Berita Terkini

Bantu Lawan Covid, Uni Eropa Ucapkan Terima Kasih kepada Presiden Erdogan

BRUSSEL(Jurnalislam.com)–Ketua Komisi Eropa berterima kasih kepada presiden Turki atas kehadiran dan kontribusinya dalam konferensi internasional tentang respons global terhadap Covid-19.

“Terima kasih atas dukungannya!” cuit Ursula von der Leyen kepada Recep Tayyip Erdogan lewat Twitter.

Konferensi tersebut diselenggarakan oleh Komisi Eropa untuk mengumpulkan dana senilai EUR7,5 miliar (USD8 miliar) untuk diagnostik, perawatan, dan vaksin Covid-19.

Dalam konferensi virtual itu, Erdogan menyatakan pentingnya aksesibilitas ke vaksin bagi semua orang tanpa terkecuali.

“Sangat penting untuk menjamin akses global ke vaksin yang akan diproduksi. Kami akan mempertimbangkan semuanya dalam menentukan kontribusi keuangan kami untuk upaya pengembangan vaksin. Kami akan mengumumkan jumlahnya paling cepat 23 Mei, ” tegas dia.

UE sendiri telah menggelontorkan EUR1 miliar (USD1,09 miliar) untuk dana itu.

Dua donor Eropa terbesar adalah Prancis dan Jerman, yang masing-masingnya menjanjikan EUR500 juta (USD546 juta) dan EUR525 juta (USD547 juta).

Selain itu, China juga menawarkan USD50 juta, Jepang USD830 juta, dan Kanada USD600 juta.

Dalam konferensi video G-20 yang digelar pada 26 Maret, para pemimpin berkomitmen untuk mendanai pengembangan vaksin.

Sejak pertama kali diidentifikasi di China, virus korona atau Covid-19 telah menyebar ke 187 negara.

Sejauh ini, lebih dari 3,58 juta kasus dilaporkan di seluruh dunia, dengan jumlah kematian melebihi 251.500 jiwa, dan 1,16 juta pasien sudah dinyatakan pulih.

Sumber: anadolu agency

Israel Kembali Serang Tiga Pos Hamas di Gaza

GAZA(Jurnalislam.com) — Pasukan Israel melakukan penyerangan ke Gaza, Palestina, pada Rabu (6/5). Kantor berita Turki, Anadolu Agency, melaporkan, pos kelompok perlawanan Palestina Hamas di Jalur Gaza menjadi sasaran penembakan oleh Israel.

Menurut sumber di lapangan, ada tiga pos pengamatan di Gaza utara dan tengah yang menjadi target serangan tentara Israel. Pos tersebut berada di bawah Brigade Izz ad-Din al-Qassam, sayap militer Hamas.

Kementerian Kesehatan Palestina tidak menyampaikan informasi soal korban akibat serangan itu. Di sisi lain, militer Israel mengakui adanya serangan tersebut. Mereka mengeklaim serangan itu dilakukan sebagai tanggapan terhadap roket yang diluncurkan dari Gaza ke Israel.

sumber: republika.co.id

FPI Laporkan Dugaan Pencatutan Pihaknya dalam Penggalangan Bantuan Covid-19

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Di masa pandemi Covid-19 saat ini, ada saja orang yang mengambil kesempatan dalam kesempitan untuk menguntungkan diri sendiri.

Baru-baru, Front Pembela Islam mengungkapkan kasus penipuan dengan membuat proposal palsu dan melakukan penggalangan dana kepada masyarakat dengan mengatasnamakan DPD FPI DKI Jakarta.

 

Menyikapi kasus itu, Bantuan Hukum Front (BHF) DKI Jakarta mendampingi Pengurus DPD FPI DKI Jakarta melaporkan pelaku penipuan tersebut ke kepolisian di Jakarta, Selasa (05/05/2020).

 

Tim Kuasa Hukum BHF FPI DKI Jakarta Irvan Ardiansyah mengungkapkan maraknya pencatutan nama FPI hari-hari ini oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

 

“Sesuai amanat Imam Besar Habib Rizieq Shihab untuk mencegah perluasan penularan virus Covid-19, FPI tidak mengadakan agenda apapun yang dapat mengundang kerumunan masyarakat,” ujar Irvan dalam siaran persnya diterima Jurnalislam.com, Rabu (06/05/2020).

 

FPI, tambah Irvan, juga tidak melakukan penggalangan dana secara langsung kepada masyarakat, kecuali melalui lembaga kemanusiaan resmi FPI yaitu Hilal Merah Indonesia (HILMI).

 

“Mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan kepada pengurus Front Pembela Islam (FPI) setempat maupun melalui Bantuan Hukum Front (BHF) apabila menemukan pungutan liar atau penggalangan dana yang mengatasnamakan FPI,” tambahnya.

 

Irvan mengatakan, pelaporan yang dilakukan pihaknya sebagai peringatan kepada oknum-oknum lain yang masih mencoba mencari keuntungan dengan mencatut nama FPI di tengah masa sulit seperti sekarang ini.

 

“Bahwa kami tidak akan segan-segan untuk membawa para pelaku ke jalur hukum,” tegasnya, yang juga meminta aparat penegak hukum bertindak secara profesional dalam mengusut kasus tersebut. Katanya sangat pelaku sudah diamankan aparat.

Jokowi Klaim Kebijakan Terkait Covid Siap Diawasi Masyarakat

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pemerintah siap diawasi dan dikontrol oleh DPR, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan masyarakat dalam proses penanganan Covid-19.

Pemerintah, ujar Jokowi, berpegang pada prinsip tata kelola pemerintahan yang baik termasuk mengutamakan transparansi dan akutanbilitas.

“Pemerintah harus bergerak cepat. Karena betul-betul situasinya bersifat extraordinary dan memerlukan kecepatan dan ketepatan. Tapi dalam menjalankan tugas ini, pemerintah dan kita semua harus siap diawasi dan dikontrol. Bukan hanya oleh lembaga negara seperti DPR dan BPK, tetapi juga oleh seluruh masyarakat,” ujar Jokowi dalam pembukaan rapat terbatas di Istana Merdeka, Rabu (6/5).

Isu soal akuntabilitas dan transparansi penanganan Covid-19 ini menjadi fokus masyarakat. Apalagi sejumlah pihak menganggap, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19 memberi celah penyelewengan uang negara.

Mahkamah Konstitusi (MK) pada Selasa (28/4) lalu telah menggelar sidang pendahuluan uji materi terhadap Perppu nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19. Pihak pemohon menilai ketentuan Perppu ini berpotensi memunculkan tindak pidana korupsi.

“Bahwa Pasal 27 ayat 1 yang memungkinkan terjadinya potensi tindak pidana korupsi,” ujar Kuasa Hukum Pemohon, Zainal Arifin Hoesein dalam sidang pendahuluan di gedung MK, Jakarta Pusat, Selasa (28/4).

Sumber: republika.co.id

 

Lima Kepala Daerah Desak Kemenhub Hentikan Operasional KRL

BOGOR(Jurnalislam.com) – Lima kepala daerah di Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) pada Rabu (6/5) mengirimkan surat ke Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi agar mempertimbangkan penghentian sementara operasional kereta rel listrik (KRL).

“Pertimbangannya, moda transportasi massa KRL masih memiliki risiko besar adanya penularan Covid-19,” kata Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, Rabu (6/5).

Dedie menjelaskan, setelah dilakukan tes swab secara acak terhadap 325 orang penumpang dan petugas KRL di Stasiun Bogor pada Senin (27/4), terdapat tiga orang positif Covid-19.

Tes swab dan tes cepat juga dilakukan secara acak terhadap penumpang dan petugas KRL di Stasiun Bekasi pada Selasa (5/5). Dari tes itu juga ditemukan tiga orang positif Covid-19.

Menurut dia, hasil tes swab di Stasiun Bogor dan Stasiun Bekasi ini menjadi landasan bagi lima kepala daerah di Bodebek mengusulkan kepada Menhub untuk menghentikan sementara operasional KRL atau pengaturan lebih ketat operasional KRL.

Tujuannya agar penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) memiliki dampak signifikan.

Sebelumnya, lima kepala daerah di Bodebek melakukan rapat koordinasi virtual pada Selasa (5/5) membahas penerapan PSBB di daerah masing-masing dan hasil tes swab di Stasiun Bogor yang menemukan adanya tiga orang positif Covid-19.

Rapat koordinasi virtual itu diikuti oleh Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Bupati Bogor Ade Munawaroh, Wali Kota Depok Mohammad Idris, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi.

Menurut Bima Arya, pada rapat koordinasi itu ada banyak rekomendasi yang diusulkan, tetapi kemudian dikerucutkan menjadi dua opsi rekomendasi terkait operasional KRL untuk disampaikan ke Menteri Perhubungan. “Karena hari ini sudah hari ketujuh penerapan PSBB tahap II maka surat usulan itu harus segera dikirimkan ke Menteri Perhubungan,” katanya.

Sumber: republika.co.id

Kaum Muda Tanpa Gelaja Disebut Tak Sadar Tularkan Covid-19

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Anggota Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dr Budi Santoso, mengatakan, kebanyakan kaum muda tidak sadar telah terinfeksi Covid-19 sehingga tidak merasa sebagai pembawa virus yang bisa menularkan kepada orang lain.

“Bagi kaum muda, Covid-19 kebanyakan tidak ada gejala atau tidak ada gejala klasik yang sering kita sebut sebagai orang tanpa gejala,” kata Budi saat jumpa pers secara daring yang disiarkan akun Youtube BNPB Indonesia yang dipantau di Jakarta, Rabu (6/5).

Budi mengatakan, orang tanpa gejala itu sering kali menjadi pembunuh senyap.

Kaum muda sering kali salah persepsi bahwa gejala yang ada hanya flu biasa sehingga tidak merasa sebagai pembawa virus yang bisa menularkan kepada orang lain yang mungkin lebih rentan.

Menurut Budi, virus corona penyebab Covid-19 pada dasarnya sama dengan virus corona lain penyebab penyakit lain, tetapi jauh lebih agresif. “Informasi yang banyak disebarluaskan tentang Covid-19 selama ini. Sudah banyak yang benar dan membantu mencerdaskan masyarakat,” tuturnya.

Budi yang termasuk salah seorang pakar dari kalangan muda di Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 itu mengatakan, kaum muda bisa berperan serta dalam memutus rantai penularan Covid-19 dengan disiplin memantau kondisi tubuh dan informasi terkini tentang Covid-19.

“Aplikasi Bersatu Lawan Covid bisa diunduh dan sangat berguna. Kaum milenial daripada di rumah tidak melakukan apa-apa atau hanya melakukan rutinitas, bisa melakukan hal yang lebih bermanfaat dengan memanfaatkan aplikasi tersebut,” katanya.

Budi mengatakan, kaum muda yang merasa badannya tidak terlalu sehat bisa mengecek kondisi badannya menggunakan aplikasi Bersatu Lawan Covid sekaligus memeriksa tingkat kerawanan di daerahnya masing-masing.

“Edukasi terbaik di masyarakat, terutama terhadap kaum muda. Bila masyarakat sudah teredukasi maka kasus infeksi akan berkurang dan bisa mengurangi beban kerja medis,” ujarnya.

Sumber: republika.co.id

Wabah Corona di Indonesia Diprediksi Berakhir Tanggal 23 September

SINGAPURA(Jurnalislam.com)–Data dari Singapore University of Technology and Design (SUTD) mengungkap prediksi akhir dari wabah Corona di sejumlah negara. Indonesia sebelumnya diprediksi selesai pada 6 Juni menurut data SUTD yang dimuat pada Sabtu (25/4/2020).

Namun, kini terdapat perubahan prediksi yang diperbaharui SUTD pada Minggu (3/5/2020). Wabah Corona di Indonesia yang sebelumnya diprediksi selesai di 6 Juni kini bergeser menjadi 23 September 2020.

Dibandingkan dengan negara tetangga, data SUTD menunjukkan Singapura akan lebih dulu mengakhiri wabah Corona yaitu pada 12 Juni 2020. Sedangkan Malaysia menyusul mengakhiri wabah Corona di 16 Juli 2020.

Data yang dimuat dalam laman web SUTD ‘When Will COVID-19 End’ ini menggunakan artificial intelligence (AI) yang berbasis pada model matematika tipe susceptible-infected-recovered (SIR).

Model SIR ini diregresikan dengan data dari berbagai negara untuk memperkirakan kurva siklus hidup pandemi dan memperkirakan kapan pandemi tersebut akan berakhir di masing-masing negara dan dunia, dengan kode dari Milan Batista dan data terbaru yang dihimpun dari Our World in Data.

“Situs ini menyajikan proyek penelitian independen, tidak didanai oleh lembaga apa pun, dan tidak terikat pada perusahaan, pemerintah, atau partai politik mana pun. Kami menerima bila ada masukan yang sangat besar, feedback, saran, dan dukungan dari orang-orang dan komunitas di dunia yang memungkinkan untuk perbaikan berkelanjutan dari penelitian ini,” tulis situs SUTD.

Selain itu disebutkan, data prediksi tersebut hanya ditujukan untuk penelitian dan pendidikan, sehingga sangat mungkin jika terdapat kesalahan. Maka dari itu para pembaca dihimbau agar berhati-hati saat melihat prediksi tersebut.

“Prediksi pada dasarnya tidak pasti. Pembaca harus mengambil prediksi apa pun dengan hati-hati. Optimis yang berlebihan berdasarkan perkiraan tanggal akhir adalah berbahaya karena dapat melonggarkan disiplin dan kontrol kita dan menyebabkan perputaran virus dan infeksi, dan harus dihindari,” lanjut keterangan dalam situs SUTD.

sumber: detik.com

Ulama Bersama ACT Deklarasikan Gerakan Satu Bantu Satu

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Dampak sosial dan ekonomi dari Covid-19 di Indonesia terus meluas. Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk meredam dampak sosial ekonomi dari pandemi tersebut.

Setelah sebelumnya meluncurkan program bersama dengan Pemprov DKI Jakarta, ACT bersama para ulama mendeklarasikan gerakan “Satu Bantu Satu” pada Selasa (5/5). Gerakan ini merupakan gerakan peduli sesama untuk mengatasi dampak luas Covid-19 di masyarakat.

Laporan dari Pemprov DKI Jakarta menunjukkan selama tiga bulan terakhir ini, semakin banyak orang yang semula tidak masuk dalam daftar warga tidak mampu kemudian menjadi bagian dari daftar warga tidak mampu.

Hal ini menjadi alasan kuat ACT terus berkolaborasi melalui berbagai program unggulan yang ada.

Gerakan “Satu Bantu Satu” dapat menjadi salah satu solusi besar berwujud gerakan kepedulian untuk mengatasi dampak Covid-19, seperti krisis pangan. “Satu Bantu Satu” bermakna individu bisa bantu individu yang lain, satu negara bisa bantu negara yang lain, satu keluarga bisa bantu keluarga yang lain.

Lebih lanjut, bulan Ramadan menjadi satu momentum besar untuk mendorong kolaborasi berbagai elemen bangsa bersama para ulama di Indonesia.

Presiden Aksi Cepat Tanggap Ibnu Khajar mengatakan dalam konferensi pers bahwa gerakan ini menjadi spirit baru untuk bersama-sama selamatkan bangsa.

“Alhamdulillah hari ini kita bertambah spirit baru, bersama ulama selamatkan bangsa, mengingat banyak masalah kemiskinan yang bertambah saat ini. Gerakan ‘Satu Bantu Satu’ hadir supaya tidak ada satu pun yang tidak memiliki makanan di kondisi yang sedang susah ini. Karena melalui gerakan ini, setiap satu orang bantu satu orang lainnya. ACT akan mendukung dan mengawal penuh gerakan ini dan melibatkan seluruh elemen bangsa tanpa memandang SARA,” ungkapnya.

Gerakan “Satu Bantu Satu” yang diinisiasi oleh para ulama juga dilandasi oleh satu hikmah besar dari hijrahnya muslimin dari Mekkah ke Madinah.

Kaum Muhajirin yang pergi tak membawa harta, jumlah mereka sebanding dengan kaum Anshar yang menyambut mereka dengan suka cita. Hal ini diperkuat oleh Ustaz Haikal Hasan yang menyatakan bahwa satu langkah kita bisa membantu satu saudara yang kesusahan.

“Alhamdulillah gerakan “Satu Bantu Satu” direspons baik oleh ACT. Hal ini didasari fakta, jumlah 260 juta penduduk, 220 juta masyarakat Indonesia dalam keadaan mampu dengan jumlah 40 juta di bawah garis kemiskinan. Seharusnya, bisa saling membantu bisa mengentaskan problem kemiskinan yang ada. Program ini tidak melihat SARA. Apabila ini bisa diterapkan dengan maksimal maka tidak ada lagi orang miskin, karena satu orang bantu satu. Insyaallah gerakan ini dapat menjadi gerakan nasional tanpa memandang suku atau etnis apapun, insyaallah kita bisa mengatasi kemiskinan bersama,” ungkap Ustaz Haikal.

Brasil Mulai Lockdown Kota-kota Besar

BRASILIA(Jurnalislam.com) — Sejumlah kota besar di Brasil mulai menerapkan kebijakan lockdown. Sao Luis menjadi kota besar pertama yang memulai lockdown atau karantina wilayah pada Selasa (5/5), diikuti oleh Fortaleza pada Jumat (8/5).

Sao Luis dan tiga kota lainnya di negara bagian Maranhao yang memiliki populasi sekitar 1,3 juta orang mulai melakukan pembatasan yang ketat. Warga setempat dilarang pergi keluar rumah kecuali untuk membeli bahan makanan dan obat-obatan.

Jumlah kasus virus corona di Maranhao masih terbilang cukup rendah, berbeda dengan negara bagian Sao Paulo dan Rio de Janeiro serta Amazonas yang kewalahan dalam menangani pasien di rumah sakit. Bahkan, pihak berwenang terpaksa mengubur para pasien yang meninggal dunia secara massal.

Gubernur Maranhao, Flavio Dino mengatakan, sebanyak 95 persen tempat tidur di unit perawatan intensif rumah sakit umum milik pemerintah telah diisi. Oleh karena itu, Dino menetapkan untuk memberlakukan lockdown sebagai langkah pencegahan agar pasien tidak membludak.

“Kami melakukan lockdown untuk pencegahan. Kami tidak berurusan dengan kekacauan, tetapi yang kami amati adalah bahwa permintaan tumbuh dengan cepat dan berada di atas kapasitas ekspansi kami untuk tempat tidur dan profesional kesehatan,” ujar Dino.

Pada Jumat mendatang, Fortaleza di negara bagian Ceara akan melakukan lockdown selama 20 hari. Fortaleza merupakan kota yang paling terpukul akibat pandemi virus corona dibandingkan dengan kota lainnya.

Sejauh ini Brasil merupakan negara yang terkena dampak virus corona cukup parah di Amerika Latin. Pada Senin, Brasil mencatat 105.222 kasus infeksi virus corona yang dikonfirmasi dengan 7.288 kematian.

Sumber: republika.co.id

Prancis Catat 25.531 Kematian Akibat Covid-19

PARIS(Jurnalislam.com) — Prancis pada Selasa (5/5) melaporkan 330 kematian tambahan terkait infeksi virus baru corona untuk hari kedua. Sehingga, ini membuat jumlah kematian akibat Covid-19di negara itu menjadi 25.531, yakni kelima tertinggi di dunia.

Setelah meningkat hanya 135 pada Ahad (3/5), yaitu angka terendah dalam lebih dari sebulan, jumlah orang yang meninggal akibat infeksi virus corona di Prancis terus naik, yaitu sebanyak 306 pada Senin (4/5) dan 330 pada Selasa. Namun, jumlah pasien Covid-19 yang berada di rumah sakit dan di unit perawatan intensif turun hingga mencatat rekor terendah.

Prancis berencana untuk mulai melonggarkan karantina nasional, yang sudah berlangsung hampir delapan pekan, pada 11 Mei. Prancis mungkin bisa menyalip peringkat angka kematian akibat Covid-19 di Spanyol, yang selama tiga hari berturut-turut telah melaporkan jumlah kematian akibat Covid-19 di bawah 200 dengan total 25.613.

Sementara itu, Inggris dengan jumlah kematian sebanyak 32.313 telah menyusul Italia untuk angka kematian akibat Covid-19 yang resmi tertinggi di Eropa, menurut data pada Selasa (5/5). Keadaan itu meningkatkan tekanan bagi Perdana Menteri Boris Johnson terkait penanganannya terhadap krisis.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Kesehatan Prancis juga mengatakan jumlah orang di unit perawatan intensif turun menjadi 3.430 dari 3.696 pada Senin (4/5). Jumlah itu merupakan penurunan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni sebesar 7,2 persen dan lebih rendah untuk hari ke-27 berturut-turut.

Jumlah pasien Covid-19 di rumah sakit turun tiga persen, yakni pada tingkat paling tajam yang pernah terlihat sejak wabah merebak, menjadi 24.775. Penurunan jumlah pasien Covid-19 di rumah sakit di Prancis itu berlanjut selama tiga pekan hingga sekarang.

Total kasus Covid-19 terkonfirmasi di Prancis naik 1.104 menjadi 132.967 kasus. Jumlah itu jauh di bawah angka 3.000 yang telah ditetapkan oleh pemerintahan Presiden Emmanuel Macron sebagai batas atas sebelum akan membalikkan keputusan untuk mencabut sebagian karantina pada Senin depan.

Sumber: republika.co.id