Tentara Penjajah Israel Tangkap 13 Warga Palestina di Tepi Barat

TEPI BARAT (Jurnalislam.com) – Tentara penjajah Israel menahan setidaknya 13 warga Palestina di Tepi Barat pada Kamis (7/3/2019), lapor kantor berita Ma’an.

Masyarakat Tahanan Palestina (PPS) mengatakan bahwa pasukan Israel menahan dua warga Palestina di distrik Hebron di Tepi Barat selatan. Mereka adalah Ashraf Salah al-Badarin dan Ahmad al-Badarin.

Di kamp pengungsi Dheisheh, distrik selatan Tepi Barat, dua warga Palestina lainnya ditahan. Mereka adalah Amar Qawar dan Muhammad Raed Shamroukh.

Setelah serangan itu, bentrokan terjadi antara pasukan Israel dan Palestina, tentara Israel menembakkan amunisi langsung dan bom gas air mata di seluruh kamp pengungsi.

Akibatnya, seorang bayi Palestina berusia 40 hari menderita sesak napas dan dibawa ke rumah sakit terdekat.

Di distrik pusat Tepi Barat Yerusalem, tiga warga Palestina ditahan.

PPS mengidentifikasi mereka sebagai Kareem Hassan Shamasna, Muhammad Ahmad Faqiya, dan Ahmadf Ziyad Shamasna.

Di distrik Ramallah di Tepi Barat pusat, seorang warga Palestina ditahan dan diidentifikasi sebagai Majdi Shawqi Mansour.

Di distrik Jenin Tepi Barat utara, pasukan Israel menahan lima warga Palestina.

PPS mengidentifikasi mereka sebagai Khaled Abed Jaradat, Rafat Tayseer Abu Hamad, Madi Samih al-Kilani, Ihab Jamil Salameh, dan Wisam Iyad Hanoun.

Menurut kelompok hak asasi tahanan Addameer, ada 5.440 tahanan Palestina ditahan di penjara-penjara Israel.

Demo Tolak Wajib Militer, 23 Yahudi Relijius Ditangkap Polisi Israel

YERUSSALEM (Jurnalislam.com) – Polisi Israel pada Kamis (7/3/2019) menahan 23 orang Yahudi setelah mereka melakukan demonstrasi di Yerusalem Barat menolak wajib militer.

Menurut pernyataan polisi, penangkapan itu dilakukan setelah “sejumlah pemrotes memblokir jalan dan lalu lintas, merusak keamanan”.

Semua warga Israel harus melakukan wajib militer pada usia 18 tahun.

Di bawah hukum Israel saat ini, bagaimanapun, orang Yahudi religius, yang seolah-olah sedang dalam “studi agama penuh waktu” dibebaskan dari melayani.

Sumber: Middle East Monitor

Marak Kasus Penghinaan Nabi, Malaysia Bentuk Unit Pemantau Medsos

KUALA LUMPUR (Jurnalislam.com) – Departemen Pengembangan Islam Malaysia (Jakim) telah membentuk unit untuk memonitor segala bentuk provokasi yang menghina Nabi Muhammad dan Islam di semua platform media, termasuk media sosial.

Menteri di Jabatan Perdana Menteri, Datuk Seri Dr Mujahid Yusof Rawa mengatakan, unit itu dibentuk menyusul kasus-kasus penghinaan terhadap Nabi Muhammad dan pengejek Islam.

Dia mengatakan unit itu juga akan menerima pengaduan dan akan melaporkan kepada polisi dan Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) jika ditemukan adanya unsur penghinaan atau provokasi.

“Saya berharap kita semua bisa bersatu dalam menjaga harmoni di negara ini. Saya percaya bahwa pihak berwenang telah mengambil tindakan yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini, ”katanya dalam sebuah pernyataan, Kamis (7/3/2019) dilansir The Star Online.

Ia menegaskan, sebagai menteri yang bertanggung jawab untuk urusan Islam, dia tidak akan berkompromi pada tindakan yang menghina Nabi Muhammad atau Islam.

“Negara kita memiliki undang-undang. Pelanggar harus dihukum sesuai,” tegasnya.

BWI Tawarkan Wakaf Linked Sukuk untuk Lembaga Donor Arab

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Badan Wakaf Indonesia melanjutkan penawaran waqf linked sukuk (WLS) termasuk pada investor luar negeri. Saat ini, target utama WLS masih institusi baik domestik mau pun global.

Wakil Ketua BWI, Imam Saptono mengatakan sejumlah upaya dilakukan termasuk mengurus administrasi. Dua pekan lalu, WLS telah resmi mendapatkan fatwa dari Dewan Syariah Nasional, Majelis Ulama Indonesia.

“Ini penting karena menjadi salah satu pondasi untuk bisa memasarkan keluar negeri,” Imam lansir Republika.co.id pasca Indonesia Wakaf Summit 2019, di Jakarta, Selasa (5/3).

Menurutnya, investor luar negeri sangat memperhatikan sisi regulasi atau kesesuaian produk dengan aturan syariah. Dengan modal ini, BWI mulai melakukan penjajakan dengan sejumlah lembaga filantropi luar negeri, seperti Uni Emirate Arab, Bahrain, Kuwait.

Imam mengatakan wakaf di Indonesia dipandang menarik bagi pihak luar karena berbagai hal. Pertama, negara luar tidak memiliki aset wakaf sebanyak Indonesia. Lahan yang terbatas membuat mereka harus mencari potensi wakaf di tempat lain.

Kedua, Indonesia kaya akan program dan inovasi. Kemudian, Indonesia adalah negara dengan jumlah umat Muslim yang besar sehingga kemanfaatannya dianggap akan jauh lebih besar. “Menurut mereka, ini adalah daya tarik,” kata dia.

Ketua Forum Wakaf Produktif, Bobby Manulang menyampaikan hingga saat ini Islamic Development Bank (IDB) menjadi satu pihak global yang telah meneken kesepakatan pembelian. IDB menanamkan dana di WLS sebesar 250 juta dolar AS.

Sambil melanjutkan masa penawaran, Bobby menyampaikan tim akan melakukan pembahasan dan evaluasi pada Maret 2019. WLS total telah mengumpulkan Rp 15 miliar yang berasal dari total kesediaan nadzhir dan korporat.

WLS menargetkan Rp 50 miliar per peluncuran. Dana tersebut telah terhubung dengan sukuk khusus wakaf yang dibuat Kementerian Keuangan Republik Indonesia setelah targetnya tercapai.

Kampus Dinilai Perlu Sediakan Jurusan Wisata Halal

JAKARTA — Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF) mengusulkan agar wisata halal, haji, dan umrah menjadi mata kuliah sekolah tinggi pariwisata.

Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center, Sapta Nirwandar, dibandingkan membuat mata kuliah, membuat wisata halal, haji dan umroh menjadi sebuah program studi, menurut dia, jauh lebih efektif.

“Sekolah pariwisata dan fakultas wisata, tinggal tambah prodi tentang wisata halal, yang didalamnya membahas manajemen, sertifikasi dan hal teknis lain,” jelas Sapta, lansir Republika.co.id Kamis (7/3).

Terkait wisata, menurut Sapta, wisata halal tidak jauh berbeda dengan wisata konvensional. Namun memang lebih mengutamakan pelayanan dan fasilitas berbasis syariah.

Namun, lanjut dia, perlu adanya pemahaman lebih mengenai manajemen, dan hal teknis lain yang sesuai dengan prosedur keislaman.

“Karena banyak orang yang ingin berwisata dengan fasilitas berbasis syariah,” kata dia.

Untuk mengembangkan wisata halal di Indonesia, menurut Sapta, pemerintah harus lebih serius, terlebih jika memang ingin membentuk penjurusan mengenai wisata halal.

Perkembangan wisata halal di Indonesia sendiri, lanjut dia, memang cukup memprihatinkan, padahal, Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia.

sumber : republika.co.id

Laznas Dewan Dakwah Jateng Kirim Bantuan Air Bersih untuk Korban Gempa Lombok

SOLO (Jurnalislam.com)- Laznas Dewan Dakwah Jawa Tengah menyelenggarakan aksi pelepasan mobil tangki air untuk bencana gempa Lombok dalam Kajian Al Hikmah di Laweyan, Solo, Rabu, (6/3/2019).

“Pelepasan bantuan mobil tangki air untuk program paska bencana gempa di Lombok yang selama ini kami terus ada disana dan beberapa saat lalu sudah kurang lebih 4 juta liter dengan mobil tangki yang lama kita selesaikan,” kata Direktur Laznas Dewan Dakwah Jawa Tengah Habib Ismail kepada jurniscom.

Habib melanjutkan, penyaluran bantuan air untuk 7 desa tersebut dirasa lebih efektif daripada melakukan pembangunan pipa pipa air dari mata air Gunung Rinjani dan disalurkan untuk warga.

“Pembangunan pipa pipa yang kita bangun sepanjang 4 KM dan 7 KM di dua titik ini terkena gempa susulan sulit diperbaiki sehingga kami dengan bantuan para donatur mengirimkan ulang kembali bantuan mobil tangki yang baru untuk nanti ditempatkan di lokasi yang terkena bencana,” ujarnya.

“Dan nanti akan dikelola oleh tim yang ada disana melakukan kegiatan yang sampai sekarang terus berlanjut,” imbuh Habib.

Selain memberikan bantuan berupa air bersih, Laznas Dewan Dakwah Jateng juga melakukan pembangunan Masjid dan sarana umum MCK untuk keperluan warga terdampak bencana.

“Alhamdulillah sekarang sudah mulai melakukan Recovery, kita membangunkan beberapa unit rumah yang ada disana juga pembangunan MCK, selain MCK ada masjid yang kita bangun karena kita fokus di bidang dakwah,” ungkapnya.

“Yang banyak kita angkat masalah isu dakwah terutama untuk mengembalikan posisi air yang memang cukup sulit bagi mereka mudah mudahan ini bisa membantu recovery,” pungkasnya.

Dalam acara pelepasan mobil tangki air untuk korban benacan Lombok tersebut, Laznas Dewan Dakwah Jateng Juga menyampaikan sejumlah dana yang berhasil dikumpulkan dalam program peduli gempa Lombok yakni sebesar Rp 252.155.239 rupiah.

ECR Bantu Korban Banjir di Trucuk Klaten

KLATEN (Jurnalislam.com)- Emergency and Crisis Response (ECR) melakukan aksi bakti sosial di wilayah terdampak Banjir Klaten di Kecamatan Trucuk, Klaten, Kamis, (7/3/2019).

Sebelumnya, hujan yang mengguyur Jawa Tengah bagian selatan dan sekitarnya pada rabu, (6/3/2019) menyebabkan enam desa di tiga kecamatan.

kecamatan Bayat, Desa Krikilan, Paseban, Belok. Kemudian di Desa Mudran dan Bawak, Kecamatan Cawas, serta Desa Pelanggo di Kecamatan Trucuk.

Alhamdulillah hari ini kita dapat membagikan 100 sarung untuk bantuan terdampak banjir yang ada di wilayah Trucuk ini, ini sebagai komitmen kita dalam kepedulian ECR akan bencana nasional,” katanya kepada jurniscom.

“Terima kasih kepada donatur, semoga apa yang diberikan kepada para korban bencana dibalas oleh Allah Subhanahu Wata’ala,” imbuhnya.

Sementara itu, Pak Samidi warga Klemudan, Trucuk mengatakan bahwa hujan yang menguyur sejak rabu sore itu membuat genangan air setinggi satu meter.

“Airnya itu sampai situ mas, sampai dekat jendela rumah itu,” ujarnya.

Sementara itu, Subiarto berterimakasih atas bantuan yang diberikan relawan ECR untuk warga terdampak banjir di Trucuk.

“Terimakasih ECR atas bantuannya semoga para donatur dibalas kebaikan oleh Allah,” katanya kepada relawan ECR.

Plt BPBD Klaten Dodhy Hermanu mengatakan bahwa pihaknya bersama TNI dan Polri telah melakukan upaya penanggulangan bencana banjir akibat tanggul jebol dari sungai bengawan Solo tersebut.

“BPBD Klaten bersama relawan TNI/Polri bahu membahu memindahkan warga ketempat lebih aman. BPBD juga mengirim logistik ke lokasi luapan dan longsor. Kami juga mengirimkan ribuan karung pasir bantuan BBWS Bengawan Solo ke sejumlah desa yang sungainya meluap,” kata Doddy.

Punkajian Bekasi Bagikan Iqro dan Mukena untuk Anak Punk Bogor

BOGOR – Komunitas Punkajian Bekasi memberikan Iqro dan mukena untuk anak punk di Ciapus Bogor.

 

Ketua Punkajian Bekasi, Miki Kosasih mengatakan pemberian Iqro dan mukena untuk memotivasi mereka karena berniat belajar agama kembali.

 

“Jadi pemberian tersebut sebagai jawaban atas permintaan mereka yang ingin kembali belajar ilmu agama,” katanya kepada Jurnalislam.com Rabu (06/03/2019).

 

Miki menjelaskan, sebelumnya Humas Punkajian Bekasi, Iwan Daq berkunjung ke basecamp punk Ciapus Bogor.

 

“Dari kunjungan tersebut anak punk Ciapus tertarik belajar agama. Makanya pertemuan kedua tadi kita berikan iqro dan mukena,” tuturnya.

 

Miki berharap ke depannya anak punk Ciapus lebih tertarik belajar Islam terutama mau untuk belajar Al-Qur’an.

Darmin Ingin Bisnis Syariah Gunakan Produk Sendiri, Tak Bergantung Produk Cina

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution hari ini bertemu dengan ratusan pengusaha travel haji dan umrah. Dalam pertemuan itu ia menyebut perkembangan bisnis syariah di Indonesia lambat.

Darmin mengungkapkan kondisi bisnis syariah di Indonesia saat ini lambat karena kegiatan ekonomi syariah yang kurang maksimal. Maka dari itu ia berharap agar manajemen perekonomian syariah dapat lebih baik.

“Sebetulnya perkembangan keuangan syariah yang tidak bisa cepat setelah beberapa tahun terakhir. Kendala malah di sektor riil kegiatan ekonomi kita sendiri. Sehingga manajemen yang seharusnya sudah disempurnakan dari waktu ke waktu menjadi lebih syariah,” terang dia di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (6/3/2019).

Lebih lanjut, ia turut menyinggung angka penduduk beragama Islam yang tergolong besar untuk pangsa pasar. Namun sayangnya, hal tersebut tak berbanding lurus dengan kegiatan bisnis syariah.

“Penduduk muslim Indonesia 87% dari total penduduk Indonesia. Dengan penduduk muslim sebesar itu Indonesia punya pangsa pasar yang berpotensi di dunia Islam. Tapi masuk ke dalam keuangannya kita mulai tidak nomor satu,” jelasnya.

Darmin mencontohkan kegiatan bisnis syariah yang terkendala berasal dari industri.

Ia mengungkapkan selama ini travel haji dan umrah hanya berfokus pada pelaksanaan memberangkatkan haji dan umrah tapi tidak pada persiapan barangnya.

Misalnya, untuk koper yang dibagikan kepada setiap calon peserta haji dan umrah selama ini diimpor dari Cina. Padahal, kata Darmin, industri koper bisa dikembangkan di Indonesia.

“Saya pernah ikut umrah dan ngobrol dengan kelompok lain, itu kan tas koper bagus dan keren apa tampilannya, warnanya begitu ditanya itu buatan Cina semua. Kita nggak bisa mengumpulkan energi dan dana untuk membangun industri untuk itu sehingga tidak memperparah defisit kita terhadap Cina,” tutup dia.

Sumber: detik.com

Ini Alasan Kenapa Kita Harus Segera Berwakaf

(Jurnalislam.com)—Wakaf adalah amal jariyah yang terus mengalir walau kita telah tiada. Tujuan wakaf tentu untuk memberikan sebagian harta ataupun seluruh harta pada golongan tertentu atau ahli yang sudah ditunjuk untuk dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat luas.

Dan berikut beberapa manfaat Wakaf :

 

  1. Pahalanya Terus Mengalir

 

Benda yang diwakafkan akan terus memberikan pahala bagi sang pewakaf apabila barang tersebut masih dimanfaatkan oleh orang lain atau masyarakat secara luas, sekalipun pewakaf sudah meninggal dunia.

 

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir. Pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi sesiapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. al-Baqarah (2): 261)

 

  1. Wakaf Menumbuhkan Jiwa Sosial Yang Tinggi

 

Seorang hartawan yang memberikan sebagian ht artmaupun seluruh hartanya untuk diwakafkan akan memiliki kepekaan sosial yang tinggi dalam hubungan kemasyarakatan, tentu hal ini berbeda dengan seorang hartawan yang hanya sibuk mengumpulkan dan menumpuk hartanya tanpa mau memberikan sebagiannya untuk orang lain maupun kepentingan masyarakat secara luas.

 

Dalam buku The Science of Giving :

Experimental Approaches to Study of Charity oleh Daniel M Oppenheimer (editor) dan Christopher Y. Olivola (editor) disebutkan beberapa riset, salah satunya jawaban dari pertanyaan “Does giving make you happy?”.

 

“Ternyata sedekah membuat orang berbahagia. Orang yang memberi sedekah terbukti lebih berbahagia dibandingkan dengan orang yang tidak memberi sedekah. Mengeluarkan uang untuk dipakai orang lain yang lebih membutuhkan ternyata lebih membuat orang berbahagia dibandingkan dengan memanfaatkan uang untuk dipakai sendiri,”

 

Kesimpulan ini diambil dari sebuah artikel karya Gunawan Setiadi. Beliau mengambil kesimpulan dari tulisan milik Katya Andresen yang me-review buku The Science of Giving tersebut.

 

  1. Membantu Beban Penderitaan Orang Lain

 

Manfaat wakaf yang diberikan kepada seseorang bisa membantu meringankan beban orang lain yang sangat membutuhkan, seperti contoh orang yang mewakafkan tanahnya untuk tempat tinggal, hal itu akan sangat berguna bagi seseorang yang memang sangat membutuhkan.

 

“Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya”. (HR. Muslim, lihat juga Kumpulan Hadits Arba’in An Nawawi hadits ke 36).

 

  1. Wakaf Mendorong Pembangunan di Bidang Keilmuan.

 

Pewakaf yang mewakafkan tanahnya untuk pendirian sarana keilmuan seperti sekolahan, Pondok Pesantren, Rumah Tahfidz, asrama sekolahan, yayasan pendidikan, Laboratorium dan banyak lainnya, dengan pendirian tempat pendidikan tersebut akan membantu masyarakat kecil yang ingin menuntut ilmu.

 

  1. Wakaf dapat Mengilangkan Kesenjangan Sosial dan Mempererat Tali Persaudaraan

 

Hubungan masyarakat miskin dan kaya biasanya menimbulkan kesenjangan sosial, fasilitas dan harta yang dimiliki orang kaya dapat menimbulkan sifat iri bagi orang miskin. Dengan Wakaf, maka hal itu akan mempererat tali persaudaraan bagi sang kaya dan si miskin.

 

Ketika seorang hartawan berwakaf dan dapat digunakan oleh masyarakat secara umum, maka ini akan membuat kesenjangan sosial semakin memudar, sebab, bagi orang yang miskin yang sebelumnya tidak bisa menikmati fasilitas seperti yang dimiliki orang kaya maka dengan benda wakaf maka orang miskin pun bisa merasakan dan menikmati hal tersebut.

 

 

Selain ke 5 poin tersebut, tentu banyak lagi manfaat hang di dapatkan dari Wakaf, untuk itu tunggu apalagi, mari kita berwakaf dan rasakan manfaat untuk diri sendiri dan bermanfaat untuk orang lain. (dbs)