GP Ansor : Lembaga Adat Melayu Termakan Hoaks Soal Islam Nusantara

GP Ansor : Lembaga Adat Melayu Termakan Hoaks Soal Islam Nusantara

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kirab Satu Negeri GP Ansor mendapat penolakan sekelompok massa di Langkat Suamtera Utara, bahkan di Riau beredar spanduk penolakan Ketum GP Ansor Yaqut Cholil.

Ketua GP Ansor Riau Purwaji mengatakan penolakan itu terjadi karena ia menilai masyarakat termakan isu hoax soal Islam Nusantara.

Gus Purwaji sapaan akrabnya menjelaskan ada oknum yang menyebarkan hoax dan fitnah ke Lembaga Adat Masyarakat (LAM) Riau tentang paham Islam Nusantara.

“Hoax tersebut yang sampai ke mereka (LAM Riau, -red),” katanya saat dihubungi Jurnalislam.com pada Jumat (21/9/2018).

Menurutnya isu Islam Nusantara yang disebar sama persis seperti yang terjadi di Sumatera Utara, Riau dan Sumbar.

Baca juga: Lembaga Adat Melayu Keberatan GP Ansor Sebarkan Paham Islam Nusantara

Ia menuding pihak tersebut menyebarkan isu untuk membangkitkan kemarahan masyarakat Melayu yang teguh dalam menjalankan ajaran Islam berhaluan Ahlussunnah Waljamaah.

“Padahal cara beragama masyarakat Nahdlatul Ulama (NU), Ansor dan Banser tidak ada bedanya dengan cara beribadah dan amaliah orang Melayu,” tuturnya.

Acara yang dilakukan GP Ansor, lanjutnya adalah refleksi dari tata cara beribadah, beramaliah yang sama dilakukan masyarakat Melayu, khususnya provinsi Riau sendiri.

Baca juga: Ditolak di Mana-mana, Lembaga Adat Melayu Minta GP Ansor Introspeksi

“Karena antara orang NU, Banser, Ansor dan masyarakat Melayu sama-sama berpaham Ahlussunnah Waljamaah. Dalam bermahzab pun sama-sama Syafi’i. Jadi tidak ada perbedaan,” pungkasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, terjadi penolakan warga Langkat hingga Pekanbaru karena GP Ansor dinilai akan menyebarkan paham Islam Nusantara, dan juga buntut dugaan intimidasi Ustaz Abdul Somad di Pulau Jawa.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X