Responsive image

ISAC: Survei P3M Soal Masjid Radikal Hanya Akan Membuat Gaduh

ISAC: Survei P3M Soal Masjid Radikal Hanya Akan Membuat Gaduh

SOLO (Jurnalislam.com) – Sekjen The Islamic Study and Action Center (ISAC), Endro Sudarsono menilai hasil survei Lembaga Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) masjid radikal hanya akan membuat kegaduhan.

“Tugas penelitian seharusnya mampu memberikan informasi, evaluasi dan perbaikan atas hasil penelitiannya. Baik evaluasi terhadap isi materi khutbah, karakter Mubaligh, managemen takmir Masjid maupun peran instansi lainnya yang terkait,” kata Endro Sudarsono kepada Jurnalislam.com, Rabu (11/7/2018).

Seharusnya, kata Endro, jika menemukan adanya paham radikal di masjid, maka takmir masjid atau mubaligh diberitahu oleh peneliti baik langsung maupun tak langsung.

“Hal ini guna implementasi rekomendasi hasil penelitian, bukan dibiarkan liar informasinya ke publik,” tegasnya.

Lebih lanjut, penelitian terhadap masjid ini disebut Endro semakin menunjukan ketidakadilan terhadap umat Islam karena selalu simbol-simbol Islam yang dituduh radikal, teroris, dan intoleran.

“Kita khawatir ada tendensi kebencian terhadap ajaran Islam di balik sebuah penelitian,” ujarnya.

“Kami juga belum mendengar dari jamaah yang mendengarkan khutbah tersebut melaporkan kepada lembaga yang kompeten seperti MUI, Polri maupun Kejaksaan, yang merasa sebagai pihak yang dirugikan dalam khutbah tersebut,” tandas Endro.

Sebelumnya, P3M yang bekerja sama dengan Rumah Kebangsaan (RK) menyatakan ada 41 Masjid terpapar radikal di lingkungkan pemerintahan.

Bagikan
Close X