Berita Terkini

Ini Lima Alasan Kenapa Tunda Mudik Dulu Tahun Ini

BANDUNG(Jurnalislam.com)–Anggota DPRD Provinsi Jabar Daddy Rohanady mengingatkan masyarakat kembali untuk menunda mudik lebaran tahun ini. Semua masyarakat, bisa mudik saat wabah Covid-19 ini hilang dari Indonesia.

“Mudiknya, mundur sakedik,” ujar Daddy berseloroh ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Senin (11/5).

Pria yang kerap disapa Daro itu menyatakan bahwa mudik tahun ini pasti lebih sulit dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia menilai, ada beberapa faktor yang menyebabkan hal itu.

Pertama, kata dia, adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Jadi, mereka yang akan mudik harus memiliki tugas dari atasannya/kepala kantor dan surat keterangan bebas Covid-19. Bagi mereka yang terkena PHK juga, harus menunjukkan Surat PHK.

“Wabah dari Wuhan-China ini memang bikin semua orang susah,” kata politikus dari Gerindra itu.

Kedua, kata dia, masih terkait dengan PSBB, adanya penyekatan yang relatif ketat. Bahkan, ada yang menyatakan ke dirinya Jakarta-Surabaya ada sekitar 100 penyekatan.

“Terkait penyekatan guna melarang mudik, ada contoh menarik. Ada pemudik yang sudah menunggu 2 hari 1 malam di Merak harus balik lagi ke Jakarta,” katanya.

Ketiga, kata dia, ongkos mudik menjadi mahal. Hal ini terjadi, masih terkait PSBB. Saat ini, bus atau kendaraan umum lainnya hanya bisa ditumpangi setengah dari kapasitasnya.

“Ini guna kepentingan social distancing (jaga jarak). Dengan sendirinya harga tiket pun rata-rata menjadi dua kali lipat. Padahal, tanpa Covid-19 pun biasanya harga tiket sudah naik menjelang lebaran,” katanya.

Keempat, kata dia, isolasi di kampung halaman. Kalau pun lolos dari penyekatan dan akhirnya tiba dengan selamat di kampung halaman, masih ada persoalan lain, yakni isolasi.

“Para pemudik akan dikarantina selama 14 hari kalau daerah mereka juga menerapkan PSBB secara ketat,” katanya.

Kelima, kata dia, saat kembali ke rumah nanti akan susah lagi karena masih PSBB. Ini juga, masalah serius. Selain ongkos balik lagi ke kota yang pastinya masih mahal, pemudik harus bersiap dengan berbagai persyaratan yang memungkinkannya bisa masuk kota kembali.

“Oleh karena itu, banyak keluraga yang akhirnya menjadwal ulang alias memundurkan mudiknya,” katanya.

Jadi, kata Daro, karena begitu sulitnya menerjang aneka rintangan tersebut, sebaiknya masyarakat berpikir kembali untuk melakukan mudik.

Sumber: republika.co.id

 

Yaqut Sebut Masyarakat Lebih Butuh Sembako Ketimbang Pelatihan Online

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, meminta pemerintah merealokasikan anggaran program Kartu Prakerja untuk bantuan tunai.

Bantuan dapat disalurkan bagi masyarakat yang membutuhkan karena terdampak pandemi Covid-19.

Kata dia, saat ini, beberapa sesi pelatihan di Kartu Prakerja mudah ditemukan di banyak platform media sosial dan daring secara secara gratis.

Bahkan, dia menyampaikan, GP Ansor saja sudah membuat pelatihan online gratis dan praktis, seperti kursus bahasa Korea.

“Kami juga membuat pelatihan online aplikasi web untuk membangun e-commerce, pelatihan aplikasi mobile e-commerce, pelatihan membuat konten Instagram, pelatihan membuat konten motion graphic, hingga kelas-kelas kewirausahaan, dan lain-lain,” kata Gus Yaqut.

Program Kartu Prakerja yang hanya dapat diakses secara daring, kata dia, menjadikannya tidak inklusif dan tidak aksesibel bagi sebagian kalangan masyarakat, apalagi data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebutkan hampir separuh penduduk Indonesia tidak memiliki akses terhadap internet.

“Bisa jadi mereka lebih memilih menjual telepon pintarnya untuk beli sembako atau bayar kontrakan rumah pada masa sulit ini daripada ikut Kartu Prakerja yang harus diakses dengan kuota internet yang juga harus dibeli,” katanya.

Gus Yaqut mengatakan bahwa pelatihan itu tidak menyediakan jaminan akses terhadap pekerjaan yang sebenarnya.

Akan tetapi, justru bakal menambah beban pemerintah pada masa mendatang karena output program tidak benar-benar terserap di pasar kerja yang ada atau benar-benar bisa memulai pekerjaan mandirinya (own-account worker), apalagi pandemi COVID-19 telah menghantam sendi-sendi ketenagakerjaan.

sumber: republika.co.id

84 Persen Pasien Covid Global Sembuh

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Virus corona baru atau Covid-19 terus menyebar ke berbagai penjuru dunia. Sebanyak lebih dari 200 negara dan wilayah telah melaporkan adanya kasus infeksi dan kematian akibat penyakit Covid-19 yang terdeteksi pertama kali di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina.

Kendati demikian, angka kesembuhan dari pasien Covid-19 secara global cukup tinggi. Seperti dikutip dari data Worldometers, Senin (11/5), sebanyak 1.505.866 pasien Covid-19 di dunia sembuh. Jika dibandingkan jumlah kasus nonaktif yang mencapai 1.790.313 kasus, maka persentasenya mencapai 84 persen.

Dari jumlah kasus nonaktif, jumlah kematian menurun menjadi 16 persen atau 284.447 jiwa. Sementara kasus aktif atau yang masih dalam penanganan rumah sakit maupun isolasi mandiri tercatat sebanyak 2.419.834. Dengan rincian 98 persen atau 2.372.756 orang dalam kondisi sedang, dan 2 persen atau 47.078 pasien dalam kondisi serius dan kritis.

Jumlah total kasus aktif dan nonaktif di dunia kini menembus 4.210.147. Setelah muncul pertama kali di Wuhan, provinsi Hubei, Cina pada Desember, virus korona dengan nama resmi SARS-Cov-2 menyebar ke 212 wilayah dan negara di seluruh dunia. Data ini mungkin hanya mencerminkan sebagian kecil dari jumlah sebenarnya dari kasus infeksi dan kematian, sebab banyak negara hanya menguji kasus yang paling serius.

Berdasarkan data statistik, Amerika Serikat (AS) masih menempati posisi pertama sebagai negara dengan kasus infeksi dan kematian dari Covid-19 tertinggi di dunia. Negeri Paman Sam kini mencatat 1.368.036 kasus Covid-19. Sedangkan korban meninggal dunia di seluruh negara bagian AS dari hari ke hari juga terlampau paling tinggi yang kini telah mencapai 80.789. Presiden Donald Trump memprediksi angka kematian mencapai 100 ribu orang.

Spanyol berada di posisi kedua dengan jumlah kasus mencapai 262.783 dan kematian 26.744 jiwa. Rusia kini berada di bawah Spanyol dalam jumlah kasus yang mencapai 221.344, meski angka kematian terilang rendah dari jumlah kasus yakni sebanyak 2.009.

Sumber: republika.co.id

Menlu: 734 WNI Positif Covid di 33 Negara

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan, sebanyak 734 warga negara Indonesia di luar negeri terpapar Covid-19 hingga Ahad (10/5). Semua WNI yang terpapar Covid-19 di luar negeri berasal dari 33 negara atau wilayah teritorial. Dari jumlah WNI terpapar juga, di antaranya berasal dari kapal pesiar.

“Hingga 10 Mei, 734 kasus WNI yang terpapar Covid, 321 masih dalam perawatan, 372 orang sembuh, dan 41 telah meninggal,” kata Retno dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Senin (11/5).

Retno memastikan, Kementerian Luar Negeri melalui perwakilan RI di luar negeri terus melakukan koordinasi dengan otoritas negara setempat. Koordinasi dilakukan untuk memastikan WNI yang terpapar mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak sesuai situasi dan peraturan setempat.

Retno menambahkan, untuk WNI yang kembali ke Tanah Air dari Malaysia sejak 18 Maret-10 Mei tercatat mencapai 72.966 orang. Mereka kembali melalui jalur laut sebanyak 65 persen, jalur darat 20 persen, dan jalur udara 15 persen.

“Kenapa kita pakai tenggat 18 Maret, karena di situlah movement control order (MCO) diberlakukan, maka telah kembali 72.966 WNI ke Indonesia,” ujar Retno.

Dia menjelaskan, para pekerja migran Indonesia tersebut kembali ke Tanah Air melalui beberapa pintu masuk yang telah disiapkan baik melalui udara, darat, dan laut. Melalui udara, pemerintah telah menyiapkan Bandara Internasional Soekarno Hatta dan Bandara Ngurah Rai.

 

Ini Saran Jadwal Sikat Gigi Saat Puasa

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Saat Ramadhan, sikat gigi tetap tidak perlu terlalu sering. Gosok gigi sebaiknya dilakukan dua kali sehari, yakni setelah sahur dan menjelang tidur malam.

Akan tetapi, jangan langsung sikat gigi setelah makan sahur. Beri jeda 15 menit setelah makan.

“Itu waktu sikat gigi paling baik, karena pH di rongga mulut kita sudah normal kembali,” ungkap dokter gigi yang juga influencer, drg Nurvitasari, dalam Muslimah Creative Stream Fest, yang diselenggrakan Scarf Media dengan dukungan Republika, belum lama ini.

Nurvitasari mengingatkan agar umat Islam tak lupa sikat gigi di malam hari. Setelah tarawih, orang biasanya masih makan lagi. Sikat gigi sebaiknya satu jam setelah makan malam.

Mengapa penting sikat gigi pagi hari dan malam hari? Nurvitasari menjelaskan, jarak untuk makan lagi masih lama dan mulut tidak digunakan untuk makan.

Bila tidak digunakan untuk makan, mulut akan kering. Ketika mulut kering, maka bakteri senang berkembang biak dan menyebabkan munculnya zat asam yang membut gigi berlubang dan bau mulut.

“Bau mulut dan mulut tidak segar apalagi saat puasa mungkin salah satu penyebabnya plak sisa-sisa makanan yang tidak dibersihkan dengan baik setelah sahur dan malam hari,” jelasnya.

Sumber: republika.co.id

 

MUI: Pertimbangkan Kemaslahatan Soal Mudik!

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengimbau kepada masyarakat untuk memperhatikan kemaslahatan dan keamanan saat ingin pulang ke kampung halaman.

 

Hal ini mengingat pemerintah melonggarkan larangan mudik dengan mengizinkan kembali moda transportasi umum beroperasi.

“Mudik atau tidak mudik itu harus didasarkan pada pertimbangan kemaslahatan dan keamanan. Mana yang lebih maslahat dan yang lebih aman untuk diri kita sendiri, keluarga dan masyarakat kita,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (12/5).

Meski pemerintah sudah mengizinkan kembali moda transportasi umum beroperasi, Anwar mengatakan setiap orang hendaknya tetap berusaha menghindarkan diri agar tidak tertular wabah virus corona atau Covid-19 yang sangat berbahaya itu.

“Kita harus tahu bahwa virus itu tidak mengenal istilah takut jadi kalau rumus-rumus alamiahnya sudah terpenuhi maka dia akan pindah dan menular kepada kita dan atau orang lain,” kata dia.

Menurut Anwar, dengan beroperasinya moda transportasi, maka setiap orang harus berusaha untuk mengenal dengan lebih baik cara-cara dan sebab-sebab penularan virus Covid-19 serta berusaha menghindarkan diri darinya.

“Karena kalau kita sempat tertular maka yang akan menanggung sakitnya tentu adalah diri kita sendiri,” katanya.

Anwar mengingatkan, terdapat firman Allah SWT yang sangat penting untuk diperhatikan, yaitu “jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”. Api neraka dalam konteks dunia dan dalam konteks adanya wabah Covid-19 ini tentu adalah sakit dan kesengsaraan yang akan bisa menimpa setiap orang.

“Yang akan bisa menimpa diri kita dan keluarga kita bila tertular oleh virus corona tersebut,” lanjutnya.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menerbitkan Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19 Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 pada 6 Mei 2020. Dengan adanya surat edaran tersebut, transportasi umum yang sebelumnya dilarang beroperasi saat pemberlakuan larangan mudik, kini dapat melayani penumpang. Sebab, Kemenhub sudah menerbitkan Permenhub 25/2020 tentang pengendalian transportasi selama masa mudik Idul Fitri 1441 Hijriah dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

Sumber: republika.co.id

 

Yaqut: Prakerja Untungkan Swasta, Lebih Baik untuk Bantuan Tunai Rakyat

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, meminta pemerintah merealokasikan anggaran program Kartu Prakerja untuk bantuan tunai.

Bantuan dapat disalurkan bagi masyarakat yang membutuhkan karena terdampak pandemi Covid-19.

Gus Yaqut mengatakan, pemerintah justru menjadikan perusahaan-perusahaan digital itu, bahkan di antaranya sudah kelas unicorn yang salah satunya ditengarai sebagai perusahaan asing, bertambah pundi-pundinya dengan duit APBN.

“Ini kayak pemberian cuma-cuma pemerintah dalam jumlah besar kepada korporasi swasta justru pada saat negara sedang menghadapi keterbatasan anggaran,” katanya.

Selain itu, dia khawatir jika pelatihan online semacam itu ke depan akan menjadi modus baru bagi korporasi swasta untuk mengambil anggaran pemerintah dalam balutan kegiatan yang di dalamnya tidak menuntut mekanisme pertanggungjawaban publik, kecuali sebatas dokumen administratif.

sumber: republika.co.id

DMI Dukung Gerakan Doa Serentak Kamis Malam

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyeru kepada seluruh umat Islam di Indonesia agar melaksanakan doa secara serentak pada hari Kamis malam (14/5). Hal ini sejalan dengan apa yang diserukan oleh Grand Syaikh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad At-Thoyyib, para mufti, ulama dan tokoh agama lainnya di seluruh belahan dunia.

Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia, Komjen Pol. (Purn) Drs. Syafruddin, M.Si mengatakan, doa dapat dilakukan di rumah masing-masing atau di masjid dengan memberlakukan secara ketat protokol kesehatan dan menghindari bahaya akibat saling berdesakan.

“Doa dimaksudkan agar kita semua terhindar dari Covid-19 dan kembali dalam kehidupan yang normal dan mendapatkan ampunan dari Allah SWT,” kata dia dalam pesan singkatnya, Selasa (12/5).

DMI, kata Syafruddin, menghimbau kepada semua pihak untuk berdiri satu barisan dalam menghadapi Covid-19, bertobat kepada Allah, memperbanyak berbuat kebaikan, zakat dan shodaqoh khususnya untuk orang orang yang membutuhkan, faqir miskin, dan para pelajar.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan ada penambahan kasus positif sebanyak 233 orang dalam 24 jam terakhir. Dengan begitu, hingga Senin (11/5), ada total 14.265 kasus konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia.

Penambahan juga terjadi pada pasien sembuh sebanyak 183 orang, sehingga total keseluruhan pasien sembuh sebanyak 2.881 orang. Sementara jumlah meninggal juga bertambah 18 orang sehingga jumlah pasien meninggal karena Covid-19 sebanyak 991 orang.

Sumber: republika.co.id

Zakat Jadi Solusi Stabilitas Ekonomi di Tengah Pandemi

PALU(Jurnalslam.com) — Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd, mengemukakan implementasi zakat menjadi salah satu solusi untuk stabilitas ekonomi warga di tengah adanya penyebaran virus corona jenis baru (Covid-19).

“Konsep dan implementasi zakat menjadi sebuah solusi untuk mewujudkan kebersamaan di tengah keterbatasan ekonomi seperti saat ini,” ucap Prof Sagaf Pettalongi di Palu, Senin (11/5).

Adanya penyebaran virus corona jenis baru yang berdampak pada merosotnya sebagian sektor ekonomi, keuangan dan bisnis, berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK). Berkaitan dengan itu, zakat memiliki peran penting untuk membantu situasi dan kondisi itu, agar tidak terpuruk dalam ekonomi.

“Zakat dapat membantu pemulihan ekonomi sebagian masyarakat yang karena kehilangan pekerjaan, di PHK, maupun karena terbatasnya gerak sebagai konsekuensi dari social distancing dan physical distancing,” katanya lagi.

Prof Sagaf yang juga Wakil Ketua Umum MUI Sulteng menerangkan bahwa zakat dalam Islam sebenarnya bertujuan agar tidak adanya akumulasi harta di tangan seseorang. Pernyataan itu merujuk pada Firman Allah dalam Alquran Surah Alhasyr ayat tujuh.

“Pernyataan Allah dalam Alquran di atas yaitu ingin menegaskan bahwa zakat dalam Islam merupakan cara Islam untuk mendistribusikan kekayaan agar tidak terjadi jurang pemisah antara si kaya dan si miskin,” ujarnya.

Dengan begitu, kedua kelompok masyarakat ini dapat mendekatkan keduanya kepada kemaslahatan yang dibangun bersama guna terwujudnya persatuan dan kesatuan umat manusia, yang kuat membantu yang lemah dan yang membutuhkan.

Sumber: republika.co.id

GP Ansor: 5,6 Triliun untuk Pelatihan Online Mencederai Keadilam Masyarakat

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor meminta pemerintah merealokasikan anggaran program Kartu Prakerja untuk bantuan tunai.

Bantuan dapat disalurkan bagi masyarakat yang membutuhkan karena terdampak pandemi Covid-19.

“Setiap hari, kita mendengar keluhan-keluhan masyarakat dari media-media soal sulit dan belum meratanya bantuan sosial. Kalau dana Rp 5,6 triliun digelontorkan untuk platform digital atas nama pelatihan online tentu ini mencederai keadilan masyarakat banyak,” kata Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin (11/5).

Sosok yang akrab disapa Gus Yaqut tersebut juga menilai program itu telah kehilangan nalar empati terhadap krisis (sense of crisis) di tengah wabah Covid-19 yang telah bermutasi cepat dari krisis kesehatan menjadi krisis ekonomi, bahkan kemanusiaan.

Pada masa pandemi, kata dia, masyarakat lebih membutuhkan tambahan pendapatan daripada sekadar pelatihan online yang tidak secara ketat mengukur partisipasi dan peningkatan kualitas peserta.

“Tambahan pendapatan sebesar Rp1 juta tentu jauh lebih berguna daripada hanya memperoleh sertifikat tetapi tidak akan tahu apa manfaatnya,” kata Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu.

sumber: republika.co.id