Berita Terkini

Saudi Perketat Pembatasan Aktivitas, 24 Jam Harus di Rumah

DAMMAM – RIYADH (Jurnalislam.com)- Arab Saudi memberlakukan pembatasan berktivitas ke luar ramah semakin ketat. Sejak dua hari, tepatnya mulai Kamis (2/4) pembatasan yang tadinya hanya mulai pukul 15.00 sore sampai 06.00 pagi, kini tak berlaku lagi. Pembatasan aktivitas itu malah berlangsung selama 24 jam penuh.

Seperi dilansir Saudigazette dengan mengutip sumber resmi di Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi. Penduduk  Penduduk di kedua kota itu hanya dapat meninggalkan rumah mereka hanya denan alasan yang diperlukan seperti membeli makanan dan untuk perawatan medis. Itu pun hanya berlaku antara pukul 06.00 pagi sampai 15.00  sore. Di luar waktu itu, warga harus tetap berada di dalam area perumahan mereka.

Selain itu warga dilarang memasuki atau keluar kota. Pejabat di kementrian tersebut imengatakan bila pengecualian jam malam masih berlaku bagi mereka yang berada di sektor publik dan swasta yang vital seperti keamanan, militer dan media. Mereka yang bekerja di layanan kesehatan juga dikecualikan dari jam malam.

Sumber itu menyatakan bahwa langkah-langkah baru diambil dalam upaya Kerajaan untuk menghadapi pandemi virus corona. Pengetatan aturan ini juga sebagai hasil dari rekomendasi dari otoritas kesehatan yang kompeten untuk meningkatkan tingkat tindakan pencegahan dan pencegahan penyebaran virus di Makah dan Madinah. Tujuannya utama lainnya juga untuk melindungi kesehatan dan keselamatan warga dan ekspatriat (pekerja asing).

Bagi warha yang ingin ke luar rumah guna menggunakan layanan perbankan dan ATM  tetap diizinkan.  Namun ini pun harus ada izin dan mentatai mekanisme aturan yang telah dibuat oleh Otoritas Moneter Arab Saudi (SAMA) yang berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan.

Kementerian Dalam Negeri meminta semua orang bahwa pintu keluar hanya untuk orang dewasa untuk kasus-kasus yang diperlukan. Tujuannya untuk memastikan bahwa anak-anak tidak terkena penyebab penularan.

Selain itu, aturan pengetatan tersebut juga mengatur hal lain, misalnya melarang praktik kegiatan komersial apa pun di lingkungan perumahan di Mekah dan Madinah. Aruan ini dikecualikan untuk apotek dan toko pasokan makanan, pompa bensin, dan layanan perbankan.

Selain itu juga membatasi transportasi kendaraan di lingkungan perumahan di Mekah dan Madinah  selain pengemudi kendaraan sehingga dapat menurunkan kontak dengan orang lain seminimal mungkin.

Kementerian Dalam Negeri meminta semua warga negara dan ekspatriat untuk menggunakan layanan pengiriman ekspres melalui Aplikasi ponsel pintar untuk memesan pengiriman makanan dan pasokan medis ke rumah.

Ini juga meminta semua orang untuk sepenuhnya menyadari tanggung jawab masing-masing dalam mengikuti instruksi dan mematuhi langkah-langkah karantina untuk melayani kepentingan publik.

Sumber: ihram.co.id

Komisi Fatwa MUI: Hormati Jenazah Korban Corona, Jangan Ditolak!

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ketua Bidang Komisi Fatwa MUI, Prof. Hj. Huzaemah Y Tanggo meminta masyarakat untuk menghormati jenazah pasien Covid-19.

Ia berharap tak ada lagi kejadian warga yang menolak pemulasaran jenazah pasien Covid-19. Terlebih menurutnya memakamkan jenazah menjadi kewajiban atau fardu kifayah yang harus dilaksanakan.

“Mayat itu kita harus menghormati, kalau takut sama corona itu kan sudah ditangani sama protokol medis. Dari memandikan, mengkafani, menyolatkan, sampai menguburkan. Jangan ditolak dikuburkan kita harus menghormati,” kata Huzaemah pada Kamis (2/4).

Huzaemah menjelaskan masyarakat tak perlu khawatir dengan jenazah pasien Covid-19. Sebab Huzaemah menjelaskan berdasarkan penelitian virus Covid-19 akan mati dalam tubuh orang yang sudah tidak bernyawa. Sebab ia lebih banyak lagi sosialisasi tentang pemulasaran jenazah covid-19 terutama melalui media masa sehingga masyarakat dapat mengetahui.

“Dan pendapat ahli kan kalau virus itu pada orang yang sudah meninggal, maka virusnya akan mati juga. Ini masyarakat tidak paham, perlu ada sosialisasi terus dari media juga,” katanya.

Bahkan Huzaemah menambahkan MUI dalam fatwa tentang pemulasaran jenazah telah memfatwakan bahwa orang yang meninggal akibat terinfeksi virus Covid-19 statusnya meninggal dalam keadaan syahid. Jenazah pasien Covid-19 wajib dihormati dan diurus hingga proses pemakaman. Namun demikian, sesuai protokol kesehatan menurutnya keluarga tidak diperbolehkan kembali membuka peti jenazah Covid-19.

“Bahkan kan disebutkan mensholatkan kalau tidak memungkinkan di tempat mengurus jenazah, bisa dilakukan di mana saja, di makam atau di tempat lain. Mereka kita hormati, karena kewajiban bagi kita di dunia,” katanya.

Sumber: republika.co.id

 

Masih Darurat, Rusia Perpanjang Masa Lockdown

MOSKOW(Jurnalislam.com) — Presiden Rusia Vladimir Putin memperpanjang masa karantina hingga 30 April, untuk mencegah penyebaran virus corona jenis baru atau Covid-19. Putin mengumumkan periode lockdown pada Kamis, dalam sebuah pidato yang disiarkan televisi pemerintah.

“Ancaman itu masih ada. Puncak pandemi di dunia belum berlalu, termasuk di negara kita,” ujar Putin, dilansir Aljazirah, Jumat (3/4).

Sebelumnya, Putin mengumumkan agar warganya tidak pergi bekerja selama seminggu. Namun, kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di Rusia melonjak menjadi 3.548 dengan 30 kematian.

Warga Moskow telah diminta tidak keluar rumah sejak Senin. Mereka hanya diizinkan keluar rumah untuk berbelanja kebutuhan penting, keadaan darurat medis, berjalan-jalan dengan hewan peliharaan, dan membuang sampah. Selain itu, Rusia telah menutup perbatasan dan menghentikan semua penerbangan internasional.

Dalam pidatonya, Putin mengatakan kebijakan pemerintah mencegah Covid-19 telah efektif melindungi generasi tua dan mencegah penyebaran ke anak-anak. Rusia telah menyisihkan anggaran sebesar 18 miliar dolar AS untuk memerangi pandemi Covid-19.

Pemerintah sedang menyusun langkah mendukung ekonomi regional serta usaha kecil. Selain itu, parlemen juga menyetujui rancangan undang-undang yang memungkinkan pemerintah menyatakan keadaan darurat di seluruh negeri.

Sumber: republika.co.id

Malaysia Tangkap 4000 Orang yang Coba Keluar dari Rumah

KUALA LUMPUR(Jurnalislam.com) – Pemerintah Malaysia telah menahan sebanyak 4.189 individu sepanjang pelaksanaan Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) atau isolasi wilayah selama (18/3) hingga (14/4). PKP dilakukan dalam rangka mencegah meluasnya penularan Covid-19.

“Sebanyak 1.449 individu telah dituduh di pengadilan, 1.087 ditahan dan 1.648 diberi jaminan,” ujar Menteri Pertahanan Malaysia, Datuk Seri Ismail Sabri Yakoob dalam pidato khusus di Kuala Lumpur, Kamis (2/4).

Dia menyampaikan penghargaan kepada rakyat Malaysia atas kerja sama yang diberikan karena tingkat kepatuhan PKP semakin meningkat. “Rabu malam Polisi Diraja Malaysia (PDRM) telah menahan 562 individu berbanding 583 individu pada hari sebelumnya (31 Maret) di perbatasan jalan raya dan patroli PDRM karena melanggar PKP,” katanya.

PDRM bersama Angkatan Tentara Malaysia (ATM) telah mengadakan sebanyak 687 Penutupan Jalan Raya dan melakukan pemeriksaan terhadap 380.342 kendaraan. “PDRM telah melakukan sebanyak 23.256 pemeriksaan dan sebanyak 3.791 tempat juga telah diperiksa. Jumlah keseluruhan anggota yang bertugas dalam pelaksanaan PKP adalah sebanyak 64.565 orang,” katanya.

Dia mengatakan penurunan saat ini sebanyak 3,6 persen kasus penahanan pelanggaran PKP. Jika tren penurunan ini berlanjut PKP akan berhasil dan berharap penularan Covid-19 dapat dikekang.

Sumber: republika.co.id

Minta Warga Ibadah di Rumah, MUI: Jangan Anggap Kecil Satu Nyawa

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Wakil Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Didin Hafidhuddin menyatakan, keselamatan jiwa merupakan prioritas utama dari peristiwa wabah virus corona atau Covid-19. Dia mengingatkan untuk tidak meremehkan arti kematian di tengah situasi pandemi ini.

“Tidak boleh menganggap kecil arti kematian, tidak boleh menganggap kecil hilangnya satu nyawa. Karena dalam perspektif Alquran, menghidupkan satu nyawa sama dengan menghidupkan seluruh nyawa manusia. Dan membunuh seorang, membunuh seluruhnya,” kata dia dalam konferensi pers via telekonferensi, Kamis (2/4).

Dalam kesempatan itu, Wantim menyampaikan tausiyah kebangsaan atas keadaan wabah sekarang ini. Didin mengatakan, tausiyah tersebut dibuat dan disampaikan dengan penuh keprihatinan yang mendalam. Menurut dia dalam kondisi ini perlu ada konsolidasi semua elemen umat Muslim di Indonesia.

“Baik itu MUI pusat, daerah, ormas-ormas Islam dalam rangka ikut membangun dan memberikan penyadaran kepada masyarakat agar penyebaran ini bisa dihentikan,” ungkap ketua Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI) itu.

Upaya penghentian penyebaran wabah ini, lanjut Didin, dilakukan dengan menjaga jarak fisik, dan sebagainya berdasarkan panduan-panduan medis. Selain itu, dia juga mengingatkan masyarakat Muslim untuk mengikuti beberapa fatwa yang telah dibuat MUI.

“Seperti tentang shalat-shalat yang biasanya dilakukan berjamaah (di masjid) kemudian diganti di rumah. Ini bukan berarti kita meninggalkan masjid. Karena kalau dikatakan meninggalkan masjid itu sangat menyakitkan, jadi hanya berpindah saja,” ungkap dia.

Didin menerangkan, dalam kondisi normal, memang sangat dianjurkan untuk menunaikan kegiatan ibadah shalat di masjid. “Tetapi dalam kondisi sekarang ini, melaksanakan ibadah di rumah masing-masing,” jelas dia.

Dalam keadaan pandemi Covid-19 ini, MUI telah menerbitkan tiga fatwa. Tiga itu ialah Fatwa MUI 14/2020 tentang penyelenggaraan ibadah, Fatwa MUI 17/2020 tentang pedoman kaifiat shalat bagi tenaga kesehatan yang memakai APD saat merawat dan menangani pasien Covid-19, dan Fatwa MUI 18/2020 tentang pedoman pengurusan jenazah bagi yang terinfeksi corona.

Sumber: republika.co.id

Haedar: Jenazah Korban Corona Seharusnya Diperlakukan Penuh Penghormatan

YOGYAKARTA(Jurnalislam.com) — Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir, menyayangkan penolakan jenazah pasien Covid-19.

Ia menegaskan, pasien meninggal akibat Covid-19 saudara kita yang harus diperlakukan dengan penuh penghormatan.

“Mereka berhak dimakamkan di manapun di negerinya sendiri. Bumi ini di manapun merupakan milik Allah SWT untuk kepentingan bersama umat manusia,” kata Haedar, Kamis (2/4).

Ia menekankan, jenazah korban Corona atau Covi-19 bahkan karena darurat kesehatan dimakamkan secara terbatas tanpa diantar keluarga dan kerabat. Karenanya, Haedar menegaskan jika mereka layak diperlakukan dengan mulia.

Haedar menuturkan, Tarjih Muhammadiyah menilai pasien Covid-19 meninggal duniasebelumnya telah berikhtiar dengan penuh keimanan untuk mencegah dan atau mengobatinya. Jadi, mendapat pahala seperti pahala orang mati syahid.

Ia mengingatkan, Abu Hurairah meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda orang syahid itu ada lima. Terkena wabah penyakit, karena sakit dalam perutnya, tenggelam, tertimpa reruntuhan bangunan, dan orang syahid di jalan Allah.

Untuk itu, jika pemerintah dan pihak-pihak terkait telah tetapkan makam bagi jenazah Covid-19 sesuai protokol, sebaiknya warga tidak menolak penguburan. Apalagi, meminta jenazah yang sudah dimakamkan dibongkar dan dipindahkan.

“Hal itu tidak mencerminkan umat beragama dan warga bangsa yang cinta sesama,” ujar Haedar.

sumber: republika.co.id

UBN Harap Program Tadarusan Qur’an Berjalan Selama #DiRumahAja

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Selalu ada hikmah dibalik ujian yang diberikan Allah SWT. Begitupun dengan ujian pandemi virus covid-19 yang melanda bangsa Indonesia.

Menurut Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) ada rahmat besar yang diberikan Allah SWT di balik pandemi Covid-19. Ini diungkapkan ustaz Bachtiar Nasir dalam dialog berbasis aplikasi konferensi video daring yang dimoderatori KH. Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym.

Video tersebut diunggah Aa Gym di akun official Youtube resmi Aa Gym pada Kamsi (2/4).

Kondisi berdiam di rumah sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona bagi ustaz Bachtiar Nasir mempunyai sederet nilai positif terutama dapat menjalankan ibadah bersama keluarga.

“Kita bisa lebih fokus beruzlah menyendiri bersama Allah, lebih fokus menata gerak berangkat dari keluarga di rumah. Saya merasa sekarang ini sudah kaya ramadhan situasinya di rumah, itu karena kebersamaan. Makan bersama, sholat berjamaah, sering ngumpul bersama, tidak dikejar-kejar kegiatan yang banyak. Rasanya sudah ramadhan sebelum ramadhan,” kata ustaz Bachtiar.

Ustaz Bachtiar Nasir pun membeberkan kegiatannya di bulan Syaban atau selama masa work from home.

Selama berada di rumah, ustaz Bachtiar Nasir mempunyai program tadarus Alquran bersama keluarga. Bahkan menurutnya dalam satu hari minimal dua juz yang harus dibaca.

“Alhamdulilah sesi satu sudah hatam karena kita mulai pertengahan Rajab, sesi kedua sudah dimulai kemarin. Sekeluarga kita mengikuti bersama dan sudah seperti membangun keluarga Alqur’an,” katanya.

Sumber: republika.co.id

Tolak Stigma, Muhammadiyah: Saatnya Bersatu Lawan Corona!

YOGYAKARTA(Jurnalislam.com) — Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir, menyayangkan penolakan jenazah pasien Covid-19.

Ia menegaskan, pasien meninggal akibat Covid-19 saudara kita yang harus diperlakukan dengan penuh penghormatan.

Menurut Haedar, mereka yang positif Covid-19 harus disikapi baik. Jika dikarantina di satu lokasi atau karantina mandiri di kediamannya jangan ditolak warga.

Aparat setempat harus bijak memahamkan warga dan jangan ada yang malah menolak.

Haedar meminta semua berkorban dan menunjukkan keluhuran sikap kemanusiaan dan kebersamaan.

Warga yang menolak diberi pemahaman karena mungkin terlalu panik, belum mengerti, jadi peran tokoh dan pemuka agama setempat sangat penting.

Ia berharap, setelah diberikan pemahaman berubah. Saat ini, Haedar mengimbau masyarakat Indonesia benar-benar berjiwa sosial, gotong royong, dan religius terhadap sesama.

Apalagi, kata Haedar, kepada korban Covid-19 yang meninggal dan keluarganya, yang semestinya kita berempati dan membantu. Sikap berlebihan justru tidak menunjukkan keluhuran budi dan solidaritas sosial.

“Yang selama ini jadi kebanggaan bangsa Indonesia. Saatnya bangsa Indonesia bersatu lawan Corona,” kata Haedar.

Sumber: republika.co.id

PLN Sebut Keringanan Listrik Sudah Berlaku, Begini Cara Pengajuannya

JAKARTA(Jurnalislam.com)- PT PLN (Persero) telah menyiapkan langkah untuk mendapatkan program keringanan tarif listrik, untuk meringankan beban masyarakat kecil di tengah penyebaran virus corona (Covid-19). Pembebasan biaya tarif listrik bagi konsumen rumah tangga 450 Volt Ampere (VA) dan pemberian keringanan tagihan 50% kepada konsumen rumah tangga bersubidi 900 VA.

Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN, I Made Suprateka, mengatakan bagi pelanggan rumah tangga 450 VA pascabayar akan langsung dibebaskan tagihannya pada April, Mei dan Juni 2020.

Sementara pelanggan pra bayar, dapat memperolehnya dengan mengirimkan nomor ID Pelanggan ke WA dengan nomor 08122-123-123 atau melalui website PLN www.pln.co.id. Melalui ID tersebut pelanggan akan mendapatkan token senilai pemakaian tertinggi dalam 3 bulan terakhir.

“Sedangkan diskon tarif untuk pelanggan subsidi 900 VA bagi pelanggan pascabayar, rekening yang harus dibayarkan pada tiap bulannya akan dikurangi 50%,” ungkap Made sebagaimana dikutip dari setkab.

Lebih lanjut Made menerangkan, bagi pelanggan prabayar, token listrik gratis sebesar 50% akan diberikan kepada pelanggan, dihitung dari pemakaian bulanan tertinggi dalam 3 bulan terakhir. Berikut mekanisme pengambilan token gratis bagi pelanggan rumah tangga subsidi melalui mekanisme website :

Satu, Buka Alamat www.pln.co.id kemudian masuk ke menu pelanggan dan langsung menuju ke pilihan stimulus covid-19

Dua, Masukkan ID Pelanggan/ Nomor Meter. Kemudian Token Gratis akan ditampilkan di Layar.

Tiga, Pelanggan tinggal memasukkan Token Gratis tersebut ke meteran yang sesuai dengan ID Pelanggan.

Cara lain, menurut Made, Pelanggan juga bisa mengakses melalui WA ke nomor 08122-123-123, dengan cara:

Satu, Buka Aplikasi WhatsApp

Dua, Chat WhatsApp ke 08122-123-123 , ikuti petunjuk, salah satunya masukkan ID Pelanggan.

Tiga, Token gratis akan muncul Empat, Pelanggan tinggal memasukkan Token Gratis tersebut ke meteran yang sesuai dengan ID Pelanggan.

Dengan ID Pelanggan tersebut, Made sampaikan, pelanggan akan mendapatkan token senilai pemakaian tertinggi dalam 3 bulan terakhir. “Saat ini ada sekitar 24 juta data pelanggan rumah tangga 450 VA, ditambah 7 juta pelanggan rumah tangga 900 VA bersubsidi yang harus dimasukkan ke dalam sistem,” imbuhnya.

Made menyebut proses ini akan tuntas dalam sepekan ke depan sehingga seluruh pelanggan yang digratiskan dan mendapatkan diskon sudah dapat terlayani seluruhnya.

“Proses pembagian Token Bebas Tagihan dan Diskon Tarif Listrik ini memang bertahap, yang sudah dimulai pada tanggal 1 april, paling lambat tanggal 11 april seluruh pelanggan yang berhak sudah bisa menikmati program tersebut,” jelasnya.

Pemerintah menganggarkan tambahan belanja dan pembiayaan APBN 2020 untuk penanganan virus corona (Covid-19), salah satunya untuk diskon tarif listrik. Anggaran untuk diskon tarif listrik bagi pelanggan 450 VA dan 900 VA sebesar Rp 3,5 triliun.

Sumber: cnbcindonesia

Warga Bumi Terinfeksi Corona Tembus Satu Juta Orang

INTERNASIONAL(Jurnalislam.com)– Kasus pasien positif corona (COVID-19) di dunia kini juga sudah mencapai 1.014.499 kasus. Berdasarkan situs Worldometers, angka kematian mencapai 53.159 kasus, sedangkan pasien sembuh mencapai 212.018 kasus per Jumat (3/4/2020) pukul 7:00 WIB.

Dengan jumlah tersebut, penyakit COVID-19 sudah menjalar ke 204 negara dan wilayah di seluruh dunia, serta dua alat angkut internasional, yakni kapal pesiar Diamond Princess dan kapal pesiar MS Zaandam.

Sebelumnya, China Daratan merupakan negara dengan kasus terjangkit paling tinggi di dunia. Namun kini posisi tersebut direbut oleh Amerika Serikat dengan 244.433 kasus terjangkit, 6.063 kasus kematian, dan 10.403 kasus berhasil sembuh.

Posisi selanjutnya ditempati oleh Italia dengan kematian paling banyak secara global, yakni 18.278 kasus. Sedangkan kini ada 115.242 kasus terjangkit, serta 13.915 kasus berhasil sembuh.

Urutan ketiga ditempati oleh Spanyol dengan 112.065 kasus terjangkit, 10.348 kasus kematian, dan 26.743 kasus berhasil sembuh. Selanjutnya ada Jerman yang menggantikan posisi China, dengan 84,794 kasus terkonfirmasi, 1.107 kematian, dan 22.440 berhasil sembuh.

Kemudian, miliki penambahan 35 kasus baru, China Daratan kini menduduki peringkat kelima dengan 81.589 kasus terjangkit, dengan 3.318 kematian, dan 76.408 berhasil sembuh.

Posisi selanjutnya disusul oleh Perancis (59.105), Iran (50.468), Inggris (33.718), Swiss (18.827), dan Turki (18.135).

Sedangkan dalam wilayah ASEAN, Indonesia menempati posisi pertama dengan jumlah kematian pasien corona (COVID-19) paling parah dibandingkan negara tetangga lain, dengan 170 kasus sejauh ini.

Menurut situs covid19.go.id, Indonesia kini memiliki 1.790 kasus terjangkit, dengan 112 pasien yang dinyatakan sembuh. Lalu, kasus aktif di Indonesia mencapai 1.508 yang tengah dalam perawatan pemerintah.

Sebelumnya, Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan telah terjadi pertumbuhan kasus baru secara eksponensial. Ia juga memperingatkan jumlah kasus yang terinfeksi akan mencapai 1 juta kasus dalam waktu dekat.

Sumber: cnbcindonesia