Haedar: Jenazah Korban Corona Seharusnya Diperlakukan Penuh Penghormatan

Haedar: Jenazah Korban Corona Seharusnya Diperlakukan Penuh Penghormatan

YOGYAKARTA(Jurnalislam.com) — Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir, menyayangkan penolakan jenazah pasien Covid-19.

Ia menegaskan, pasien meninggal akibat Covid-19 saudara kita yang harus diperlakukan dengan penuh penghormatan.

“Mereka berhak dimakamkan di manapun di negerinya sendiri. Bumi ini di manapun merupakan milik Allah SWT untuk kepentingan bersama umat manusia,” kata Haedar, Kamis (2/4).

Ia menekankan, jenazah korban Corona atau Covi-19 bahkan karena darurat kesehatan dimakamkan secara terbatas tanpa diantar keluarga dan kerabat. Karenanya, Haedar menegaskan jika mereka layak diperlakukan dengan mulia.

Haedar menuturkan, Tarjih Muhammadiyah menilai pasien Covid-19 meninggal duniasebelumnya telah berikhtiar dengan penuh keimanan untuk mencegah dan atau mengobatinya. Jadi, mendapat pahala seperti pahala orang mati syahid.

Ia mengingatkan, Abu Hurairah meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda orang syahid itu ada lima. Terkena wabah penyakit, karena sakit dalam perutnya, tenggelam, tertimpa reruntuhan bangunan, dan orang syahid di jalan Allah.

Untuk itu, jika pemerintah dan pihak-pihak terkait telah tetapkan makam bagi jenazah Covid-19 sesuai protokol, sebaiknya warga tidak menolak penguburan. Apalagi, meminta jenazah yang sudah dimakamkan dibongkar dan dipindahkan.

“Hal itu tidak mencerminkan umat beragama dan warga bangsa yang cinta sesama,” ujar Haedar.

sumber: republika.co.id

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.