Berita Terkini

Sinergi Foundation Bagikan Ribuan Minuman Lemon untuk Tingkatkan Imun Tenaga Medis

BANDUNG (Jurnalislam.com)– Sinergi Foundation melawan COVID-19 terus berlanjut. Selain menyemprot disinfektan ke masjid-masjid dan membagikan masker, Sinergi Foundation melalui Sinergy for Humanity (S4H) juga menyalurkan minuman lemon untuk tenaga medis.

“Ada sebanyak 2.500 minuman lemon Lemonite yang dibagikan. Ini bertujuan agar para tenaga medis bisa meningkat imunnya,” kata CEO Sinergi Foundation, Asep Irawan, Senin (20/3/2020).

Asep menjelaskan, tim medis seperti dokter dan perawat merupakan baris terdepan dalam menangani kasus virus Corona. Sebab hal ini, tak sedikit yang mengalami kelelahan fisik dan mental. “Dan tingginya beban kerja mereka ini pastinya berdampak pula pada menurunnya imunitas tubuh,” katanya.

Sebab itu, melalui sinergi kebaikan masyarakat, Sinergi Foundation menyalurkan minuman peningkat daya tahan tubuh ini. Lemon sendiri merupakan buah Buah lemon adalah sumber antioksidan, vitamin, dan nutrisi yang sangat baik. Termasuk vitamin C, serat, folat, dan kalium.

“Dengan aneka nutrisi di dalamnya, lemon menjadi buah yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh dengan sangat baik. Insya Allah, daya tahan tubuh yang kuat dapat mencegah masuknya virus,” papar Asep.

Sampai saat ini ribuan minuman peningkat imun ini telah disalurkan ke berbagai rumah sakit, seperti RS Hasan Sadikin, RS Sartika Asih, RSAU Salamun, RSUD Cibabat, RSUD Hermina Pasteur, RS Bandung Eye Center, RS Harkel Rancaekek, RSU Bina Sehat Dayeuhkolot, RS Izza Cikampek, dan RS Muhammadiyah Bandung.

Asep memungkas, “Semoga ikhtiar ini semakin menguatkan perjuangan mereka di baris terdepan melawan virus Corona. Bagi masyarakat yang ingin bersinergi membantu melawan COVID-19, bisa kunjungi www.sinergifoundation.org,” []

*Eggie Ginanjar,*
*Koordinator Program Sinergi Foundation*

*MobilePhone (WhatsApp) +628562192315*
*Website www.sinergifoundation.org*

Grand Syaikh Al Azhar Sampaikan Pidato terkait Corona

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pemimpin Tertinggi Al Azhar Mesir, Syekh Ahmad Al Tayyeb mengatakan setiap orang memiliki tanggung jawab untuk memerangi virus Corona atau Covid-19 dan melindungi umat manusia dari bahaya. Al Azhar menyebut dan mengingat dengan bangga pengorbanan tenaga kesehatan dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Syekh Ahmad Al Tayyeb mengingatkan, mengikuti protokol kesehatan dan imbauan pemerintah adalah kewajiban agama, berdosa hukumnya bila dilanggar. Membuat dan menyebarkan berita-berita hoaks serta menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap upaya-upaya pemerintah haram hukumnya menurut agama.

Grand Syekh Al Azhar mengungkapkan solidaritasnya kepada semua negara dan orang-orang yang memerangi Covid-19.

Dia menyerukan untuk mengulurkan bantuan kepada semua pihak yang terkena dampak Covid-19.

Dia juga mengajak untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak sedekah, mematuhi protokol kesehatan terkait pencegahan dalam rangka memberantas Covid-19. Berikut ini naskah pidato Grand Syekh Al Azhar untuk dunia:

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Saudara tahu bahwa dunia kita saat ini berada dalam kecemasan dan kesulitan yang dahsyat, sebagai akibat dari penyebaran pandemi Covid-19 yang sangat cepat. 

Ratusan ribu orang terinfeksi dan ribuan orang meregang nyawa. Kehidupan normal tidak berjalan mulus setelah terputus hubungan di seluruh dunia.

Dalam kondisi yang genting ini, kita sebagai negara, bangsa, individu, institusi dan badan, masing-masing dari kita, harus memikul tanggung jawab untuk memainkan peran dalam memerangi wabah ini, mengendalikannya, dan melindungi umat manusia dari bahaya.

Kita juga harus mengingat dan menyebut dengan penuh kebanggaan dan penghargaan terhadap pengorbanan besar yang dilakukan oleh para dokter, perawat dan semua tenaga kesehatan, yang telah mempertaruhkan nyawa dan diri mereka sendiri, untuk menghadapi bahaya yang mengancam kemanusiaan.

Upaya luar biasa para pejabat untuk mengepung virus ini memberi harapan bahwa kita akan dapat mengalahkan wabah ini dan menyingkirkannya. Tetapi, keberhasilan dalam pertempuran ini sangat bergantung pada tekad kita untuk terus memikul tanggung jawab dengan keinginan kuat yang tiada henti, dengan ketegaran yang tidak mengenal lesu dan mundur. 

Sesuai tanggung jawab saya di Al Azhar Al Syarif, dan berdasarkan pada kaidah hukum: dar’ul mafasid muqaddammun ala jalbil mashalih (mencegah kerusakan didahulukan atas mewujudkan kemaslahatan), dan kaidah lainnya: yuzalu al-dharar al-akbar bi al-dharar al-ashgar (bahaya yang lebih besar dihilangkan dengan yang lebih sedikit mudaratnya), berdasarkan semua ini, saya menegaskan bahwa kepatuhan terhadap protokol kesehatan dan peraturan yang dikeluarkan otoritas resmi yang berkompeten, di antaranya menjaga kebersihan pribadi, mematuhi kebiasaan phsycal distancing (jaga jarak kontak fisik), komitmen untuk tinggal di rumah, menangguhkan sholat Jumat dan sholat jamaah, baik sedikit maupun banyak, sambil berkomitmen untuk melakukan shalat tepat waktu di rumah tanpa berkerumun, semua ketentuan ini dan lainnya, baik di Mesir atau negara lain yang melaksanakan sholat, semua itu adalah kewajiban agama yang harus ditaati, dan berdosa bila dilanggar. 

Melanggar aturan tersebut berarti melanggar firman Allah: … dan janganlah menjerumuskan dirimu ke dalam kebinasaan (QS Al Baqarah[2]: 195).

Pesan saya kepada saudara-saudara kami yang terinfeksi Covid-19 di Mesir dan di seluruh dunia, bahwa hati dan doa kami yang tulus selalu menyertai saudara. 

Kami selalu berdoa dan memohon kepada Allah SWT semoga semuanya cepat pulih. Kepada yang meninggal dunia karena penyakit ini semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada mereka, dan keluarga yang ditinggal diberikan kesabaran.

Dalam kesempatan ini, tidak lupa saya menyampaikan solidaritas Al Azhar Al Syarif kepada semua negara dan bangsa yang sedang memerangi penyebaran virus ini. Saya menegaskan bahwa memberikan bantuan, dari mereka yang mampu kepada semua pihak yang terdampak, di belahan dunia mana pun, adalah kewajiban agama dan kemanusiaan. 

Bahkan, ini adalah bentuk konkret dari persaudaraan kemanusiaan, yang tengah diuji oleh krisis ini, untuk mengungkap ketulusan dan komitmen terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan yang agung.

Pesan saya dalam upaya menghilangkan kerisauan ini adalah mari kita lakukan tindakan pencegahan dan taati protokol kesehatan serta temuan ilmu pengetahuan yang wajib diikuti dan ditaati menurut agama. 

Selain itu, mari kita perbanyak sedekah, dan kembali berserah diri kepada Allah melalui sholat dan doa, dengan harapan semoga Allah segera mengangkat musibah ini, menghilangkan keresahan dari hamba-hamba-Nya, memberikan inspirasi kepada para ilmuwan dan peneliti agar lahir dari tangan mereka obat yang dapat menyembuhkan penyakit berbahaya ini. Dialah Allah, Tuhan Yang Mahamelindungi dan Kuasa atas itu.

Ya Allah, janganlah Engkau kuasakan atas kami, karena dosa-dosa kami, orang-orang yang tidak takut kepada-Mu dan tidak mengasihi kami, wahai Dzat yang Maha Penyayang. Ya Allah, Tuhan Yang Mahalembut lagi Mahamemberi, wahai Dzat yang Maha-ihsan, wahai Dzat Yang Mahamengasishi dan Menyayangi di dunia dan akhirat, wahai Dzat Yang menjadi sandaran bagi orang-orang yang berlindung, Penolong bagi orang-orang yang meminta pertolongan, Pemberi rasa aman kepada orang-orang yang cemas, wahai Dzat Yang Menyingkap Kemudaratan, Yang Menolak bala bencana, kami memohon kepada-Mu agar segera sirna segala bencana, baik yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui, dan Engkau Maha Mengetahui itu semua. 

Sesungguhnya Engkau adalah Dzat Yang Mahamulia. Semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepada Nabi Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

sumber: republika.co.id

Malaysia Tangkap 600 Orang Karena Keluar Saat Lockdown

KUALA LUMPUR (Jurnalislam.com)–Malaysia mencatatkan lonjakan kasus kematian akibat virus corona. Terkait hal itu, menurut salah seorang menteri senior, pemerintah Negeri Jiran menangkap ratusan orang dalam sepekan terakhir karena melanggar pembatasan (lockdown) yang bertujuan membendung penyebaran virus corona.

Melansir South China Morning Post, korban meninggal corona naik dari 27 menjadi 34 kasus dalam periode 24 jam. Ini merupakan kenaikan harian terbesar sejauh ini di Malaysia. Sementara, jumlah kasus yang dilaporkan mencapai 2.470, tertinggi di Asia Tenggara.

Malaysia telah menutup sekolah-sekolah dan bisnis-bisnis yang tidak penting dan memberlakukan pembatasan perjalanan dan perpindahan hingga 14 April untuk mencoba menahan penyebaran.

Menteri Pertahanan Malaysia Ismail Sabri Yaakob mengatakan kepada wartawan, 649 orang ditahan pada hari Sabtu, sementara 73 orang telah mengaku bersalah atas pelanggaran seperti berkumpul dalam kelompok, menghalangi pejabat publik, dan menerobos blokade polisi.

Ini adalah tambahan dari 614 orang yang ditangkap sejak gerakan pembatasan diberlakukan pada 18 Maret.

“Beberapa orang memberi alasan bahwa mereka hanya pergi untuk membeli makanan. Tapi mereka tertangkap tangan berada di luar hingga empat kali sehari, sampai pada titik di mana polisi mengenali wajah mereka … jelas, alasan mereka dibuat-buat,” kata Ismail.

Sumber: republika.co.id

 

Ritel dan Supermarket Dipastikan Tetap Buka Jika Lockdown

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Pelaku usaha ritel memastikan akan tetap beroperasi bila skenario terburuk jadi dilakukan dalam pencegahan virus corona antara lain karantina wilayah atau lockdown.

Hal ini sejalan perkembangan terbaru soal rencana penutupan akses keluar-masuk Jabodetabek, yang rencananya, mulai Senin (30/3/20), semua kendaraan pribadi dilarang keluar-masuk Jabodetabek kecuali angkutan logistik.

“Apapun skenarionya, ritel/toko kebutuhan pokok dan farmasi tetap buka untuk melayani kebutuhan masyarakat kondisi saat ini,” kata Anggota Dewan Penasihat Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) Tutum Rahanta, kepada CNBC Indonesia, Senin (30/3).

Ia mengakui sampai sejauh ini belum ada surat edaran dari pemerintah maupun kepolisian soal kondisi terkini terkait penanganan COVID-19 kepada pelaku usaha ritel. Namun, kata Tutum, pelaku ritel menegaskan kembali bahwa segala kemungkinan sudah dipelajari dan termasuk oleh pemerintah.

Dua pekan lalu, sempat ada diskusi antara pengusaha dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta soal bila kebijakan lockdown total diberlakukan di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Ketua Bidang Pengupahan dan Bansos Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DKI Jakarta Nurjaman, sempat hadir dalam rapat Minggu (15/3/2020) siang. Pada pertemuan itu sempat dibahas hal paling terburuk bila terjadi lockcdown total di Jakarta, artinya pergerakan manusia benar-benar dibatasi.

Ia menuturkan pada pertemuan yang dihadiri seratusan pengusaha di Jakarta itu sempat terjadi perdebatan, bila kondisi terburuk terjadi lockdown di DKI Jakarta.

“Kalau terjadi lockdown total, maka toko swalayan harus dibuka. Alfamart, Indomaret, tapi harus menyediakan makanan dan minuman, harus wajibkan buka, tapi buka terbatas waktunya. Fokus menyediakan kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak, dan lainnya,” kata Nurjaman kepada CNBC Indonesia, Senin (16/3).

Diprediksi 200 Ribu Kasus, AS Perpanjang Social Distancing

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Kematian akibat pandemi virus corona di Amerika Serikat (AS) diprediksi akan mencapai 200 ribu kasus dalam dua minggu mendatang.

Guna “memperlambat penyebaran” virus, Presiden AS Donald Trump memperpanjang masa jarak sosial (social distancing) hingga 30 April.

“Diperkirakan bahwa puncak dalam tingkat kematian kemungkinan akan mencapai dalam dua minggu,” kata Trump saat pengarahan di Taman Mawar Gedung Putih, dikutip dari AFP.

“Tidak ada yang lebih buruk dari pada mengumumkan kemenangan sebelum kemenangan dimenangkan,” katanya. “Sangat penting bahwa setiap orang sangat mengikuti pedoman.”

Prediksi ini juga dikatakan oleh pakar penyakit menular top pemerintah sekaligus direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, Anthony Fauci.

Dalam sebuah wawancara dengan CNN Internasional, Fauci mengatakan bahwa pandemi tersebut dapat menyebabkan antara 100.000 hingga 200.000 kematian di AS.

Selain itu, Fauci mengatakan sekitar 56% dari infeksi baru di AS berasal dari wilayah Kota New York. Dibandingkan dengan kebijakan karantina, Fauci sangat merekomendasikan untuk menerbitkan aturan perjalanan untuk New York area metro.

Sumber: cnbcindonesia

Rupiah Masih Bertahan di Rp 16.250 per Dollar AS

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah di perdagangan pasar spot hari ini, menjauhi level Rp 16.000/US$.

Pada Senin (30/3/2020), US$ 1 dibanderol Rp 16.250/US$ di pasar spot. Rupiah melemah 0,93% dibandingkan dengan penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Berikut kurs dolar AS di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) pada pukul 9:54 WIB:

Periode Kurs
1 Pekan Rp16.287
1 Bulan Rp16.417
2 Bulan Rp16.512
3 Bulan Rp16.622
6 Bulan Rp1.642
9 Bulan Rp17.157
1 Tahun Rp17.357
2 Tahun Rp18.326

Berikut kurs Domestic NDF (DNDF) pada pukul 9:54 WIB:

Periode Kurs
1 Bulan Rp 16.307
3 Bulan Rp 16.483

Berikut kurs jual beli dolar AS di sejumlah bank nasional pada pukul 9:50 WIB:

Bank Harga Beli Harga Jual
Bank BNI 16.249 16.354
Bank BRI 16.050 16.520
Bank Mandiri 16.100 16.250
Bank BTN 15.915 16.565
Bank BCA 16.270 16.430
CIMB Niaga 16.193 16.303

 

Sumber: cnbcindonesia.com

Pemerintah Diminta Serius Perhatikan Petugas Medis

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Indonesia Halal Watch (IHW) meminta semua elemen masyarakat bahu membahu membantu pemerintah memberikan perhatian khusus kepada tenaga medis. Karena mereka yang paling diandalkan pemerintah pusat, dan pemerintah daerah menangani pasien yang terinfeksi Covid-19.

“Di masa pandemi ini, kita diminta untuk bersama bahu-membahu mengatasi dan melawan wabah Covid-19 dengan cara memutus mata rantai penyebaran virus mematikan ini,” kata Direktur Eksekutif IHW Ikhsan Abdullah, Senin (30/3).

Ikhsan mengatakan, saat ini yang memiliki tanggung jawab berat adalah pemerintah pusat, Pemda dan tenaga medis sebagai ujung tombaknya, yakni dokter dan para perawat. Melalui ikhtiar tenaga medislah warga negara yang terjangkit Covid-19 dapat disembuhkan. “Di pundaknyalah kita semua berharap,” katanya.

Perhatian yang serius kepada para tenaga medis diperlukan mengingat saat ini mereka amat sulit untuk melindungi dirinya sendiri.

Hal itu disebabkan susahnya didapat alat pelindung diri (APD) seperti baju astronot bagi dokter. “Jikapun ada barangnya sulit didapat juga harganya sangat mahal, tidak terjangkau,” katanya.

Selain APD jenis baju astronot, APD lainnya seperti masker dan kacamata pelindung saat ini susah didapat dan harganyapun selangit. Dan demikian juga hand sanitizer sampai bahan dasarnya sulit untuk diperoleh pada saat ini.

“Oleh karena mereka merupakan ujung tombak dalam pandemic corona virus ini, maka perhatian Pemerintah Pusat sangat diharapkan agar mereka bekerja dengan tenang sebagai para mujahid,” katanya.

Ikhsan yang juga staf khusus Wakil Presiden ini mengat, jangan sampai Indonesia mengulangi peristiwa yang dialami Negara Italia. Negara yang dijuluki Spaghetti ini tidak mampu mengatasi ledakan corona virus akibat terbatasnya tenaga medis dan para medis.

Sumber: republika.co.id

 

LP3S: Pemerintah Terlalu Angkuh Tidak Mau Lockdown

JAKARTA(Jurnalslam.com)–Wabah virus corona masih menyebar di Indonesia. Angka kasus positif virus ini sudah mencapai ribuan orang. Opsi mengisolasi wilayah alias lockdown pun makin gencar disuarakan.

Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) pun menyarankan hal ini untuk menyelamatkan ekonomi Indonesia. Lewat keterangan tertulisnya, Ketua Dewan Pengurus LP3ES Didik J. Rachbini dan Peneliti LP3ES Fachru Nofrian mengatakan hingga kini pemerintah terlalu angkuh untuk terus menyatakan tidak mau melakukan lockdown.

“Pemerintah dengan angkuhnya menyatakan tidak ada lockdown! Sudah begitu banyak yang memberikan saran tetapi nampaknya keras kepala, ciri kepemimpinan seolah-olah kuat, tetapi menghadapi masalah dalam manajemen yang krisis,” tulis kedua ekonom, lewat keterangan yang diterima Minggu (29/3/2020).

Perlambatan ekonomi memang sudah tidak bisa lagi dicegah, tapi untuk menyelamatkan perekonomian tugas utama pemerintah adalah menangkal wabah corona meluas. Salah satunya dengan melakukan lockdown. Setelah itu baru memikirkan kebijakan ekonomi yang pas.

“Perlambatan ekonomi tidak dapat dicegah, tetapi tugas pemerintah utamanya menangkal wabah covid-19. Setelah itu baru menangkal ekonomi agar tidak terjungkal menjadi krisis, yang menyebabkan ekonomi rakyat terpuruk,” kata Didik dan Fachru.

Didik dan Fachru pun kecewa setelah saran dari Mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) untuk melakukan lockdown ditolak pemerintah. Padahal menurut keduanya, JK bukan orang baru di pemerintahan, bahkan lebih berpengalaman dibanding penghuni Istana Negara yang sekarang.

“Ikuti saran JK, yang sudah lama meminta pemerintah tegas untuk melakukan lockdown, tetapi selalu dijawab, tidak ada lockdown. Tidak ada penghuni di istana itu, yang lebih dari berpengalaman daripada JK,” ungkap Didik dan Fachru.

Ekonom senior Indef Dradjad Wibowo juga pernah mengatakan lockdown harus segera dilakukan. Pemerintah harus lebih tegas untuk melakukan pencegahan penyebaran virus dibanding mempertimbangkan perekonomian.

Menurutnya, perekonomian saat ini sudah sangat tertekan karena virus corona. Penyelamatan terbaiknya adalah dengan mencegah wabah ini meluas, kalau perlu ambil langkah ekstrim untuk melakukan lockdown alias isolasi wilayah.

sumber: detik.com

Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Ibadah Ramadhan di Tengah Wabah

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyampaikan fatwa tentang tuntunan ibadah selama bulan Ramadhan dalam kondisi darurat virus corona (Covid-19). Fatwa ini juga berlaku bagi tenaga medis yang melakukan penanganan pasien Covid-19.

 

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Syamsul PP Muhammadiyah Syamsul Anwar menyampaikan fenomena wabah Covid-19 merupakan pandemik yang mengancam kehidupan manusia.

 

Apabila wabah Covid-19 hingga bulan Ramadan dan Syawal tidak mengalami penurunan, ada sejumlah tuntutan yang perlu diperhatikan,” melalui siaran pers yang diterima redaksi, Sabtu (28/03/2020).

 

Pertama, salat tarawih dilakukan di rumah masing-masing dan takmir tidak perlu mengadakan salat berjamaah di masjid, musala dan sejenisnya, termasuk kegiatan Ramadan lainnya seperti ceramah-ceramah, tadarus berjamaah, iktikaf dan kegiatan berjamaah lainnya.

 

Kedua, puasa Ramadan tetap dilakukan kecuali bagi orang sakit dan kondisi kekebalan tubuhnya tidak baik, dan wajib menggantinya sesuai tuntunan syariat.

 

Ketiga, untuk menjaga kekebalan tubuh, puasa Ramadan dapat ditinggalkan tenaga kesehatan yang sedang bertugas dan menggantinya sesuai dengan syariat.

 

Diperbolehkan untuk tidak berpuasa apabila dikhawatirkan bilamana tetap berpuasa justru akan membuat kekebalan tubuh dan kesehatannya menurun, sehingga mengakibatkan terpapar Covid-19 lebih besar dan berujung pada ancaman kematian,” ujar Syamsul Anwar dalam surat edaran PP Muhammadiyah.

 

Keempat, apabila wabah Covid-19 belum mereda, salat Idul Fitri dan seluruh rangkaiannya, baik mudik, pawai takbir, halal bihalal, dan lain sebagainya, tidak perlu diselenggarakan.

 

Tetapi, apabila Covid-19 sudah mereda dan dapat dilakukan konsentrasi banyak orang, salat Idul Fitri dan rangkaiannya dapat dilaksanakan dengan tetap memperhatikan petunjuk dan ketentuan yang dikeluarkan pihak berwenang.

 

“Adapun kumandang takbir Idul Fitri dapat dilakukan di rumah masing-masing selama darurat Covid-19,” kata Syamsul Anwar.

 

Syamsul Anwar juga meminta umat Islam memperbanyak zakat, infak, dan sedekah, serta memaksimalkan penyalurannya untuk pencegahan dan penanggulangan wabah Covid-19.

Menag Ingatkan Kembali Agar Jangan Mudik

JAKARTA(Jurnalislamcom) – Menteri Agama Fachrul Razi meminta umat Islam yang berada di wilayah terpapar virus corona atau Covid-19 untuk tidak mudik ke kampung pada tahun ini.

 

“Kalau kita sayang orang tua, sayang saudara di kampung, jangan mudik,” ujar Menteri Fachrul Razi melalui keterangan tertulis pada Sabtu(28/3).

 

Menteri Fachrul mengatakan hal perlu dilakukan untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19 di Indonesia mengingat kota seperti Jakarta sudah banyak terpapar Covid-19.

 

“Kalau kita mudik ke kampung, maka benih-benih (virus) yang ada di kita yang tidak membuat kita sakit itu, kita bawa ke kampung,” kata Menteri Fachrul.

 

Kondisi ini, kata dia, bisa membuat pemudik berpotensi menularkan Covid-19 kepada kerabatnya di Kampung.

 

“Jadi kalau tadinya niat kita memberikan manfaat, kita pulang yang ada justru memberikan mudarat, semua menjadi sakit. Orang tua kita sakit dan sebagainya,” jelas Menteri Fachrul.

 

Menteri Fachrul meminta kearifan setiap umat beragama untuk menahan diri dan menggunakan akal sehatnya agar tidak mudik selama wabah Covid-19 masih melanda Indonesia.

 

“Setiap agama mengajarkan bukan hanya tentang meningkatkan iman dan takwa, tapi juga pentingnya menggunakan akal sehat,” ujar dia