Panitia: Acara Jalan Sehat Umat Islam Soloraya Sudah Sesuai Aturan

Panitia: Acara Jalan Sehat Umat Islam Soloraya Sudah Sesuai Aturan

SOLO (Jurnalislam.com) – Humas panitia aksi Jalan Sehat Haornas Umat Islam dan masyarakat Surakarta, Endro Sudarsono mengatakan, kegiatan jalan sehat yang akan dilaksanakan pada ahad, 9 September di Kottabarat tidak melanggar peraturan dan sudah sesuai dengan undang-undang No 9 tahun 1998.

“Tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum terdapat ketentuan diantaranya, dilaksanakan di tempat terbuka untuk umum, kecuali di lingkungan istana kepresidenan, tempat ibadah, instalasi militer, rumah sakit, pelabuhan udara atau laut, terminal angkutan darat dan obyek vital nasional, serta pada hari besar nasional,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Jurnalislam.com, Ahad (2/9/2018).

Endro melanjutkan, dalam undang-undang no 9 tahun 1998 itu, peserta jalan sehat dilarang membawa benda-benda yang dapat membahayakan keselamatan umum dan harus ada pemberitahuan tertulis selambat-lambatnya 3×24 jam serta ada penanggungjawab kegiatan.

“Sedangkan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) Panitia Jalan Sehat warga Solo akan dilaksanakan pada tanggal 9 September 2018 di Jalan Sepanjang Depan Masjid Kota Barat Surakarta, secara administrasi sudah sesuai dengan UU tersebut jika dilihat tempat umum, surat pemberitahuan, penggung jawab kegiatan, dan Surat komitmen untuk tetap menjaga kondusifitas keamanan dan kebersihan kota Solo sudah dikirimkan ke Polri,” paparnya.

“Surat pemberitahuan ke Polsek Banjarsari dan Polresta Surakarta dikirim tanggal 17 Agustus 2018 ditandatangani oleh ketua panitia Dadyo Hasto sedangkan surat pemberitahuan ke Polda Jateng sudah dikirim tanggal 20 Agustus 2018,” sambung Endro

Lebih lanjut, menurut Endro, Haornas bukanlah termasuk libur nasional, yang termasuk hari libur nasional adalah.

Sedangkan terkait penolakan terhadap kehadiran Neno Warisman dan Ahmad Dhani, hingga saat ini pihak panitia belum mendapatkan alasan yang sah dan meyakinkan atas penolakan tersebut.

“Untuk itu dengan berpijak pada Hak Asasi Manusia yang dijamin dalam UUD 1945 dan Undang Undang No 9 Tahun 1998, maka kami berharap acara ini akan terselenggara dengan aman, lancar dan tertib,” tandasnya.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X