Dinilai Membawa Stigma Negatif Bagi Dakwah Islamiyah, MUI Sesalkan Pemblokiran Situs Media Islam

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyesalkan pemblokiran situs-situs media Islam yang dilakukan Kemkominfo atas usulan BNPT. Disampaikan Ketua MUI Din Syamsudin, pemblokiran itu dinilai akan membawa stigma negatif terhadap dakwah Islamiyah. 

"Kami menyesalkan kebijakan yang tidak bijak itu, apalagi dikaitkan dengan label Islam yang tentu akan membawa stigma negatif terhadap dakwah Islamiyah," kata Ketua MUI Din Syamsudin dalam acara Jumpa Pers selepas pertemuan Forum Ukhuwah Islamiyah MUI di Kantor Pusat MUI di Jalan Proklamasi No. 51, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2015)

Din mengatakan bahwa sikap MUI tegas terhadap radikalisme agama yang menggunakan cara-cara kekerasan, namun MUI menyesalkan cara BNPT yang refresif dalam memblokir situs-situs tersebut.

"Tanpa komunikasi, tanpa dialog, tanpa persuasi. Ini sama aja pukul duluan urusan belakangan. Ini gak boleh terjadi lagi di Republik ini. Bagi saya ini refresif," tegas Din.

Din menyarankan BNPT mengedepankan tabayun dan mengajak MUI sebagai lembaga tertinggi umat Islam agar tidak memutuskan sendiri. "Maka semuanya sepakat, kami semua menyesalkan kejadian itu," lanjut Din.

Menurut Din, pemerintah harus menyadari fungsi dan tugasnya. Dalam rangka menanggulangi terorisme, sambung Din, BNPT tidak bisa bersikap refresif seperti itu terus.

"Tau gak, dengan diblokir dua puluh dua, itu dua ratus dua puluh ribu bisa muncul lagi situs-situs itu. Ini semakin mendorong radikalisasi karena kekecewaan kepada negara dengan rezim yang refresif seperti yang ditunjukkan sekarang ini," cetusnya.

Pertemuan Forum Ukhuwah Islamiyah yang terdiri dari MUI dan pimpinan ormas-ormas Islam itu juga membahas gejolak konflik yang terjadi di Yaman. Hasilnya, MUI menyatakan sikap netral dan mendorong pihak-pihak terlibat konflik untuk menyelesaikan dengan cara damai.

Reporter : Ridwan | Editor : Ally | Jurniscom

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.