Berita Terkini

Ryamizard Ingatkan Bahaya Ideologi Komunis dan Liberal

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Mantan Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, menekankan seluruh ideologi yang ada di dunia ini selain Pancasila tidak boleh masuk atau tumbuh di Indonesia.

“Begitu juga dengan ideologi komunis, liberal dan lain-lain, kita tetap Pancasila, Pancasila dan NKRI itu sudah final dan tidak perlu diperdebatkan lagi, harga mati,” katanya saat kegiatan bedah buku bertajuk PKI Dalang dan Pelaku Kudeta, di Lemhanas, Jakpus, Sabtu (23/11/2019).

Ryamizard mengingatkan agar rakyat tidak latah dengan ideologi dan cara hidup negara lain, hal itu akan membahayakan ideologi Pancasila.

Sejarah pemberontakan PKI menurut dia harus dijadikan pengingat berbahayanya ideologi selain Pancasila tumbuh di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Dan sebagai generasi penerus dengan bedah buku ini diharapkan kita dapat lebih memahami tentang sejarah bangsa, dan tidak mudah termakan oleh berita hoax yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

Tentara Israel Mengarak Bocak Palestina Sambil Melempari Rumah Warga dengan Granat

TEPI BARAT (Jurnalislam.com) – Lembaga HAM B’tselem melaporkan bahwa pasukan penjajah Israel telah menahan seorang anak Palestina berusia 13 tahun pada 3 November lalu. Anak kecil yang bernama Abd Ar-Rajeq Idris itu ditangkap di Abu Jales, Tepi Barat kemudian dibawa ke Hebron dengan mata tertutup.

Abd Ar-Raze kemudian diturunkan dari sebuah jip dengan mata tertutup dan diarak di tengah pemukiman warga Palestina.

Selain mengarak anak itu, tentara Zionis Israel juga melempari rumah-rumah warga dengan granat sambil berteriak-teriak.

“Saya benar-benar takut dan tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Saya duduk di jip dan tidak mengatakan sepatah kata pun. Salah satu tentara menampar dan menendang saya. Dia berbicara kepada saya dalam bahasa Ibrani sehingga saya tidak bisa mengerti apa yang dia katakan,” kata Abd a-Razeq Idris kepada seorang peneliti B’Tselem.

Ketika ayah anak itu tiba, tentara menolak untuk membebaskannya dan malah membawanya ke sebuah pos militer yang berpusat di pemukiman Kiryat Arba. Tentara itu mengatakan kepada ayah bahwa mereka membawanya ke kantor polisi.

‘Abd a-Razeq ditanya tentang pelempar batu dan disuruh pulang sendiri sekitar pukul 14:00.

https://www.youtube.com/watch?list=UUtHZWaMxJ4nOLdsSnEAoXcg&v=TnJEZmqt1Ys&feature=emb_title

“Ibu saya benar-benar khawatir, dan ketika saya sampai di rumah, dia dan nenek saya memeluk saya dan menangis. Saya tidak melakukan apa-apa, dan saya tidak melempar batu apa pun. Saya tidak tahu apa yang diinginkan tentara dari saya,” ungkap anak itu.

Menurut B’Tselem, kasus ini adalah bagian dari kekerasan rutin yang dilakukan tentara Israel terhadap warga Palestina di Hebron. Tentara dan pemukim Israel juga kerap melakukan serangan fisik, ancaman, pelecehan verbal, menyerang rumah-rumah (biasanya di malam hari), dan menangkap anak di bawah umur dan orang dewasa.

Sementara itu pihak Israel berkilah. Untuk membenarkan tindakannya, mereka beralasan semua dilakukan dengan alasan keamanan.

B’Tselem menegaskan bahwa tindakan tentara dan pemukim Israel itu dilakukan agar warga Palestina tidak betah dan meninggalkan Hebron.

“Tindakan mereka hanya berfungsi untuk meningkatkan kebijakan mendorong warga Palestina untuk meninggalkan Hebron dengan membuat kehidupan sehari-hari mereka menderita,” tegas B’Tselem.

Perluas Jaringan Distribusi Beras, ACT Targetkan Pengadaan 10 Truk Pangan

BANDUNG(Jurnalislam.com) – Aksi Cepat Tanggap (ACT) menargetkan pengadaan 10 Rice Truck pada 2020. Pengadaan ini untuk memperluas jangkauan distribusi beras ke masyarakat miskin.

Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin optimis pengadaan tersebut dapat terealisasi dengan komitmen para dermawan.

“Insyaallah akan memberi 10 Rice Truck yang harus beroperasi 25 hari. Sehari 10 ton dan masing-masing KK dapat menerima 5 kg, berarti dapat melayani 2000 keluarga,” kata dia di Bandung, Kamis (21/11/2019).

Ia bercerita terkait bantuan pangan ini, meskipun Indonesia sudah berbulan-bulan musim kemarau, namun tidak ada kelaparan karena masyarakat Indonesia selalu gotong royong.

Bentuk gotong royong dengan adanya para dermawan yang menyalurkan bantuannya ke ACT. Inilah yang membuat ACT optimis program 10 Rice Truck dapat terealisasi.

“Sekarang baru ada dua armada satu Water Truck dan Rice Truck,” katanya.

Saat ini ACT mendistribusikan 10 ton beras kepada 2000 masyarakat miskin Desa Sindangkerta Kabupaten Bandung.

Para pengunjung yang hadir mayoritas kaum hawa dan tidak sedikit yang sudah sepuh.Mereka nampak sumringah menerima bantuan ini.

Di Maulid Akbar, Kiai Ma’ruf Berpesan Agar NU Bertransformasi dan Berubah

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Wakil Presiden Ma’ruf Amin menghadiri acara Maulid Akbar dan Doa Untuk Keselamatan Bangsa yang diselenggarakan lembaga dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis malam (21/11).

 

Wapres menyampaikan bahwa Nabi Muhammad merupakan figur yang luar biasa. Nabi Muhammad, kata dia, mampu mengubah umat zaman jahiliyah menjadi umat terbaik.

 

“Nabi Muhammad itu manusia tapi bukan kayak manusia biasa. Bahkan Nabi Muhammad itu ibarat batu mutiara sedangkan orang lain kayak batu biasa,” kata Ma’ruf di Istiqlal, Jakarta.

 

Dia mengatakan Nabi Muhammad ibarat batu berlian, sementara manusia biasa ibarat batu koral.

 

“Jadi beda harganya, berlian itu kecil saja harganya mahal, kalau koral satu truk aja nggak ada harganya,” kata dia.

 

Ma’ruf yang juga Mustasyar PBNU itu menyampaikan Nabi Muhammad adalah tokoh perubahan. Islam, kata dia, adalah agama perbaikan atau agama perubahan.

Itu juga yang menjadi cita-cita NU sebagai organisasi perubahan dan perbaikan. Yaitu memperbaiki kemasyarakatan. Sementara dari sisi agama yang diperbaiki NU adalah akidah dan cara berpikir.

 

Dia mengatakan dalam masa saat ini, perubahan yang harus dilakukan adalah perubahan pemahaman keagamaan supaya lurus. Sementara perubahan kemasyarakatan dalam aspek kehidupan ekonomi, sosial, dan pendidikan.

 

“Makanya Indonesia kita ini visi ke depannya adalah ingin menjadi Indonesia maju,” ujar dia.

 

Dia menekankan sebagai organisasi perbaikan dan perubahan, NU akan terus mengambil peran dalam perubahan. Perubahan, menurut dia, harus dilakukan secara cepat agar tidak ketinggalan.

 

“Makanya paradigma alon-alon asal kelakon harus sudah ditinggalkan. Sekarang harus sudah serba cepat. Semua serba akselerasi. Perubahan harus cepat, tapi juga harus tepat agar tidak berantakan,” katanya.

 

Ma’ruf mengatakan kaidah yang dipegang NU yang selama ini hanya ada dua yaitu menjaga yang lama yang baik serta mengambil yang baru yang lebih baik (bertransformasi), harus ditambah satu lagi yakni inovasi.

ACT Distribusikan 10 Ton Beras  untuk 2000 KK

BANDUNG(Jurnalislam.com) –Aksi Cepat Tanggap (ACT) medistribusikan beras untuk 2000 Kepala Keluarga (KK) di Desa Sindangkerta Kabupaten Bandung dengan masing-masing menerima sebanyak 5kg beras.

Bantuan diberikan kepada penduduk miskin yang membutuhkan pangan.

Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin menjelaskan sebagai lembaga kemanusiaan, mendistribusikan pangan tidak hanya ke lokasi bencana.

Melainkan bisa ke daerah rawan pangan salah satunya di Desa Sindangkerta.

“Kemiskinan bisa selesai jika kedermawanan dikedepankan,” kata dia di Bandung, Kamis (21/11/2019).

Ia katakan ACT membawa kurang lebih 10 ton beras yang mampu membagikan 5 kg beras untuk 2000 KK. Beras yang dibagikan dari truck menyerupai dispenser kecil di sebelah perut truck.

Selain beras, kata dia terdapat food truck yang menyediakan makan siang keseluruh undangan dengan koki profesional.

Tersedia pula water truck yang menyediakan air bersih bagi masyarakat. Juga terdapat bantuan medis ke masyarakat yang sedang sakit.

“Kita jangan tergantung pemerintah mengentaskan kemiskinan. Kita juga terlibat asal kedermawanan itu ada,” katanya.

Mahfud dan Habib Luthfi Bertemu, Bahas Kerukunan Bangsa

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Habib Muhammad Luthfi bin Yahya menemui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2019).

Habib Luthfi mengenakan baju putih lengan panjang dan kopiah. Ia datang seorang diri saat bertemu Mahfud MD. Pertemuan kedua tokoh tersebut membahas Indonesia damai.

“Tetapi intinya kami berbicara tentang Indonesia yang damai, Indonesia yang penuh rahmah ke masa depan, membangun kerukunan kebersatuan di bawah kedaulatan negara RI,” kata Mahfud di lokasi.

“Tanpa pertentangan-pertentangan priomodialisme, baik itu agama, suku, kedaerahan, ras, dan lain sebagainya. Itu aja yang pokok,” sambung Mahfud.

Dalam kesempatan itu, Mahfud juga diundang untuk mengisi sebuah acara di Pekalongan. Acara yang dimaksud adalah Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Ya di Pekalongan biasa setiap tahun kan kita adakan syukuran. Syukuran itu terimakasih lah, kepada baginda Nabi Muhammad SAW dengan mengadakan maulud, bukan semata maulud peringatan, tetapi kita selaku umat Islam saya khususnya pribadi maupun pak Mahfud menjadi umat Islam saya mensyukuri terimakasih kepada baginda Nabi, sebab beliau kita mengerti iman dan Islam,” ucap Habib Luthfi.

sumber: sindonews.com

Ribuan Umat Islam Tasikmalaya Turun ke Jalan Tuntut Sukmawati Diadili

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Pernyataan kontroversial Sukmawati Soekarnoputri yang dinilai membandingkan Rasulullah SAW dengan Soekarno terus mendapat reaksi dari masyarakat khususnya umat Islam.

Hari ini, Jumat (22/11/2019), ribuan massa dari berbagai ormas Islam yang tergabung dalam Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Almumtaz) berunjuk rasa menuntut penegakan hukum terhadap Sukmawati Soekarnoputri di Tugu Adipura depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya.

Dalam aksinya, massa menuntut aparat penegak hukum untuk segera mengadili putri Proklamator RI itu karena dikhawatirkan akan memicu reaksi yang lebih besar lagi.

“Kami Almumtaz menuntut agar Sukmawati segera ditangkap dan diadili sesuai hukum di Indonesia, karena kami menilai apa yang dia ucapkan telah menghina agama dan melukai hati mayoritas umat Muslim di Indonesia. Sehingga dikhawatirkan ketika prosesnya lambat akan terjadi gerakan besar sebagai perlawanan terhadap penistaan agama,” kata Sekjen Almumtaz, Abu Hazmi kepada wartawan.

Abu Hazmi mengatakan, kasus ini adalah kali kedua Sukmawati melakukan penistaan terhadap ajaran Islam. Oleh karenanya, Almumtaz mendesak pemerintah khususnya aparat agar proses hukum kepada adik Ketua DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri itu segera dilakukan.

“Kami tetap akan menuntut sampai (Sukmawati) benar-benar diproses hukum, karena bagi kami Islam adalah segalanya,” tegasnya.

Abu Hazmi berharap, ketika hukuman ditegakkan maka tidak akan ada lagi kasus penistaan terhadap ajaran Islam.

“Kalau ada lagi (penistaan terhadapa ajaran Islam), maka negara ini tidak akan kondusif karena negeri umat muslim adalah mayoritas di negeri ini,” ujarnya.

“Kalau dalam pandangan Islam pelehan terhadap Rasulullah atau terhadap ajaran Islam itu hukumannya mati, tetapi karena kita ada di NKRI jadi kita tetap menuntut supaya Sukmawati itu dihukum sesuai hukum yang ada, minimal itu,” paparnya.

Sebelumnya, sejumlah pihak telah melaporkan Sukmawati Soekarnoputri kepada kepolisian karena diduga telah melakukan penistaan terhadap agama.

Selain itu, protes keras juga disampaikan beberapa tokoh nasional seperti Wakil Preseiden, KH Ma’ruf Amin. “Membandingkan Nabi Muhammad dengan Sukarno itu tidak sebanding, tidak tepat. Penyelesaiannya sebaiknya kalau bisa dimediasi itu lebih bagus supaya kita tidak terus berhadap-hadapan,” kata Kyai Ma’ruf di kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (20/11/2019).

Seperti diketahui, Sukmawati membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Proklamator RI Bung Karno. Pernyataan itu dia sampaikan ketika dirinya jadi pembicara diskusi bertajuk ‘Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme’, Senin (11/11/2019).

“Sekarang saya mau tanya semua, yang berjuang di abad 20 itu Yang Mulia Nabi Muhammad apa Ir Soekarno, untuk kemerdekaan? Saya minta jawaban, silakan siapa yang mau jawab berdiri, jawab pertanyaan Ibu ini,” tanya Sukmawati kepada peserta diskusi.

BPKH Dinilai Bisa Tumbuhkan Bank Muamalat

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Kombinasi antara Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dengan Bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dinilai paling tepat dalam upaya penyelamatan Bank Muamalat, terutama setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyetujui masuknya konsorsium Al Falah.

Hal tersebut diungkapkan oleh pakar perbankan syariah M. Syafii Antonio, Senin (18/11/2019).

Menurutnya, BPKH bisa menjadikan Muamalat sebagai “operating arms”. Dengan begitu BPKH tidak perlu memiliki cabang di seluruh Indonesia, sehingga tidak perlu memiliki kas. Skema ini menurutnya sama seperti lembaga tabung haji di Malaysia.

“Kalau BPKH menggandeng Muamalat dan Bank Himbara itu akan cepat, pertama ada dana yang masuk untuk mengamankan. Lalu taruhlah orang BPKH di komisaris dan manajemennya (Muamalat),” kata Syafii, kepada CNBC Indonesia, Senin (18/11/2019).

Setelah itu untuk memperbesar aset, yang macet bisa dikasih ke bank Himbara yang memiliki aset manajemen yang baik. Hal ini perlu dilakukan supaya Bank Muamalat tumbuh lebih lebih cepat.

“Jangan analisa atau cari sendiri, lama, tapi harus diajak. Kayak Bank Syariah Mandiri bisa besar karena diajak induknya,” katanya.

Dengan peran bank Himbara maka Bank Muamalat bisa ikut tumbuh cepat seperti induknya. Skema ini juga digunakan bank syariah lain yang memiliki induk. Sebelumnya Syafii mengatakan ada 2 langkah yang bisa dilakukan dalam rangka penyehatan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk.

“Pertama memang harus selamatkan modal, kemudian bisnisnya,” ujar Syafii.

Menurutnya, bisnis Muamalat yang sudah terlanjur macet harus dirapikan lagi. Sementara itu, aset Muamalat bisa dijual untuk memperkuat modal.

“Banyak kok yang mau membeli aset dengan harga diskon,” ujarnya.

sumber: cnbcindonesia.com

DPR Akan Bentuk Panja Penyelamatan Bank Muamalat

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Komisi XI DPR RI akan membentuk Panitia kerja (Panja) terkait penyehatan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk.

Hal tersebut merupakan keputusan setelah menggelar Rapat Kerja secara tertutup dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ketua Komisi XI Dito Ganinduto mengatakan ada beberapa opsi penyelesaian masalah Muamalat yang dibahas bersama dengan OJK. Untuk mencari solusi, Komisi XI akan membentuk Panja.

“Nanti kan akan bentuk panjanya. Panjanya akan lebih enak lagi. Misalnya Muamalat. Kita bisa manggil pemegang sahamnya, auditornya. Kita bisa lihat balance sheetnya,” ujar Dito yang merupakan politisi dari Golkar, Senin (18/11/2019).

Panja tersebut, tuturnya, akan direncanakan dalam waktu dekat. “Kesimpulan sudah kita masukan dalam waktu yang secepat-cepatnya,” ujarnya.

Selain untuk Muamalat, Panja tersebut juga akan dibentuk untuk persoalan Jiwasraya dan Bumiputera. “Paling urgent itu sepertinya Bumiputera. Bumiputera ini kan mutual,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiyana, enggan untuk memaparkan hasil Raker tertutup dengan OJK. “Pokokny diminta untuk mempercepat investor masuk ke sana.

Sumber: cnbcindonesia.com

OJK Harap Pasar Modal Syariah Jadi Sarana Mencari Berkah

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pasar modal syariah tak hanya mencari return atau imbal hasil, tapi juga mencari keberkahan dalam berinvestasi sehingga berbeda dengan pasar modal konvensional.

“Di pasar modal syariah, kita juga mencari berkah. Kalau bapak hanya mengejar return maka bapak ibu akan kembali ke pasar modal konvensional. Karena itu tidak semata-mata mengejar yield,” tegas Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen, saat membuka Syariah Investment Week 2019 di Bursa Efek Indonesia, Kamis (21/11/2019).

“Ciri-ciri investor dunia adalah greedy. Semua pelanggaran yang terjadi di dunia, tidak hanya di Indonesia, adalah kerakusan,” tegas mantan Direktur Danareksa ini.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, pasar modal syariah di Indonesia saat ini bertumbuh signifikan dan bahkan dianggap paling inovatif dan satu-satunya di dunia yang memiliki produk terlengkap yang mengintegrasikan investasi syariah di pasar modal dan filantropi Islam.

Pasar modal syariah Indonesia menurut BEI, juga dianggap sangat mendukung pengembangan green investment, yang sejak tahun 2018 telah konsisten menerbitkan green sukuk dan BEI menjadi anggota Suistanable Stock Exchanges (SSE) Initiative.

Sumber:cnbcindonesia.com