Ini Harapan Para Tokoh Kota Tasikmalaya Setelah Dideklarasikannya Perda No. 07/2014

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Peraturan Daerah (Perda) Kota Tasikmalaya No. 07 tahun 2014 tentang Tata Nilai Kehidupan Masyarakat yang Religius baru saja dideklarasikan pada Rabu (23/4/2015) kemarin di Masjid Agung Kota Tasikmalaya oleh walikota H Budi Budiman dan disaksikan langsung oleh ribuan umat Islam Kota Tasikmalaya. Apa harapan tokoh-tokoh masyarakat Kota Tasikmalaya setelah dideklarasikannya perda tersebut?

Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kota Tasikmalaya, KH Didi Hudaya, berpendapat, perda tersebut bisa menjadi bagian solusi dari permasalahan sosial di kota ini jika diimplementasikan dengan baik dan konsisten.

Menurutnya, kondisi Kota Tasikmalaya saat ini sudah semakin kompleks, sehingga perlu penanganan yang serius dan komprehensif dengan pendekatan yang lebih humanis. “Tapi, kalau (perda 7/2014 itu -red) hanya dijadikan dokumen tertulis, maka ada dan tidak adanya perda sama saja. Saya berharap perda itu implementatif. Aparat harus siap!” tandasnya.

Harapan senada disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Persatuan Islam Kota Tasikmalaya, Ustadz Aep Saepudin. Ia menyambut sangat positif perda tersebut. “Semoga dengan adanya perda itu, Tasik sebagai kota santri bisa terwujud,” harapnya.

Sementara itu, Asep Deni Adnan Bumaeri, mantan anggota DPRD Kota Tasikmalaya yang menjadi ketua pansus pembahasan perda tersebut mengaku terharu dan bangga, karena perda Tata Nilai sudah dimulai penerapannya.

Ia mengatakan, jadi teringat masa-masa sulit memimpin pembahasan yang sarat dinamika diskusi, dan harus menyinergikan dua kutub pendapat yang berbeda. “Rencana aksi yang telah disepakati dapat dilaksanakan dan diawasi dengan konsisten. Minimal itu,” ujarnya.

Sekretaris MUI Kota Tasikmalaya, KH Aminuddin Busthomi, M.Ag berharap untuk segera dibuatkan rencana aksi dari apa yang telah dituangkan dalam visi misi program perda tersebut.

"Bila beberapa item saja bisa diaplikasikan secara konkrit, Insya Allah perbaikan pada beberapa bidang di Kota Tasikmalaya akan terwujud," ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Noffan Widyayoko, berpesan, agar tidak hanya menjadi tumpukan kertas, perda tersebut harus didukung oleh seluruh lapisan masyarakat. “Saya sangat mengapresiasi perda ini. Mudah-mudahan Kota Tasikmalaya menjadi kota yang diimpikan,” ucapnya.

Ally | Ashof | Jurniscom

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.