Berita Terkini

UAH Serukan Ulama dan Umat Bersatu Hadapi Wabah Corona

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pendiri Quantum Akhyar Institute Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengajak semua pihak untuk bersinergi dan bersatu dalam menghadapi musibah pandemi corona khususnya di wilayah Indonesia.

“Saya berharap kepada seluruh kolega, baik para ustadz, para ulama, hingga seluruh masyarakat bangsa Indonesia agar kita bersatu menghadapi musibah,” katanya dikutip melalui akun youtube resmi miliknya pada Jum’at (13/3/2020).

Ia juga meminta kepada semua pihak untuk tidak memanfaatkan musibah corona yang telah menimpa lebih dari 100 negara di dunia tersebut.

“Dan tidak menjadikan ini sebagai lahan untuk mencari keuntungan dunia ataupun bagian dari intrik intrik politik yang justru akan mempersulit kita untuk mengatasi pandemi yang dimaksudkan,” paparnya.

Sebelumnya, Dai yang pernah menimba ilmu di Kuliyya Dakwah Islamiyyah Tripoli Libya itu juga menangguhkan beberapa jadwal kajian dan tabligh akbar dan menggantinya dengan kajian melalui media sosial.

Corona Mewabah, ECR Sosialisasikan Cara Berperilaku Hidup Sehat

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Pandemi virus covid-19 atau Corona mewabah di Indonesia dan terutama  Solo Raya Tim Emergency and Crisis Response mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan perilaku hidup sehat.

Ditemui Jurniscom saat melakukan Baksos (bakti sosial) di Masjid Al-Ikhlas Matesih Karanganyar, Ahad (15/3/2020) Tim ECR mengimbau kepada masyarakat umum untuk senantiasa berperilaku hidup sehat.

“Wabah covid-19 atau yang kita kenal Corona akhir-akhir ini memang sangat meresahkan masyarakat, akan tetapi kita harus tetap tenang menghadapinya” ujar Harits Mintarjo.

Perilaku hidup sehat adalah salah satu solusi menghadapinya, “Kita harus tetap waspada karem Corona bisa menyerang kepada seseorang ketika daya tahan tubuhnya menurun, untuk itu kita harus senantiasa berperilaku hidup sehat, berolahraga, makan makanan sehat dan senantiasa mencuci tangan sebelum makan” tambah Relawan yang juga paramedis yang bertugas  di Puskesmas Tawangmangu tersebut.

Islam telah mengajarkan kepada kita berperilaku hidup sehat.

“Selaku umat muslim kita sebenarnya sudah diajarkan oleh Rasulullah 14 abad yang lalu, yaitu senantiasa berwudhu, berolahraga dengan jalan kaki ke Masjid untuk sholat berjamaah 5 waktu,” jelasnya.

“Tidak banyak berinteraksi dengan banyak untuk sementara waktu adalah salah upaya kita memutus perkembangan virus Corona” pungkasnya.

PNS Diinstruksikan Kerja dari Rumah

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Penyebaran kasus virus corona (COVID-19) yang kian bertambah banyak membuat pemerintah mengambil kebijakan baru terkait cara kerja Aparatur Sipil Negara (ASN).

Meski beberapa instansi saat ini sudah membuat kebijakan sendiri-sendiri dalam mencermati perkembangan di lingkungan kerja masing masing.

Namun Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo memutuskan ASN untuk bisa bekerja secara remote.

Untuk mencegah penyebaran COVID-19, ASN dibolehkan bekerja dari rumah,” kata Tjahjo kewat keterangan tertulis pada Minggu, (15/3/2020).

Namun, bukan berarti semua ASN bisa mengikuti kebijakan tersebut. Melainkan nantinya akan diatur lebih detil oleh masing-masing Kementerian maupun Lembaga.

“Setiap Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) diharapkan menetapkan mekanisme kerja yang akuntabel yang memungkinkan pegawai bekerja dari rumah. Berdasarkan mekanisme kerja tersebut, PPK melakukan asesmen dan menetapkan siapa pegawai yang bisa bekerja dari rumah dan siapa yang tetap harus masuk kantor,” lanjutnya.

sumber: cnbcindonesia.com

Komisi Fatwa MUI : Shalat Jumat Diganti Shalat Zuhur di Rumah

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Komisi Fatwa mengimbau umat Muslim di wilayah yang terdapat kasus infeksi virus corona untuk tidak menunaikan shalat berjamaah di masjid sementara waktu.

Komisi Fatwa MUI mengimbau masyarakat Muslim agar melakukan shalat wajib lima waktu di rumah masing-masing.

Begitu pun dengan shalat Jumat. Hasanuddin mengimbau tidak menunaikan shalat Jumat sementara waktu, dan diganti shalat zhuhur di rumah.

“Untuk shalat Jumat dan shalat lima waktu, bisa berjamaah di rumah bersama keluarga, sama anak, istri atau suami. Jadi bisa berjamaah di rumah masing-masing,” ujar dia.

Namun, jika ingin tetap shalat berjamaah di masjid, maka diharuskan antara lain untuk membawa sajadah sendiri, masker, dan hal lain yang memang diperlukan secara pribadi.

Sedangkan untuk Muslim yang memiliki gejala corona, Komisi Fatwa MUI meminta tidak ke masjid sementara waktu.

“Bagi masyarakat Muslim yang ada gejala corona, tidak usah ke masjid dulu. (Beribadah) individu dulu, tidak secara massal,” ujar Hasanuddin.

Dia juga menjelaskan, hukum Islam memungkinkan alternatif seperti itu dengan catatan ada alasan yang mendasarinya.

Dia mengatakan, tidak ada hukum Islam yang bersifat wajib secara mutlak atau haram secara mutlak untuk siapa pun, kondisi apa pun, dan di manapun.

“Tidak ada yang seperti itu. Karena selalu ada alternatif, selalu ada solusi, ketika terjadi suatu hal yang perlu dipertimbangkan dan lebih diutamakan untuk kemaslahatan,” ujar dia.

Sumber: republika.co.id

Wabah Corona, Ustaz Adi Hidayat Ajak Masyarakat Ikuti Instruksi Pemerintah

JAKARTA (Jurnalislam.com)- Ustaz Adi Hidayat (UAH) meminta pemerintah Indonesia untuk lebih terbuka dalam memberikan informasi kepada masyarakat tentang penyebaran virus covid-19 di wilayah Indonesia.

“Kami menunggu arahan dari pemerintah republik Indonesia, khususnya informasi yang terang dalam penyebaran virus covid-19 ini di wilayah wilayah Indonesia,” katanya Jum’at, (13/3/2020).

Sehingga, kata UAH, dengan itu kita bisa mengambil langkah antisipatif yang kuat dengan tidak mendatangi tempat tempat yang dimaksud, dan juga bisa melakukan langkah antisipasi.

“Untuk berinteraksi dan kami memandang bahwa menyelamatkan satu nyawa lebih berharga dibanding menghasilkan investasi yang cukup banyak namun digunakan untuk mengobati hal hal yang mungkin beresiko lebih tinggi,” ungkapnya.

UAH juga menyatakan bahwa dirinya akan senantiasa mendukung langkah pemerintah dalam menangani penyebaran virus covid-19.

“Kami mendukung setiap langkah untuk bisa menekan penyebaran dan mengatasi virus covid-19 ini yang tentunya akan diarahkan dan dibimbing oleh pemerintah kita melalui kementerian kesehatan,” paparnya.

“Saya menghimbau kepada masyarakat untuk mengikuti langkah langkah yang dimaksud,” tandas UAH.

 

Jokowi Minta Bekerja Dilakukan dari Rumah

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Presiden Joko Widodo telah meminta segenap masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona dan penyakit Covid-19.

Salah satu caranya, menurut Jokowi, adalah dengan memulai mengurangi aktivitas di luar rumah.

“Saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah,” ujar Jokowi dalam konferensi pers di Istana Bogor, Ahad (15/3/2020).

Menurut Jokowi, langkah ini perlu dilakukan agar penanganan Covid-19 bisa dilakukan dengan lebih maksimal.

“Agar penyebarannya bisa kita hambat dan stop,” ujar Kepala Negara.

Selain itu, Jokowi juga meminta semua orang untuk mulai bekerja sama dan saling tolong-menolong agar penanganan Covid-19 bisa dilakukan dengan baik.

“Inilah saatnya bekerja bersama-sama, saling tolong-menolong dan bersatu padu. Gotong royong, kita ingin ini jadi gerakan masyarakat agar masalah Covid-19 bisa ditangani maksimal,” ujar Jokowi.

sumber: kompas.com

Komisi Fatwa MUI: Shalat Wajib Sebaiknya Dikerjakan di Rumah

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Komisi Fatwa mengimbau umat Muslim di wilayah yang terdapat kasus infeksi virus corona untuk tidak menunaikan shalat berjamaah di masjid sementara waktu.

Komisi Fatwa MUI mengimbau masyarakat Muslim agar melakukan shalat wajib lima waktu di rumah masing-masing.

“Bagi yang belum terinfeksi virus corona, harus menjaga diri dan tidak terlalu banyak ke luar rumah ke tempat yang banyak kerumunan orang, termasuk juga ke masjid. Untuk shalat wajib, sebaiknya shalat di rumah, tidak ke masjid,” kata Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin AF, Ahad (15/3).

Begitu pun dengan shalat Jumat. Hasanuddin mengimbau tidak menunaikan shalat Jumat sementara waktu, dan diganti shalat zhuhur di rumah.

“Untuk shalat Jumat dan shalat lima waktu, bisa berjamaah di rumah bersama keluarga, sama anak, istri atau suami. Jadi bisa berjamaah di rumah masing-masing,” ujar dia.

Namun, jika ingin tetap shalat berjamaah di masjid, maka diharuskan antara lain untuk membawa sajadah sendiri, masker, dan hal lain yang memang diperlukan secara pribadi.

Sedangkan untuk Muslim yang memiliki gejala corona, Komisi Fatwa MUI meminta tidak ke masjid sementara waktu.

“Bagi masyarakat Muslim yang ada gejala corona, tidak usah ke masjid dulu. (Beribadah) individu dulu, tidak secara massal,” ujar Hasanuddin.

Dia juga menjelaskan, hukum Islam memungkinkan alternatif seperti itu dengan catatan ada alasan yang mendasarinya.

Dia mengatakan, tidak ada hukum Islam yang bersifat wajib secara mutlak atau haram secara mutlak untuk siapa pun, kondisi apa pun, dan di manapun.

“Tidak ada yang seperti itu. Karena selalu ada alternatif, selalu ada solusi, ketika terjadi suatu hal yang perlu dipertimbangkan dan lebih diutamakan untuk kemaslahatan,” ujar dia.

sumber: republika.co.id

UAH Batalkan Seluruh Jadwal Kajian dan Taklim Terbuka

JAKARTA (jurnalislam.com)- Menanggapi himbauan pemerintah untuk menghindari kegiatan kegiatan keramaian yang sifatnya terbuka guna mencegah penyebaran virus covid-19, Ustaz Adi Hidayat (UAH) menangguhkan beberapa kajian dan taklim yang sifatnya terbuka.

“Untuk itu, saya ingin menyatakan bahwa seluruh kegiatan taklim yang sifatnya terbuka untuk sementara akan ditangguhkan,” katanya sebagaimana dikutip dari akun youtube resmi milik UAH pada jum’at, (13/3/2020).

“Sehingga menghadirkan situasi yang kondusif, dan dengan itu kita berkontribusi untuk menekan penyebaran virus yang dimaksudkan sehingga tidak mudah menular pada kalangan masyarakat,” imbuhnya.

Namun demikian, umat Islam tetap bisa mengikuti jadwal kajian yang disampaikan oleh UAH melalui media sosial.

“Dengan itu saya ingin menyampaikan solusi bahwa jadwal taklim yang akan tersampaikan atau disampaikan dengan terbuka seperti tabligh akbar atau pengajian pengajian umum, dalam situasi saat ini akan dialihkan dengan media online,” ungkapnya.

“Yang bisa tersambung dengan komunikasi jarak jauh melakui perangkat perangkat dimanapun anda bisa berada dan keadaan yang lebih aman dan nyaman,” tandasnya.

Menag Imbau Umat Beragama Bersihkan Rumah Ibadah

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Menteri Agama Fachrul Razi mengimbau agar pelaksanaan ritual keagamaan yang dilakukan seluruh umat beragama dibarengi dengan peningkatan kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona salah satunya dengan bersih-bersih rumah ibadah.

“Sebagai ikhtiar kita mencegah penyebaran Covid-19, saya ajak umat untuk bersama-sama melakukan aktivitas bersih-bersih rumah Ibadah,” kata Menag usai mendampingi Presiden Joko Widodo memimpin gerakan bersih-bersih Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (13/3).

Melalui keterangan tertulis yang diterima, upaya bersih-bersih dilakukan dengan menyemprotkan cairan disinfektan. “Gulung dan sisihkan sementara semua karpet yang ada di rumah ibadah. Semprot ruang peribadahan dengan disinfektan,” jelas Menag.

Para pengurus rumah ibadah juga diminta agar melakukan upaya-upaya preventif pencegahan penyebaran Covid-19.

Selain melakukan penyemprotan disinfektan, juga menyiapkan sabun di tempat yang mudah dijangkau, misalnya tempat mengambil air wudlu, toilet, dan lainnya. Jika memungkinkan, pengurus rumah ibadah menyiapkan alat deteksi tubuh dan hand sanitizer bagi jemaah.

“Jemaah yang sedang mengalami demam, batuk, dan flu, disarankan tidak memasuki rumah ibadah demi kenyamanan dan kesehatan jemaah lainnya,” ujarnya.

sumber: republika.co.id

PBNU Mulai Terapkan SOP Cegah Corona hingga Level Daerah

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) membentuk tim satuan tugas (Satgas) Cegah Covid-19.

Untuk mencegah penyebaran virus corona, tim Satgas ini pun menggelar kegiatan sosialisasi dan penerapan SOP Covid-19 di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (13/3).

Petugas tampak melakukan skrining terhadap semua pengunjung yang akan masuk ke gedung PBNU.

Selain itu, tim Satgas PBNU juga melakukan penyemprotan disinfektan, termasuk di Masjid An-Nahdhah yang terletak di Kantor PBNU.

Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU), M Ali Yusuf mengatakan, Satgas PBNU Cegah Covid-19 tersebut akan selalu berkoordinasi dengan pemerintah dalam menangani virus corona.

“Ini dalam rangka upaya bersama penanganan Covid-19 ini agar segala sesuatu dapat terkendali, dapat teratasi dengan baik,” ujar Ali dalam acara sosialisasi dan penerapan SOP Covid-19 di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (13/3).

Dalam acara bertajuk “Gerakan Cegah Covid-19 NU” tersebut, tim Satgas PBNU menerapkan standardisasi protokol NU cegah Covid-19, meresmikan Posko Covid-19 NU, melakukan skrining, melakukan penyemprotan disinfektan, dan sosialisasi Covid-19.

Ali menjelaskan, standar yang yang ditetapkan Satgas PBNU untuk mencegah virus corona tersebut akan menjadi protokol resmi organisasi NU.

Karena itu, menurut dia, protokol itu nantinya juga akan diberlakukan hingga kantor NU tingkat Kabupaten.

“Diharapkan dengan protokol ini, kita bisa mengurangi kemungkinan atau pencegahan dari tertularnya virus covid-19,” ucap Ali