Berita Terkini

Aktivis Islam Solo Ikuti Daurah Seluk Beluk Pelaporan Tindak Pidana

SOLO (Jurnalislam.com)- Divisi Advokasi Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) menggelar daurah bertajuk ‘Seluk Beluk Pelaporan Tindak Pidana’ di Kantor DSKS jalan Brantan, Pajang, Laweyan, Surakarta pada ahad, (26/7/2020).

 

Ketua panitia Muhammad Amin menyebut kegiatan daurah tersebut diharapkan bisa memberikan pemahaman kepada para aktivis Islam di Soloraya terkait permasalahan hukum.

 

“Kita memberikan suatu pemahaman dan pembelajaran kepada aktifis Islam di seluruh Soloraya untuk bisa lebih cermat, detail dan mahir dalam melaporkan suatu kejadian baik yang bersifat masyarakat dan berkaitan dengan tokoh publik pejabat dan terkait kejahatan lainnya,” katanya kepada jurnalislam di sela sela daurah.

 

Amin juga menjelaskan bahwa dalam daurah tersebut, panitia memberikan trik dan tips agar pelaporan oleh aktifis Islam dalam mengungkapkan sebuah kasus kejahatan bisa segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

 

“Beberapa pelaporan yang dilakukan oleh aktifis itu mandek di tengah jalan sehingga kita melaukan pelatihan atau memberikan pemahaman trik trik apa saya yang bisa istilahnya mempermudah pihak kepolisian untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut,” ungkap Amin.

 

“Kami sangat berharap seluruh aktifis islam di soloraya di lebih cerdas dalam memahami dinamika di masyarakat dan terkait dimana nantinya proses proses hukum itu berdasarkan kepada syariat,” tandasnya.

 

Daudah advokasi tersebut menghadirkan pemateri advokat senior kota Solo Djoko Trisno W, SH dan diikuti oleh 75 peserta dari Boyolali, Solo, Sukoharjo, Sragen dan Klaten.

Universitas Lampung Gelar Webinar Jurnalistik Milenial

LAMPUNG(Jurnalislam.com)–Himpunan Mahasiswa Jurusan Kehutanan (Himasylva) Universitas Lampung menggelar Webinar Jurnalistik Milenial (Jurnal), Ahad, (26/07/2020)

 

Ratusan peserta menghadiri acara ini melalui Google Meet dan yang menonton pada siaran langsung di YouTube Himasylva dengan tema “Meningkatkan Kreatifitas Jurnalistik Sebagai Bentuk Kepedulian Terhadap Lingkungan”.

 

Acara ini diawali dengan sambutan dari Dr. Arief Darmawan, S.Hut., M.Sc. sebagai dosen kemahasiswaan dan juga Susni Herwanti, S.Hut., M.Si. selaku Sekretaris Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.

 

Penyampaian materi pada kegiatan jurnalistik disampaikan oleh Andre Hariyanto, owner AR Learning Center sekaligus Direktur Utama Taklim Jurnalistik Group

 

Mas Andre Hariyanto demikian sapaanya, banyak membagikan ilmu dan pengalamannya, seperti bagaimana peran media massa pada saat ini yang kekuatannya sangat besar dalam masyarakat khusus nya dalam memberikan opini publik.

 

Ia juga membagikan bagaimana menjadi jurnalis yang baik yaitu kita harus tetap tabayyun, tidak boleh memihak mana pun dan juga yang tak kalah penting adalah action dari diri kita sendiri.

 

“Menulis berita itu harus memperhatikan tiga unsur berita yaitu judul, lead dan tubuh beritanya serta dikombinasikan dengan rumus 5W1H dan piramida terbalik,” jelas Mantan Manajer Marketing Komunikasi LAZNAS BMH Kepulauan Riau.

 

Para peserta terlihat sangat antusias saat sesi diskusi dan tanya jawab dengan melontarkan berbagai pertanyaan yang menarik saat diskusi.*/Bagus Saputra, Mahasiswa Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.

Bekasi Mulai Terapkan Denda Bagi Pelanggar Aturan Masker

BEKASI(Jurnalislam.com) – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi mulai hari ini menindak warga yang kedapatan tidak menggunakan masker. Denda bagi warga yang tidak menggunakan masker sebesar Rp250 ribu.

“Mulai hari ini dan seterusnya kebijakan ini diberlakukan bagi warga Kabupaten Bekasi, tidak menggunakan masker ya kami denda,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah, Senin (27/7/2020).

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi itu menjelaskan, setiap orang yang tidak melaksanakan kewajiban menggunakan masker di luar rumah pada tempat atau fasilitas umum akan dikenakan denda administratif maksimal Rp250.000.

“Atau bisa juga dikenakan sanksi dalam bentuk kerja sosial berupa membersihkan sarana fasilitas umum,” katanya.

Pantauan di lapangan, penerapan aturan tersebut mulai dilakukan di sejumlah titik keramaian seperti di Terminal Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat. Razia ini akan dilakukan di 23 kecamatan.

Kepala Terminal Kalijaya Dayan mengatakan, secara umum pelanggar masih didominasi warga pendatang. Laporan dari tim di lapangan per hari pelanggar masih berkisar 30 persen.

Warga yang tidak menggunakan masker masih didominasi anak kecil dan pendatang yang kehilangan masker saat di dalam kendaraan. “Yang tidak menggunakan masker itu kebanyakan anak kecil,” ucapnya.

Sumber: sindonews.com

Masa Pandemi, Permintaan Madu Hutan Alami Lonjakan Signifikan

MAROS(Jurnalislam.com) – Petani madu hutan di Kabupaten Maros, Sulsel, banjir pesanan selama pandemi Covid-19. Permintaan madu hutan mengalami lonjakan signifikan, bahkan hingga dua kali lipat.

Banyak yang mencari komoditas tersebut lantaran manjur dalam meningkatkan daya tahan atau imunitas tubuh.

Salah seorang petani madu, Monru, mengatakan sepanjang masa pandemi virus corona, dirinya bersama anggota keluarganya harus lebih giat mencari madu di hutan Mallawa. Mereka harus melalui medan yang cukup ekstrem demi memenuhi permintaan madu hutan yang meningkat.

“Biasanya pengumpul hanya menyediakan 150 botol sebulan untuk memenuhi permintaan pelanggan atau pedagang, tapi sekarang empat bulan terakhir rata-rata 300 botol sebulan,” kata petani asal Dusun Pangisoreng, Desa Batu Putih, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros itu, seperti dikutip dari Antara.

Kendati permintaan cukup tinggi pada masa pandemi untuk konsumsi madu dalam menjaga imunitas tubuh, mereka tidak menaikkan harga. Sebab, harga yang ditetapkan petani madu di Mallawa Rp100.000 per botol sudah standar dan disepakati kelompok petani madu.

Hal ini juga dibenarkan salah seorang tokoh masyarakat Mallawa yang juga Pembina Desa di Mallawa, H Bustam. Aktivitas petani madu di Mallawa cukup besar sehingga produksi madu hutan di daerah itu terkenal di kalangan masyarakat.

“Ini juga dapat meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya mereka yang pekerjaannya berburu madu di hutan, sekaligus meningkatkan perekonomian desa,” katanya.

Sumber: sindonews.com

Kantor Jadi Klaster Baru, Mendagri Minta Pegawai Hati-hati

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berpesan agar seluruh jajarannya untuk hati-hati dalam bekerja. Saat ini ruang kantor jadi tempat yang potensial jadi media penularan atau klaster baru virus corona covid-19.

“Yang ingin saya sampaikan, sekarang ini sudah mulai work from office (WFO). Ini. betul-betul harus hati-hati karena beberapa kantor pemerintahan itu menjadi klaster baru,” katanya mengutip dalam siaran pers Kemendagri, Senin (27/7/2020).

Dia meminta agar pejabat eselon I dan II di Kemendagri untuk betul-betul memberikan pemahaman kepada stafnya tentang Covid-19. Termasuk cara penularannya dan bahayanya Covid-19.

“Sekali lagi saya sampaikan penularan melalui mulai dari percikan. Maka jaga jarak. Penularan juga melalui aerosol, semburan dan penularan melalui objek. Yang objek ini yang banyak, sama aerosol yang mungkin kita tidak sadar,” tuturnya.
Tito mengingatkan agar pegawai Kemendagri yang bekerja di kantor untuk menjaga jarak. Bahkan jika dimungkinkkan agar bekerja tidak menggunakan pendingin ruangan atau AC.

“Kalau mau pakai AC sebelumnya yang lain-lain, seperti ventilasi dibuka supaya terjadi aliran udara keluar. Kemudian buka gorden yang banyak supaya sinar matahari masuk karena sinar matahari akan membunuh protein RNA yang ada di virus Covid-19,” ujarnya.
Sumber: sindonews.com

Pemerintah Jepang Desak Perusahaan Izinkan Karyawan Kerja di Rumah

TOKYO(Jurnalislam.com) — Menteri Ekonomi Jepang Yasutoshi Nishimura mengatakan pemerintah akan mendesak perusahaan untuk menargetkan 70 persen bekerja tanpa kantor dan meningkatkan langkah-langkah jarak sosial. Rekomendasi ini dilakukan ketika meningkatnya kasus virus corona di antara pekerja kantoran.

Meskipun Jepang telah menghindari pukulan penularan Covid-19, rekor lonjakan dalam kasus selama sepekan terakhir di Tokyo dan daerah perkotaan besar lainnya telah membuat para ahli khawatir negara menghadapi gelombang kedua. Menanggapi kondisi itu, Nishimura meminta para pemimpin perusahan untuk meningkatkan langkah-langkah mencegah penyebaran virus, seperti mendorong bekerja dari rumah atau di luar kantor.

“Pada satu titik, angka komuter turun 70 hingga 80 persen, tetapi sekarang hanya sekitar 30 persen,” kata Nishimura, Ahad (26/7) malam.

Pekan lalu Tokyo melaporkan catatan harian 366 kasus, dengan peningkatan hingga 239 pada akhir pekan. Kota Fukuoka selatan melaporkan rekor 90 kasus dengan meningkatnya jumlah di Osaka pada waktu yang sama.

“Kami benar-benar tidak ingin mengulang hal ini, jadi kami harus mencari cara baru untuk bekerja dan menjaga bekerja di rumah tetap tinggi,” ujar Nishimura.

Nishimura juga meminta perusahaan-perusahaan untuk menghindari pertemuan besar dan mendesak perubahan yang terjadi. Sejak pekan lalu, dia telah menyatakan kekhawatiran meningkat tentang klaster, khususnya terhubung ke tempat kerja dan sosialisasi setelah bekerja. Meskipun jumlah kasus serius masih relatif kecil, pemerintah juga prihatin dengan peningkatan infeksi di antara orang-orang di usia 40-an dan 50-an.

Meski mendorong pekerja untuk tidak ke kantor sebagai upaya menekan angka penyebaran, pemerintah pusat tetap bertekad untuk memulai kembali kegiatan ekonomi. Lebih dari 30 ribu orang di Jepang telah terinfeksi Covid-19 dan hampir 1.000 orang telah meninggal dunia.

Sumber: republika.co.id

Relawan Bangun Mushala Pengungsi,  Bupati Luwu Utara: Terima Kasih Sudah Jaga Ummat

MASAMBA(Jurnalislam.com)– Ribuan tenda warga terdampak banjir Masamba memenuhi perbukitan kebun sawit yang menjadi salah satu titik posko pengungsian di Desa Meli, Kecamatan Baebunta Kapupaten Luwu Utara.

 

Hingga hari ini, Sabtu (25/07/2020) relawan LAZNAS Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) bersama sejumlah relawan lainnya masih berjibaku menyelesaikan pembangunan mushalla Wahdah Islamiyah.

 

Di tengah kesibukan pendirian sarana ibadah tersebut, relawan dikejutkan dengan kehadiran Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani yang tengah mengunjungi warga-warga di tenda pengungsian dan menyempatkan menyambangi pembangunan mushallah Wahdah Islamiyah.

 

“Ini sangat bagus, selain bisa dipakai shalat juga bisa untuk kegiatan TKA/TPA dan pengajian untuk orang dewasa. Daripada di tenda saja toh” tuturnya.

 

Dari penuturan warga di lokasi, terungkap kabar antusiasme warga dan relawan bahwa meski belum rampung, mushallah sudah dipakai oleh anak-anak sekitar pengungsian mengaji selepas maghrib.

 

Indah sangat mengapresiasi atas kerja dan bantuan relawan Wahdah islamiyah yang turun membantu warga terdampak sejak hari pertama kejadian banjir Masamba.

 

“Terima kasih ustadz, sudah menjaga ummat,” ujarnya saat akan meninggalkan mushalla.

 

Data yang dihimpun dari posko induk setempat menyebutkan setidaknya ada 1.780 jiwa yang mengungsi pasca banjir bandang belum lama ini.

 

Banyak Masalah Pendidikan, Jokowi Diminta Evaluasi Kinerja Nadiem  

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Politikus Partai Gerindra Kawendra Lukistian meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengevaluasi Mendikbud Naidem Makarim. Kawendra mengaku resah melihat pola Nadiem Makarim mengurus pendidikan nasional.

Kawendra mengatakan, jangan gadaikan masa depan bangsa dengan berbagai kebijakan pendidikan yang keliru. “Sepertinya Pak Jokowi perlu mengevaluasi Mendikbud Nadiem, menegur dia, kalau perlu copot saja secara cepat,” ujar Kawendra Lukistian, Ahad (26/7/2020).

Karena, kata dia, soal pendidikan berkaitan dengan nasib generasi mendatang. “Pendidikan bukan ajang coba-coba! Berkaitan dengan isi kepala bangsa,” ungkap ketua umum Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) ini

Desakannya itu menyangkut berbagai hal masalah pendidikan, tidak hanya soal pemberian dana gajah sebesar Rp20 miliar kepada organisasi Corporate Social Responsbility (CSR) milik Tanoto Foundation dan Sampoerna untuk pelatihan guru.

 

“Berbagai hal. Dari mulau sistem daring, tapi tidak menyediakan kuota bahkan kalau perlu gawainya. Karena enggak semua rakyat mampu beli kuota, bahkan masih banyak yang belum punya gawai,” katanya.

 

Bahkan, banyak anak sekolah yang numpang Wi-Fi di kelurahan ataupun warung kopi dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ). “Ada yang sampai nyari spot di pengkolan demi dapat hotspot. Apalagi Nadiem bilang mau berlanjut sistem daring ini, aduh,” pungkasnya.

Sumber: sindonews.con

Resmikan Masjid Hagia Sophia, PM Pakistan: Selamat untuk Turki dan Erdogan

PAKISTAN(Jurnalislam.com)- Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan memuji pembukaan kembali Hagia Sophia sebagai masjid. Hagia Sophia kembali dibuka sebagai masjid pada hari Jumat lalu, yang ditandai dengan salat Jumaat berjamaah yang dihadiri ribuan orang.

“Ucapan selamat kepada Turki, dan Presiden Recep Tayyip Erdogan pada hari bersejarah ini setelah salat pertama dalam 86 tahun di Masjid Hagia Sophia,” kata Khan dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Ahad (26/7/2020).

Selain Khan, beberapa politisi dan anggota parlemen Pakistan lainnya, termasuk ketua partai Jamaah-e-Islami, Sirajul Haq dan Ketua Menteri provinsi Punja, Usman Buzdar juga memberi selamat kepada pemerintah Turki atas langkah penting tersebut.

Ribuan orang mengambil bagian dalam salat Jumat di dalam dan di luar masjid bersejarah di Istanbul, kota metropolis terbesar di Turki. Sebelum salat Jumat, Erdogan membaca Al-Quran di dalam masjid yang dibuka kembali, memilih dari Surat Al-Fatihah dan Surat Al-Baqarah.

Pengadilan Turki bulan ini mengumumkan mencabut status Hagia Sophia sebagai museum. Erdogan segera mendeklarasikan gedung itu telah kembali menjadi masjid.

Hagia Sophia merupakan katedral Bizantium Kristen selama 900 tahun sebelum dikuasai kesultanan Ottoman dan mengubahnya menjadi masjid hingga 1934.

Sumber: sindonews.com

Mahasiswa ITS Ciptakan Robot untuk Bantu Tangani Covid-19

SURABAYA(Jurnalislam.com)- Pandemi COVID-19 tak menyurutkan berbagai inovasi. Kolaborasi antara teknologi dan pelayanan medis bisa menjadi solusi untuk membantu penanganan COVID-19 di Indonesia.

Salah satunya yang dilakukan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh (ITS) yang membuat robot untuk penanganan COVID-19. Mereka pun berlomba dalam ajang LAI2-COVID 19. Tim Kuybot yang terdiri dari tiga mahasiswa Departemen Teknik Sistem dan Industri,

Departemen Teknik Biomedik, dan Departemen Teknik Fisika ini berhasil meraih juara pertama dari 45 partisipan pada subtema Aplikasi Inovasi Robot.

Tiga mahasiswa yang digawangi oleh Oktaviansyah Purwo Bramastyo, Sulaiman Ali, dan Putri Norma Aprilia memilih membuat robot bernama Hosiro-Usiro. Inovasi baru berupa robot ini diawali dari keinginan mereka untuk ikut turut sumbangsih dalam penanganan pandemi COVID-19 ini.

“Kami ingin menciptakan produk yang bermanfaat bagi orang lain dan tenaga medis lewat hobi kami di dunia robotika,” kata Ketua Tim Hosiro-Usiro, Oktaviansyah Purwo Bramastyo, Jumat (24/7/2020).

Vian, panggilan akrabnya, melanjutkan, rancangan robot Hosiro-Usiro ini berangkat dari keresahan tim atas upaya pencegahan penularan COVID-19 yang masih menunjukan grafik peningkatan.

“Apalagi tenaga medis sebagai garda terdepan penanganan COVID-19 sangat berpotensi besar untuk tertular,” ucapnya.

Selain itu, katanya, pasien terdampak COVID-19 yang melakukan isolasi baik di rumah sakit maupun di rumah dapat merasakan tekanan sosial dan ketidaknyamanan fisik. Berdasarkan kedua alasan tersebut, ia dan tim merancang inovasi yang dapat mengurangi interaksi langsung antara pasien COVID-19 dengan tenaga medis.

Sumber: sindonews.com