Berita Terkini

Presiden Jokowi Naikkan Iuran BPJS di Tengah Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Presiden Joko Widodo kembali menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Kenaikan ini tertuang dalam Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

 

Beleid tersebut diteken oleh Presiden Joko Widodo pada Selasa (5/5/2020). Kenaikan iuran bagi peserta mandiri segmen pekerja bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP) diatur dalam Pasal 34.

Iuran peserta mandiri kelas I naik menjadi Rp 150.000, dari saat ini Rp 80.000. Iuran peserta mandiri kelas II meningkat menjadi Rp 100.000, dari saat ini sebesar Rp 51.000.

 

Iuran peserta mandiri kelas III juga naik dari Rp 25.500 menjadi Rp 42.000. Namun, pemerintah memberi subsidi Rp 16.500 sehingga yang dibayarkan tetap Rp 25.500.

 

Kendati demikian, pada 2021 mendatang, subsidi yang dibayarkan pemerintah berkurang menjadi Rp 7.000, sehingga yang harus dibayarkan peserta adalah Rp 35.000.

sumber: kompas.com

MUI Akan Keluarkan Panduan Shalat Idul Fitri di Tengah Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) melaksanakan rapat untuk membahas fatwa tentang panduan sholat Idul Fitri 1441 H siang ini, Rabu (13/5). Fatwa panduan sholat Idul Fitri tersebut akan diputuskan hari ini juga.

Rapat tersebut dilaksanakan secara daring yang diikuti 41 anggota dan pimpinan Komisi Fatwa MUI.

“Komisi Fatwa sedang membahas fatwa tentang panduan sholat Idul Fitri 1441. Rapat dilakukan secara daring,” ujar Sekretaris Umum Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia, KH Asrorun Niam Sholeh, Rabu (13/5).

Niam Menjelaskan, rapat tersebut diikuti 41 anggota dan pimpinan Komisi Fatwa MUI.

Rapat yang dimulai siang ini tersebut dipimpin ketua dan sekretaris Komisi Fatwa MUI. Dia menjelaskan, jika tidak ada halangan, hasil keputusan fatwa akan dirilis pada hari ini juga. “Insya Allah akan diputuskan hari ini juga,” katanya.

Sumber: republika.co.id

Arab Saudi Tutup Total Makkah Selama Jelang Idul Fitri

RIYADH(Jurnalislam.com) — Kementerian Dalam Negeri Arab memutuskan menutup total Makkah sehingga tak ada yang dapat keluar atau masuk ke Mekkah selama 23-27 Mei.

Kerajaan Arab Saudi mengumumkan penerapan jam malam selama 24 jam dan lockdown penuh pada 23-27 Mei di seluruh wilayah tanpa pengecualian. Dengan demikian, Idul Fitri di Arab bakal dijalani tanpa perayaan terbuka di ruang publik.

Meski tak bisa merayakan Idul Fitri seperti biasanya, warga Arab patut bersyukur. Pasalnya, mereka masih diizinkan menikmati keringanan jam malam pukul 9 pagi sampai 5 sore. Keringanan ini berlaku di semua wilayah, kecuali Makkah.

Dilansir dari Saudi Gazette pada Rabu (13/5), kebijakan lockdown selama Idul Fitri dianggap penting oleh Kementerian Dalam Negeri. Kebijakan ini sejalan dengan pedoman jaga jarak sosial agar tak mengadakan kegiatan berkumpul lebih dari lima orang.

Adapun aktivitas ekonomi dan komersial tetap diizinkan beroperasi hingga 22 Mei. Hal ini sesuai keputusan kerajaan yang diterbitkan pada 25 April.

Sumber: ihram.co.id

DPR Minta Pemerintah Hati-hati Longgarkan PSBB

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ketua DPR Puan Maharani mengingatkan agar pemerintah hati-hati sebelum memutuskan untuk melonggarkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sebuah daerah.

 

Ia menuturkan prinsip kehati-hatian tersebut perlu dilakukan sama seperti
sebelum memutuskan sebuah daerah diijinkan menjalankan PSBB.

“Salah satu yang penting diperhatikan adalah angka perkembangan pasien positif Covid-19 yang masih fluktuatif ketika kita melihat data harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,” kata Puan dalam keterangan tertulis, Senin (11/5).

Selain itu, Puan menambahkan, data lain menunjukkan bahwa kapasitas harian tes PCR masih belum mencapai target yang ditetapkan Presiden, yaitu masih 5.000 spesimen per hari atau masih separuh dari target 10.000 spesimen per hari. Oleh karena itu dirinya menilai sangat penting agar keputusan untuk dilakukan atau tidaknya relaksasi terhadap PSBB dibuat atau didasarkan pada data yang lengkap, yang dianalisa secara cermat.

“Sebab kita tidak ingin terjadi peningkatan tingkat kasus infeksi baru. Karena itu, pemerintah perlu melakukan simulasi relaksasi untuk melihat dampak yang ditimbulkannya,” ujarnya.

Mantan Menko PMK itu menuturkan, pelonggaran PSBB tersebut bukan soal memilih mana yang diprioritaskan antara ekonomi atau kesehatan, melainkan mencari keseimbangan bagaimana kedua roda itu tetap bergerak seiringan di tengah pandemi Covid-19.

 

Kendati demikian, Puan berharap apa pun kebijakan yang nantinya diputuskan, pemerintah harus mensosialisasikan ke masyarakat secara utuh disertai pelaksanaan yang terkoordinasi, sehingga tidak akan muncul kebingungan-kebingungan di masyarakat.

Selain itu perlu adanya kedisiplinan, solidaritas, empati dan konsisten dari masyarakat dalam menanggulangi pandemi Covid-19. “Hal ini dikarenakan penyelesaian pandemi ini merupakan tugas bersama dan butuh gotong royong bersama untuk menyelesaikannya,” jelasnya.

BNPB Prediksi Kurva Covid Indonesia Mulai Turun saat September

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan memperkirakan bahwa jumlah kasus positif Covid-19 akan makin menurun mulai September 2020. Prediksi tersebut bisa tercapai jika semua pihak tetap melaksanakan kebijakan PSBB, menjaga jarak, memakai masker, dan menjaga kebersihan secara disiplin.

“Kalau ini bisa kita lakukan bersama-sama, insyaallah, bisa kita lalui dengan baik dan mungkin setelah Mei dan Juni (kurva penularan) sudah mulai landai dan nanti, insyaallah September, sudah mulai menurun dan harapannya nanti di akhir tahun kita sudah baik,” kata Lilik dalam FGD bertajuk “Virus Corona Berakhir… ?” di Jakarta, Senin (11/5).

Meskipun demikian, diakuinya kasus Covid-19 belum akan hilang dalam waktu dekat karena vaksinnya belum ditemukan. “Masalah Covid-19 ini tidak 100 persen akan selesai karena sampai hari ini pun belum ada vaksin untuk Covid-19,” katanya.

Hal senada juga dikatakan Kadiv Humas Polri Brigajen Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono. Menurut Argo, dibutuhkan sikap disiplin kolektif dalam melaksanakan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

“Disiplin perorangan maupun disiplin kolektif. Artinya, ya, sama-sama berdisiplin melakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” kata Argo.

Terkait dengan pelarangan mudik Lebaran tahun ini, Polri tidak henti-hentinya mengingatkan agar masyarakat menahan diri untuk tidak mudik. Upaya ini penting untuk memutus rantai penularan Covid-19 di Indonesia.

“Memang polisi dibantu dengan TNI dan instansi terkait, kami tidak bosan-bosannya menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak mudik,” kata Argo.

Pihaknya juga sudah mendirikan check point Operasi Ketupat 2020 di berbagai lokasi untuk menghalau masyarakat yang masih nekat mudik sekaligus menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan. Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini memastikan bahwa petugas di check point akan bersikap humanis dalam menjalankan tugasnya.

Sumber: republika.co.id

Angka Kematian Covid-19 di Saudi Hanya 0.6 Persen

RIYADH(Jurnalislam.cm) — Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Dr. Muhammad Al-Abdel Ali mengatakan, jumlah pasien Covid-19 di Saudi pada Senin (11/5) bertambah 1.966 kasus. Namun demikian, dia mengkonfirmasi bahwa tingkat kematian terkait wabah itu, turun menjadi 0,6 persen.

Dia menambahkan, dengan adanya tambahan kasus itu, jumlah total infeksi di wilayahnya mencapai 41.014 orang. Tetapi lanjut dia, data tersebut juga mencatatkan adanya penambahan pasien pulih pada Senin, sebanyak 1.280, sehingga total pasien sembuh hingga kini di Saudi, mencapai 12.737.

“Ini lebih dari 30 persen dari total kasus yang dikonfirmasi,” kata juru bicara itu dikutip dari Saudigazzete, Selasa (12/5).

Dia menambahkan, dalam kasus-kasus baru itu, Riyadh menjadi puncak penyumbang kasus dengan jumlah 520 orang. Diikuti Makkah sebanyak 343 orang, Madinah 257, Jeddah 236 dan Hufof 137 orang.

Selanjutnya, ada juga 95 infeksi di Dammam, 71 di Taif, 60 di Al-Khobar, 49 di Jubail, 39 di Hadda, 25 di Diriyah, 23 di Qatif, 15 masing-masing di Majardah dan Buraidah dan 10 masing-masing di Tabuk dan Hail.

Sisanya, sekitar 60 kasus terdeteksi di kota-kota kecil lain di wilayah kerajaan. Hingga kini informasi menyebut bahwa, kasus yang terinfeksi dalam beberapa hari terakhir adalah karena pemeriksaan dan faktor lainnya. Sebagian lainnya, karena pertemuan keluarga.

Sumber: republika.co.id

Kerugian Sektor Pariwisata Global Diprediksi Tembus 1,2 Triliun Dollar

MADRID(Jurnalislam.com) — United Nations World Tourism Organization (UNWTO) mengatakan pandemi Covid-19 dapat menurunkan tingkat pariwisata internasional sebesar 60-80 persen. Hal itu berpotensi mengakibatkan hilangnya pendapatan sebanyak 910 miliar hingga 1,2 triliun dolar AS.

UNWTO menyebut pandemi telah menyebabkan penurunan 22 persen kedatangan wisatawan internasional selama kuartal pertama 2020. Krisis kesehatan global dapat memicu anjloknya pariwisata tahunan antara 60 persen dan 80 persen jika dibandingkan dengan angka 2019.

“Ini menempatkan jutaan mata pencaharian dalam risiko dan mengancam untuk menghentikan kemajuan yang dibuat dalam memajukan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs),” UNWTO dalam sebuah pernyataan dikutip laman News18, Senin (11/5).

Menurut data terbaru Barometer Pariwisata Dunia UNWTO dalam tiga bulan pertama 2020, telah terjadi 22 persen penurunan di sektor pariwisata. Angka kedatangan pada Maret menurun tajam sebesar 57 persen. Hal itu terjadi karena banyak negara yang mulai menerapkan lockdown dan larangan perjalanan. Itu berarti hilangnya 67 juta kedatangan internasional dan sekitar 80 miliar dolar AS dalam penerimaan (ekspor dari pariwisata).

UNWTO mencatat wilayah Asia dan Pasifik kehilangan 33 juta kedatangan, sementara Eropa 22 juta. Terkait situasi ini, UNWTO telah memberikan tiga skenario.

Menurut skenario pertama, mungkin ada penurunan kedatangan 58 persen berdasarkan pembukaan bertahap perbatasan internasional dan pelonggaran pembatasan perjalanan pada awal Juli. Skenario kedua, melihat penurunan 70 persen jika perbatasan internasional dibuka secara bertahap dan pembatasan perjalanan dikurangi pada awal September.

Skenario ketiga menyatakan bahwa mungkin ada penurunan 78 persen dalam kedatangan berdasarkan pembukaan bertahap perbatasan internasional dan pelonggaran pembatasan perjalanan hanya pada awal Desember. Dalam skenario ini, menurunnya permintaan dapat diterjemahkan dengan hilangnya 850 juta hingga 1,1 miliar turis.

Kerugian ekonominya dari pendapatan pariwisata dapat mencapai 910 miliar dolar hingga 1,2 triliun dolar AS. Kemudian sebanyak 100 hingga 120 juta pekerjaan terancam.

“Ini adalah krisis terburuk yang dihadapi pariwisata internasional sejak pencatatan dimulai (1950). Dampaknya akan terasa pada tingkat yang berbeda-beda di berbagai wilayah global dan pada waktu yang tumpang tindih, dengan Asia dan Pasifik diperkirakan akan pulih lebih dulu,” kata UNWTO.

Sumber: republika.co.id

1,5 Juta Warga Dunia Telah Sembuh Covid-19

ANKARA(Jurnalislam.com) — Jumlah orang yang positif terpapar Covid-19 di dunia dan telah dinyatakan sembuh mencapai 1,5 juta orang.

Menurut informasi dari laman “Worldometer”, yang mengumpulkan data tentang kasus Covid-19 baru di dunia, hingga Senin ini sebanyak 1.500.181 orang yang terinfeksi virus tersebut berhasil mengalahkan penyakit itu.

Adapun negara-negara yang memiliki angka pasien yang pulih terbanyak adalah Amerika Serikat (256.336), Spanyol (176.439), Jerman (145.600), Italia (105.186), Iran (86.143), dan China (78.144).

Sejauh ini sudah 92.691 orang pulih dari virus korona di Turki.

Sementara itu jumlah kasus Covid-19 di seluruh dunia mencapai 4.196.193 kasus, dan 284.033 orang di antaranya telah meninggal.

Selain itu masih ada 2.418.222 kasus yang aktif terinfeksi saat ini dan mereka tengah mendapatkan perawatan.

Virus korona, yang secara resmi dikenal sebagai Covid-19, telah menyebar ke lebih dari 187 negara dan wilayah.

Sumber: anadolu agency

Sekarang, Semua Staf Gedung Putih Diwajibkan Bermasker

WASHINGTON(Jurnalislam.com) — Seluruh staf Gedung Putih diwajibkan untuk mengenakan masker, ketika memasuki West Wing. Perintah itu diserukan setelah dua staf Gedung Putih dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Kantor personalia Gedung Putih mengatakan, seluruh staf harus mengenakan masker setiap saat kecuali ketika berada di meja mereka. Karena ketika berada di meja kerja, secara otomatis mereka telah menciptakan jarak dari rekan kerja lainnya. Arahan ini muncul setelah ajudan Wakil Presiden Mike Pence dan penasihat Presiden Donald Trump terinfeksi virus corona.

Dalam konferensi pers, Trump mengatakan dia tidak perlu menggunakan masker ketika berada di kantorya. Hal itu karena dia telah berusaha untuk menjaga jarak dengan semua orang.

“Ratusan orang datang ke Gedung Putih setiap hari. Saya pikir kita melakukan pekerjaan yang baik untuk menahannya,” ujar Trump, dilansir BBC.

Trump mengatakan, pemerintah akan menggelontorkan dana untuk meningkatkan pengujian virus corona di sejumlah negara bagian. Pemerintah akan menganggarkan 11 miliar dolar AS kepada setiap negara bagian untuk memenuhi target pengujian bulan ini. Pejabat senior Gedung Putih yang melakukan kontak rutin dengan Trump melakukan tes virus corona.

Tiga anggota gugus tugas penanganan virus corona Gedung Putih telah melakukan isolasi selama dua minggu. Mereka di antaranya termasuk, Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, Anthony Faucci.

Sumber: republika.co.id

Masjid Istiqlal Akan Salurkan Zakat Fitrah ke Rumah Warga

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Kepala Humas dan Protokol Masjid Istiqlal Abu Hurairah Abdul Salam Lc MA mengatakan penyaluran zakat fitrah tahun ini atau 1441 Hijriah di masjid tersebut akan diantarkan langsung ke rumah masing-masing penerima zakat. Kebijakan ini dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19.

“Tahun ini penyaluran zakat fitrah kita antarkan langsung ke rumah warga,” katanya di Jakarta, Senin (11/5).

Ia mengatakan cara tersebut dilakukan pengurus masjid karena khawatir masyarakat akan datang berbondong-bondong, sehingga bisa berpotensi menularkan penyakit ke orang lain. Pada tahun sebelumnya, biasanya orang-orang yang termasuk golongan delapan penerima zakat atau mustahik tersebut datang langsung ke masjid saat 1 Syawal.

Terkait jumlah personel yang akan mengantarkan atau menyalurkan zakat fitrah, Abu Hurairah mengatakan hal itu tergantung berapa jumlah uang atau beras yang terkumpul untuk kembali disalurkan.

Ia mengakui di tengah situasi pandemi Covid-19, jumlah masyarakat yang membayar zakat melalui masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut berkurang drastis jika dibandingkan dari tahun sebelumnya.

Meskipun demikian, hal itu bukan menjadi kendala bagi umat Muslim untuk menunaikan kewajiban demi membantu orang-orang yang membutuhkan. “Tolong tetap membayar zakat karena banyak saudara kita yang menunggu, terutama fakir miskin di sekitar masjid. Mereka sangat menanti zakat fitrah yang biasa mereka terima,” katanya.

Terkait proses ijab qabul zakat fitrah yang diserahkan melalui masjid, hal itu dapat dilakukan dengan cara komunikasi lewat telepon antara petugas dengan muzaki atau orang yang membayar zakat. “Kalau masyarakat ingin tetap ijab qabul juga bisa melalui telepon,” katanya.

Ia menambahkan bagi masyarakat yang datang ke masjid untuk membayar zakat fitrah, pengurus tetap akan menerapkan protokol kesehatan guna menghindari penyebaran Covid-19. Selain itu, masyarakat yang datang juga tidak bisa berbondong-bondong masuk ke dalam masjid. Mereka hanya dibolehkan masuk satu persatu oleh petugas.

Sumber: republika.co.id