JFS Sepakati Evakuasi Warga Sipil dari Yarmouk

JFS Sepakati Evakuasi Warga Sipil dari Yarmouk

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sebuah kesepakatan telah dicapai Jabhat Fath al Sham (JFS) untuk mengevakuasi warga sipil dari Yarmouk, di pinggiran selatan Damaskus, ke provinsi Idlib yang dikuasai mujahidin dan oposisi bersenjata, Aljazeera melaporkan, Ahad (7/5/2017).

Kesepakatan tersebut merupakan tahap kedua dari kesepakatan sebelumnya untuk mengevakuasi warga dari dua kota yang dikepung oleh mujahidin Suriah, dan dua kota yang dikepung oleh pasukan pro-rezim Assad, tahap pertama telah dilaksanakan bulan lalu.

“Para aktivis di daerah tersebut mengatakan kepada kami bahwa bus hijau tiba di Yarmouk dan membawa puluhan pejuang Jabhat Fath al Sham bersama keluarga mereka,” kata Hashem Ahelbarra dari Al Jazeera, melaporkan dari Gaziantep di sepanjang perbatasan Turki-Suriah.

“Operasi akan berlanjut selama beberapa hari, dan kemudian tentara rezim Suriah akan mengambil alih bagian dari kamp yang berada di bawah kendali JFS setelah ditinggalkan.”

Jabhat Fath al Sham sebelumnya Jabhah Nusrah yang merupakan cabang resmi al-Qaeda di Suriah kemudian bergabung dengan sejumlah faksi-faksi jihad dengan nama baru Hayat Tahrir al-Sham.

Baik JFS maupun Tahrir al-Sham, kadang-kadang bertempur bersama kelompok oposisi lainnya, melawan pemerintah Syiah Nushairiyah Assad.

Yarmouk, di pinggiran selatan Damaskus, adalah lokasi sebuah kamp pengungsi Palestina yang besar. Sebagian wilayah tersebut dipegang oleh rezim Assad, sebagian oleh Hayat Tahrir al-Sham, dan sebagian oleh kelompok Islamic State (IS).

Kesepakatan sebelumnya termasuk mengevakuasi warga sipil dari kota-kota Syiah yang dikepung mujahidin Suriah di Kefraya dan al-Fouaa di provinsi Idlib, sebagai pengganti keberangkatan warga sipil dan pejuang oposisi dari daerah Zabadani dan Madaya, dekat Damaskus yang dikepung oleh rezim Assad dan milisi Syiah internasional dukungan Iran.

Selesai akhir bulan lalu, kesepakatan tersebut merupakan kesepakatan terbesar dan terkuat sejauh ini dalam serangkaian kesepakatan evakuasi untuk wilayah yang terkepung selama tahun lalu dalam perang global enam tahun di Suriah.

Faksi-faksi oposisi mengutuk kesepakatan tersebut sebagai sarana untuk memaksakan perubahan demografis dengan memaksa sejumlah besar warga sipil meninggalkan wilayah pro-oposisi.

Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang belum berpihak pada kesepakatan tersebut, juga menyuarakan kekhawatiran bahwa evakuasi tersebut berujung pemindahan paksa oleh rezim Suriah.

Bagikan
Close X