Dengan Bawa Salib Kelompok KKK Lakukan Kejahatan Kebencian di Islamic Center Irlandia

Dengan Bawa Salib Kelompok KKK Lakukan Kejahatan Kebencian di Islamic Center Irlandia

IRLANDIA (Jurnalislam.com) – Sekelompok sedikitnya delapan orang berpakaian seperti anggota Ku Klux Klan (KKK) berpose di luar sebuah pusat Islam di kota Irlandia Utara selama akhir pekan, dalam sebuah insiden yang sedang ditangani oleh polisi sebagai kejahatan kebencian.

Sebuah gambar yang diterbitkan di media sosial menunjukkan kelompok itu, juga membawa salib, berkumpul dekat dengan Islamic Center Bangladesh di Newtownards, sebelah timur Belfast, pada hari Sabtu (27/10/2018).

Kepala babi ditinggalkan di luar bangunan yang sama pada Agustus tahun lalu, menurut media Inggris.

“Kami menangani kasus ini sebagai kejahatan kebencian,” kata Inspektur Richard Murray, dari Dinas Kepolisian Irlandia Utara, dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa, lansir Aljazeera.

KKK adalah kelompok supremasi kulit putih yang didirikan pada abad ke-19 setelah penghapusan perbudakan di Amerika Serikat.

Kelompok ini juga berpose untuk berfoto di sebuah pub di kota bersana Sharon Mellor, pacar Tony Martin, pemimpin kelompok sayap kanan National Front, Belfast Telegraph melaporkan.

Baca juga: 

Koran itu menerbitkan sebuah gambar yang menunjukkan Mellor dengan seseorang yang mengenakan kostum KKK sedang dicipratkan dengan sesuatu yang tampak seperti darah dan memegang bir.

Dia mengatakan kepada koran bahwa mereka adalah “orang asing acak (random strangers)”.

“Beberapa orang berpakaian Halloween, tidak tahu siapa mereka,” katanya.

Surat kabar itu mengatakan bahwa tiga tahun lalu Mellor “bercanda” tentang mencoba membakar pusat Islam di kota itu.

Salah satu pub yang dikunjungi kelompok itu pada Sabtu malam adalah The Spirit Merchant yang dimiliki oleh jaringan JD Wetherspoon.

Juru bicara Wetherspoon Eddie Gershon mengatakan: “Kami dapat mengkonfirmasi bahwa sebuah kelompok yang mengenakan pakaian KKK datang ke pub kami.

“Mereka ditolak masuk oleh staf pintu depan tetapi memaksa masuk ke pub. Mereka diberitahu oleh staf bar bahwa mereka tidak akan dilayani. Mereka tetap berada di pub selama lima menit, tidak dilayani, dan kemudian pergi.”

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.