Mustofa Nahra: Umat Islam Bersatu Karena Iman Bukan Uang

SOLO (Jurnalislam.com) – Tokoh Muda Muhammadiyah Mustofa Nahrawardaya menyebut, berkumpulnya lebih dari 100 ribu umat Islam dalam acara Jalan Sehat 9 September 2018 di Bundaran Gladak Solo adalah momen bersatunya umat di Kota Solo.

“Hari ini meskipun Haornas, Haornas itu sebenarnya memperingati pertama kalinya pekan olahraga nasional tahun 1981 tanggal 9 September, tetapi hari ini umat Islam berhasil mengubah imej itu, menjadi momen persatuan umat Islam di Kota Solo,” kata Mustofa dalam orasinya, Ahad (9/9/2018)

Mustofa mengaku kagum dengan semangat umat Islam di Solo. Meski sebelumnya aksi ini sempat mengalami banyak kendala, namun hal itu tidak menyurutkan langkah umat Islam Solo untuk bersatu.

“Umat Islam Solo itu, kalau tidak diganggu mereka bisa berkumpul karena iman, dibayar malah tidak mau, jadi kalau digerakan dengan bismillah, maka umat Islam di Solo insya Allah akan bergerak untuk membela agama Islam,” ungkap Mustofa.

“Salut saya dengan orang Solo, sudah digoda-goda, diganggu dan sempat dilarang, sempat tidak terjadi acaranya hari ini, ternyata yang hadir melebihi, prediksi, saya yakin yang disana pasti cemburu, meskipun ndak boleh kaos tagar, ternyata nggak mengurangi semangat,” imbuhnya dengan penuh semangat.

Ia juga berterima kasih kepada Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ribut Hari Wibowo yang akhirnya memberi ijin kegiatan tersebut. Ia memastikan, peserta yang mengikuti aksi jalan sehat merupakan aset bangsa yang akan memberikan kontribusi positif untuk bangsa.

“Mohon maaf kalau hari ini teman saya mengganggu jalan di sekitar Gladak, ini bukan menggagu, insya Allah berkumpulnya umat Islam, terbentuknya persatuan umat hari ini, dalam rangka meluruskan kiblat bangsa,” tandas Mustofa.

Sebagaimana diketahui, acara Jalan Sehat Umat Islam Solo sempat dilarang oleh pihak aparat kepolisian. Acara yang semestinya berada di Kota Barat tersebut dipindah ke Bundaran Gladak. Sejak pukul 06.00 WIB massa mulai menyemut sejauh hingga beberapa kilo meter.

Mudrick Sangidoe: Mega Bintang Akan Terus Melawan Ketidakadilan

SOLO (Jurnalislam.com) – Tokoh Mega Bintang, Mudrick M Sangidoe ikut memberikan orasi dalam aksi jalan sehat umat Islam di Bundaran Gladak Solo, Ahad (9/9/2018). Dalam orasinya, Mudrick menegaskan akan membuat perhitungan terhadap pihak-pihak yang selama ini tidak adil terhadap umat Islam.

“Kalau mau dipersekusi silahkan, tapi kalau nanti ganti presiden, kita akan bikin perhitungan dengan mereka, catat mereka, oknum, pejabat yang tidak adil, catat, besok kita adili bersama-sama saudara,” katanya di hadapan ribuan peserta.

Mudrick menilai, pemerintahan Jokowi sudah berlaku tidak adil terhadap umat Islam dan rakyat, dan Mega Bintang, akan terus melawan ketidakadilan tersebut.

“Mega Bintang itu lahir karena melawan ketidakdilan, jadi kalau ada ketidakdilan tapi Mega Bintang diam, berarti Mega Bintang sudah bubar, nggeh nopo mboten (iya apa ndak-red),” ungkapnya.

“Umat islam kuk dihinakan, mayoritas kuk dihinakan, ini adalah penghinaan yang luar biasa kepada umat islam,” sambung Mudrick.

Mudrick juga menghimbau kepada masyarakat untuk terus kritis terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang menyengsarakan rakyat.

“Kepada masyarakat yang kritis kepada pemerintah untuk tidak percaya kepada pemerintah, anggap omongannya dusta, dusta, tapi dengan catatan, jangan melanggat hukum,” katanya.

Di akhir orasinya, Mudrick berdoa kepada Allah untuk menjadikan para peserta jalan sehat umat Islam itu menjadi Musa-Musa baru yang dapat mengalahkan kezaliman Firaun.

“Saya berharap kepada Allah Subhanahu Wata’ala, Mudah mudahan yang hadir disini menjadi Musa Musa baru yang menghancurkan segala bentuk kedzoliman Firaun Firaun baru yang ada di Indonesia saudara,” pungkasnya.

DSKS: Jalan Sehat Umat Islam Solo Bukti Persatuan Indonesia

SOLO (Jurnalislam.com) – Besarnya animo masyarakat Soloraya dalam acara Jalan Sehat Umat Islam disebut Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Dr Muinudinillah Basri sebagai bukti dari persatuan Indonesia. Hal itu disampaikan Dr Muin saat berorasi di hadapan lebih dari 100 ribu peserta Jalan Sehat, Ahad (9/9/2018).

“Mabes Polri, Mabes TNI, utusan Kapolda, Wakapolda, Danrem Dandim Soloraya, Kapolres, menghawatirkan acara kita menjadi sumber perpecahan, tapi alhamdulillah disini kita buktikan persatuan Indonesia,” katanya disambut pekik takbir para peserta.

“Sekali lagi kita berterimakasih sebesar besarnya, dan ternyata acara ini didukung warga dan elemen umat Islam Surakarta, disini ada Pagas Nusa, Banser, Kokam, MMI, ada Muhammadiyah, ada NU, ada Jamaah Tabligh, dan seluruh elemen surakarta, dan alhamdulillah kita bersatu dan berkasih sayang,” sambung Dr Muin.

Ia menambahkan, acara itu juga semakin membuktikan bahwa umat Islam penuh toleransi yang sekaligus membatah tuduhan buruk yang selalu dialamatkan kepada umat Islam.

“Karena kita kumpul disini ada yang mengatakan kita musuh NKRI, bahkan kita katakan, kita pembela NKRI, nenek moyang kita pendiri NKRI, ada yang mengatakan bahwa kita musuh Bhineka Tunggal Ika, dan kita buktikan yang kumpul disini adalah pembela Bhineka Tunggal Ika, yang berkumpul disini dikatakan musuh Pancasila, siapakah yang lebih Berketuhanan Yang Maha Esa kecuali kaum muslimin,” tegas Dr Muin.

Untuk itu, kedepan Dr Muin berpesan kepada umat Islam agar dapat lebih teliti dan selektif lagi dalam memilih pemimpin.

“Maka tidak benar kalau kita intoleran, dan tidak mungkin kita berdaulat kecuali kita bebas memilih ideologi kita, kita bebas memilih pemimpin yang sesuai dengan ideologi kita,” tandas Dr Muin.

Jet Tempur Syiah Assad dan Rusia Incar Tim Medis White Helmets

IDLIB (Jurnalislam.com) – Sebuah rekaman menunjukkan jet Rusia dan rezim Syiah Assad menargetkan tim White Helmets saat menyelamatkan warga sipil di provinsi barat laut Idlib di Suriah.

Video itu menunjukkan sebuah tim dari White Helmets, sebuah badan pertahanan sipil lokal, ketika memadamkan api yang muncul setelah serangan udara di Khan Sheykhun, Anadolu Agency melaporkan Ahad (9/9/2018).

Anas Diab, seorang anggota pertahanan sipil, terluka ketika merekam video dan meminta bantuan orang lain di sekitarnya ketika serangan lain menghantam daerah di dekatnya.

Baca juga: 

Diab kemudian dirawat di rumah sakit setelah diseret keluar dari daerah itu dengan bantuan warga sipil.

The White Helmets telah menyelamatkan nyawa puluhan ribu warga sipil setelah serangan oleh rezim Syiah Bashar Assad dan sekutu.

Didirikan pada tahun 2013, badan pertahanan sipil itu terdiri dari lebih dari 3.000 anggota.

Baca juga: 

Tim-tim dari badan pertahanan sipil, yang dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian 2016, melakukan upaya pencarian dan penyelamatan, sambil memberikan layanan kota kepada orang-orang pada saat yang sama.

Mereka juga menginformasikan orang-orang di wilayah tersebut tentang ranjau, improvisasi bahan peledak dan pembersihan bom yang tidak meledak.

Baca juga: 

Hingga saat ini, mereka telah menyelamatkan sedikitnya 115.000 warga sipil dari puing-puing pemboman oleh pasukan rezim dan sekutu.

The White Helmets, yang bekerja dengan penuh semangat untuk menyelamatkan nyawa rakyat Suriah, telah kehilangan 255 pekerja hingga hari ini.

Mereka juga termasuk 230 pekerja wanita relawan.

Pada tahun 2013, tim White Helmets dilatih oleh Asosiasi Penyelamat dan Penelusuran Turki, AKUT.

76 Persen Serangan Islamophobia di Belgia Targetkan Muslimah

BRUSSELS (Jurnalislam.com) – Sekitar 76 persen serangan Islamophobia di Belgia pada 2017 menargetkan wanita Muslim, ungkap sebuah asosiasi anti-Islamophobia di negara itu pada hari Sabtu (8/9/2018).

Asosiasi Belgia untuk Pencegahan Islamophobia (CCIB) menerbitkan sebuah laporan tentang serangan yang terjadi pada tahun 2017.

Menurut laporan itu, serangan itu terutama dilakukan dengan menargetkan tempat-tempat ibadah, menyebarkan kebencian di media sosial dan agresi fisik terhadap orang-orang.

Baca juga: 

“Ada serangan Islamophobia di Belgia setiap dua hari,” kata laporan itu.

Ketika 29 persen serangan Islamophobia terjadi di Internet, dunia maya adalah wilayah lokasi kejadian serangan yang paling luas. Kehidupan sehari-hari (17 persen), lembaga pendidikan (16 persen), tempat kerja (14 persen), dan politik (8 persen) adalah daerah lain di mana serangan Islamofobia terjadi.

CCIB mengatakan laporan itu didasarkan pada informasi yang dikumpulkan dari orang-orang yang diserang.

Menurut laporan itu, wanita Muslim terutama diserang karena jilbab mereka.

Laporan itu menyatakan bahwa sebagian besar penyerang adalah laki-laki.

Uni Eropa akhir-akhir ini menyaksikan meningkatnya Islamophobia dan kebencian terhadap para migran dalam beberapa tahun terakhir yang dipicu oleh propaganda dari partai-partai sayap kanan dan populis, yang telah mengeksploitasi ketakutan atas krisis pengungsi dan terorisme.

Baca juga: 

Sementara itu, sekitar 200 orang berkumpul pada hari Ahad (9/9/2018) di depan the Justice Palace di ibukota Belgia, Brussels, untuk memprotes peningkatan serangan Islamophobia dan rasis di negara tersebut.

Sejumlah politisi dan aktivis juga berpartisipasi dalam protes yang diselenggarakan oleh CCIB.

Para pengunjuk rasa membawa spanduk yang bertuliskan “Hentikan rasisme,” dan “Tidak boleh ada pidato kebencian”.

30 Milisi Syiah Houthi Yaman Tewas Dihajar Artileri Pasukan Arab

YAMAN (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 30 milisi Syiah Houthi tewas di Saada dan al-Jawf menyusul serangan udara dan serangan artileri Koalisi Arab di Yaman pada hari Ahad (9/9/2018).

Seorang reporter Al Arabiya News Channel mengatakan bahwa tentara Yaman telah membuat kemajuan signifikan di Hajjah setelah serangan terhadap posisi Houthi.

Sumber lain di Saada mengatakan bahwa tentara juga membersihkan ranjau yang ditanam oleh milisi secara acak di area lahan yang luas.

Baca juga: 

Ini terjadi setelah pasukan Brigade Infanteri ke-63 di tentara Yaman, yang dipimpin oleh Brigjen. Yasser Majali, membuat kemajuan signifikan di Baqim di utara Saada pada hari Sabtu.

Pasukan mampu membebaskan sejumlah desa dan situs, setelah bertempur sengit dengan dukungan dari serangan udara Koalisi Arab.

Selama pertempuran, belasan  pemberontak Houthi terbunuh dan terluka, sementara puluhan lainnya melarikan diri, dan tentara mampu membebaskan desa al-Saleh, al-Shraim dan al-Matar

Baru 2 Hari Sudah 1.060 Pemboman Dilakukan Pasukan Rezim Assad dan Rusia

Antakya (Jurnalislam.com) – Pasukan rezim  Syiah Nushairiyah Assad yang didukung Rusia telah menggempur wilayah yang dikuasai oposisi dan faksi-faksi jihad di Suriah barat laut, membunuh  sedikitnya lima warga akibat serangan pemboman berat yang memasuki hari kedua, menurut penyelamat.

Serangan yang meningkat pada hari Ahad (9/9/2018), termasuk serangan udara, pemboman dan bom barel yang dijatuhkan helikopter, menargetkan desa-desa sasaran di selatan Idlib dan provinsi Hama utara.

Peningkatan serangan benar-benar terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa serangan habis-habisan tampaknya akan segera terjadi terhadap provinsi Idlib yang berpenduduk padat, benteng oposisi terakhir di Suriah.

Baca juga: 

Seorang bayi dan seorang anak kecil tewas di desa Habeit di selatan Idlib dalam serangan bom barel, menurut White Helmets, kelompok medis dan kemanusiaan yang beroperasi di daerah yang dikuasai oposisi.

Tiga lainnya, termasuk seorang pejuang oposisi, gugur dalam serangan udara dan penembakan yang melanda provinsi Hama utara.

Abd al-Karim al-Rahmoun, seorang anggota White Helmets di Hama utara, mengatakan bahwa sekitar setengah penduduk lokal telah meninggalkan wilayah yang berpenduduk jarang itu untuk menghindari pemboman.

Aktivis mengatakan kepada Al Jazeera bahwa sementara ratusan orang telah melarikan diri dari serangan di Hama utara dan provinsi selatan Idlib, belum ada gelombang signifikan warga sipil yang bergerak ke arah utara.

Dalam beberapa kasus, para aktivis mengatakan, orang-orang akan meninggalkan desa mereka di pagi hari dan kembali setelah matahari terbenam setelah pengeboman berhenti.

Baca juga: 

Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) yang bermarkas di Inggris, selama 72 jam terakhir, pasukan yang setia kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad dan sekutu Rusianya telah menyerang  wilayah yang dikuasai oposisi 1.060 kali dengan serangan udara, pemboman dan bom barel .

Sebagai tanggapan, al-Jabha al-Wataniya lil-Tahrir (NLF), kelompok oposisi bersenjata utama, pada hari Ahad menembaki posisi pasukan pemerintah di Hama utara, SOHR melaporkan.

Sementara itu, konvoi kendaraan militer Turki lainnya menyeberang ke provinsi Idlib pada hari Ahad.

Selama 10 hari terakhir, sejumlah konvoi serupa yang membawa senjata dan mobil lapis baja telah memasuki Suriah utara untuk memperkuat 12 titik pengamatan yang diawaki oleh tentara Turki.

Pos-pos ini, yang terletak di daerah-daerah yang dikuasai oposisi di Aleppo barat, provinsi Hama dan Idlib utara, didirikan di bawah perjanjian de-eskalasi yang dicapai oleh Turki, Iran dan Rusia.

“[Bala bantuan ini] adalah tanda bahwa Turki memperlakukan masalah Idlib dengan sangat serius dan tidak akan dengan mudah menutup mata pada setiap rencana militer Rusia, rezim  Assad atau Iran untuk Idlib,” kata Galip Dalay, direktur penelitian di Sharq Forum yang berbasis di Istanbul.

Dalay mengatakan Turki tidak akan menarik pasukannya dari pos pengamatan dalam waktu dekat, kecuali jika mencapai kesepakatan dengan Rusia, Iran dan rezim Suriah.

“Pada tahap ini, saya tidak melihat kesepakatan itu ada,” katanya. “Selama periode ini, serangan akan terus berlanjut … tetapi tidak akan menghasilkan gelombang besar pengungsi.”

Turki sudah menjadi tuan rumah bagi lebih dari tiga juta pengungsi Suriah, dan berupaya menghindari serangan penuh rezim Syiah Assad. Namun seruan Turki untuk gencatan senjata, pada hari Jumat ditolak oleh Rusia dalam pertemuan puncak di ibukota Iran, Teheran.

Baca juga: 

Berbicara kepada wartawan sebelumnya pada hari Ahad, Suleyman Soyli, menteri dalam negeri Turki, memperingatkan kemungkinan pemindahan massal akibat serangan militer besar-besaran di Idlib.

“Kami peduli dengan kemanusiaan dan kami tidak akan menyerah. Kami tidak akan bertanggung jawab atas gelombang migrasi jika ada kemungkinan serangan [di Idlib],” kata Soyli.

Provinsi barat laut yang berbatasan dengan Turki adalah rumah bagi sekitar tiga juta orang, setengah dari mereka adalah pengungsi internal.

Soyli menambahkan bahwa 255.300 warga Suriah telah kembali ke rumah mereka selama dua tahun terakhir, termasuk 160.000 yang pergi ke “wilayah Perisai Eufrat” di provinsi Aleppo utara, yang diambil alih oleh oposisi dan tentara Turki dari kelompok Islamic State (IS) pada tahun 2016.

Krisis Bahan Bakar, Rumah Sakit di Gaza Berhenti Operasi

GAZA (Jurnalislam.com) –  Kementerian Kesehatan Palestina pada hari Ahad (9/9/2018) memperingatkan krisis bahan bakar serius di rumah sakit di Jalur Gaza yang diblokade.

“Generator tidak menyala di rumah sakit besar di Gaza karena kekurangan bahan bakar,” kata juru bicara kementerian Ashraf al-Qidra dalam sebuah pernyataan, Anadolu Agency melaporkan.

“Belum ada tanggapan dari semua pihak sejauh ini [untuk menyelesaikan krisis],” katanya.

Baca juga: 

Pada hari Selasa, kementerian memperingatkan runtuhnya layanan medis di rumah sakit di Gaza karena kurangnya bahan bakar yang diperlukan untuk menjalankan generator di rumah sakit.

Sebagai rumah bagi hampir dua juta orang, Jalur Gaza memiliki total 13 rumah sakit yang dikelola Kementerian dan 54 pusat perawatan kesehatan utama yang mencakup sekitar 95 persen dari semua layanan kesehatan di daerah kantong pantai.

Gaza, yang terus menderita di bawah pengepungan penjajah Israel, telah berjuang dengan kelangkaan listrik yang parah sejak 2006.

100 Ribu Orang Ikuti Jalan Sehat Umat Islam, Mustofa Nahra: Kebangkitan Islam Dimulai dari Solo

SOLO (Jurnalislam.com) – Aktifis muda Muhammadiyah, Mustofa Nahrawardaya mengaku terkejut saat melihat antusiasme umat Islam dalam acara Jalan Sehat Umat Islam Soloraya di Bundaran Gladak Solo, Ahad (9/9/2018).

Jalan sehat untuk memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) itu yang sempat tak dizinkan oleh Polresta Surakarta itu dihadiri lebih dari 100 ribu peserta.

Menurut Mustofa, dengan membludaknya jumlah peserta itu semakin membuktikan bahwa kota Surakarta kotanya umat Islam. Ia juga meyakini Kota Solo akan menjadi awal kebangkitan kaum muslimin di Indonesia.

“Mereka tetap semangat, ghirahnya ini sehingga ini menjadi nilai tersendiri, dan Solo tetap dikenal sebagai kota umat Islam, basisnya laskar, basisnya ormas ormas Islam yang ada di Indonesia memang ada di Solo, sehingga kebangkitan umat Islam nanti awalnya dari kota ini,” katanya saat ditemui Jurnalislam.com di sela-sela aksi.

“Jadi meskipun Solo dipimpin oleh Walikota non muslim, tetapi dengan itu tetap bisa jadi pemersatu umat Islam di Solo, terbukti hari ini berkumpul semua elemen, sesepuh solo termasuk abah Kasum bisa menjadi leader atau pemimpin gerakan umat Islam di Solo,” sambung Mustofa.

Mustofa Nahra berorasi di hadapan ratusan ribu peserta Jalan Sehat Umat Islam Soloraya di Bundaran Gladak. FOTO: Arie/Jurniscom

Mustofa yang mengaku baru pertama kali ikut aksi bersama umat Islam di Solo ini, merasa takjub. Sebab, kata dia, meskipun kegiatan sempat akan dibatalkan hingga harus berpindah lokasi, umat Islam tetap patuh pada perintah dan komando para ulama.

“Saya tidak menyangka dan baru pertama kali ikut kegiatan di Solo, nanti ini akan saya laporkan demgan teman teman di Jakarta, beginilah umat Islam di solo adanya, sehingga tanpa dibayar tanpa dikasih transport, mereka dikasih iming iming, mereka datang hanya untuk sedekar silaturahim menunjukan kepada publik bahwa kita tetap bersatu,” ungkapnya.

Untuk itu, menjelang tahun politik kedepan, ia berpesan kepada umat Islam di Soloraya untuk tetap menjaga semangat ukhuwah dan menjauhi segala perpecahan antar elemen akibat adanya perbedaan pandangan.

“Tetap menyatukan langkah dan persepsi khususnya dalam rangka untuk menhadapi pemilu yang akan datang,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, acara Jalan Sehat Umat memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) ini semula akan digelar di Lapangan Kota Barat. Akan tetapi karena lapangan akan dipakai Pemkot Surakarta, akhirnya atas rekomendasi aparat kepolisian, acara Jalan Sehat itu dipindah ke Bundaran Gladak.

Dalam pantauan Jurnalislam.com di lapangan, tak ada satupun peserta yang mengenakan atribut #2019GantiPresiden, sebagaiman imbauan dari panitia. Acara berlangsung tertib dan damai hingga usai. Atas besarnya antusiasme masyarakat, banyak pihak yang menyebut acara ini sebagai Aksi Damai 9 September.

Membludak, Jalan Sehat Umat Islam Soloraya Berjalan Damai dan Tertib

SOLO (Jurnalislam.com) – Ribuan warga Solo mengikuti jalan sehat memperingati Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) di Bundaran Gladak, Solo, Ahad (9/9/2018). Acara bertajuk Semanggat HAORNAS Membangkitkan Semangat Perjuangan Masyarakat Solo, untuk Indonesia Berdaulat’ itu semula dijadwalkan digelar di Lapangan Kota Barat.

Ketua Panitia Jalan Sehat, Dadyo Hasto mengaku bersyukur atas besarnya antusiasme masyarakat. Ia menyebut, lebih dari 100.000 orang mengikuti acara tersebut.

“Alhamdulillah nikmat luar biasa telah dikaruniakan oleh Allah ‘azza wa jalla di hari ini sertus ribuan masyarakat berkumpul menjadi sebuah silaturahim akbar,” katanya kepada Jurnalislam.com, Ahad (9/9/ 2018) di Bundaran Gladak Solo.

Ia menjelaskan, tujuan utama acara ini adalah untuk menumbuhkan dan menguatkan ukhuwah demi terciptanya Kota Solo yang berakhlak dan santun.

“Selalu memotivasi masyarakat untuk nenumbuhkan silaturahim dan ukhuwah dan mengeyampingkan sekat perbedaan serta terciptanya masyarakat Solo yang santun,berakhlak dan beradab dan sentiasa mengedepankan dialog,” paparnya.

Hasto selaku panitia mengucapkan berterimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalama menyukseskan acara tersebut. “Jazzakumullahu khairan kepada muhsinin yang telah membantu terlaksananya acara ini, seluruh elemen Islam yang terlibat dan panitia serta aparat terkait baik TNI/POLRI maupun pemkot,” tutupnya.

Acara diawali jalan santai dengan rute Gladak-BI-Mangkunegaran-Keprabon-Gladak, kemudian dilanjutkan orasi dan tausiah dari tokoh yang hadir seperti aktivis muda Muhammadiah, Musthofa Nahra, Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Ustadz Muinuddinillah Basri, dll.

Panitia juga menyedikan ratusan hadiah menarik, dengan hadiah utamanya 3 paket Umrah.