Berita Terkini

Serangan Udara Israel Dekat Istana Presiden Suriah Dinilai Sebagai Peringatan untuk Pemerintah Ahmed Al- Sharaa

DAMASKUS (jurnalislam.com)- Israel melancarkan serangan udara ke daerah dekat istana presiden Suriah di Damaskus pada Jumat dini hari (2/5/2025), yang dinilai sebagai “peringatan” keras terhadap pemerintahan baru Presiden Ahmed Al-Sharaa.

Menurut laporan dari situs Al-Araby Al-Jadeed, target serangan merupakan area yang sebelumnya dikuasai oleh Divisi Keempat rezim Bashar al-Assad. Serangan terjadi di kawasan Gunung Rabweh, barat daya Damaskus.

Meskipun tidak ada korban jiwa atau kerusakan besar yang dilaporkan, serangan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan sektarian di Suriah selatan antara kelompok bersenjata Sunni dan komunitas Druze.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang kini menjadi buronan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan perang di Gaza, bersama Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant, menyatakan bahwa serangan ini adalah pesan langsung kepada pemerintah Suriah.

“Ini adalah pesan yang jelas kepada rezim Suriah. Kami tidak akan membiarkan pengerahan pasukan di selatan Damaskus atau ancaman apa pun terhadap komunitas Druze,” tegas mereka dalam sebuah pernyataan bersama.

Sumber lokal menyebutkan bahwa pesawat tempur Israel berada di wilayah udara Damaskus selama lebih dari 72 jam.

Israel terus memosisikan diri sebagai pelindung komunitas Druze di Suriah dan menuntut demiliterisasi wilayah selatan negara itu, tempat dimana komunitas tersebut banyak tinggal setelah jatuhnya rezim Assad. Namun sebagian besar warga Druze tetap menolak tawaran itu dan menyatakan kesetiaan kepada Suriah.

Ketegangan meningkat setelah beredarnya video palsu yang menunjukkan seorang ulama Druze menghina Nabi Muhammad, yang kemudian memicu bentrokan sektarian berdarah. Mahasiswa Druze diserang di Universitas Homs, dan kelompok bersenjata berusaha menyerbu kawasan Jaramana di pinggiran Damaskus, yang dihuni mayoritas Druze.

Bentrokan yang terjadi menewaskan puluhan orang, dengan jumlah korban yang belum diketahui pasti karena adanya laporan warga yang hilang.

Sementara itu, pemerintah Suriah mencoba meredakan konflik, meski beberapa kelompok bersenjata yang terlibat diyakini memiliki keterkaitan dengan pemerintah. Di Provinsi Suweida yang dihuni mayoritas Druze, milisi lokal Pria Bermartabat dilaporkan mencapai kesepakatan dengan Kementerian Dalam Negeri Suriah untuk memulihkan keamanan.

Namun, pemimpin spiritual Druze, Sheikh Hikmat al-Hijri, menolak semua bentuk kerja sama dengan pemerintah dan menyebut rezim saat ini sebagai ekstremis. Ia juga meminta perlindungan internasional, menyatakan bahwa komunitas Druze tengah menghadapi “serangan genosida”.

Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani menolak seruan untuk intervensi asing, sementara Qatar mengutuk keras pemboman Israel di Damaskus.

Situasi di Suweida pada Jumat dilaporkan mulai kondusif setelah pasukan keamanan dikerahkan dan kelompok bersenjata bersedia menarik diri dari beberapa titik konflik. (Bahry)

Sumber: TNA

20 Serangan Udara Israel Guncang Suriah, Warga Sipil Tewas

DAMASKUS (jurnalislam.com)- Israel kembali meluncurkan gelombang serangan udara ke wilayah Suriah pada Jumat malam (2/5/2025), yang digambarkan oleh otoritas pemerintah baru Suriah sebagai sebuah “eskalasi berbahaya” di tengah meningkatnya ketegangan etnis dan sektarian, terutama terkait komunitas minoritas Druze.

Menurut laporan Syrian Observatory for Human Rights, serangan kali ini merupakan yang paling intens sepanjang tahun 2025, dengan sekitar 20 serangan udara yang menghantam target-target militer di berbagai wilayah Suriah.

Kantor berita negara Suriah, Sana, melaporkan bahwa Israel membombardir area di sekitar ibu kota Damaskus, serta di Latakia, Hama, dan Daraa di selatan negara tersebut. Seorang warga sipil dilaporkan tewas di Harasta, dekat Damaskus, dan empat lainnya terluka di sekitar Hama.

Serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Israel menargetkan wilayah dekat kompleks istana kepresidenan Suriah. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant menyatakan bahwa aksi militer tersebut merupakan “pesan” kepada pemerintahan baru Suriah agar tidak menempatkan pasukan militer di selatan Damaskus, serta untuk mencegah potensi ancaman terhadap komunitas Druze.

Pekan lalu, bentrokan berdarah antara kelompok bersenjata Druze dan pasukan pro-pemerintah Suriah menewaskan puluhan orang. Ketegangan ini dipicu oleh beredarnya rekaman suara seorang tokoh ulama Druze yang diduga menghina Nabi Muhammad, namun tuduhan itu telah dibantah.

Sejak tergulingnya Presiden Bashar al-Assad pada Desember lalu dan naiknya Ahmed al-Sharaa sebagai presiden baru, Israel telah meningkatkan intensitas serangannya ke Suriah, termasuk serangan udara dan darat dalam skala besar.

Militer Israel menyatakan bahwa Kepala Staf Eyal Zamir telah memerintahkan pasukannya untuk bersiap melancarkan serangan tambahan ke berbagai target di Suriah jika kekerasan terhadap komunitas Druze terus berlanjut.

Komunitas Druze di Suriah, yang sebagian besar tinggal di provinsi Sweida di selatan serta di wilayah pinggiran Damaskus, selama ini dikenal menjaga jarak dari pemerintah pusat sejak era dinasti Assad hingga kini.

Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam keras serangan Israel, menyebutnya sebagai provokasi yang tidak dapat diterima. Erdogan juga mengumumkan rencananya untuk bertemu langsung dengan Presiden AS Donald Trump guna membahas situasi di Suriah.

“Pada isu-isu yang kami berbeda pandangan, pencarian kompromi atas dasar yang wajar pasti akan terus berlanjut,” kata Erdogan, seraya memuji hubungan komunikasi sebelumnya dengan Trump sebagai tulus, membuahkan hasil, dan bersahabat.

Israel diketahui telah lama melobi AS untuk mempertahankan Suriah dalam kondisi terbagi menjadi bagian-bagian wilayah kecil. Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich bahkan menegaskan bahwa perang di Gaza hanya akan berakhir ketika ratusan ribu warga Palestina mengungsi secara paksa dan Suriah terpecah-pecah.

Sumber: MEE

Organisasi Pers Internasional Kutuk Pembungkaman Media oleh Israel

YERUSALEM (jurnalislam.com)- Foreign Press Association (FPA) menyatakan keterkejutan dan kesedihannya atas terus berlanjutnya larangan Israel terhadap jurnalis asing yang ingin meliput langsung dari Jalur Gaza. Larangan tersebut diberlakukan sejak dimulainya perang Israel melawan Hamas 18 bulan lalu dan dinilai belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Israel.

Dalam pernyataan resminya yang dirilis bertepatan dengan peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia (3/5/2025), FPA menyebut tindakan Israel sebagai aib bagi negara yang mengklaim sebagai mercusuar demokrasi. Pembatasan yang berkepanjangan ini dianggap telah secara signifikan menghambat pelaporan independen serta menghalangi dunia dari pemahaman menyeluruh mengenai kondisi di Gaza.

FPA juga memberikan penghormatan kepada para jurnalis Palestina yang tetap melaporkan situasi di lapangan meskipun menghadapi risiko besar terhadap keselamatan pribadi mereka. Namun, mereka menegaskan bahwa larangan yang diberlakukan oleh Israel tetap menjadi penghalang utama bagi kebebasan pers.

Permintaan kami yang berulang kali untuk berdialog dan mendapatkan akses telah diabaikan. Pemerintah bahkan berupaya menunda proses hukum kami di Mahkamah Agung, demikian bunyi pernyataan FPA.

FPA menyerukan kepada pemerintah Israel untuk menghentikan segala bentuk penundaan, menghormati prinsip-prinsip kebebasan pers, dan memberikan akses tanpa batas kepada jurnalis asing untuk meliput langsung di Jalur Gaza.

Pernyataan ini ditandatangani oleh Dewan Foreign Press Association di Israel dan Wilayah Palestina.

Kontributor: Bahry

Utusan PBB Desak Israel Hentikan Serangan ke Suriah

NEW YORK (jurnalislam.com)- Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Geir Pedersen, mengecam keras serangan udara Israel ke wilayah Suriah dan mendesak penghentian segera atas pelanggaran yang terus berulang terhadap kedaulatan negara tersebut.

Dalam pernyataan yang diunggah melalui platform X (sebelumnya Twitter) pada Sabtu (3/5/2025), Pedersen menyatakan keprihatinannya atas intensifikasi serangan Israel di Damaskus dan kota-kota lain di Suriah.

“Saya mengutuk keras pelanggaran Israel yang terus berlanjut dan meningkat terhadap kedaulatan Suriah, termasuk beberapa serangan udara di Damaskus dan kota-kota lain,” tulis Pedersen.

Ia menambahkan, “Saya menyerukan agar serangan-serangan ini segera dihentikan dan agar Israel berhenti membahayakan warga sipil Suriah.”

Pedersen juga menekankan bahwa Israel harus menghormati hukum internasional, serta kedaulatan, persatuan, integritas teritorial, dan kemerdekaan Suriah, sebagaimana diatur dalam piagam PBB.

Serangan Israel di Suriah meningkat dalam beberapa pekan terakhir, dengan dalih melindungi ancaman terhadap minoritas komunitas Druze di negara itu. Namun, serangan-serangan itu kerap menimbulkan korban sipil dan kerusakan infrastruktur penting. (Bahry)

Sumber: Al Jazeera

Bupati Etik: Peran Muhammadiyah Konkret Membantu Program Pemda Sukoharjo

SUKOHARJO (jurnalislam.com)– Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo menggelar Silaturahmi Akbar pada Sabtu, (3/5/2025) di Gedung IPHI Kabupaten Sukoharjo. Lebih dari 6.000 warga Muhammadiyah hadir memadati lokasi acara yang berlangsung penuh semangat kebersamaan dan kekeluargaan.

Dalam sambutannya, Ketua PDM Sukoharjo, Jumari, menyampaikan bahwa Silaturahmi Akbar ini bertujuan untuk mempererat tali ukhuwah serta membangun semangat sinergi dalam dakwah dan pengabdian sosial di tengah masyarakat.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, memberikan apresiasi tinggi terhadap peran aktif Muhammadiyah dalam pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa kontribusi Muhammadiyah sangat besar dalam membantu pemerintah, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial.

“Muhammadiyah di Sukoharjo sangat luar biasa. Perannya konkret dan sangat membantu program dasar pemerintah daerah. Kami sangat merasakan manfaatnya, terutama dalam mempercepat pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Bupati Etik dengan penuh semangat.

Lebih lanjut, Bupati Etik menyampaikan komitmennya untuk memberikan dukungan nyata kepada Muhammadiyah. Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, ujarnya, siap membantu dalam pembangunan fasilitas pendidikan dan keagamaan.

“Kami akan mendukung Muhammadiyah, khususnya dalam pengembangan gedung pesantren dan sekolah-sekolah Muhammadiyah. Ini adalah bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak,” tegasnya.

Tak hanya Muhammadiyah, Aisyiyah Sukoharjo juga mendapat apresiasi sebagai mitra penting dalam pemberdayaan perempuan, pengembangan UMKM, dan peningkatan kemandirian ekonomi warga. Etik menyatakan bahwa sinergi Muhammadiyah dan Aisyiyah menjadi kekuatan besar dalam mendorong kemajuan Kabupaten Sukoharjo secara menyeluruh.

“Seiring dan seirama, Muhammadiyah dan Aisyiyah telah menjadi garda depan dalam pembangunan sosial dan pendidikan di Sukoharjo. Kami sangat terbantu dan bangga bisa berjalan bersama,” pungkasnya.

Dihadapan 6000 Warga Muhammadiyah, Menteri Dikdasmen Sampaikan Bantuan Guru Honorer 300 Ribu per Bulan

SUKOHARJO (jurnalislam.com)- Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo sukses menggelar Silaturahmi Akbar di Gedung IPHI Kabupaten Sukoharjo. Acara besar ini dihadiri sekitar 6000 warga Muhammadiyah dari berbagai penjuru Sukoharjo pada Sabtu, (3/4/2025) dan diisi dengan tausiyah inspiratif dari Prof. Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Republik Indonesia.

Dalam ceramahnya, Prof. Abdul Mu’ti menyampaikan pentingnya penguatan nilai-nilai sosial dan pendidikan dalam kehidupan berbangsa. Ia menekankan bahwa sedekah, hubungan sosial yang harmonis, dan pendidikan yang bermutu merupakan fondasi utama dalam membentuk sumber daya manusia unggul.

“Kunci kemajuan bangsa terletak pada kualitas sumber daya manusia. Pendidikan bermutu adalah misi kenabian Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa Sallam,” tegasnya di hadapan ribuan jamaah.

Lebih lanjut, Prof. Mu’ti mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi insan yang berilmu dan memiliki karakter kuat sebagaimana disebut dalam Al-Qur’an—ulul albab, ulul ilmi, ulul absor, dan ulinnuha. Ia juga menyoroti pentingnya keterampilan, kemuliaan akhlak, serta menjadikan generasi yang kuat dan dapat dipercaya (alqowiyyu al-amin) sebagai pondasi bangsa bermartabat.

Dalam konteks sosial, beliau mengingatkan agar masyarakat menjauhi sifat iri, dengki, serta kebiasaan mencari kesalahan orang lain. Sebaliknya, kecerdasan sosial dan empati perlu dikedepankan dalam membangun peradaban yang harmonis.

Terkait kebijakan pendidikan, Prof. Mu’ti memaparkan beberapa program prioritas Kementerian Pendidikan, di antaranya:
• Revitalisasi sekolah dengan total 11.440 sekolah,
• Digitalisasi pendidikan melalui distribusi 15.000 perangkat smart board ke berbagai sekolah,
• Bantuan guru honorer sebesar Rp300 ribu per bulan yang langsung ditransfer oleh pemerintah kepada 315.000 guru,
• Bantuan pendidikan untuk mahasiswa yang belum menyelesaikan sarjana sebesar Rp3 juta per semester.

Prof. Mu’ti juga menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah, namun juga di lingkungan keluarga, masyarakat, serta media massa dan media sosial.

Acara ini ditutup dengan semangat kebersamaan dan komitmen Muhammadiyah Sukoharjo untuk terus berperan aktif dalam membangun masyarakat berkemajuan.

AS Kembali Serang Pelabuhan Yaman, Houthi Balas Luncurkan Rudal ke Israel

YAMAN (jurnalislam.com)– Ketegangan kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan tujuh serangan udara ke pelabuhan minyak Ras Isa di distrik al-Salif, Provinsi Hodeidah, Yaman, dalam beberapa jam terakhir. Serangan tersebut menargetkan fasilitas penting milik kelompok Houthi.

Media Al Masirah TV, yang berafiliasi dengan Houthi, melaporkan bahwa serangan kali ini menyasar pelabuhan yang sama yang sebelumnya telah dihantam AS bulan lalu (17/4), dan menyebabkan setidaknya 80 orang tewas serta melukai 150 lainnya dan menjadikannya salah satu serangan paling mematikan yang dilakukan pasukan AS di Yaman.

Menanggapi serangan itu, kelompok Houthi mengklaim telah meluncurkan dua rudal balistik ke wilayah Israel utara pada Jumat (2/5). Rudal-rudal tersebut menargetkan pangkalan udara militer Ramat David serta wilayah Tel Aviv. Militer Israel mengonfirmasi bahwa rudal pertama berhasil dicegat, dan rudal kedua juga mendapat respons pencegatan meski hasil akhirnya masih dalam evaluasi.

Sirene peringatan sempat berbunyi di beberapa wilayah, namun otoritas setempat memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan besar akibat serangan tersebut.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengonfirmasi bahwa pihaknya menggunakan rudal hipersonik dalam serangan ke Israel, dan menyebut bahwa target militer berhasil dihantam dengan presisi.

Kelompok Houthi menegaskan bahwa serangan mereka terhadap Israel serta kapal-kapal milik AS dan Inggris di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandeb akan terus dilakukan hingga Israel menyetujui gencatan senjata permanen di Jalur Gaza. Sebelumnya, Houthi sempat menghentikan serangan selama masa gencatan senjata awal tahun ini, namun kembali melakukan perlawanan setelah Israel memblokade total bantuan kemanusiaan ke Gaza sejak awal Maret lalu. (Bahry)

Sumber: Al Jazeera

Prajurit Israel Tewas dalam Operasi Militer di Golan, Total Korban Militer Terus Bertambah

PALESTINA (jurnalislam.com)- Seorang prajurit Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dilaporkan tewas dalam kecelakaan mobil saat menjalankan operasi militer di wilayah Dataran Tinggi Golan pada Kamis (1/5/2025). Militer Israel mengonfirmasi kabar tersebut pada Jumat (2/5/2025).

Korban diidentifikasi sebagai Sersan Niv Dayag (19), berasal dari Ramat Hasharon, yang bertugas di Batalyon ke-890 Brigade Paratroopers.

Dalam insiden yang sama, tiga prajurit lainnya juga mengalami luka, dua di antaranya berasal dari batalyon yang sama, dan satu lagi dari Brigade ke-474. Mereka telah dievakuasi ke rumah sakit, dan keluarga masing-masing telah diberi kabar. Militer menyatakan, penyelidikan terkait penyebab kecelakaan masih berlangsung.

Kematian Dayag menambah panjang daftar korban dari pihak militer Israel dalam konflik yang berlangsung sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 lalu.

Pekan lalu, seorang prajurit IDF dan seorang perwira Polisi Perbatasan tewas dalam baku tembak di lingkungan Shejaiya, Kota Gaza. Prajurit tersebut adalah Kapten Ido Voloch (21), komandan peleton di Batalyon ke-46 dari Brigade “Iron Trails” ke-401, sementara perwira Polisi Perbatasan diidentifikasi sebagai Sersan Netta Yitzhak Kahana, anggota Unit Antiterorisme Rahasia Yamas dari Kepolisian Distrik Selatan.

IDF menyebut Voloch tewas saat mencoba mengevakuasi tentara yang terluka akibat tembakan musuh, sedangkan Kahana dilaporkan tewas dalam kontak senjata di lokasi yang sama.

Sehari sebelumnya, Sersan Kepala (purnawirawan) Asaf Cafri (26), seorang pengemudi tank dari Batalyon ke-79 Brigade Lapis Baja Cadangan ke-14, juga tewas dalam operasi militer di Gaza.

Sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, sebanyak 851 tentara Israel telah dilaporkan tewas, termasuk 412 di antaranya tewas selama operasi darat di Jalur Gaza. Selain itu, Kepolisian Israel mencatat sedikitnya 67 anggotanya tewas dalam periode yang sama saat menjalankan tugas.

Di kesempatan lain, penulis senior surat kabar Israel Haaretz, Amira Hass, menyatakan bahwa salah satu kebijakan khusus yang diterapkan Israel dalam merespons pertanyaan publik mengenai perang di Gaza adalah dengan menyembunyikan jumlah tentara yang tewas. Ia menegaskan bahwa jumlah total korban di kalangan militer Israel sesungguhnya melebihi angka resmi yang dirilis pemerintah. (Bahry)

Sumber: JNS

Hamas Kecam Serangan Israel terhadap Kapal Kemanusiaan di Perairan Internasional

GAZA (jurnalislam.com)— Gerakan Perlawanan Islam Hamas mengecam keras serangan pasukan Israel terhadap kapal dalam armada kemanusiaan bertajuk “Conscience” yang berupaya menerobos blokade Gaza. Insiden ini terjadi di perairan internasional lepas pantai Malta dan disebut sebagai tindakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.

Dalam pernyataan resminya, Hamas menilai serangan tersebut sebagai bukti bahwa Israel merupakan “negara jahat” yang terus melakukan pelanggaran dengan dukungan dan perlindungan penuh dari Amerika Serikat.

“Tidak puas dengan kejahatan genosida di Gaza, pembersihan etnis di Tepi Barat dan Yerusalem, serta agresi terhadap Lebanon dan Suriah, hari ini Israel menyerang kapal kecil yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Gaza. Padahal, misi ini sesuai dengan hukum dan resolusi internasional,” kata Dr. Basem Naim, anggota Biro Politik Hamas, dalam pernyataan resmi yang dirilis pada 2 Mei 2025.

Ia menambahkan, aksi Israel ini adalah bentuk nyata dari “hukum rimba” yang didukung oleh pemerintahan Amerika Serikat, dan bukan hanya mengancam Palestina, tetapi juga membahayakan stabilitas global dan keamanan umat manusia.

Hamas menyerukan kepada komunitas internasional untuk segera bertindak menghentikan tindakan agresif Israel yang dianggap tidak hanya menindas rakyat Palestina tetapi juga melanggar prinsip-prinsip kemanusiaan dan hukum internasional.

Armada “Conscience” dilaporkan membawa sejumlah bantuan kemanusiaan yang ditujukan untuk warga Gaza yang kini masih menghadapi blokade ketat sejak invasi Israel pada Oktober 2023. Menurut Freedom Flotilla Coalition (FFC), yang mengorganisasi misi tersebut, pesawat nirawak Israel diduga sengaja menargetkan generator kapal, memicu kebakaran, dan menyebabkan kerusakan besar pada lambung kapal hingga kapal dalam kondisi terancam tenggelam.

Kontributor: Bahry

Blokade Bantuan ke Gaza, AS Bela Israel di Mahkamah Internasional

DEN HAAG (jurnalislam.com)— Amerika Serikat menyatakan dukungannya terhadap keputusan Israel yang melarang Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) beroperasi di Jalur Gaza. Pernyataan itu disampaikan dalam sidang Mahkamah Internasional (ICJ) di Den Haag pada Rabu (30/4/2025).

Larangan tersebut merupakan bagian dari undang-undang yang disahkan Israel tahun lalu, yang menuduh UNRWA mempekerjakan individu yang diduga terlibat dalam serangan Hamas ke wilayah Israel pada 7 Oktober 2023.

Meskipun UNRWA menyatakan telah memecat sembilan staf yang diduga terlibat, PBB menyebut tidak menemukan bukti konkret yang mengaitkan mereka dengan serangan tersebut. Saat ini, UNRWA mempekerjakan lebih dari 30.000 orang untuk memberikan layanan dasar bagi pengungsi Palestina.

Dalam sidang yang digelar sebagai tanggapan atas permintaan Majelis Umum PBB terkait kewajiban Israel memfasilitasi bantuan kemanusiaan, penasihat hukum Departemen Luar Negeri AS, Joshua Simmons, menegaskan bahwa Israel memiliki hak untuk menentukan organisasi mana yang dapat beroperasi di wilayah pendudukan.

“Kekuatan pendudukan memiliki ruang untuk menilai skema bantuan mana yang akan diizinkan,” ujar Simmons.

“Bahkan jika organisasi tersebut bersifat kemanusiaan dan tidak memihak, hukum tidak mewajibkan Israel untuk mengizinkan operasi bantuan dari aktor tertentu.” sambungnya.

Simmons juga menambahkan bahwa Israel memiliki “kekhawatiran serius” atas independensi dan ketidakberpihakan UNRWA.

AS, yang dikenal sebagai sekutu utama Israel dan pemasok senjata untuk operasinya di Gaza, terus membela tindakan militer Israel meskipun mendapat kecaman global.

Sebaliknya, perwakilan Palestina dan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam sidang sebelumnya menuding Israel telah melanggar hukum internasional karena memblokir bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Sejak 2 Maret lalu, Israel disebut telah sepenuhnya menghentikan pasokan logistik ke Jalur Gaza, yang dihuni oleh sekitar 2,3 juta warga. Persediaan bantuan yang sempat tersedia selama gencatan senjata awal tahun ini pun kini nyaris habis. (Bahry)

Sumber: TNA