Berita Terkini

Laznas BMH Bersama Siswa TK dan SMP Galang Dana untuk Palestina

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Kepeduliaan terhadap masyarakat Palestina ditunjukkan banyak pihak. Termasuk Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) bersama ratusan siswa dari TK Yaa Bunayya Surabaya dan SMP Putri Lukman al Hakim Surabaya. Kamis, (28/11/2019).

Para siswa kompak saling berebut untuk menyerahkan bantuannya melalui kotak amal yang telah disediakan pihak sekolah.

Siswa TK Yaa Bunayya & SMP Putri Lukman al Hakim Surabaya memilih mengumpulkan donasi di sekolah. Para siswa menyisihkan uang jajan mereka untuk diberikan kepada saudara-saudara muslim di Palestina yang sedang membutuhkan.

“Kami ingin membiasakan anak didik kami untuk berbagi dan menumbuhkan rasa peduli. Kami ingin mendermakan sebagian rezeki bagi masyarakat yang membutuhkan di Palestina,”kata Kepala Sekolah SMP Putri Lukman al Hakim Surabaya Ustadzah Somi’ Suradi

Sementara siswa TK Yaa Bunayya Surabaya sangat antusias menggalang dana karena ditemani maskot BMH yang semakin membuat suasana jadi semarak.

“Ini cara kami mengajak anak-anak yang masih belia untuk peduli sesama,”kata Ustadzah Siti Fatimah, selaku Kepala Sekolah TK Yaa Bunayya Surabaya

Selain itu, Zakaria selaku Koordinator Lapangan Laznas BMH mengungkapkan bahwa selama ini BMH telah aktif menyalurkan bantuan untuk warga Palestina.

“Alhamdulillah, dana yang terkumpul sebesar Rp 25.600.000 di tambah 1 cincin emas dari penggalangan Laznas BMH bersama TK Yaa Bunayya Surabaya & SMP Putri Lukman al Hakim Surabaya. Nanti dana yang sudah terkumpul akan disalurkan melalui Kantor pusat BMH yang ada di Jakarta,”ungkap Zakaria. (Mustofa)

 

Halal Expo 2019 Kembali Digelar Awal Desember

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Halal Expo Indonesia (HEI) kembali digelar untuk kali kedua pada 6-8 Desember 2019 di ICE BSD, Tangerang.

Mengusung tema “Halal is Everything“, HEI akan diisi pameran produk-produk halal mulai dari makanan, fashion, kosmetik, farmasi, properti, pendidikan, travel umrah dan haji, hingga financial.

Dalam keterangannya lewat pesan singkat, Skyconnection selaku event organizer menjelaskan, selain diisi oleh pameran industri halal, HEI juga mempunyai banyak konten yang menarik.

Konten unggulan dari halal expo Indonesia antara lain adalah HEISpeak, HEIshare, HEIkids dan HEIact.

“HEISpeak adalah sebuah forum diskusi bagi para pengunjung untuk belajar dan mendapatkan lebih banyak pengetahuan tentang halal dalam Islam,” kata Show Manajemen HEI 2019, Erwin Raja di Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Erwin menjelaskan, para pembicara dalam acara ini tidak hanya dari para asatidz atau ustaz-ustaz, tetapi juga pelaku bisnis, akademisi dan regulator. Tujuan dibentuknya HEISpeak, kata Erwin, adalah menyatukan pendapat mengenai halal dari sudut pandang yang berbeda dan dilegitimasi oleh para ustaz sesuai kaidah agama yang tertuang dalam Alquran dan hadist.

“Sehingga diharapkan semua pengunjung yang hadir, dan keluar dari Halal Expo Indonesia mempunyai pandangan dan pendapat yang sama akan arti halal,” ujar ayah tiga anak ini.

Sumber: republika.co.id

PBNU Usul Presiden Dipilih MPR

JAKARTA (Jurnalislam.ccom) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj menyampaikan aspirasi kiai NU soal pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung.

Menurut dia, jika menimbang dan melihat mudarat dan manfaatnya, pemilihan presiden secara langsung berbiaya tinggi.

“Terutama biaya sosial, ada konflik yang sangat mengkhawatirkan dan mengancam,” ujar Ketua Umum PBNU itu, saat menerima silaturahim pimpinan MPR ke Kantor PBNU Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Dia mencontohkan peristiwa pada pemilihan presiden 2019 lalu. “Keadaan kita ini mendidih, panas, sangat-sangat mengkhawatirkan. Apakah setiap lima tahun harus seperti itu?” ujar Said Aqil.

Said mengatakan, saat musyawarah nasional (munas) di Pondok Pesantren Kempek Cirebon tahun 2012, para kiai dan ulama berpikir mengusulkan pemilihan presiden kembali kepada MPR. Hal itu demi kuatnya solidaritas persa tuan dan kesatuan Republik Indonesia.

Namun, Said menegaskan itu suara kiai dan para alim ulama, bukan suara Pengurus Tanfiziah (Dewan Pelaksana) PBNU. “Itu suara kiai-kiai, bukan tanfiziah.

Kalau tanfiziah, namanya konferensi besar (konbes) di bawah muktamar. Di NU begitu,” kata Said.

Said juga mengaku sama sekali tidak ada dorongan politik saat memutuskan hasil munas itu. Hal itu murni para kiai dan ulama yang memikirkan rakyat bangsa Indonesia.

sumber: republika.co.id

Mengintip Kembali Momen Kedamaian Reuni 212 Tahun Lalu

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Reuni Akbar 212 akan kembali digelar di tahun 2019 ini pada hari Senin, 2 Desember 2019. Dewan Penasihat Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama Habib Rizieq Shihab dari Mekkah bahkan menyerukan warga untuk terlibat.

Beberapa tokoh seperti Wamenag Zainut Tauhid meyakini bahwa acara ini akan berdampak positif.
“Saya yakin reuni 212 akan diisi dengan kegiatan dan aktifitas kebaikan,” kata Zainut dalam keterangan yang diterima redaksi Jurnalislam.com.

Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin menilai reuni 212 merupakan hak warga yang dilindungi konsitusi.

Inisiator Aksi jalan kaki Ciamis- Jakarta pada Aksi 212 2016 lalu, KH Nonop Hanafi mengatakan bahwa sudah menjadi fakta sejarah bahwa aksi 212 dan reuni 212 selalu terbukti tertib dan damai, bahkan bisa menjadi kebanggan rakyat Indonesia.

Berikut momen-momen ketertiban dan kedamaian yang dipotret Jurnalsilam.com dalam reuni akbar 212 pada tahun-tahun sebelumnya.

Setelah Reuni 212, Din Harap Gerakan Dilanjutkan ke Bidang Ekonomi dan Pendidikan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof. Din Syamsudin memberi masukan kepada peserta aksi 212 dari awal sampai sekarang. Menurutnya lebih baik kalau kebersamaan mereka itu berlanjut, seperti kegiatan yang lebih bermanfaat untuk umat.

“Kepada kawan-kawan yang terlibat aksi 212 sejak dulu sampai sekarang ada reuni, akan lebih bagus kalau kebersamaannya tidak hanya berkerumun tapi berlanjut memasuki lorong-lorong yang dapat meningkatkan kualitas ummat,” katanya kepada Jurnalislam.com, Rabu (27/11/2019).

Mantan Ketum PP Muhammadiyah menjabarkan, aktivitas bermanfaat yang perlu dilakukan aktivis 212 seperti membentuk lembaga pendidikan yang berkualitas, melakukan pemberdayaan ekonomi dsb.

“Momen 212 dulu yang berhasil seperti itu harus segera ditransformasi ke arah gerakan untuk meningkatkan kualitas ummat daripada hanya kumpul-kumpul,” ujarnya.

Menurutnya kalau berkumpul dan kangen-kangenan baik-baik saja, namun sayang energi ummat. Jangan sampai energi 212 hanya dipakai  membentuk kerumunan-kerumunan saja setiap tahunnya.

“Energinya harus segera ditransformasi menjadi gerakan ke arah peningkatan ummat,” ujarnya.

Din: Melarang Reuni 212 Malah Akan Timbulkan Kekacauan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof. Din Syamsudin mengatakan Reuni 212 sah-sah saja dilakukan. Dengan syarat harus berjalan dengan damai.

“Saya kira berkerumun, berkumpul seperti itu (reuni 212) sah-sah saja, itu adalah hak warga negara yang dijamin konstitusi,” katanya kepada Jurnalislam.com di Gedung MUI Pusat, Cikini, Jakpus (27/11/2019).

Menurut Mantan Ketum PP Muhammadiyah, kegiatan reuni adalah bagian dari kebebasan berkumpul dan berserikat yang dijamin oleh UUD.

“Maka tidak ada satu pihak pun yang boleh berpretensi untuk menghalanginya,” ujarnya.

Dia menekankan, jika ada pelarangan yang ada menimbulkan kekacauan dan anarkisme.

“Sekali lagi, kegiatan ini dijamin konstitusi, maka tidak usah dilarang. Karena kalau ada pelarangan hanya menimbulkan kekacauan,” pungkasnya.

Reuni 212 Dinilai Menjadi Contoh Bahwa Islam Adalah Rahmat

CIAMIS (Jurnalislam.com) – Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda 2 Ciamis, KH Nonop Hanafi mengimbau umat Islam untuk tidak terpancing dengan stigmatisasi bahwa reuni 212 radikal dan akan tidak tertib.

Ia mengajak peserta Reuni 212 untuk melawan tudingan tersebut dengan aksi nyata, yaitu membawa semangat aksi 212 pada dimensi yang lebih luas.

“Aksi jutaan umat ini belum berakhir hanya dengan kita berkerumun, kerumunan ini harus menjadi satu shaaf (barisan) yang kuat,” kata Kyai Nonop kepada Jurnalislam.com, Rabu (27/11/2019)

“Dan langkah selanjutnya adalah bersatu dalam membangun ekonomi, politik, dan yang lainnya, yang pada akhirnya kita akan mencapai izzah islam wal muslimin, menuju negeri yang baldah thoyibah,” papar inisiator aksi jalan kaki Ciamis-Jakarta untuk menghadiri Aksi 212 pada 2016 silam ini.

Lebih lanjut, dia mengatakan, sebagai negeri muslim terbesar di dunia, bangsa Indonesia harus menjadi contoh bagi bangsa lain.

Umat Islam, kata dia, harus menjadikan Indonesia sebagai ladang amal untuk membuktikan Islam adalah rahmat bagi seluruh alam.

“Hingga pada akhirnya negeri dengan 260 juta jiwa ini akan menjadi dirigen bagi perdamaian dunia dan itu akan dimulai dari Indonesia. Kita akan menjadi pemantik bagi negeri-negeri muslim lain untuk bersatu, sehingga satu-persatu problematika umat bisa diselesaikan ketika Indonesia sebagai negeri muslim terbesar ini menjadi negara yang kuat, berdaya, dan bersatu dan berdaulat,” pungkasnya.

KH Nonop: Fakta Sejarah Aksi 212 Berjalan Damai Tanpa Ada Kerusakan

CIAMIS (Jurnalislam.com) – Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda 2 Ciamis, KH Nonop Hanafi menyayangkan masih adanya pihak-pihak yang mengaitkan aksi 212 dengan radikalisme atau anti-kebhinekaan.

“Masih saja ada manusia-manusia hipokrit yang terus melancarkan tuduhan bahwa para peserta aksi 212 adalah kaum radikalis anti kebhinekaan, dan sebagainya,” kata KH Nonop kepada Jurnalislam.com, Rabu (27/11/2019).

Padahal, kata dia, aksi 212 seharusnya menjadi kebanggaan bagi rakyat Indonesia dimana jutaan manusia berkumpul dengan damai dan tanpa menimbulkan kerusakan apapun.

“Telah menjadi fakta sejarah yang patut kita banggakan bahwa jutaan manusia bisa berkumpul tanpa ada eskes apapun, bahkan ada kaum Nashrani yang sedang melangsungkan pernikahan di Katedral waktu itu dibantu oleh peserta aksi. Ini menunjukkan bahwa kita sangat mencintai Indonesia,” tukas inisiator aksi jalan kaki Ciamis-Jakarta untuk menghadiri Aksi 212 pada 2016 silam ini.

KH Nonop Hanafi Pastikan Kafilah Ciamis Hadiri Reuni Akbar 212

CIAMIS (Jurnalislam.com) – Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda 2 Ciamis, KH Nonop Hanafi memastikan dirinya beserta Kafilah Ciamis untuk menghadiri acara Reuni Akbar Alumni 212 pada Senin 2 Desember mendatang di Monas, Jakarta.

“Insya Allah kami dari Ciamis akan menghadiri acara Reuni Alumni 212 di Monas, Jakarta, Bismillah,” kata pimpinan Kafilah Ciamis dalam Aksi 212 tahun 2016 itu kepada Jurnalislam.com melalui sambungan telepon, Rabu (27/11/2019).

Kyai Nonop mengatakan, aksi 212 adalah momentum persatuan yang tidak boleh dilupakan oleh umat Islam. Baginya, acara Reuni Alumni 212 merupakan ikhtiar untuk merawat persatuan dan kesatuan tersebut.

“Berdasarkan pengalaman yang sudah kita lalui, tidak ada masalah yang ditimbulkan. Hal ini menunjukkan 212 adalah betul-betul aksi damai dengan tujuan merawat persatuan dan kesatuan umat yang penuh semangat dan itu harus terus dipupuk dan dirawat,” ujarnya.

Oleh karenanya, ia mengimbau seluruh umat Islam untuk menghadiri acara Reuni Akbar 212 dan terus menggelorakan semangat persatuan.

“Mari kita hadiri acara Reuni 212 dengan penuh semangat dan riang gembira, karena ini adalah aksi damai. Kedua, terus gelorakan semangat persatuan dan kesatuan umat tanpa melihat latar belakang parpol apapun, ormas apapun, suku bangsa apapun, bahkan agama apapun, karena selama ini banyak tokoh lintas agama yang hadir dalam cara ini,” paparnya.

Sebagaimana diketahui, KH Nonop Hanafi memimpin ratusan santrinya melakukan aksi jalan kaki dari Ciamis menuju Jakarta untuk menghadiri acara Aksi Super Damai 212 pada 2 Desember 2016 lalu. 

Aksi tersebut dipicu oleh kekecewaannya terhadap pembatalan sepihak sejumlah armada bus yang akan mengantarkan rombongannya menuju Jakarta. Aksi para santri tersebut disebut-sebut telah memantik jutaan umat Islam dari seluruh Indonesia untuk menghadiri aksi menuntut penegakan hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta saat itu.

Wamenag: Saya Yakin Reuni 212 Diisi Aktivitas Kebaikan

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi menyatakan, Reuni 212 hukumnya mubah atau boleh-boleh saja. Tidak ada anjuran juga tidak ada larangan.

“Dilaksanakan tidak apa-apa, tidak dilaksanakan juga tidak berdosa. Namanya juga berkumpul dan bersilaturahmi,” katanya melalui siaran pers yang diterima redaksi, Jakarta, Rabu (27/11).

Ia menjelaskan, sesuatu yang mubah bisa menjadi baik dan memiliki nilai ibadah jika kegiatan tersebut diisi dengan hal kebaikan. Misalnya menganjurkan persatuan, persaudaraan, cinta tanah air dan menganjurkan untuk menaati hukum atau peraturan.

“Tetapi jika reuni tersebut diisi dengan kegiatan yang tidak baik, misalnya melakukan provokasi, memfitnah, menebarkan ketakutan, kebencian, dan mengadu domba. Maka reuni tersebut bisa menimbulkan dosa,” katanya.

“Saya yakin reuni 212 akan diisi dengan kegiatan dan aktifitas kebaikan,” imbuhnya.

Zainut mewanti-wanti, bangsa Indonesia membutuhkan suasana yang aman, sejuk, damai, dan kondusif untuk melakukan konsolidasi kehidupan masyarakat setelah hampir satu tahun mengalami keretakan dan gesekan sosial. Ini akibat perbedaan pilihan politik selama masa pemilihan umum berlangsung.

“Sehingga hubungan antarwarga masyarakat masih diliputi suasana kaku, tegang, dan penuh dengan curigaan,” ujarnya.

Maka itu, semua pihak khususnya para tokoh agama dan tokoh masyarakat hendaknya ikut terlibat aktif merajut kembali persaudaraan kebangsaan dan membantu menciptakan situasi yang kondusif.

“Agar kehidupan masyarakat kembali normal, cair dan tidak ada ketegangan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban,” katanya.