Berita Terkini

Pemerintah Diminta Evaluasi Sistem Pembelajaran Daring

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Pelaksana Harian (Plh) Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR RI Saleh Partaonan Daulay meminta pemerintah segera melakukan evaluasi terhadap proses belajar mengajar saat ini.

Sebab, ada banyak keluhan dari orang tua murid terkait dengan kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi dengan pola belajar mengajar yang diterapkan.

Saleh mengatakan, keluh kesah tersebut banyak tersebar di media sosial. Terbaru, Dimas Ibnu Alias, seorang siswa SMPN di Rembang, Jawa Tengah, yang terpaksa belajar di sekolah sendirian akibat tidak memiliki smartphone untuk mengikuti pelajaran dari sekolah.

“Kasus seperti Dimas ini diyakini banyak di berbagai daerah di Indonesia. Sebab, ada banyak warga masyarakat yang tidak bisa mengakses internet. Terutama mereka yang tinggal di pelosok-pelosok dan daerah-daerah perbatasan,” ujar Saleh dalam keterangan tertulisnya kepada, Ahad (26/7/2020).

Dia mengatakan, keluhan terkait proses belajar mengajar ala pandemi Covid-19 itu paling banyak dirasakan ibu-ibu rumah tangga. Sebab, merekalah yang tinggal di rumah dan mengawasi kegiatan belajar mengajar anak-anaknya. Para suami, biasanya pergi bekerja untuk mencari nafkah keluarga.

Kemudian, dia membeberkan banyak lagi keluhan yang disampaikan di media sosial. Pertama, tidak memiliki smartphone atau komputer untuk mengakses pembelajaran dari sekolah. Selain itu, ada banyak keluarga yang tidak mampu membeli kuota internet untuk online. Kalaupun ada, mereka tidak bisa memakainya setiap hari karena keterbatasan budget.

“Bayangkan kalau anak yang sekolah 3 atau 4 orang di keluarga tersebut. Itu berarti, orang tuanya harus membeli 3 atau 4 alat smartphone atau komputer. Kuota internet yang dibutuhkan pun pasti akan lebih besar. Belum lagi saat belajar, ketika anak yang satu minta dibantu, anak yang lainnya sudah memanggil ibunya untuk mengerjakan hal lain,” ujar anggota Komisi IX DPR RI ini.

sumber: sindonews.com

Pemerintah Prediksi Dana Vaksin Covid hingga Rp 30 Triliun

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Pemerintah Indonesia telah mengalkulasikan anggaran yang harus disiapkan untuk membeli vaksin potensial untuk melawan Covid-19. Berdasarkan perhitungan, Pemerintah Indonesia harus menyiapkan sekitar Rp30 triliun.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Dany Amrul Ichdan menyampaikan bahwa kalkulasi tersebut dihitung dengan menggunakan indikator Reproduction Number (RO) kasus Covid-19 di Indonesia. Dari angka RO itulah, pemerintah bisa mengetahui berapa banyak vaksin yang dibutuhkan bagi masyarakat Indonesia.

“Katankanlah di 2 atau di 3, berarti kita itu kurang lebih perlu 174 atau 175 juta vaksin. Kalau kira-kira ini dikalikan 2 itu ada 350 juta vaksin yang kita perlukan,” kata Dany dalam diskusi bertajuk “Vaksin China, Uji Klinis Bukan Kelinci Percobaan” yang digelar secara virtual, Minggu (26/7/2020).

Dany mengaku, informasi yang didapat dari PT Bio Farma Tbk dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tentang harga per satu vaksin tersebut berkisar USD5-10. Sehingga, jumlah anggaran yang dikeluarkan pemerintah dihitung dari jumlah indikator yang didapat dari RO tadi.

“Kalau katakanlah USD5 itu harganya dan dijual kurang lebih dengan harga yang sama, berarti negara harus mengalokasikan kurang lebih sekitar Rp25-30 triliun. Negara harus mengalokasikan itu,” ujarnya.

Untuk diketahui, Bio Farma menerima vaksin dari Sinovac sebanyak 2.400. Nantinya, pengujian dilakukan terhadap 1.620 subjek dengan rentang usia 18-59 tahun dan dengan kondisi tertentu.

Sumber: sindonews.com

NU Minta Kemendikbud Evaluasi Program Organisasi Penggerak

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ketua Lembaga Pendidikan Maarif NU, KH Arifin Junaidi berharap Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dievaluasi agar terlaksana dengan tepat.

Ia menegaskan, jika POP tidak ditindaklanjuti maka LP Maarif NU tetap pada pendiriannya untuk mundur.

Arifin mengungkapkan, dirinya bertanya-tanya maksud dari evaluasi ini. Sebab, Mendikbud Nadiem Makarim sempat mengatakan organisasi yang lolos tidak perlu khawatir dan silakan melaksanakan tahapannya dengan percaya diri.

Mendikbud juga mengatakan, akan mengevaluasi tiga hal, yakni soal integritas dan transparansi sistem seleksi, integritas dan kredibilitas organisasi yang dinyatakan lolos, dan efektivitas program yang dilaksanakan selama pandemi.

“Untuk apa evaluasi tiga hal itu kalau yang sudah lolos dinyatakan tidak perlu khawatir?” kata Arifin dalam diskusi daring, Sabtu (25/7).

Arifin menjelaskan, pihak otoritas Kemendikbud sudah berkali-kali menghubunginya untuk meminta masukan, termasuk Mendikbud Nadiem Makarim.

Arifin sudah mengatakan kepada Kemendikbud bahwa organisasi yang lolos seleksi harus benar-benar profesional.

“Jangan ada Muhammadiyah, ada NU hanya biar kelihatannya bagus. Jadi kami ingin programnya betul-betul bagus. Bukan hanya kelihatannya bagus,” kata Arifin.

Sebelumnya, Kemendikbud akan melakukan evaluasi POP yang menuai kontroversi. Mendikbud Nadiem mengatakan, pihaknya akan mengikutsertakan pihak eksternal pemerintah dalam evaluasi ini.

Nadiem mengatakan, proses evaluasi ini akan dilakukan selama 3-4 pekan.

Ia menjelaskan, pihaknya akan melakukan proses evaluasi yg intensif dengan mengikutsertakan pihak eksternal termasuk organisasi masyarakat dan pakar pendidikan yang telah berkecimpung dalam dunia pendidikan sejak lama.

Sumber: republika.co.id

 

Kasus Corona Global Tembus 16 Juta, 10 Juta Sembuh

WASHINGTON(Jurnalislam.com) — Kasus Covid-19 global telah menembus angka 16 juta pada Ahad (26/7).

Korban meninggal melampaui 648 ribu jiwa, sedangkan jumlah pasien sembuh mendekati 10 juta orang.

Mengutip data yang dihimpun laman Worldmeters, saat ini kasus Covid-19 global telah mencapai 16.205.467. Sementara korban meninggal sebanyak 648.476 jiwa.

Amerika Serikat (AS) tetap menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di dunia. Ia memiliki 4.315.709 kasus dan 149.398 kematian. Brasil menyusul di tempat kedua dengan 2.396.434 kasus dan 86.496 kematian.

India menempati urutan ketiga dengan 1.387.481 kasus dan 32.119 kematian. Urutan keempat ditempati Rusia dengan 806.720 kasus dan 13.192 kematian. Afrika Selatan menduduki posisi kelima dengan 434.200 kasus dan 6.655 kematian.

Sementara itu, jumlah pasien yang sembuh dari Covid-19 secara global telah mencapai 9.914.060 orang. Pekan lalu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa pandemi Covid-19 dapat semakin memburuk. Hal itu dapat terjadi jika negara-negara tak mematuhi protokol pencegahan penularan virus.

Sumber: republika.co.id

Saudi Luncurkan Layanan Digital Peliputan Haji 2020

SAUDI(Jurnalislam.com)- Untuk membantu peliputan media pada Haji 2020, Kementerian Media Arab Saudi meluncurkan layanan digital canggih yang memenuhi semua kebutuhan media lokal dan internasional.

Saudi ingin menjamin layanan kelas dunia terbaik untuk media lokal dan internasional dalam meliput musim haji tahun ini.

“Layanan ini memungkinan para jurnalis menerima dokumen, materi dan komentar penting, respon pada pertanyaan media, wawancara pejabat dan pemangku kepentingan, menghadiri dan terlibat dalam konferesi pers langsung,” ungkap pernyataan kantor Kementerian Media Saudi.

Layanan digital ini akan diberikan dalam bahasa Arab dan Inggris dengan nama Kantor Pers Virtual Haji yang menangani berbagai tantangan dalam pemberian informasi dan penyebaran materi media internasional.
Melalui platform itu, jurnalis lokal dan internasional dapat meminta layanan eksklusif, seperti gambar kualitas tinggi atau video yang dibuat secara khusus, serta akses jarak jauh untuk layanan lainnya, termasuk wawancara khusus dengan para pejabat dan lainnya.
Ratusan jurnalis di Saudi dan lebih dari 2.500 jurnalis internasional yang terdaftar pada basis data pusat Komunikasi, akan menerima email untuk mendaftarkan namanya di platform digital tu untuk mendapat keuntungan dari layanan Kantor Pers Virtual.
Sumer: sindonews.com

Corona AS Tembus 4 Juta Kasus

WASHINGTON (Jurnalislam.com) — Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) pada Sabtu (25/7) melaporkan total 4.099.310 kasus Covid-19. Jumlah ini mengalami peningkatan 74.818 kasus dari data sebelumnya.

Dilansir Reuters, Ahad (26/7), otoritas juga melaporkan total 145.013 kematian, termasuk 1.145 kematian baru.

CDC melaporkan data mengenai kasus corona itu pada 24 Juli pukul 16.00 waktu setempat, dibandingkan laporan sehari sebelumnya.

Namun demikian, data CDC belum tentu mewakili kasus yang dilaporkan oleh setiap negara bagian.

Sumber: republika.co.id

Perkantoran Jadi Klaster Baru, Karyawan Diminta Jangan Remehkan Covid

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membenarkan saat ini perkantoran menjadi klaster baru penularan Covid-19.

Menurutnya, sudah ada dua pegawai yang terpapar wabah penyakit tersebut. “Memang beberapa hari ini ada klaster baru di perkantoran sekalipun jumlahnya baru dua kasus,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (25/7/2020).

Dia meminta kantor yang pegawainya terkonfirmasi positif Covid-19 ditutup sementara dan dilakukan sterilisasi dengan menyemprot cairan disinfektan.

Selama ini jajaran Pemprov DKI sudah melakukan sosialisasi kepada perkantoran agar disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan. Adanya klaster baru di perkantoran harus menjadi perhatian serius semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat agar menaati protokol kesehatan.

Selama ini jajaran Pemprov DKI sudah melakukan sosialisasi kepada perkantoran agar disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan. Adanya klaster baru di perkantoran harus menjadi perhatian serius semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat agar menaati protokol kesehatan.

Sumber: republika.co.id

Perkantoran Langgar Protokol Akan Disanksi

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberi peringatan kepada perkantoran di Ibu Kota yang tidak menerapkan pemberlakuan kapasitas 50 persen selama perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria atau Ariza mngingatkan, pihaknya tak segan-segan akan mencabut izin jika masih ada pelanggaran terhadap protokol kesehatan yang ditetapkan.

“Kalau masih ada (pelanggaran), temen-temen silakan sampaikan kepada kami. Apabila tidak patuh atau melanggar, kami akan tindak, kami akan beri teguran tertulis, kami tutup sementara, bahkan kami cabut izinnya,” katanya saat ditemui di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (24/7).

Ariza beralasan, mulai munculnya klaster Covid-19 di lingkungan perkantoran dalam beberapa hari terakhir ini, sebagaimana catatan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 bahwa penambahan kasus konfirmasi positif banyak berasal dari penelusuran aktivitas perkantoran.
Menurut Ariza, kemunculan itu terjadi akibat ketidaktaatan dalam menjalankan protokol kesehatan. “Jelas. Ketidaktaatan inilah yang menjadi (sebab) penyebaran (Covid-19),” ucap politikus Partai Gerindra tersebut.

Dia menuturkan, berbagai pelanggaran yang menyebabkan penyebaran virus corona meluas seperti itu secara otomatis meningkatkan angka positif Covid-19 di Jakarta. Oleh sebab itu, Ariza siap menindak tegas adanya pelanggaran terhadap protokol kesehatan guna menekan penyebaran Covid-19.

Sebagai contoh, Pemprov DKI telah memberi sanksi kepada sejumlah restoran yang melebihi kapasitas yang ditetapkan. “Beberapa restoran yang terbukti melebihi kapasitas sudah kami beri denda sampai sebesar Rp 25 juta,” ujar Ariza.

Ariza menuturkan, pemerintah sudah membuat aturan yang detail, termasuk surat edaran dari dinas terkait. Dia meminta seluruh elemen bisa lebih ketat dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.
Sumber: republika.co.id

Erdogan di Tengah Ribuan Jamaah Shalat Jumat Perdana di Hagia Sophia

INSTANBUL(Jurnalislam.com)- Presiden Turki Tayyip Erdogan bergabung ribuan orang jamaah di Hagia Sophia pada Jumat (24/7) untuk salat Jumat pertama di sana sejak status monumen itu kembali menjadi masjid.

Hagia Sophia merupakan gedung yang sangat penting bagi umat Kristen dan Islam selama hampir 1.500 tahun.

Erdogan dan para menteri kabinetnya memakai masker putih sebagai pencegahan terhadap Covid-19. Mereka tampak duduk di karpet hijau di awal prosesi salat Jumat yang menandai kembalinya ibadah salat di bangunan kuno tersebut.

Seorang imam memulai khutbah pada pukul 1.45 pm setelah Erdogan membaca Alquran dan seruan azan dari menara-menara bangunan itu.

Sumber: sindonews.com

Turki Siapkan Buku Tentang Masjid Hagia Sophia

ISTANBUL(Jurnalislam.com) — Direktorat Komunikasi Turki tengah menyiapkan buku dan situs tentang pembukaan kembali Masjid Hagia Sophia. Bangunan yang didirikan kerajaan Byzantium ini akhirnya kembali difungsikan sebagai masjid setelah 86 tahun.

Buku tersebut akan memiliki judul Hagia Sophia Mosque: The trust of Fatih Sultan Mehmed Han, harta bersama umat manusia. Buku tersebut rencananya akan disiapkan dalam bahasa Turki, Inggris, dan Arab.

“Buku rencananya akan dibagikan pada upacara pembukaan masjid,” menurut Direktorat komunikasi Turki seperti diwartakan Anadolu Agency, Sabtu (25/7).

Sedangkan situs yang disiapkan adalah ayasofyacamii.gov.tr yang bisa diakses dalam dalam bahasa Turki dan Inggris. Situs ini berisi kutipan dari buku dan foto-foto Hagia Sophia.

Monumen ikonik Turki itu sebelumnya berfungsi sebagai gereja selama 916 tahun. Sultan Mehmed kemudian penaklukan Konstantinopel dan mengalihfungsikan gereja tersebut sebagai masjid dari tahun 1453 hingga 1934.

Artinya hampir 500 tahun bangunan tersebut beroperasi sebagai tempat ibadah umat Muslim. Hagia Sophia kemudian beralih fungsi sebagai museum selama 86 tahun di era kekuasaan Kemal Ataturk pada 1934.

Salah satu bangunan bersejarah yang paling banyak dikunjungi di Turki oleh wisatawan domestik dan internasional. Pada 1985, selama menjadi museum, Hagia Sophia ditambahkan ke Daftar Warisan Dunia UNESCO.

Sumber: republika.co.id