terus dikaji dan bisa terus bertambah.

Kota yang terkenal dengan kebanggaan 1000 Masjid itu sudah terluluhlantahkan oleh bencana ini. Hampir 99% masjid ambruk, rata dengan tanah. Belum lagi ada ratusan korban jiwa telah mendahului, puluhan ribu rumah ancur, dan sejumlah fasilitas terikut hancur. Mengerikan.

“Saya telah mendatangi beberapa lokasi terparah sudah menjadi luluh lantah, jadi perhatian utama, 99 persen hancur masjid. Simbol Lombok kota seribu masjid dan para penghapal Qur’an sudah tidak bisa dibanggakan lagi,” ucap pimpinan Jamaah Ansharusy Syariah, ustaz Muhammad Achwan di Serang, Senin (3/9/2018).

Pimpinan Jamaah Ansharusy Syariah, Ustaz Muhammad Achwan

Peringatan bukan Fenomena Alam Biasa

Ulama sepuh itu bercerita, sebutan yang baik tersebut patut disyukuri dan dipelihara. Namun apa yang dilakukan pihak berwenang malah terlihat kontradiksi dengan tradisi tersebut.

“Tapi pihak berwenang membuka 30 tempat wisata, bahkan salah satunya tempat wisata wajib telanjang, yang penting kepeng katanya begitu,” ungkapnya.

Bencana Lombok ini dinilai para pemuka agama dan pemda setempat sebuah peringatan dan dengan itu, perlu kiranya dilakukan sholat taubat serentak. Namun, tampak sang penguasa daerah terlalu songkak dengan menolaknya karena mungkin melihat sebagai fenomena alam biasa. Tidak ada yang salah.

“Ini jelas, Insyaallah jika (semua pihak) mengakui kesalahannya, berbenah dan taubat, Allah akan memberikan bantuannya. Akan tetapi jika masih bersikap sombong, susah.”

“Makannya harus diliat dari sudut pandang apa, kalau ini hanya fenomena alam berarti pandangannya sempit, tidak bisa melihat dari sisi realita yang lebih luas, dari sisi ruhiahnya juga. Ini peringatan untuk berbenah,” jelas dia mantap.

Masjid Muhajirin Desa Rempek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. FOTO: Ahmad Jilul/INA

Lombok Bangkit

Getar-getir Lombok Bangkit menyeruak dan menjadi simbol penyemangat warga terdampak. Kepalan tangan disertai warna merah-putih seolah menjadi api penyemangat warga Timur ini.

Meski begitu, tidak semudah itu bro membuat semangat korban bencana dahsyat yang tidak tahu sampai kapan penanggulangannya. Apalagi saat ini bantuan sangat minim dirasakan. Status bencana nasional yang belum diberikan juga mempersulit bantuan dari mancanegara, hanya segelintir kelompok manusia saja yang membuat mereka tersenyum senang.

“Makannya sangat berharga orang-orang dari luar Lombok datang dan peduli.”

Mau tidak mau, sinergitas semua pihak dan golongan harus terjalin mengatasi bencana dahsyat ini. Pemerintah, masyarakat, elemen, dan warga terdampak pun harus bahu membahu mencari jalan keluar yang paling efektif.

Terutama pemerintah yang telah jelas melindungi, bertanggung jawab, serta tempat untuk mengadu para rakyatnya mengambil porsi yang seharusnya diambil.

Jangan justru para segelintir organisasi kemanusiaan, perorangan, dan masyarakat biasa yang mungkin memikirkan apa yang akan dimakan hari ini dan besok terlihat lebih peduli dan berkelanjutan memberikan effort (upaya) maksimal kepada warga Lombok dan sekitarnya itu.

Ayok Lombok Bangkit! Sesungguhnya setelah kesulitan akan ada kemudahan.

Panitia: Acara Jalan Sehat Umat Islam Soloraya Sudah Sesuai Aturan

SOLO (Jurnalislam.com) – Humas panitia aksi Jalan Sehat Haornas Umat Islam dan masyarakat Surakarta, Endro Sudarsono mengatakan, kegiatan jalan sehat yang akan dilaksanakan pada ahad, 9 September di Kottabarat tidak melanggar peraturan dan sudah sesuai dengan undang-undang No 9 tahun 1998.

“Tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum terdapat ketentuan diantaranya, dilaksanakan di tempat terbuka untuk umum, kecuali di lingkungan istana kepresidenan, tempat ibadah, instalasi militer, rumah sakit, pelabuhan udara atau laut, terminal angkutan darat dan obyek vital nasional, serta pada hari besar nasional,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Jurnalislam.com, Ahad (2/9/2018).

Endro melanjutkan, dalam undang-undang no 9 tahun 1998 itu, peserta jalan sehat dilarang membawa benda-benda yang dapat membahayakan keselamatan umum dan harus ada pemberitahuan tertulis selambat-lambatnya 3×24 jam serta ada penanggungjawab kegiatan.

“Sedangkan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) Panitia Jalan Sehat warga Solo akan dilaksanakan pada tanggal 9 September 2018 di Jalan Sepanjang Depan Masjid Kota Barat Surakarta, secara administrasi sudah sesuai dengan UU tersebut jika dilihat tempat umum, surat pemberitahuan, penggung jawab kegiatan, dan Surat komitmen untuk tetap menjaga kondusifitas keamanan dan kebersihan kota Solo sudah dikirimkan ke Polri,” paparnya.

“Surat pemberitahuan ke Polsek Banjarsari dan Polresta Surakarta dikirim tanggal 17 Agustus 2018 ditandatangani oleh ketua panitia Dadyo Hasto sedangkan surat pemberitahuan ke Polda Jateng sudah dikirim tanggal 20 Agustus 2018,” sambung Endro

Lebih lanjut, menurut Endro, Haornas bukanlah termasuk libur nasional, yang termasuk hari libur nasional adalah.

Sedangkan terkait penolakan terhadap kehadiran Neno Warisman dan Ahmad Dhani, hingga saat ini pihak panitia belum mendapatkan alasan yang sah dan meyakinkan atas penolakan tersebut.

“Untuk itu dengan berpijak pada Hak Asasi Manusia yang dijamin dalam UUD 1945 dan Undang Undang No 9 Tahun 1998, maka kami berharap acara ini akan terselenggara dengan aman, lancar dan tertib,” tandasnya.

Ansharusyariah Jateng Siap Kawal Jalan Sehat Haornas Umat Islam Soloraya

SOLO (Jurnalislam.com) – Terkait adanya penolakan dan ancaman pembubaran dari kelompok intoleran terhadap aksi Jalan Sehat Haornas Umat Islam di Solo, Amir Jama’ah Ansharusyariah Jawa Tengah Ustadz Surawijaya menegaskan akan mengerahkan personelnya untuk menyuksekkan acara tersebut.

“Kegiatan jalan sehat ini banyak manfaatnya, salah satunya menjalin ukhuwah Islamiyah, dan oleh orang-orang yang tidak sepakat akan digagalkan, maka kami selaku penggurus Jama’ah ansharusyariah Jawa Tengah mendukung kegiatan tersebut secara all out,” kata ustaz yang akrab disapa Cak Rowi kepada Jurnalislam.com, Sabtu (8/2018) di Solo.

“Seluruh penggurus dan anggota akan kita libatkan untuk pengamanan acara tersebut,” sambungnya.

Ia menjelaskan, acara tersebut adalah murni kegiatan keumatan dan sudah mendapatkan izin dari instansi terkait. “Jadi tidak ada alasan untuk menolaknya,” tegasnya.

Cak Rowi menegaskan, justru pihak-pihak yang menolak acara itulah yang tidak menginginkan kebaikan di Solo. “Saya yakin itu perbuatan orang-orang yang tidak mengiginkan kebaikan di kota Solo atau mereka yang gerah dengan suhu politik di Solo,” terangnya.

BMH Jatim Gandeng Universitas Brawijaya Malang Gelar Seminar Parade Entrepreneur

MALANG (Jurnalislam.com) – Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Jawa Timur bersama Koperasi Syariah Quantum Sinergi Umat (QSU) dan Pusat Kajian Ekonomi dan Bisnis Islam (PKEBI) Universitas Brawijaya Malang menggelar parade entrepreneur, Sabtu (1/9/2018).

Acara yang menghadirkan nara sumber nasional Laksita Utama Suhud & Muhaimin Iqbal tersebut bertepat di Gedung Widya loka Universitas Brawijaya Malang.

Seminar entrepreneur bertajuk ‘Membangun keberkahan bisnis dengan Brain Hacking dan Syirkah’ tersebut dibuka secara langsung oleh Rektor Universitas Brawijaya Malang, Prof Dr Nuhfil Hanani AR MS.

Pada sambutannya, Rektor kelahiran Jember tersebut mengapresiasi BMH yang menggandeng Univereitas Brawijaya (Unibraw) untuk menggelar parade entrepreneur.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada BMH yang telah bekerjasama dengan Unibraw, kedepannya di harapkan bisa kerja sama dalam program yang lainnya,” kata Profesor Nuhfil di hadapan peserta Parade entrepreneur.

Tak kurang dari 350 peserta yang berasal dari pelaku bisnis UMKM menyimak dengan penuh antusias terhadap pemaparan dari pemateri.

Sementara itu, Manager BMH Jatim Operasional Malang, Sony Abdul Karim S.PdI menambahkan bahwa seminar parade entrepreneur yang diselenggarakan di UB merupakan kegiatan seminar entrepreneur yang ke dua kalinya.

Menurut Abdul Karim pada parade entrepreneur saat ini, pihaknya menghadirkan dua pembicara nasional. Selain Laksita Utama Suhud juga menghadirkan founder Gerai Dinar dan start up I-Grow yang juga penulis buku-buku best seller tentang kewirausahaan, Muhaimin Iqbal.

Lebih jauh pria kelahiran Surabaya tersebut menjelaskan, setelah pembicara utama menyampaikan materi, seluruh peserta nantinya akan di bagi menjadi tiga kelas, yaitu kelas start up digital, kelas net working dan kelas internet marketing.

“Masing-masing kelas nantinya juga akan di isi oleh entrepreneur sukses di Kota Malang,” ungkap Karim.

“Setiap kelas nanti akan diisi oleh praktisi bisnis yang berbeda-beda disesuaikan dengan pilihan kelasnya,” imbuhnya.

Untuk kelas start up digital pematerinya owner golek yang juga dewan syuro SBC, Muhammad Suef.

Sedangkan untuk kelas net working para peserta akan menyimak tutorial dari owner Dea Bakery yang saat ini telah sukses membuka 20 gerai, Mulyani.

“Pada kelas internet marketing, pematerinya akan disampaikan owner dari  Mboindonesia, Subhan,” pungkasnya.

Kiriman: Mustofa/Humas BMH Jatim

Warga Gaza Penerima Beasiswa BSMI Lulus Pendidikan Dokter Spesialis di UNS

SOLO (Jurnalislam.com) – dr. Mueen Al Shurafa Sp An, mahasiswa asal Gaza, Palestina penerima peraih beasiswa Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) berhasil menyelesaikan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Sebelas Maret (UNS). Usai dinyatakan lulus mengikuti program tersebut, Mueen bertolak ke Gaza.

Mueen beserta istri dan tujuh anaknya terbang dari Bandara Adi Soemarmo, Solo, Jawa Tengah, Jumat (31/08/2018). Mereka akan singgah ke Kuala Lumpur kemudian meneruskan perjalanan ke Yordania dan berlanjut ke Mesir hingga Gaza.

Pria berusia 47 tahun ini berhasil menyelesaikan PPDS selama kurang lebih empat tahun. Dia mengaku harus berjibaku untuk bisa lulus dalam program dokter spesialis anastesi tersebut. “Program ini susah. Terima kasih berkat bantuan para dosen, teman dan BSMI yang sudah mendukung saya,” kata Mueen sebelum berangkat.

Menurut dia, kehadiran dokter spesialis di Gaza amat dibutuhkan. Terlebih, wilayah tersebut merupakan daerah perang. Warga Gaza yang masih berada dalam blokade Israel sungguh rentan terhadap serangan rudal atau senjata laras panjang.

Mueen mengatakan dokter-dokter asli Gaza bukannya tidak ada. Hanya, mereka berstatus sebagai dokter umum. Kemampuan mereka pun bisa dibilang terbatas saat menangani pasien, terlebih jika menangani operasi. “Karena itu tingkat kematian setelah operasi bisa dibilang 80 persen,” jelasnya.

Wakil Dekan Fakultas Kedokteran UNS dr. Purwoko, Sp An mengaku bangga dengan kelulusan Mueen yang berhasil lulus Program PPDS UNS. Menurut dia, ujian yang dilalui oleh Mueen murni ujian standar untuk calon dokter spesialis. “Bukan pura-pura,” tegasnya.

Purwoko mengaku dia sudah menganggap Mueen beserta istri dan anaknya sebagai keluarga sendiri. Tidak heran, kata dia, kepergian Mueen akan membuatnya kehilangan. Kepada BSMI, Purwoko berharap perhimpunan kemanusiaan ini bisa meneruskan program beasiswa khusus untuk warga Palestina. Dia mengaku akan mendukung mahasiswa-mahasiswa Palestina lainnya yang hendak belajar di Indonesia. Namun, dia berpesan agar mahasiswa yang dikirim hendaklah berusia muda. “Karena ini programnya berat,” ungkapnya.

Ketua Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) BSMI Dr. dr. Basuki Supartono Sp OT, FICS, MARS mengungkapkan, program capacity building untuk warga Gaza memang sulit dan tidak populer. Namun, jelas dia, kebermanfaatannya jelas akan lebih besar bagi warga Palestina.

Dia mengenang sebelum membuka program ini pada 2009 lalu. Ketika itu, dia bertanya kepada pengelola rumah sakit yang tidak segera merenovasi bangunan rusak akibat serangan Israel. “Ketika itu jawabannya buat apa dibangun kembali. Nanti juga akan rusak lagi karena rudal Israel. Setelah itu saya jadi berpikir jika capacity building yang harus digenjot. Bukan bangunan,” akata Basuki.

Pada tahun ini, peraih beasiswa BSMI lainnya telah berhasil menyelesaikan studinya yakni doktor politik dari Universitas Airlangga Ahmed Mohammed Omar al Madani dan dr. Abdelrahman dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI). BSMI memberikan beasiswa kepada enam mahasiswa asal Palestina untuk studi di Indonesia.

Kontributor: InfoBSMI
Sumber: Kiblat.net