Yaqut Sebut Masyarakat Lebih Butuh Sembako Ketimbang Pelatihan Online

Yaqut Sebut Masyarakat Lebih Butuh Sembako Ketimbang Pelatihan Online

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, meminta pemerintah merealokasikan anggaran program Kartu Prakerja untuk bantuan tunai.

Bantuan dapat disalurkan bagi masyarakat yang membutuhkan karena terdampak pandemi Covid-19.

Kata dia, saat ini, beberapa sesi pelatihan di Kartu Prakerja mudah ditemukan di banyak platform media sosial dan daring secara secara gratis.

Bahkan, dia menyampaikan, GP Ansor saja sudah membuat pelatihan online gratis dan praktis, seperti kursus bahasa Korea.

“Kami juga membuat pelatihan online aplikasi web untuk membangun e-commerce, pelatihan aplikasi mobile e-commerce, pelatihan membuat konten Instagram, pelatihan membuat konten motion graphic, hingga kelas-kelas kewirausahaan, dan lain-lain,” kata Gus Yaqut.

Program Kartu Prakerja yang hanya dapat diakses secara daring, kata dia, menjadikannya tidak inklusif dan tidak aksesibel bagi sebagian kalangan masyarakat, apalagi data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebutkan hampir separuh penduduk Indonesia tidak memiliki akses terhadap internet.

“Bisa jadi mereka lebih memilih menjual telepon pintarnya untuk beli sembako atau bayar kontrakan rumah pada masa sulit ini daripada ikut Kartu Prakerja yang harus diakses dengan kuota internet yang juga harus dibeli,” katanya.

Gus Yaqut mengatakan bahwa pelatihan itu tidak menyediakan jaminan akses terhadap pekerjaan yang sebenarnya.

Akan tetapi, justru bakal menambah beban pemerintah pada masa mendatang karena output program tidak benar-benar terserap di pasar kerja yang ada atau benar-benar bisa memulai pekerjaan mandirinya (own-account worker), apalagi pandemi COVID-19 telah menghantam sendi-sendi ketenagakerjaan.

sumber: republika.co.id

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X