Responsive image

Kegiatan Terbuka Harus Seizin Aparat Ciri-ciri Rezim Orde Baru

Kegiatan Terbuka Harus Seizin Aparat Ciri-ciri Rezim Orde Baru

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Baru-baru ini, sedang ramai perbincangan ihwal pelarangan kegiatan umum oleh aparat. Yang terbaru, kegitan jalan sehat Hari Olahraga Nasional umat Islam di Solo disebut tidak dizinkan pihak kepolisian.

Pengamat sejarah, Beggy Rizkiansyah mengatakan bahwa kegiatan terbuka yang harus berizin aparat merupakan salah satu ciri-ciri zaman orde baru di bawah rezim Soeharto.

Pegiat Jejak Islam untuk Bangsa (JIB) ini mengatakan bahwa setiap kegiatan di zaman orde baru, bahkan  hingga ceramah harus sepengetahuan penguasa.

“Di zaman orba pada dasarnya yang saya ketahui,  setiap ingin mengadakan kegiatan terbuka, termasuk pengajian harus seijin aparat setempat,” kata Beggy kepada Jurnalislam.com, Kamis (6/9/2018).

Seperti pengajian, katanya, bahkan teks untuk ceramah harus difilter dulu oleh aparat. Hal ini menurutnya diperparah dengan adanya UU Subversif yang sudah ada sejak era Soekarno.

Jika pada era Soekarno UU ini menyasar pengkritik rezim seperti Masyumi dan PSI, maka zaman Soeharto UU ini digunakan untuk menggebuk lawan politiknya.

“Kalau zaman orba disebut anti-pancasila. Siapa aka yang kritis sm rezim orba disebut anti Pancasila,” pungkasnya.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X