MMR dirampas, Jubir JAT : “Pemerintah Phobia Syariat Islam”

Jakarta (Jurnalislam.com) – Peristiwa pengambilalihan paksa Masjid Muhammad Ramadhan oleh aparat pemerintah Kota Bekasi yang dibantu massa dari Forum Betawi Rempug (FBR) menuai tanggapan tegas dari Ahmad Fatih, juru bicara Jamaah Ansharut Tauhid.

Ahmad Fatih menegaskan peristiwa pengambilalihan itu adalah akal-akalan pemkot bekasi yang didukung oleh pihak yayasan masjid yang alergi terhadap penegakan syariah dengan dakwah dan Jihad yang sekarang mulai mendapat tempat di mata umat Islam.

“Pengambilalihan MMR oleh Pemkot Bekasi yang hendak dijadikan masjid raya Kecamatan Bekasi Selatan adalah akal-akalan Pemkot Bekasi yang digerakkan oleh Kapolsek Bekasi Selatan dan disupport pihak yayasan masjid yang memang alergi terhadap gerakan masjid yang menyuarakan penegakan syariah dengan dakwah dan jihad”, tegasnya saat ditemui jurnalislam.com di markas JAT, Senin (21/04/2014).

Beliau melanjutkan bahwa peristiwa itu adalah bukti pemerintah phobia terhadap Syariat Islam serta prototipe bagi masjid-masjid lain yang mengusung penegakan syariat Islam.

“Kejadian ini menunjukkan pemerintah tidak bersikap dewasa dalam menerima segala perbedaan yang dalam negara demokrasi harusnya di hargai. Kejadian ini juga menunjukkan pemerintah phobia terhadap syariat islam dan berusaha menghalang-halangi dan bukan mustahil kejadian ini menjadi prototipe buat masjid-masjid yang lain yang menyuarakan hal yang sama yaitu penegakan syariah”, paparnya.

Beberapa Anggota FPI Terhasut Isu Wahabi?

Dalam proses pengambialihan yang dikawal oleh Satpol PP dan aparat kepolisian, hari itu aparat juga dibantu massa dari FBR. Yang mengherankan adalah hadirnya beberapa orang berseragam FPI yang juga terlihat saat kejadian hari Ahad (20/04/2014) itu. Ahmad Fatih menjelaskan ada dua kemungkinan yang menjadi alasan keberadaan anggota FPI dalam aksi tersebut.

“Terkait dengan keberadaan FPI ikut serta dalam aksi tersebut ada 2 kemungkinan: 1. Ada sentimen perbedaan yang berusaha dibenturkan oleh pihak-pihak terkait untuk mengadu domba antara pihak dkm MMR dan FPI, isu sentimen ‘wahabi’ dan mungkin ada beberapa anggota fpi yg terprovokasi dengan isue yang dimainkan tersebut, 2. Ada setingan untuk menciptakan isu konflik yang lebih besar lagi dan sengaja pemerintah menggandeng ormas”, jelasnya.

Masjid Muhammad Ramadhan adalah masjid yang kerap dijadikan basis pergerakan oleh aktifis dan ormas Islam yang mengusung penegakan Syariat Islam di Indonesia dengan dakwah tauhid dan jihad. Anehnya, bagi sebagian kelompok umat Islam, pemahaman ini dinilainya sebagai pemahaman yang berbahaya atau sering mereka sebut dengan wahabi. Padahal belakangan diketahui, isu wahabi ini adalah isu yang digembor-gemborkan oleh kelompok Syiah untuk memecah belah ahlusunnah wal jamaah. (ded412/amaif)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.