Responsive image
Responsive image
Responsive image

Dorong Permodalan UKM, LBS Urun Dana Siap Gairahkan Investasi Halal

Dorong Permodalan UKM, LBS Urun Dana Siap Gairahkan Investasi Halal

JAKARTA(Jurnalslam.com)–Kontribusi layanan urun dana (Securities Crowdfunding) mengalami pertumbuhan di Indonesia. Berdasarkan keterangan dari Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, sepanjang 2021 Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi atau equity/securities crowdfunding (SCF) berhasil menghimpun dana sebesar Rp 412 miliar. Angka itu naik lebih dari dua kali lipatnya atau 115,48 persen dibandingkan akhir Desember 2020 sebesar Rp 191,2 miliar.

Selain itu, total penerbit yang berpartisipasi juga bertambah. Asosiasi Layanan Urun Dana Indonesia (ALUDI) mencatat bahwa jumlah penerbit meningkat dari sekitar 129 penerbit pada 2020 menjadi 192 penerbit pada 2021.

Dengan terjadinya tren positif tersebut, ALUDI optimis bahwa para pelaku platform urun dana dapat menyalurkan dana lebih dari Rp500 miliar sepanjang tahun 2022 dengan total pendanaan mencapai Rp1 triliun. Terlebih, Wimboh juga menegaskan bahwa urun dana atau crowdfunding menjadi prioritas OJK pada tahun 2022.

Meski potensinya begitu besar, sayangnya jumlah layanan urun dana yang mengusung konsep halal di Indonesia masih minim. Ini ironi mengingat sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia, konsep urun dana dengan cara yang halal dan tanpa riba amat dibutuhkan di Indonesia.

Oleh karena itu, demi menyambut gairah layanan urun dana yang sedang bertumbuh sekaligus memenuhi kebutuhan para pelaku UKM untuk dapat mengakses permodalan dengan cara yang terjamin kehalalannya, platform LBS Urun Dana hadir.

LBS Urun Dana mengusung tema “investasi yang bikin nyaman”. Pemodal tidak perlu khawatir berinvestasi melalui LBS Urun Dana karena layanan ini memiliki 3 faktor nyaman, yakni terdaftar dan diawasi oleh OJK; didukung oleh tenaga profesional berpengalaman lebih dari 15 tahun dibidangnya; serta langsung dibimbing, dibina dan diawasi secara ketat oleh Ustadz DR. Erwandi Tarmizi, M.A yang juga founder LBS Urun Dana sekaligus Ketua Dewan Komite Persetujuan Penerbit sehingga pasti lebih terjamin kehalalannya.

“Berbeda dengan layanan urun dana pada umumnya, LBS Urun Dana mendukung gaya hidup halal yang sedang menjadi tren pada masyarakat Indonesia. Dengan mengusung prinsip dan kaidah Islam, LBS Urun Dana siap menjadi solusi bagi kaum muslimin untuk dapat mengembangkan harta yang dimiliki dengan cara yang 100% halal, tanpa Riba, Ghoror dan Dzhalim.” tutur CEO dan Co-Founder PT. LBS Urun Dana Rezza Zulkasi, MAppFiin.

Dalam gelaran pameran produk halal Muslim Life Fair yang digelar pada 25-27 Maret 2022 di Istora GBK Jakarta, LBS Urun Dana turut berpartisipasi sebagai salah satu peserta. Di sana mereka berperan dalam mengedukasi kepada masyarakat tentang pentingnya Securities Crowdfunding yang mengusung konsep halal dalam pengumpulan dana demi mencapai keberkahan dunia dan akhirat.

Berbagai kegiatan menarik akan diadakan di Muslim Life Fair 2022. Selain menyelenggarakan press release launching, platform LBS Urun Dana juga akan mengadakan talkshow yang diisi oleh Ustadz DR Erwandi Tamizi, MA Hafidhohullahuta’ala, konsultasi bisnis bagi calon Penerbit serta konsultasi investment planning kepada calon Pemodal.

LBS Urun Dana adalah pemain baru di dunia Securities Crowdfunding. Kendati demikian, Rezza Zulkasi optimis LBS Urun Dana bisa mencapai target tahun ini sebesar Rp40 Milyar, atau 10% dari marketshare. “Jika diasumsikan per UKM butuh modal Rp 2 miliar, maka setidaknya tahun ini ada 20 UKM yang mendapatkan pendanaan,” jelas Rezza Zulkasi.

Bagi UKM yang butuh modal, Rezza menjelaskan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Selain omset minimal Rp 1 Miliar/tahun secara historis, bisnis juga harus sudah berjalan minimal 1-2 tahun dan memiliki minimal 3 outlet di seluruh Indonesia untuk bisnis offline.

Syarat lainya adalah UMKM wajib memiliki pencatatan Laporan Keuangan yang memenuhi standart akuntansi umum, karakter founder/Owner bisnis yang kuat dan berpengalaman di bidangnya serta memiliki landasan project berupa kontrak, invoice/PO dari pemerintah/BUMN/BUMD/Korporasi untuk skema obligasi/sukuk. Sementara bagi usaha yang memiliki Tren Sales dan Kinerja Meningkat di masa pandemi Covid-19 akan menjadi nilai tambah.

Bagi pelaku usaha yang ingin mendapatkan permodalan pertama, caranya mudah sekali. Cukup mendaftar dan membuka akun di platform kami www.LBS.id dan submit dokumen yang dibutuhkan, maka pelaku usaha sudah berpeluang mendapatkan permodalan. Sementara bagi investor, proses awalnya juga sama. Cukup membuka akun di platform LBS Urun Dana, maka pendaftar juga berpeluang jadi investor dan dapat memilih UKM yang telah listing di platform untuk didanai.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close X