Dibanding Kasus Serupa, Yusril Sebut Vonis Ahok Cukup Ringan

Dibanding Kasus Serupa, Yusril Sebut Vonis Ahok Cukup Ringan

JAKARTA (Jurnalislam) – Pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra menilai vonis terhadap terpidana penistaan agama, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok cukup ringan jika dibandingkan kasus serupa yang pernah terjadi.

“Kalau kita bandingkan dengan kasus-kasus penodaan agama yang lain yang sudah divonis, vonis terhadap Ahok cukup ringan. Beberapa kasus penodaan agama di Jakarta, Bali dan Pangkal Pinang, dijatuhi hukuman 4 tahun, lebih lama dua tahun dibanding Ahok,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/5/2017).

Menurut Yusril, putusan hakim berdasarkan pertimbangan penegakkan hukum dan keadilan, tak selalu harus berpatokan pada tuntutan jaksa yang lebih ringan karena hanya dituntut 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun.

“Hakim beralasan bahwa mereka bertugas untuk menegakkan hukum dan keadilan. Karena itu, rasa keadilanlah yang dikedepankan, bukan sekadar tuntutan jaksa yang dibacakan di persidangan,” katanya.

Ahok dinyatakan terbukti bersalah melakukan penodaan agama karena pernyataan soal Surat Al Maidah 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

Kalimat Ahok yang dinyatakan menodai agama oleh hakim adalah,”Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil Bapak-Ibu nggak bisa pilih saya ya kan? dibohongi pakai Surat Al-Maidah 51, macam-macam itu. Itu hak Bapak-Ibu ya. Jadi kalau Bapak-Ibu perasaan enggak bisa kepilih nih, karena saya takut masuk neraka karena dibodohin gitu ya, nggak apa-apa.

“Dari ucapan tersebut, terdakwa telah menganggap Surat Al-Maidah adalah alat untuk membohongi umat atau masyarakat atau Surat Al-Maidah 51 sebagai sumber kebohongan dan dengan adanya anggapan demikian, maka menurut pengadilan, terdakwa telah merendahkan dan menghina Surat Al-Maidah ayat 51,” papar hakim dalam pertimbangan hukum.

Bagikan
Close X