Israel Siaga Satu, Pertempuran Sengit Meletus Dekat Dataran Tinggi Golan

Israel Siaga Satu, Pertempuran Sengit Meletus Dekat Dataran Tinggi Golan

SURIAH (Jurnalislam.com) – Rezim Syiah Suriah dan sekutunya, Rusia, meningkatkan serangan mereka untuk mengalahkan wilayah oposisi terakhir di Suriah barat daya.

Israel juga bersiaga satu pada hari Senin (23/7/2018) ketika pasukan rezim Syiah Suriah Bashar al-Assad merebut kembali tanah dari oposisi selatan, membawa pasukannya mendekati Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

Gumpalan besar asap bisa dilihat dari Dataran Tinggi Golan yang diduduki tepat di seberang pagar di wilayah Suriah saat rezim Nushairiyah dan pasukan Rusia meluncurkan serangan udara dan tank menembaki daerah itu.

“Apa yang telah kami tonton sepanjang hari adalah serangan intensif oleh rezim Suriah – yang didukung oleh Rusia – untuk merebut kantong terakhir dari kontrol oposisi. Kelompok yang bertanggung jawab di sini,” Stephanie Dekker dari Al Jazeera melaporkan dari tempat kejadian.

“Tidak ada negosiasi, tidak ada kesepakatan di atas meja untuk mereka. Kami telah melihat banyak serangan udara, penembakan tank dari wilayah ini di depan kami, dan juga dari sisi lain. Jadi sepertinya mereka maju dari dua front.

Erdogan pada Putin: Jika Rezim Suriah Maju ke Idlib, Kesepatan Damai Batal

“Kami sudah di sini keluar-masuk dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya kami tidak pernah melihat kehadiran Israel; hari ini telah berubah. Kami melihat banyak peleton memantau apa yang terjadi di belakang kami.”

Dekker mengidentifikasi pejuang yang terisisa di wilayah tersebut berafiliasi dengan IS sebagai anggota kelompok Khalid ibn al-Walid. Semua pejuang oposisi lainnya di sepanjang perbatasan barat daya pergi setelah ada kesepakatan dengan rezim Assad dan pasukan Rusia.

Kesepakatan terbaru dicapai pada hari Kamis dengan kelompok oposisi di provinsi Quneitra, yang berdekatan dengan Dataran Tinggi Golan yang diduduki. Lima puluh lima bus yang membawa kelompok oposisi Suriah pertama dan keluarga mereka tiba di barat laut Suriah (Idlib) pada hari Sabtu. Bus lalu pergi.

Oposisi Bersenjata Anti Rezim Assad Mulai Tinggalkan Kota Quneitra

Sementara itu, Israel mengatakan pada hari Senin bahwa pertahanan udaranya menembaki roket yang mendekati wilayahnya dari Suriah, saat Rusia mengirim utusan untuk pembicaraan “mendesak” dengan Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu.

Netanyahu bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan kepala pasukan bersenjata Jenderal Valery Gerasimov di kemudian hari.

Diskusi dengan pemimpin Israel diatur pekan lalu atas permintaan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Sebagai tanda ketegangan meningkat, Israel meluncurkan dua rudal pencegat Sling David ke arah roket yang dikatakan militer Israel jatuh di dalam wilayah Suriah – sebagai bagian dari pertempuran internal di sana.

Militer tidak segera menjelaskan apakah target itu ditembak jatuh.

Ini adalah penggunaan operasional pertama pencegat jarak menengah yang diluncurkan Israel. Insiden itu memicu sirene di Israel utara dan di Dataran Tinggi Golan.

Israel menyiapkan sistem itu tahun lalu untuk melengkapi Iron Dome jarak pendek dan pencegat jarak jauh Arrow.

Rezim Syiah Assad Blokir Evakuasi 800 Anggota White Helmets

Bagikan
Close X